Eastons Property, Franchise Broker Property dari Inggris

Pada 1974, Edward W. Easton mendirikan Easton Group di Miami, Florida. Dengan kerja keras dan perencanaan yang matang, serta berpikir besar ia berhasil membangun kepercayaan kepada para klien. Perusahaannya menjadi broker property terkemuka di wilayah tersebut dan mulai memasarkan franchisenya yang berbasis di Inggris. Nama Eastons identik dengan tingkat pelayanan tertinggi, kesuksesan dan integritas. Para karyawan dengan seia menjalankan nilai-nilai inti di mana The Easton Group didirikan.

Di Indonesia, Eastons Property juga sukses menjadi salah satu franchise broker property yang melayani banyak klien. Budi Utama selaku pemegang master franchise Eastons Indonesia sudah sejak15 tahun silam memegang franchise ini. pada tahun 2010 Budi meningkatkan status kerja samanya menjadi master franchise dan mematenkan merek Eastons Indonesia. Di tangannya Eastons sukses menawarkan jasa broker yang ditawarkan kepada klien mulai dari rumah, apartemen, gedung, hingga hotel.

Budi mengaku rumah masih merupakan produk properti yang paling banyak ia layani, karena memang paling banyak dicari masyarakat. Untuk harga jual maupun sewanya bervariasi mulai dari ratusan juta hingga di atas Rp 2 miliar. Dari pengalaman yang ada, saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menyewa dibandingkan untuk membeli berbagai produk properti yang ditawarkan.

Untuk menyiasati harga property yang semakin tinggi, menurut Budi, Eastons bekerja sama dengan beberapa bank terkemuka yang menyediakan kredit pembelian rumah (KPR) seperti BCA, UOB, CIMB Niaga, Panin BANK, Mandiri, BRI dan beberapa bank lainnya.

Budi mengatakan, untuk mengembangkan bisnisnya, Eastons Indonesia membuka kesempatan kerja sama kepada investor. Bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi franchisee, ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya investasi Rp 150 juta. Dengan investasi tersebut, franchisee akan mendapatkan berbagai keperluan usaha mulai dari perangkat usaha, sistem, papan merek, atribut, hak pakai merek, software, pelatihan, konsultasi, sistem prosedur, dan perlengkapan operasional. “Biaya tersebut di luar biaya sewa tempat, furnitur serta perlengkapan komputer,” bebernya.

Menurutnya, pihak franchisee harus menyediakan karyawan sendiri yang akan diberikan pelatihan selama tiga hari oleh pihak pusat. “Teorinya tiga hari, tapi pada prakteknya, franchisee akan terus mendapatkan pelatihan hingga karyawan siap diterjunkan kelapangan,” katanya.

Budi menjelaskan, dari hasil transaksi jual beli atau sewa properti, franchisee akan mendapatkan keuntungan sebesar 3% untuk jual-beli dan 5% untuk sewa. “Melihat pengalaman yang sudah ada, pihak Eastons Indonesia memberikan asumsi balik modal yang bisa dicapai sekitar 1 tahun. Balik modal tersebut bisa dicapai bila franchisee bisa mendapatkan omset sekitar Rp 3 miliar,” tuturnya.

“Peruntungan dari omset tersebut franchisee akan mendapatkan keuntungan 1% hingga 5 %. Kalau omset semua tergantung franchisee, jika mereka benar-benar menjalankan dengan baik bisa meraup omzet diatas Rp 3 miliar, namun kalau santai paling omset yang didapat ratusan juta saja,” jelasnya lagi.

Saat ini Eastons Indonesia sudah memiliki 16 franchisee yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. “Lokasi yang kita sarankan pada calon franchisee adalah berada di pinggir jalan utama dan memiliki area yang padat penduduknya, seperti dekat perkantoran, area perbelanjaan,” tutupnya.

Hoooters, Restaurant Mengusung Konsep “Pelayan Seksi”
Baru baru ini, media sosial Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan kedatangan jaringan restoran 'seksi', Hooters. Restoran yang berpusat di Clearwater, Florida itu, dikabarkan akan datang ke Jakarta
Read More
Uncle Tetsu, Master of Cheesecake dari Jepang
Khusus di tahun 2017 ini, Indonesia kembali kehadiran gerai kue asal Jepang Uncle Tetsu. Gerai pertama dihadirkan di Jakarta, yang lantas langsung mendapatkan animo dari masyarakat Indonesia yang begi
Read More
Ayam Penyet AP, Sajian Ayam Penyet Asal Negeri Jiran dengan Cita Rasa Minang Cuisine
Tak mau ketinggalan dengan Indonesia, Malaysia pun ikut meramaikan bisnis ayam dengan olahan penyet. Kini bisnisnya pun siap difranchisekan dan membuka gerainya di tanah air. Kuliner khas ayam penyet
Read More
ICE MANIAS, Franchise Ice Cream “Goreng” Asal Thailand
Bagi penyuka ice cream dan ingin menikmati sensasi berbeda cobalah Ice Manias. Berbeda dengan ice cream yang dikenal selama ini, Ice Manias tidak menjajakan ice cream yang lan
Read More