Radja Ketjil, Rumah Makan Raja Bercita Rasa China Peranakan

Mengusung resto china peranakan, Radja Ketjil tampil membidik pangsa pasar menengah. Restoran yang sudah berdiri sejak 2007 ini mulai menawarkan peluang bisnisnya tahun ini. Seberapa prospektif peluang bisnisnya?

Radja Ketjil merupakan salah satu rumah rumah makan dengan konsep family yang mengusung sajian kuliner khas china peranakan. Memadukan makanan oriental dengan melayu, Radja Ketjil membidik pangsa pasar kalangan menengah yang waktu itu belum diisi pemain kuliner china peranakan. Radja Ketjil pun berjasil berhasil menarik para pecinta kuliner dengan berbagai menu unggulan dan nuansa restonya.

Berdiri pada 2007, suasana restoran Radja Ketjil desain layaknya rumah dengan interior bernuansa tempo dulu bertemakan china klasik. Warna merah tampak pada tiang ruang makan dan bantalan kursi kayu yang menemani meja kayu model tahun 1960-an. Beberapa lukisan orang tiongkok klasik menambah kental suasana klasiknya.

Pelayanan yang ramah dan nuansa peranakan yang tercermin dari berbagai dekorasi di rumah makan ini membuat Radja Ketjil menjadi salah satu tempat yang cocok untuk keluarga, meski banyak pula pengunjung dari segmen remaja yang berkunjung ke restoran ini.

“Pengunjung kita ada yang sengaja datang dari Tangerang, Bekasi saking penasarannya dengan rumah makan Radja Ketjil. Banyak media massa yang yang sudah meliput Radja Ketjil salah satunya masuk liputan program Bondan Winarno,”ujar Owner Radja Ketjil, Renaldo Panggabean.

Yang tidak kalah menariknya adalah sajian menu yang ada di Radja Ketjil. Selain menggugah selera, nama-nama daftar menu yang disajikan Raja Ketjil juga mengundang rasa ingin tahu pengunjung. Sebut saja misalnya Brokoli Babah Malu, Ayam Ibu Tiri, Ayam Buah Kluak, Sup Taipan Muda, Buncis Sapi Szechuan dan Tahu Hujin The Lie Rina. Juga ada menu Sup Radja Radja, Tahu 7 Samudra, Sapi Hitam Manis dan Bola Udang Putra Matahari.

Salah satu menu istimewa Radja Ketjil adalah”Tahu Hujin Tje Lie Rina”, yaitu angsio tahu yang disajikan dengan ayam cincang dan sayuran pocai. Dalam satu porsi terdapat empat potong tahu yang terasa lembut di lidah. Saus cokelat dan ayam cincang melengkapi rasa gurih lembut tahu tersebut. Harga makanan yang berkisar dari Rp 18.000 sampai Rp 27.000 per porsi,

Rumah makan “Radja Ketjil” dapat ditemui di 6 lokasi, yaitu, Gandaria City Mall, Citywalk Sudirman, Lotte Mart Bintaro, Alam Sutera, Tangerang Center Mall, Cihampelas Walk Bandung.

Melihat pasar yang cukup menjanjikan serta sudah adanya sistem standardisasi pengolahan makanan, Renaldo pun mulai menawarkan peluang waralaba Radja Ketjil tahun ini. Bagi calon investor yang tidak pandai memasak tidak perlu khawatir, Radja Ketjil

tidak hanya berbagi resep, melainkan juga akan melatih para juru masak di setiap gerai terwaralaba, hingga mereka mampu menyajikan makanan sesuai standar yang sudah ditentukan.

Renaldo mengatakan, pertimbangan dirinya memfranchisekan Radja Ketjil, karena melihat potensi bisnis yang ada di daerah. “Saya ingin usaha saya ini berada di daerah, karena pesaing kuliner di daerah masih sangat minim seperti di Balikpapan, Manado, Banjarmasin,” bebernya.

Untuk menjadi mitra bisnis Radja Ketjil, Renaldo mematok investasi berkisar Rp 800 juta sampai Rp 1 Milyar di luar biaya sewa tempat. Dengan investasi tersebut calon franchisee sudah mendapatkan fasilitas berupa perekrutan karyawan (koki, pramusaji, kasir), support awal dengan training minimal 3 bulan.

Investasi tersebut juga sudah termasuk franchise fee senilai Rp 200 juta. Sebagai pihak franchisor, Renaldo memungut biaya royaltie fee sebesar 3-5% dengan kontrak kerja sama selama 5 tahun. Ia memperkirakan franchisee Radja Ketjil bisa mencapai BEP dalam waktu 2 tahun. “Semua itu tergantung lokasi, apabila strategis bisa lebih cepat,” katanya.

Kedepan, kata Renaldo, Radja Ketjil akan melakukan beberapa diversifikasi menu. Salah satunya akan membuat menu untuk personal. Misalnya menu tahu dengan nasi dengan 1 paket dan menu-menu perpaduan lainnya. “Karena restoran ini segmennya family, jadi kita mau agak sedikit berubah dengan adannya menu baru, sehingga orang yang makan sendiri pun bisa makan di sini,” katanya.

What's Up Cafe, Cafe kekinian yang akan difranchisekan
Terlahir lantaran banyaknya penikmat mie instan, Café ini mampu menaikkan derajat mie instan dengan menyajikan fasilitas dan suasana yang cozy. Tahun ini What’s Up Cafe menawarkan peluang
Read More
Miyoshi, Satu Lagi Waralaba Japanese Food Yang Ramaikan Industri Waralaba
Kuliner negeri sakura memang punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena rasanya yang khas dan unik. Tak heran jika bisnis kuliner Jepang terus berkembang. Salah satu yang siap m
Read More
GASmart, Peluang Bisnis Rangka Baja Ringan Yang Minim Pesaing
Properti yang sedang naik daun membuat berbagai bisnis yang berhubungan dengan properti ikut naik daun, salah satunya bisnis rangka atap baja ringan. Bisnis ini bisa dibilang bisnis yang tergolong dap
Read More
Rumah Sehat Bahagia, Klinik yang Siap Menyaingi Laboratorium Kesehatan
Sebagai klinik kesehatan, bisnis yang satu ini ingin memperlihatkan kemampuan alat yang dimiliki bahwa dengan waktu yang singkat, tanpa suntik, ambil darah, dan biaya mahal, mampu mendeteksi dini peny
Read More