Sribu.com, Solusi Desain Grafis Bagi Bisnis Waralaba
Desain visual memiliki kekuatan untuk membawa bisnis Anda ke tingkat yang lebih tinggi. Sudahkah bisnis Anda memiliki desain yang tepat? Dengan sistem crowdsourcing yang fenomenal, Sribu mempertemukan Anda dengan ribuan desainer yang siap menawarkan kreasinya. Salah satu bagian vital yang membentuk sebuah perusahaan adalah identitas visual. Pasalnya, visual branding tidak hanya sekadar logo yang terdiri dari nama, gambar dan tagline perusahaan. Lebih dari itu, desain yang ada akan mencerminkan citra perusahaan, menyampaikan pesan tertentu, bahkan menjadikan suatu produk membekas di benak konsumen. Masalahnya, banyak perusahaan yang kesulitan mencari desain yang sesuai keinginannya. Kalaupun ada penyedia jasa dengan reputasi dan portfolio mengesankan, harganya jauh dari kata murah. Sementara dalam komunitas desainer, banyak talenta tersedia, namun mereka tidak memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya. Tapi kini ada Sribu.com, situs yang menghubungkan para pengguna jasa desain dengan komunitas desainer. Melalui situs ini, Anda tinggal menyebutkan kebutuhan desain seperti apa yang diinginkan dan memilih paket sesuai budget. Setelah itu, pihak Sribu akan melempar kontes ke komunitas. Tak tanggung-tanggung, ada 45.000 desainer yang siap unjuk kreativitas! Dari kontes inilah Anda akan memperoleh puluhan hingga ratusan desain yang bisa dipilih. Sistem yang digunakan oleh Sribu ini dikenal dengan istilah crowdsourcing. Ini pas sekali dengan bisnis waralaba, sebab pemilik waralaba manapun pasti paham dahsyatnya kekuatan jaringan dan komunitas. Dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sebuah jaringan, modal terbatas bisa membuahkan hasil yang berlipat-lipat. Hal ini berlaku pula untuk kebutuhan desain di dunia usaha. “Jika outsourcing itu melempar pekerjaan ke satu entitas, kalau crowdsourcing kita melempar ke mass community atau banyak orang. Jadi nanti hasil yang diperoleh akan banyak juga, tapi setiap desainer bebas mau mengikuti kontes yang mana. Di luar negeri sudah ada beberapa situs sejenis, seperti 99designs dan Crowdspring. Di Indonesia, kami menjadi perusahaan lokal pertama yang mengusung konsep ini,” ungkap Ryan Gondokusumo selaku founder Sribu. Sebagai perusahaan rintisan pertama di Asia Tenggara yang menggunakan platform crowdsourcing, Sribu telah mengukuhkan diri sebagai The #1 Indonesian Online Marketplace for Logos and Graphic Design. Terdapat bermacam-macam kategori desain yang bisa dikerjakan di Sribu, mulai dari desain logo, maskot, website, aplikasi mobile, kartu nama, kop surat, company profile, buklet, brosur, baju, banner, undangan, kalender, poster, infografis, hingga interior. Sejak mengudara pada 11 Juli 2011, sebanyak 300.000 desain telah diunggah ke Sribu.com dan lebih dari 1.500 klien telah menikmati hasilnya. Tak hanya di Indonesia, banyak pula pesanan yang datang dari luar negeri seperti Australia, Singapura, Thailand, Cina, Mesir, Amerika Serikat dan Amerika Latin. Situs Sribu memang memiliki fitur multibahasa, selain juga menawarkan berbagai mekanisme pembayaran seperti transfer rekening, kartu kredit dan PayPal. Banyak perusahaan besar nasional telah menggunakan jasa Sribu, sebut saja Wika, Jasa Marga, Mayora, Gramedia, Merpati, Honda Motor, Intiland, Pupuk Kujang, Tokobagus, Metland, Indonesia Power, hingga Badan Intelijen Negara RI. Di sektor franchise, ada Bayu Buana Travel, Rice Bowl dan Mister Baso. Mister Baso mempercayakan Sribu untuk merancang logo barunya, dengan hasil yang memang lebih memikat dibanding logo yang digunakan selama ini. “Yang paling banyak dibeli memang logo, hampir sekitar 35 persen, diikuti dengan desain website. Target kami selain perusahaan-perusahaan besar adalah orang-orang yang ingin memulai bisnis. Biasanya mereka ingin membuat logo dulu baru disusul yang lainnya,” terang Ryan. Ryan menyebutkan kekurangan dari menggunakan penyedia jasa desain konvensional, seperti agensi dan desainer lepas. “Mereka hanya bisa memberi tiga sampai empat desain, dan kadang style yang digunakan adalah style satu orang. Padahal kita kan ingin lebih banyak opsi dan bervariasi. Sama halnya jika menggunakan desainer in-house, selain style dan pilihannya terbatas, mereka juga menjadi recurring cost bagi perusahaan,” tukasnya. Tambah lagi, dengan cara konvensional, klien perlu menunggu beberapa hari untuk mendapatkan desain. Jika tidak puas, biasanya revisi dapat dilakukan sebanyak tiga kali, lebih dari itu harus menambah bayaran lagi. “Di Sribu, karena dikerjakan oleh banyak desainer, klien kita baru order, sejam kemudian desain sudah masuk. Revisi juga tanpa batas, kecuali untuk paket yang paling murah,” tambah pemuda kelahiran 16 Januari 1985 ini. Ada harga ada rupa Untuk menggunakan layanan Sribu, klien bisa memilih paket dengan harga yang sudah ditentukan. Pertama adalah paket Saver yang paling ekonomis, ditawarkan mulai Rp 800 ribu. Di atasnya ada paket Bronze (Rp 1,5 - 3,5 juta), Silver (Rp 2,5 - 5 juta), dan Gold (Rp 4 - 9 juta). Jika ingin, klien juga dapat menaruh budget di atas nominal itu. Sebab setiap paket memiliki batasan jumlah desain yang bisa didapatkan serta durasi kontes yang berbeda. “Dari paket yang dipilih, 80 persen uangnya akan diberikan kepada desainer yang menang, baru 20 persen sisanya untuk Sribu. Sampai saat ini Sribu sudah membantu lebih dari 2000-3000 desainer pemenang kontes. Ada desainer-desainer handal kami yang hanya mau ikut kontes di paket-paket yang tinggi. Wajar, karena jumlah desain berkualitas yang bisa mereka kerjakan dalam satu waktu sangat terbatas. Maka semakin tinggi paket yang dipilih klien, desain yang diperoleh bisa lebih bagus dan banyak,” jelas Ryan. Klien tidak perlu khawatir bila desain yang masuk kurang dari jumlah yang dijanjikan. Berdasarkan data yang dimiliki Ryan, rata-rata setiap kontes bisa menghasilkan 60-70 desain. “Dari jumlah itu, tiga dari lima desain pasti bagus. Kenapa? Karena walau komunitas kami besar, 40 ribu desainer, tapi mereka itu kami saring. Tidak sembarangan bisa masuk, hanya yang lolos tes dari kami. Jadi selain kuantitasnya terjamin, kualitasnya pun demikian,” ujarnya. Perlu diketahui bahwa Sribu menawarkan money back guarantee. Bila klien tidak mendapatkan desain sejumlah yang ditentukan, dan dari jumlah tersebut memang tidak ada yang disukai, ia akan mendapatkan uang kembali. Soal hak cipta, karya yang menang akan sepenuhnya menjadi milik klien. Klien maupun desainer harus menyetujui copyright agreement yang tercantum. Setelah kontes berakhir, pihak Sribu akan memberitahu klien untuk segera mendaftarkan hak ciptanya, dan Sribu pun memiliki partner yang bisa membantu untuk urusan ini. Edukasi visual branding Di Indonesia, diakui Ryan banyak tantangan dalam melakukan edukasi soal visual branding ke para pemilik bisnis. Banyak pengusaha tidak punya logo bagus, atau bahkan tidak punya logo sama sekali. “Yang seperti itu kebanyakan adalah UKM. Ada yang belum tahu seberapa pentingnya brand, tapi revenue-nya sudah besar sekali. Mereka berpikir, sudah dapat sales segini banyak, untuk apa keluar uang untuk logo lagi? Nanti jadi biaya untuk packaging lagi? Untuk itu harus dipahamkan bahwa dengan investasi desain, mereka bisa mendapatkan sales dua sampai tiga kali lipat daripada sekarang,” katanya. Berdasarkan pengalaman Ryan, ada juga pengusaha yang sudah tahu bahwa branding itu penting tapi tidak mengerti bagaimana mengimplementasikannya. Di Sribu misalnya, calon klien kesulitan ketika harus membuat deskripsi singkat mengenai apa yang mereka mau. Untuk itu, Sribu cukup gencar memberikan edukasi mengenai branding melalui blog, media sosial, maupun seminar-seminar. “Saat ini, memiliki brand identity yang kuat sudah menjadi suatu keharusan. Karena jika kita tidak ke arah sana, bisnis-bisnis lain akan melampaui kita jika mereka punya identitas yang lebih mudah diingat konsumen. Pandanglah branding sebagai suatu investasi yang akan memiliki manfaat untuk long run,” pungkas Sarjana Teknik Elektro dari Purdue University ini.
Sambut Akhir Tahun, Hotel Dafam Teraskita Jakarta Usung Tema Trend Mendeous 2019
Menyambut pergantian tahun 2018 ke 2019 yang selalu dinantikan setiap orang, Hotel Dafam Teraskita Jakarta akan mengemas sebuah suguhan acara Malam Tahun Baru 2018 nan cantik dan menarik, dan yang pas
Read More
Pameran E2e Commerce Mengusung Tema Be Digital Go Global
Perubahan lanskap ritel & logistik di Indonesia saat ini telah menjadi latar belakang dan alasan diadakanya pameran e2Commerce Indonesua tahun ini. Sebuah pamean dangang utama untuk industri e-commerc
Read More
Tissor T 5000 Menjawab Solusi Para UKM & Pebisnis Retail
Kehadiran mesin kasir sudah tentu sangat membantu pekerjaan yang berhubungan dengan sistem transaksi jual beli, Tissor T 5000 hadir untuk para UKM dan pebisnis retail. Seperti apa kecanggihannya? Per
Read More
Isuzu ELF NHR, Armada Yang Cocok Untuk Pebisnis Retail Waralaba
Pelaku bisnis franchise, khusunya ritel tidak bisa lepas dari angkutan logistic.  Armada jenis  truk ELF NHR buatan pabrikan Isuzu Astra Indonesia ini cocok untuk kebutuhan pebisnis ritel. Selain ir
Read More