TAPISI Bersiap Menjadi Raja Gorengan

Peluang usaha yang satu ini patut diperhitungkan di pentas kuliner. Meski baru bediri, TAPISI mencatatkan pertumbuhan bisnis yang pesat. Dengan misi mengangkat derajat pemain UMKM di Indonesia, TAPISI memberikan kerja sama kemitraan yang mudah. Saat ini, ia mempersiapkan diri menjadi waralaba raja gorengan di pentas nasional. Dalam waktu dekat TAPISI juga akan ekspansi ke negara Asia.

TAPISI sendiri didirikan Akbar Temmuyin Sani, seorang pebisnis dan juga pakar kuliner. Berawal dari keprihatinannya terhadap nasib UMKM di Indonesia, pria lulusan Bachelor of Science in Business Administration Hawaii Pacific University, Amerika Serikat (AS) ini pun ingin membuat UKM naik kelas. “Para pedagang pinggir jalan tidak punya tempat, mereka harus dikejar-kejar bila tidak tertib dagang,” tuturnya.

Kedua, katanya, pertimbangan dirinya mendirikan TAPISI karena merasa “galau” melihat para pemain snack yang notabene pedagang gorengan asing, saat ini menjamur di mal-mal. “Saya galau melihat mereka. Kenapa tidak gorengan kita yang masuk ke mal-mal itu. Dari rasa dan kulitas kita tidak kalah, apalagi bahan bakunya. Tapi kita memang kalah di kemasan dan strategi pemasaran,” katanya.

Berangkat dari situ, Akbar pun membuat TAPISI dengan rasa, kemasan dan strategi pemasaran yang berkelas. Mulai dari produk yang memiki varian rasa dan packing yang menarik dengan standar food grade, hingga mutu pelayanan yang profesional dan higienis dengan menggunakan sarung tangan, celemek dan masker.

Dengan begitu, kata dia, tidak hanya kalangan menengah bawah saja yang mau membeli gorengan. Kalangan menengah atas dengan kendaraan mewah pun tak sungkan membeli gorengan. “Mereka di hotel berbintang berani membeli gorengan dengan harga mahal. Berarti mereka suka dengan gorengan, cuma mereka juga mau gorengan yang higienis,” jelasnya.

Selain itu, Akbar melihat potensi bisnis gorengan di Indonesia sangat besar. Penjaja gorengan menempati jumlah terbesar di Indonesia. Menariknya, tahu goreng menempati No 1 sebagai yang terlaris versi Google. “Posisi 4-5 ditempati pisang dan singkong sebagai jajanan paling laku,” ungkapnya.

Tidak salah naluri bisnis Akbar. Meski baru bediri pada 25 November 2019, TAPISI sudah memiliki 78 mitra yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Dalam waktu dekat, TAPISI akan buka 7 gerobak di Bali, Surabaya dua gerobak, Makassar dua gerobak dan Bandung tiga gerobak. "Untuk Bali, Tapisi akan hadir di Kuta, diharapkan terealisasi pada Januari 2020," katanya.

TAPISI juga dalam tahap pembicaraan dengan satu badan usaha yang memiliki 1.000 binaan UKM untuk diarahkan memiliki usaha jual gorengan. Bahkan bila tak ada aral melintang pada 2020 TAPISI akan ekspansi ke luar negeri dengan mengemban misi memperkenalkan cemilan gorengan asli Indonesia ke Asia Tenggara, utamanya negara Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia.

Tahap awal, TAPISI melakukan penjajakan pasar ke Malaysia. “Saya bertekad membawa makanan rakyat ke jenjang internasional,” tandasnya.

TAPISI menawarkan tiga macam produk dengan varian rasa. Ada tahu original, tahu topping balado dan tahu topping barbekyu. Untuk pisangnya ada pisang original, pisang topping coklat, dan pisang topping keju. Sedangkan Singkongnya ada singkong original, singkong topping keju dan singkong topping coklat. Harga perkotaknya Rp15 ribu dengan tahu isi 10 atau singkong jumbo isi 5.

Bagi yang berminat menjadi mitra bisnisnya, TAPISI menawarkan kemitraan yang mudah dan terjangkau, yakni Rp 15 juta. “Mereka sudah mendapatkan semua peralatan usaha, gerobak, seragam dan sebagainya. Jadi tianggal jalan saja,” katanya.

Bagi yang tidak memiliki pekerjaan, namun punya kemauan berjualan, TAPISI juga akan memberikan modal pinjaman usaha. “Mereka membayar hutang 6 bulan hingga1 tahun dengan cara dicicil dari omset. Tapi calon mitra harus punya kemauan, dan tidak ada pekerjaan ya. Saat ini ada tiga mitra yang disupport,” kata Akbar.

Keuntungan yang didapat mitra bisnis memang menggiurkan. Rata-rata mitra bisnis TAPISI mempu mengantongi keuntungan Rp 5 juta sampai Rp12 juta perbulan. “Itu nett profit ya alias keuntungan bersih. Ada mitra kita yang sudah memiliki beberapa gerobak,” beber Akbar.

Zaziri    

  

  

  

 

 

 

Ohayo Drawing School Pas untuk Mengasah Kreativitas Anak dan Tepat untuk Investasi
Sekolah yang satu ini sangat memahami bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan otak kiri dan kanan anak. Melalui tiga kelas lukis yang dibuka, nama Ohayo Drawing School menjadi perbincangan banyak orang b
Read More
Madam Tan, Memadukan Makanan Nusantara dengan Desain Outlet Classic Melayu
Ide lahirnya restoran Madam Tan ini berawal dari ide cemerlang seorang perempuan modern, dinamis, yang hobi jalan-jalan. Semangatnya untuk memasak makanan yang enak dan sehat dituangkan sepenuhnya ke
Read More
Ramen Akashi, Ramen Halal Yang Menjadi Santapan Media Jepang
Kuliner di Indonesia memang tidak ada matinya. Makin hari kita makin disuguhkan dengan cita rasa makanan dan minuman yang berbeda-beda. Tak terkecuali makanan asal Jepang yang juga turut memeriahkan r
Read More
De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More