DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
PELUANG USAHA MURAH
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Apr
05
Pamerindo Gelar Pameran Food & Hotel Indonesia 2017
View This Event
Pameran Food & Hotel 2017 yang ke-14 akan kembali hadir di Jakarta International Expo dari tanggal 5 hingga 8 April 2017. Pameran terkemuka yang menjadi one stop platform dari beragam produk F&B dari brand ternama serta industri HORECA tentunya, yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman, mutu dan kualitas industri perhotelan. Tidak hanya para peserta lokal saja yang memenuhi area pameran lebih dari 37,000 sqm ini, namun juga akan diikuti oleh 1.553 perusahaan dari 49 negara termasuk 14 paviliun dari Afrika Selatan, Australia, Belgium, China, Germany, Hungary, Korea, Malaysia, Singapore, South Africa, Taiwan, Turkey, Tunisia dan USA Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia mengaku tahun ini antusias para pelaku industri makanan dan hospitality sangat baik. “Pameran Food & Hotel Indonesia 2017 tahun ini mengalami peningkatan 17,4 persen dibanding 2015 menunjukan kinerja positif kondisi ekonomi kita. Ini akan menjadi pameran yang terbesar yang pernah diselenggarakan dan melibatkan para perusahaan serta brand terbaik dari dalam maupun  luar negeri. Partisipasi mereka tentunya kami harapkan dapat membantu peningkatan mutu dan kualitas industri makanan serta perhotelan di Indonesia,” terang Wiwiek Diungkapkan Wiwiek, pameran ini merupakan sarana untuk  meningkatkan daya saing dunia usaha dalam negeri khususnya di industri food service dan pangan olahan, perhotelan dan ritel. “Ini tentunya bisa memfasilitasi para pelaku bisnis untuk bisa mendapatkan beragam informasi serta inovasi terbaru dan tentunya berkesempatan untuk bisa menjalin kerjasama dengan pelaku usaha global lainnya yang diharapkan bisa berinvestasi didalam negeri,” ungkap wiwiek. Perkembangan industri makanan dan minuman (mamin) memang mengalami peningkatan di tahun 2015 dan merupakan salah satu sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan yakni berhasil tumbuh hingga 8,5% di tahun 2016 dibandingkan 7.9% di tahun sebelumnya. Bahkan angka kenaikan industri mamin diprediksi akan lebih baik di tahun ini.  “Kami optimis angka pertumbuhan tahun ini akan lebih baik lagi dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Adhi S. Lukman Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) saat dihubungi lewat sambungan telepon seluler.(AP)
Apr
01
ROADSHOW PAMERAN MAINAN DAN PERLENGKAPAN ANAK 2017
View This Event
1 - 2 April 2017. Kartika Expo Center, Balai Kartini Jl. Gatot Subroto Kav. 37, jakarta www.neopromosindo.com Neo Bandung : 022-82065084 Neo Jakarta : 021-86608111 Neo Jogja : 0274-2871730
Majalah Terbit
edisi Maret 2017
Selain kebutuhan perut, yang membuat bisnis kuliner di Indonesia berkembang karena ditunjang oleh fakta, negara Indonesia yang kaya rempah, kaya bumbu, dan kaya resep masakan. Selain itu, apa saja faktor yang membuat bisnis kuliner selalu menjadi primadona?
Info Berlangganan
PENAWARAN FRANCHISE TERBAIK BULAN INI
Inilah 5 Srikandi Waralaba Yang di Apresiasi oleh AFI
Di sela pembukaan pameran IFBC 2017  yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Jumat (10/3), Ketua Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar dan Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan Ir. Fetnayeti memberikan penganugrahan kepada 5 Srikandi Waralaba Indonesia. Kelima srikandi tersebut yakni Susanti Widjaya owner Bakmi Naga Resto, Nilam Sari Owner Kebab Turki Baba Rafi, Yenny Setia Widjaja Founder Es Teler 77, Moeryati Soedibyo owner Taman Sari Royal Heritage Spa, dan Martha Tilaar diwakilkan oleh Dea Roriza selaku Public Relation. Penganugerahan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusinya terhadap industri perkembangan bisnis Waralaba di Indonesia. (AP)
Read More
Franchise Startup Award 2017 Kembali digelar di Balai Kartini
Untuk ketiga kalinya penghargaan Franchise Startup Award (FSA) 2017 kembali digelar di pameran Main stage IFBC Expo Balai Kartini, Jakarta (11/03). Penghargaan ini berikan kepada bisnis Business Opportunity atau usaha-usaha yang kurang dari 3 tahun difranchisekan. Majalah Franchise Indonesia bersama AFI memberikan penghargaan Franchise Startup Award 2017 kepada wirausaha dan Business Opportunity (BO) terbaik. Mereka adalah BO-BO serta franchise startup yang menurut penelitian riset Majalah Franchise telah berhasil meningkatkan kualitas diri serta melakukan inovasi serta pengembangan usaha secara nyata, tidak hanya dari aspek konsep maupun sistem usahanya, tetapi juga dari aspek pengembangan SDM, aspek sosial serta marketingnya. Pertumbuhan BO serta Franchise Startup di Indonesia saat ini menurut data Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) adalah sekitar 8% per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan Franchise yang hanya 2% per tahun. Akan tetapi, meski pertumbuhan BO ini lebih tinggi banyak diantara mereka yang tidak bisa bertumbuh bahkan bisnisnya mati. Fakta ini tentu saja menjadi tantangan nyata bagi kita semua bagaimana membuat BO serta Franchise Startup yang sedang bertumbuh ini ‘naik kelas’ menjadi waralaba unggulan dan berkembang ke mana-mana. Sebab, dengan makin banyak BO naik kelas, daya saing usaha mereka akan makin meningkat, dan yang tidak kalah pentingnya mereka dapat menciptakan lapangan kerja serta kewirausahaan yang lebih banyak lagi. Dari hasil kajian komperehensif yang telah dilakukan oleh tim riset Majalah Franchise, terdapat sekitar 100 merek business opportunity yang masuk kedalam listing Franchise Startup Awards  2017. Dari jumlah itu, ada 20 merek yang langsung menerima piagam penghargaan FSA 2017, diantaranya adalah Whatsup Café, Hi Fries, Pempek Farina, Zuppa Zip, RJ Steel, Bebek Jumbo, Indo Alkes Mart, Waroeng Mbok Marni, D’Penyetz, YamYuk, Shoesialist, Black Kebab, Heerlijk Café, Warkop Bang Jos, dan lain – lain. Selamat kepada para pemenang!. (AP)
Read More
AFI Berikan Penghargaan Kepada Akademisi Waralaba
Sebagai bentuk apresiasi kepada akademisi yang telah melakukan penelitian di industri waralaba, Asosiasi Franchise Indonesia memberikan penghargaan kepada dua akademisi yang telah meraih doktor di bidang franchise. Mereka adalah Dr Erwin Halim, SPt, M.M. dan Dr. Lim Sanny, ST., MM. Penghargaan tersebut diberikan di sela-sela pembukaan pameran IFBC 2017  yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Jumat (10/3). “Penghargaan tersebut juga sejatinya diberikan kepada Djarot Suseno, salah satu pakar franchise yang meraih program Doktor di luar negeri. Namun beliau sudah meninggal beberapa tahun lalu,” ujar Anang Sukandar, Ketua Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia. (ZR)
Read More
Daddys Takoyaki Menakar Peluang Bisnis Kudapan Osaka Khas Indonesia
Edisi bulan ini tim redaksi Majalah Franchise berkunjung ke Tangerang City Mall, Jl. Jendral Sudirman No. 1, Kota Tangerang. Tepatnya di lantai 2, di Rame Rame Street Food. Ketika melihat booth berwarna merah kami tertarik untuk lebih dekat melihat gerai tersebut. Rupanya gerai itu menjajakan makanan khas Jepang bernama Daddys Takoyaki. Takoyaki merupakan makanan berbentuk bulat seperti bola kecil yang bercitarasa gurih dan berisi aneka makanan laut, seperti gurita. Peminat makanan ini cukup banyak, terbukti dengan maraknya para penjual yang menjajakan makanan ini dipinggir jalan ataupun foodcourt yang ada di mall-mall. Tidak berbeda dengan Daddys Takoyaki. Usaha yang didirikan Muhamad Fadli Azis sejak tahun 2013 ini juga tengah berkembang pesat. Saat ini, Daddys Takoyaki sudah memiliki 35 gerai tersebar di Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Surabaya, Samarinda, Bandung, dan Manokrawi. Untuk mengembangkan bisnisnya, Fadli mulai menawarkan kemitraan pada Januari 2016. “Daddys Takoyaki memiliki 34 mitra yang tergabung. Kami menawarkan paket investasi sekitar Rp 17.700.000 dengan konsep booth / gerai bergaya jepang yang unik dan premium,” katanya. Fadli menuturkan, Daddys Takoyaki menyajikan menu Okonomiyaki, cemilan lainnya yang berbahan baku tepung terigu yang dicampur dengan sayuran kol, telur ayam dan makanan laut. “Menu-menu yang kami tawarkan sangat khas,” katanya. Ia mengklaim, produk yang disajikan Daddys Takoyaki menawarkan citarasa tersendiri karena diolah dari racikan resep sendiri. “Resep tersebut dari hasil survey dan riset yang cukup lama hingga kita menemukan formula yang pas untuk pecinta produk ini,” bebernya. “Karena ini resep saya sendiri, maka saya bisa jamin rasa produk kami selalu konsisten dan tidak akan berubah,” tambahnya. Menurut Fadli, kedepannya Daddys Takoyaki akan mengenalkan produk melalui jaringan – jaringan advertising online secara massive. Seperti Google ads, Detik ads, yahoo ads dll. “Kami juga akan masuk ke portal-portal online waralaba di internet untuk mencapai target pasar yang lebih luas,” katanya. Diungkapkan Fadli, franchise yang ditawarkan Daddys Takoyaki tidak menyertakan management fee, royalty fee. “Jadi 100% keuntungan untuk mitra, masa kelola selamanya serta update menu 3 bulan sekali. Akan tetapi Calon mitra perlu menyediakan lokasi berjualan serta SDM. Semua peralatan sudah disediakan oleh pusat,” katanya. Meskipun demikian, kata dia, mitra harus membeli bahan baku utama kepada pusat. “Khusus wilayah Jabodetabek, SDM yang calon franchisee sediakan akan kami training di workshop kami. Atau kami juga bisa mentraining SDM mereka di outlet offline milik mitra secara langsung,” jelasnya.  
Read More
Melirik Peluang Menarik di Bisnis Es Pisang Beku
Pasar kuliner memang selalu menuntut sesuatu yang baru. Salah satunya adalah pasar kuliner pisang beku yang telah menjadi favorit masyarakat saat ini. Kuliner ini malah menggeser produk es pisang lainnya yaitu es pisang ijo yang sempat naik daun. Sebenarnya menu ini sudah lama ada, namun karena bentuknya yang terlampau sederhana, maka menu ini jadi terlupakan. Kini dengan sebuah inovasi dan kreativitas, menu yang sebelumnya bernama es kul kul ini kembali marak dan menjadi favorit. Menu produk pisang beku saat ini memang sedang booming di kota-kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya. Salah satu sosok yang ikut menjalankan peluang bisnis pisang beku ini adalah Bunga Deviani dan Ricky dengan brand FrozBanana. “Awalnya hanya sekedar iseng dengan rekan saya bernama Ricky. Kita berdua memasarkan produk lewat Instagram, ternyata hari pertama berjualan kami mendapat respon yang luar biasa, hingga bisnis kami selang berjalan 6 bulan tertarik untuk join franchise di Makassar,” kata Bunga. Konsep yang ditawarkan FrozBanana yaitu open bar dan customer dapat langsung melihat di booth frozen banananya mulai dari celup coklat dan ditabur topping. “Kompetitor kita sejauh ini ada beberapa, namun FrozBanana optimis bisnisnya mampu bersaing dengan komnpetitor serupa,” jelas Bunga. Berbagai pilihan topping tersaji di FrozBanana membuat camilan ini diminati di Indonesia oleh konsumen di semua usia. Selain itu, kata Bunga, Frozbanana menjadi camilan unik nan sehat sebagai cara baru dalam menikmati buah pisang dengan segala kebaikannya. “FrozBanana pioneer pisang beku pertama di Indonesia yang memadukan teknologi dari Jepang dan kreatifitas sehingga lahirlah produk unggulan kami FrozBanana Injection,” ujar Bunga. FrozBanana menawarkan 4 paket investasi, yaitu pertama investasi Rp 25 juta, kedua Rp 50 juta, dan ketiga Rp 85 juta. Dari ketiga paket investasi ini yang membedakan paketnya adalah bentuk booth Island hingga konsep semi cafe. Setelah usahanya berjalan, sejak 2013 silam, FrozBanana memiliki 11 varian menu diantaranya Rainbow Ceres, Crispy Milo, Honey Flakes, Graham Biscuit, Cornflake, Almond, Gummy Matcha, Lucky Charm, Nutella, Oreo, Fruity Pebbles. Soal harga Bunga mematok berkisar Rp 15 ribu-Rp 20 ribu. Dalam proses penjualan dan pemasaran, Bunga mengaku melakukannya dengan cara online dan ofline. Dengan akun Instgram yang dimilikinya yaitu frozbanana. Dalam pemesanan FrozBanana konsumen bisa memesan produk tanpa ada syarat jumlah minimal. Dengan mempromosikan pisang beku ini sebagai makanan sehat yang memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh maka Bunga yakin bisnis ini akan terus berjalan dengan baik. Saat ini saja keyakinannya sudah banyak terbukti ketika Bunga bisa memperoleh omzet yang mencapai Rp 30 juta per bulan.    
Read More
Polabbit Dessert House, Mengintip Bisnis Ice Cream Gulungan Premium ala Thailand
Pada edisi hunting kali ini tim redaksi berkunjung ke Basura Mall City yang terletak di jalan Basuki Rahmat, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketika sedang berjalan di area Ground Floor kami melihat sederetan penjaja makanan dengan media booth. Dari kejauhan kami melihat booth dengan konsep unik yang identik hewan beruang kutub dan kelinci. Booth tersebut bernama Polabbit Ice Cream. Setelah didekati, rupanya Polabbit Ice Cream menawarkan sensasi makan ice cream yang berbeda. Tidak hanya booth-nya saja yang unik, proses pembuatan ice cream ini juga unik. Penjual baru akan membuat es krim gulung ini saat ada pembeli yang memesan. Jadi es krim gulung ini memang selalu tersaji segar karena tidak bisa disimpan terlebih dahulu. Dilihat sepintas, prosesnya pembuatannya tidak sederhana. Setelah mengambil adonan dengan sigap tangan si pembuatnya langsung mengaduk-aduk adonan es krim hingga agak membeku. Setelah membeku, adonan diratakan dan digulung perlahan sedikit demi sedikit dan ditempatkan dalam cup. Keunggulan Polabbit Dessert House ini menyediakan rasa yang premium dan berkualitas. Seperti Cookies and Cream, Cokelat, Orange, Chocho Hazelnut. Untuk harga yang ditawarkan Polabbit Dessert House mulai dari Rp 23 ribu hingga Rp 28 ribu. Untuk investasi franchisenya, Andy Wijaya, Owner Polabbit Dessert House mematok investasi senilai Rp 35 juta dengan fasilitas yang di dapat mitra seperti booth, bahan baku awal, peralatan pendukung, mesin pembuat es, serta supporting dari pihak pusat. “Dalam kerja sama franchise ini, saya akan mengontrol pihak mitra yang sudah join dengan saya, baik itu management, kendala di lapangan, dll, intinya kami support mitra, “ paparnya. Saat ini Polabbit Dessert House memiliki 2 cabang di Mall Basura, dan Grand Galaxy Park. “Kedepan kita sudah running di berbagai mall seperti Lippo Mall Puri, Taman Anggrek, dan Mall Ciputra. Mitra kami yang sudah join dalam jangka dekat ini akan buka di Transmart Kalimalang, Surabaya, Cuma sedang terkendala proses perizinan,” ujar Andy. Ketika disinggung mengapa membuka di lokasi mall, Andy menjelaskan, untuk produk dessert seperti ice cream gulungan, maka cocok jika dipasarkan di pusat keramaian, salah satunya mal. Meskipun biaya sewa mall yang relatif mahal, Andy optimis dengan penjualan gerainya. Sebab di lokasi ini pangsa pasarnya tergolong ramai ketimbang buka di lokasi lain. “Jika bisnis ini di tempatkan di food court pasti sesuai dan produk yang kami jual. Karena produk kami tidak hanya menyasar kalangan anak-anak, remaja saja, bahkan orang tua pun banyak yang membeli,” jelas pria kelahiran Jakarta, 19 April 1988 ini.  
Read More
Tokio Street, Peluang Bisnis Snack Khas Jepang Yang Layak Dilirik
Peluang bisnis snack jepang ini sudah menawarkan peluang bisnis waralaba sejak 2012. Gerainya tersebar di berbagai mal. Pada bulan ini redaksi blusukan ke daerah Blok M Square yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Ketika kami masuk ke lantai ground kami melihat sederetan booth kuliner. Di lantai tersebut kami melihat merek yang cukup unik, yaitu Tokio Street. Rupanya, penjaja snack asal negara sakura itu menawarkan peluang bisnis waralaba. Takoyaki, atau camilan asal Kansai Jepang ini berbentuk bulat kecil yang terbuat dari adonan tepung terigu dan berisi irisan daging gurita. Meski pasarnya terbatas, namu pamornya kian eksis dan dapat dijumpai di mall maupun di pinggir jalan, penggemar makanan ini pun terus bertambah. Tak salah, jika camilan ini mengundang minat sejumlah pelaku usaha untuk terjun ke bisnis ini. Salah satunya adalah Sheila Prasetio. Dengan merek Tokio Street, Sheila membuka usaha takoyaki sejak 2010. Sheila mengatakan, selama ini takoyaki cuma bisa dijumpai saat event festival kebudayaan Jepang di Jakarta. Namun, belakangan, takoyaki sudah bisa ditemui di sejumlah mal. Namun, jumlah gerai dan pasarnya masih terbatas. Maklum, bahan baku takoyaki termasuk spesifik. Misalnya, katsuobushi yang terbuat dari daging ikan cakalang yang diserut untuk diambil kaldunya. Selain itu, ada rumput laut atau biasa disebut nori. Untuk menarik pelanggan, Sheila sengaja menempatkan usahanya di mal-mal terkemuka di Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, dan Balikpapan. “Kita melihat bahwa potensi customer itu banyak di mall, oleh karena itu kita tertarik untuk buka di mall,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1982 ini. Membuka gerai pertamanya di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan. Ternyata respon dari masyarakat cukup baik. Tiap hari, rata-rata penjualan takoyaki di gerainya mencapai 40 porsi. Untuk melebarkan jaringan pemasarannya, pada tahun 2012 Sheila membuka paket kemitraan Tokio Street bagi masyarakat yang berminat menekuni usaha tersebut. Calon mitra yang berminat bergabung, tersedia dua pilihan paket. Paket pertama investasinya Rp 100 juta, dan paket kedua sebesar Rp 150 juta. Bedanya, dengan paket investasi Rp 150 juta calon mitra akan mendapat banyak varian menu selain takoyaki dan okonomiyaki. Selain itu mendapat booth ukuran 2x3. Sementara paket pertama, mitra hanya mendapatkan booth ukuran 2x2 dengan 2 menu saja takoyaki dan okonomiyaki serta peralatan lain. Adapun untuk paket kedua, mitra akan mendapatkan booth, peralatan lengkap memasak dan bahan baku awal. Selain itu, calon mitra akan mendapat alat promosi dan seragam karyawan. “Kami tidak mengutip biaya royalti fee, hanya keharusan membeli bahan baku dari pusat,” imbuh Sheila . Target pasar Tokio Street adalah semua kalangan. Karena itu, lokasi usaha diutamakan di mall. Saat ini Sheila sudah memiliki 10 gerai milik sendiri dan 28 mitra. Alvin Pratama  
Read More
Bento Steak.co, Meraup Laba Bisnis Steak dengan Kualitas Bintang Lima
Steak yang berasal dari kota Depok ini mensiasati customer dengan berbagai varian menu dan harga terjangkau. Waralaba yang banyak beroperasi di area mal ini belum banyak diketahui publik. Seperti apa peluang bisnisnya? Edisi ini tim redaksi bertandang ke mall di bilangan Jakarta Barat tepatnya di Plaza Slipi Jaya. Kami menelusuri tiap lantai mal tersebut. Tujuannya tiada lain, berburu berita untuk rubrik “Franchise Hunt”. Ketika kami berjalan di lantai 3 kami melihat brand-brand waralaba seperti Wafflelicius, Ixobox, dan Panties Pizza dan sederet merek waralaba lainnya. Namun kami melihat ada restoran steak bernama Bento Steak.co yang cukup menarik pemandangan. Dari segi desainnya modern dan elegan layaknya restoran steak pada umumnya. Sontak saja kami tertarik untuk menelusuri apakah restoran ini menawarkan peluang bisnis franchise atau tidak. Ketika kami bertanya dengan salah satu pegawai yang ada ternyata benar dugaan kami, bisnis ini ternyata difranchisekan. Kami pun tidak berpikir lama untuk melakukan sesi wawancara setelah membuat appointment dengan Setiawan, Direktur Bento Steak.co, Bapak Setiawan. Kehadiran Bento Steak.co tentu tidak hanya meramaikan keanekaragaman bisnis kuliner di mal Plaza Slipi Jaya. Kehadiran Bento Steak.co juga meramaikan industri kuliner di Indonesia. Hingga tahun 2010, Bento Steak.co sudah memiliki 9 outlet yang tersebar di ITC Depok Mall, Plaza Slipi Jaya, Graha Cijantung, Cibinong Mall, DTC Mall Sawangan, Depok Town Square, Blok M Square, Bogor Trade Mall, Pondok Gede Mall. Selain itu, Bento  Steak.co  juga sudah mampu menepis anggapan masyarakat bahwa menu steak merupakan hidangan yang harganya mahal. Hingga saat ini  Bento Steak.co masih berupaya untuk melakukan inovasi dan gencar menawarkan konsep waralaba. Hal ini dilakukan Bento Steak.co untuk selalu tetap menjaga kualitas produk dan citarasa hidangan steak. Keberhasilan Bento Steak.co saat ini terus memacu dirinya untuk menjadi tempat kuliner yang terjangkau dan mengubah mindset customer, bahwa menikmati sajian steak bisa masuk ke kalangan atas dan bawah. Selain itu, menjaga kualitas produk dan inovasi dalam varian menu juga terus ditingkatkan Bento Steak.co. Beberapa menu yang ditawarkannya antara lain chicken steak, beef steak, chicken double, sirloin steak, tenderloin steak, bento mi beef steak, chicken teriyaki rice, spaghetti, wagyu, prime tenderloin, regular tenderloin, dan lain-lain. Ada pula aneka minuman seperti coffee latte, dan black coffee, milkshakes dan latte sebagai pelengkap. “Bento Steak.co juga menyediakan area smooking room, selain itu customer yang ingin santai menikmati secangkir kopi juga bisa di resto kami”, jelas Setiawan, Direktur Bento Steak.co. Menurut dia, menu makanan Bento Steak.Co dijual mulai Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per porsi. Setiawan menjelaskan, untuk tawaran investasi di Bento Steak.co ini Rp 700 juta hingga Rp1.2 Milyar di luar sewa tempat. Untuk  Estimasi omzet yang dapat diraup franchisee, ia menargetkan mencapai Rp 175- Rp 200 juta per bulan. Dengan demikian franchisee bisa target balik modal sekitar 1 tahun. Tempat usaha yang dibutuhkan sekitar 80 m² dengan delapan pegawai. Setiawan mengklaim, keunggulan Bento Steak.Co terletak pada standardisasi saus yang lebih gurih dan citarasa steak yang nikmat namun dengan harga jual yang tetap ramah di kantong. Ia menambahkan, ada keunggulan yang tidak dimiliki oleh para kompetitor, yaitu saus steaknya yang homemade, sehingga saus yng disajikannya pun fresh. Selain itu daging steaknya menggunakan Aussie Beef asli. “Proses penyembelihan sapi dari awal hingga akhir kita kontrol, tak hanya itu bahan baku pendamping steak juga kami jaga sehingga melahirkan steak kualitas prima dengan harga terjangkau,” paparnya. Alvin Pratama
Read More
The Clean Bar, Waralaba Laundry Sepatu dan Tas Yang Belum Ada Pesaing
Di kota asalnya yakni Solo, bisnis laundry sepatu dan tas ini ketika pertama kali membuka outlet bisnisnya masih dipandang sebelah mata. Namun berkat keseriusan pemiliknya menggarap segmen kawula muda, kini bisnisnya sudah merambah ke berbagai daerah. Tengok yuk peluang bisnisnya! Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur. Mereka menawarkan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan menarik. Selain itu, maraknya usaha laundry juga tidak bisa dilepaskan dari semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jasa laundry. Apalagi perubahan gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih laundry dibanding mencuci sendiri. Sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang menjanjikan. Nah, salah satu usaha usaha laundry yang mampu berkembang hingga bisa melakukan ekspansi cabang secara nasional adalah The Clean Bar Laundry milik Dryan Khaula Cahyadi Usman. Bisnis ini sudah berstatus franchise. Namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Kesuksesan bisnis ini tak lepas dari Dryan Khaula Cahyadi Usman. Jiwa wirausahanya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah. Awalnya Dryan mencoba bisnis kuliner hingga punya 2 cabang. Tapi karena tidak memungkinkan untuk meracik bumbu sendiri akhirnya ia putar haluan menekuni bisnis jasa yang lain. Dipilihlah bisnis jasa cuci alias laundry. “Waktu buka pertama kali kami buka di ruko kecil yang hanya dengan konsep sederhana dengan kreativitas desain yang kami miliki. Lalu kami bersama tim memberanikan diri untuk membuka di mall, akhirnya hingga saat ini kita masih eksis,” katanya.   Dryan memberanikan untuk mengajukan proposal, kemudian membuka tenan, lalu mengurus perijinan mall. “satu bulan kita buka 1 minggu, kita buka masih sepi, kemudian di minggu berikutnya lumayan ramai, pasar segmen kita sudah terbentuk,” ujarnya. Pria kelahiran Solo, 13 Mei 1993 ini terinspirasi dari Jogja Shoes Care ketika mendirikan bisnis ini. Bahkan ia sempat belajar ke pemiliknya saking ingin bisa mengetahui cara mencuci sepatu yang benar. Karena sebelumnya dia sama seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya, mencuci sepatu dengan dicelupkan. Ilmu ini kemudianditerapkan di Solo melalui The Clean Bar. Untuk menemukan cara dan formula yang pas, seringkali Dryan mengorbankan sepatunya sendiri. “Resikonya harus mengorbankan sepatu. Dari situ jadi tahu misal bahan suede tidak boleh pakai banyak cleaner,” terangnya. Seperti halnya anak muda sekarang,  media sosial dijadikannya media promosi yang ampuh. Dalam postingnya, Dryan tidak melulu promosi The Clean Bar tapi kebanyakan adalah  posting berbagai hal tentang sepatu. Dari target awal anak-anak muda, pangsa pasar The Clean kini sudah meluas hingga para orang tua. Dryan jugamenggandeng komunitas sepatu Sneakers Solo. Selain itu, The Clean Bar juga melayani cuci sepatu berbahan kulit hingga sepatu heels para wanita. “Selama ini pelanggan didominasi pemilik sneaker,” kata Dryan. Menurutnya, sepatu sneaker yang bagian bawahnya dari karet bisa berubah warna menjadi kuning bila disimpan tanpa menggunakan zip-lock atau silica gel. “Kami melayani perawatan unyellowing juga melayani reglue bagi sepatu yang baru dibeli. Layanan leather treatment untuk mengilapkan kulit juga bisa,” terangnya. Soal urusan harga Dryan mematok harga Rp20-25 ribu untuk gerai yang berada di wilayah solo, sedangkan Rp 35 ribu-65 ribu untuk gerai di Bekasi.  Hingga saat ini The Clean Bar sudah memiliki 10 mitra yang tersebar di Citraland Semarang, Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Jogja City Mall, Pakuwon Trade Center Surabaya, Grand Galaxy Park Bekasi, Solo Square, Solo Paragon, Mall Sidoarjo. Di singgung mengenai jumlah investasi franchise, Dryan mengatakan paket pertama Rp75 juta dan paket kedua Rp 80 juta. Mitra akan mendapatkan booth, pendampingan , Tv LCD, dan perlengkapan peralatan jasa. Dalam sebulan omzet per bulan mampu meraup puluhan juta. Hal ini tentu saja membuat calon investor tergiur dengan pendapatan yang signifikan. “Bicara omzet jika di lihat di gerai Ambarukmo Plaza Jogja saja sebulan bisa meraup 30 juta per bulan, di tiap gerai lainnya pun kurang lebih sama untuk pendapatan omzet tiap bulannya,” akunya. Alvin Pratama  
Read More
PT Sahara Bogatama Indonesia, Produknya Banyak Digunakan UKM dan Franchise Kuliner
PT Sahara Bogatama Indonesia Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Daging Kebab Sapi, Kambing dan Ayam. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2007 ini telah berkomitmen untuk mengolah serta menghasilkan produk-produk unggulan khususnya dibidang bahan baku Kebab dan makanan Beku lainnya. Sahara Bogatama yang bermarkas di area Bekasi ini didirikan guna memenuhi serta mempermudah a
Read More
PT Sahara Bogatama Indonesia, Produknya Banyak Digunakan UKM dan Franchise Kuliner
PT Sahara Bogatama Indonesia Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Daging Kebab Sapi, Kambing dan Ayam. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2007 ini telah berkomitmen untuk mengolah serta menghasilkan produk-produk unggulan khususnya dibidang bahan baku Kebab dan makanan Beku lainnya. Sahara Bogatama yang bermarkas di area Bekasi ini didirikan guna memenuhi serta mempermudah akses pelanggan dalam melakukan transaksi pembelian produk. Sahara juga telah memiliki Kantor distributor perwakilan tetap yang terletak di wilayah Medan dan Bandung. M. Iqbal Nur Al-Rasyid, Direktur Sahara Bogatama mengatakan, pihaknya menawarkan bisnis produsen kebab sejak 9 tahun lalu. Dia optimistis, melalui berbagai inovasi yang mereka persiapkan, bisnis kebab masih sangat gurih untuk digarap. Apalagi, imbuh Iqbal, perusahaan yang dirintis ayah dan pamannya tersebut sudah sangat berpengalaman. Asal tahu saja, selain menawarkan business opportunity, Sahara Bogatama juga produsen bahan baku kebab yang kemudian memasoknya ke sejumlah pelaku usaha kebab. Daya jangkau pemasarannya pun luas. “Pelanggan kami tersebar hampir di seluruh Indonesia,” kata Iqbal. Hingga saat ini, penyebaran produk Sahara sudah mencapai lebih dari 80% di berbagai wilayah provinsi di Indonesia dengan tekad yang kuat. Pada 2017 ini, Sahara telah mentargetkan adanya pembukaan kantor perwakilan atau distributor tetap di beberapa wilayah di Indonesia. Adapun target dan segmentasi pasar yang ditujukan ialah kepada kelas menengah hingga atas. Saat ini produk Sahara telah digunakan oleh berbagai kebutuhan olahan pangan rumah tangga, master franchise Kebab dan berbagai industri Perhotelan di Indonesia. Bersamaan dengan itu, dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan, Sahara akan selalu berinovasi dalam memproduksi produk-produk terbaik dengan memanfaatkan teknologi alat-alat produksi yang paling maju serta bahan baku import dan dalam negeri yang berkualitas sesuai dengan pedoman kontrol kualitas yang baik dan ketat. Dalam hal ini, Sahara juga telah bekerjasama dengan pelanggan – pelanggan yang tertarik untuk melakukan pengembangan produk – produk inovatif dan unik dalam industry dan pengolahan pangan dengan menggunakan sumber bahan baku terbaru dalam teknik pengolahan bahan baku. Saat ini, produk utama Sahara terbagi dalam lima kategori yaitu produk olahan daging (Kebab & Burger ), produk Roti/ Tortilla, makanan beku siap saji (Frozen Food), Sayuran (Lectus), dan alat – alat pendukung penjualan Kebab.                  
Read More
Parrot, Perusahaan Cokelat Yang Siap Memenuhi Kebutuhan UKM dan Waralaba
Multi Aneka Pangan Nusantara (MAPN) adalah produsen yang bergerak dalam industri pengolahan cokelat sejak tahun 1952. Dengan 63 tahun perusanaan ini sangatlah berpengalaman di bidang industri manufaktur. Parrot nama brand yang diusung MAPN ini sendiri menyediakan beragam produk berbagai varian cocoa powder, compound, messes, choco chips, fillings, pasta, booster dan cokelat untuk aplikasi industri dengan rasa, warna, dan Ph yang cocok untuk kebutuhan para pebisnis kulier di segmen waralaba dan UKM. Untuk distribusi sendiri MAPN berpusat di Indonesia dengan basis 3 kota besar yaitu Surabaya, Jakarta, dan Solo. Daftar jalur pendistribusian MAPN mencakup berbagai wilayah nusantara dan jalur distribusi internasional. Dalam hal ini menjadikan produk Parrot sebagai produk yang terpercaya bagi konsumen global. Himawan, Manager Marketing PT Multi Aneka Pangan Nusantara memaparkan produknya ini menyasar para pebisnis UKM, dan restoran melalui penawaran tim sales ke UKM, adanya kegiatan baking demo dengan mengundang UKM. “Kami juga turut berpartisipasi dalam bentuk pameran kuliner seperti Interfood di JIEXPO Kemayoran, East Food Surabaya,” terangnya. Adapun keunggulan dari produk yang ditawarkan yakni rasa enak (cokelat mantap), tidak mudah leleh atau lumer, sangat mudah pengapplikasiannya. Hal ini tentu saja menjadi kualitas utama di MAPN dalam mensuplai para UKM dan pebisnis yang berkecimpung di indutri kuliner. Himawan mengatakan, strategi yang di bangun perusahaan ini dengan langkah promosi melalui kegiatan baking demo dengan mengundang pelanggan toko bahan kue, kerja sama dengan akademi kulinary. Strategi bisnis merupakan setengah perjalanan menuju sukses bisnis. Karena itu, kata Himawan perlu perencanaan terkait bisnis cokelat ini. Pertama, pelajari serba-serbi cokelat, jenis, dan sifat cokelat, teknik tempering, pembuatan cokelat meses, baik dari teknis tempering sampai ke pembuatan Choco Chips, Praline, dan Karamel untuk Filling Cokelat. Berbicara mengenai produk, Parrot mempunyai 6 kategori produk diantaranya Meisis, Cokelat Batangan, Pasta Cokelat, Bubuk Cokelat, Chocochips, Chocolate Booster. Soal kerja sama dalam Bisnis, ujar Himawan, departemen pemasaran MAPN secara berkala menganalisa tren konsumen, tren macro dan bekerjasama dalam mencari solusi. Dengan didukung oleh Expert Advisor Technical, Technical Sales Support yang berkompeten dan Promotion Tools Support, tim akan siap membantu para pelanggan dalam mencapai hasil yang terbaik. “Dengan menginovasi produk baru, aktif dengan kegiatan demo, menjalin kerjasama lebih baik dengan toko bahan kue, meningkatakan pelatihan tim sales,” paparnya. Dari sisi pengiriman, kata dia, MAPN menyadari akan pentingnya keamanan dan kenyamanan pelanggan dalam hal pengiriman adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai produsen. “Di mana saat barang Parrot dikemas hingga sampai kepada para pelanggan dalam kondisi yang tetap baik dan prima,” tutupnya.  
Read More
Distributor Makanan Beku dan Kering Berkualitas Sejak 1983
Pangan Lestari adalah salah satu perusahaan terkemuka di bidang distributor makanan beku dan kering yang cukup eksis hingga saat ini. Produknya pun cocok untuk bisnis UKM dan waralaba yang bergerak di kuliner.  Didirikan pada 1983, dan memulai operasinya sebagai anak perusahaan dari Sekar Laut. Produsen pertama dan terbesar yang bergelut di bidang kerupuk udang yang juga telah mendistribusikan produknya di pasar lokal Indonesia. Melihat permintaan besar untuk produk makanan dan minuman berkualitas di pasar, Pangan Lestari mulai menjajaki jalur ini dengan mengimpor produk berkualitas dari sejumlah negara di Asia. Hingga saat ini, Pangan Lestari telah bekerja sama dengan pemegang merek tidak hanya dari Asia tetapi juga dari Amerika Serikat dan Eropa sebagai distibutor utama mereka untuk pasar di Indonesia. Pangan Lestari memilih produk kualitas terbaik untuk didistribusikan ke pelanggannya. Semua produk yang ditawarkan harus memiliki sertifikasi keamanan pangan dan juga reputasi yang baik di negara produsen asalnya sehingga menjamin kenyamanan para pelanggannya di Indonesia. Produk yang didistribusikan setidaknya mampu memenuhi pasar industri makanan dan minuman di Indonesia. Produk tersebut bersumber dari sejumlah merek antara lain, Alcas, Cellebaut, Delifrance, Finna, Gallo, Kawan Food, Lambweston, Lobo, Morisson Farms, Pacmaster, Pichai, Pregel, Ravifruit, Silikomart, Snackcrops, dan Xiang Long. Alcas adalah perusahaan terbaik di Italia yang memproduksi produk yang terbuat dari plastik dan bahan biodegradable untuk es krim dan makanan lainnya. Alcas memiliki kemampuan dari sisi desain yang mampu menggabungkan fungsi produk, rasa dan nilai estetikanya melalui penciptaan bentuk baru dan warna yang inovatif. Callebaut fokus pada pembuatan cokelat kelas premium asal Belgia yang banyak digunakan sebagai bahan pembuat kue. Merek ini telah memiliki standar global untuk kualitas cokelat premium di dunia. Delifrance, telah hadir di 20 negara di seluruh dunia. Ia fokus pada peracikan menu atau resep pembuatan roti yang dapat disesuaikan dengan tradisi lokal. Beberapa produk yang ditawarkan seperti Frozen Bread Range, Frozen Viennoiserie Range, Frozen Savoury Range dan Frozen Pastry Range. Kawan Food Group, perusahaan ini berbasis di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kawan Food Group merupakan perusahaan Malaysia yang terkemuka dibidang eksportir dan produsen terbesar makanan beku di Asia. Produknya seperti Garlic Bread, Glutinous Rice Ball (Black Sesame), Glutinous Rice Ball (Peanut), Glutinous Rice Ball (Red Bean), Gold Cake, dan lain-lain, dibuat dari bahan-bahan dan rempah-rempah berkualitas tanpa bahan pengawet. Termasuk merek-merek berkualitas lainnya yang menjadi pendukung dalam industri makanan dan minuman berkualitas.   Untuk mendukung operasional sehari-hari, perusahaan ini memiliki cabang yang berlokasi di 7 kota besar di Indonesia. Yaitu Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Sidoarjo, Semarang, dan Yogyakarta. Setiap cabang melengkapi dengan gudang kering dan beku serta dilengkapi dengan armada transport sendiri untuk memastikan semua produk terdistribusi dengan baik, tepat waktu dan tanpa mengurangi kualitas produk itu sendiri.    
Read More
Sangra Ratu Boga, Tepung Premix Berkualitas untuk Kebutuhan UKM dan Waralaba
  Pabrik premix di Indonesia memang belum sebanyak di luar negeri, karena untuk membuat premix membutuhkan food technology yang sangat canggih. Kini produk Sangra Ratu Boga hadir untuk para pebisnis di bidang kuliner, termasuk pelaku UKM dan waralaba. Premix adalah tepung jadi yang di dalamnya sudah terkandung tepung terigu, susu bubuk dan serta bahan-bahan lainnya yang berbentuk bubuk. Intinya dari premix adalah berbagai tepung yang disatukan dan sisanya harus kita kombinasikan sendiri. Untuk bahan-bahan yang bentuknya lebih ke cair biasanya tidak dimasukkan ke dalam premix, seperti air, lemak (masuk diantaranya adalah margarin, shortening, butter, dan vegetable oil) serta telur. Di Indonesia, premix kurang berkembang dibandingkan dengan di luar negeri. Hal ini terjadi karena bisa dibilang kue yang menggunakan premix hasilnya tidak sebaik apabila kita membuatnya dari scratch recipe yaitu menggunakan fresh ingredients. Premix lebih banyak dipakai oleh ibu rumah tangga yang lebih mengutamakan kecepatan hasil jadi dibandingkan rasa kue sehingga premix dirasa cukup membantu. Pada akhirnya masyarakat akan menyadari bahwa penggunaan produk premix mempunyai banyak keuntungan, terutamanya dari segi waktu, konsistensi kualitas produk, serta kemudahan aplikasinya. Tingginya keinginan pasar akan produk premix menyebabkan saat ini makin banyak produk-produk premix yang beredar di pasaran, baik berskala industri UKM maupun waralaba. Namun, para konsumen walaupun menginginkan suatu produk instan tetapi tetap menomorsatukan kualitas. PT Sangra Ratu Boga (SRB) yang terkenal akan produk unggulannya Fermipan, kini juga memproduksi & mendistribusikan premix dengan merek Primamix untuk target rumah tangga. Tepung premix ini diciptakan untuk mempermudah para ibu rumah tangga atau pecinta kuliner untuk berkreasi menciptakan sebuah makanan yang istimewa. SRB menyediakan tiga varian dalam payung merk Primamix seperti premix Brownies, Donat, BakPao. Umumnya tepung siap pakai tersebut sudah mengandung tepung terigu, emulsifier, dan bahan-bahan lainnya yang berbentuk bubuk. Selanjutnya yang perlu dilakukan cukup menambahkan bahan-bahan cair seperti telur, air, yeast dan lemak saat proses pembuatan produk dilaksanakan. Untuk mempermudah para penggunanya, di bagian belakang kemasan Primamix terdapat keterangan cara pemakaian, mulai dari bahan hingga proses pembuatan. Misalnya untuk mengolah brownies, bahan yang perlu ditambahkan cukup margarin, cokelat blok, dan telur. Sedangkan untuk membuat BakPao bahan yang perlu ditambahkan air, shortening putih, dan ragi “fermipan”. Berdiri lebih dari 20 tahun lalu, SRB tentu memberikan jaminan kualitas untuk seluruh produk yang didistribusikan olehnya, termasuk Primamix. Di samping kualitas, keunggulan Primamix lainnya juga akan menghasilkan produk dengan rasa sempurna. Selain itu, dengan harga terjangkau, kuantitas yang ditawarkan lebih banyak dibandingkan produk lain yang ada di pasaran, yakni 450 gram sehingga akan lebih ekonomis. Alvin Pratama
Read More
aRoma Gelato Experience, Menengok Potensi Bisnis Franchise Gelato Asal Italia
Pernah dengar soal gelato? Gelato adalah makanan manis dingin khas Italia. Masyarakat Indonesia kerap menyebutnya sebagai es krim khas Italia. Di negara asalnya, gelato biasa dinikmati sambil berjalan kaki di kala hari sedang panas terik. Terletak di lantai Lower Ground, Senayan City Mall, aRoma Gelato Experience siap menawarkan pengalaman santap gelato dengan citarasa otentik khas negeri Lo Stivale ini. Didominasi warna hitam dan putih, aRoma menyuguhkan tempat bergaya modern nan minimalis. Pada bagian depan, terpajang etalase sebagai gelato storage-nya. Franchise gelato asal Italia, aRoma Gelato Experience kini hadir di Indonesia. Gerai yang berlokasi di Senayan City Shopping Mall ini, merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus Asia. Franchise aRoma Gelato Experience di Indonesia dikelola oleh PT Aroma Boga Indomakmur. Selain menawarkan berbagai varian rasa klasik gelato, gerai aROMA juga menawarkan gelato beraroma durian. Selain itu, aRoma juga menyajikan gelato dengan bahan baku impor dengan kualitas terbaik sourced from all over the world. aRoma Gelato Experience juga menggunakan susu dan krim segar sebagai bahan dasar pembuatan gelato-nya. Proses rahasia untuk mengurangi kadar udara juga digunakan sehingga karakter gelato di sini lebih lembut dan tidak berat di tenggorokan. Rahasia kesempurnaan tiap scoop gelato di aRoma Gelato Experience adalah semua gelato-nya dibuat handmade from scratch setiap harinya. Hal ini membuat gelato di sini selalu terjamin rasa dan kualitasnya. Selain itu, aRoma juga tidak menggunakan bahan pengawet, perasa, maupun pewarna buatan. Bussiness Development Aroma Boga Indomakmur, Elysia Alim mengatakan, ide membuka bisnis gerai gelato datang dari kebiasaan keluarganya yang kerap traveling ke luar negeri dan mencicipi berbagai jenis gelato. “Keluarga, khususnya Ayah saya senang sekali makan gelato. Sebelum kita putuskan membuka bisnis ini, kita research kira-kira franchise mana yang bisa dibawa ke Indonesia,” jelas Elysia. Menurutnya, butuh upaya keras untuk meyakinkan pemilik aROMA Gelato global bahwa gerai ini bisa dibuka untuk Indonesia. Setidaknya, dari standarisasi bahan-bahan gelato seperti susu dan krim harus memiliki kualitas yang sama dengan aRoma global. Selain itu, komponen lokal seperti aroma durian juga mesti mendapat persetujuan dari pemilik franchise pusat. “Kami memang memilih bahan-bahan yang premium dan fresh. Lebih banyak impor. Misalnya, vanila dari Madagascar, mangga dari India, Pistacio langsung dari Italia. Sementara yang dari lokal, kami ambil nanas, durian, serta susu dan krim,” jelas dia. aROMA Gelato Experience, kata Elysia, menawarkan hingga 36 rasa gelato, mulai dari rasa klasik seperti coklat dan hazelnut, rasa buah-buahan, hingga yang memiliki rasa campuran seperti pistachio bronte dan peppermint choco. Untuk harga, aROMA Galeto Experince dibandrol Rp 42.000 per 100 gram (cup mini) dan Rp 195.000 per 500 gram yang bisa dimakan untuk 5 cup besar. Selain menggunakan cup, konsumen hanya butuh menambahkan Rp 5.000 guna mengganti cup dengan cone cup Galeto. Elysia, mengatakan, setelah membuka gerai di Senayan City Shopping Mall, pihaknya akan segera membuka gerai lagi di salah satu mall di Jakarta. Kota-kota besar lain juga sedang dipertimbangkan.
Read More
Satu Lagi Resto Steak yang Siap Masuk Indonesia
Setelah sejumlah restoran asing maupun lokal sukses berebut pasar pecinta Steak di Indonesia, kini giliran restoran asal Philipina yang akan masuk. Berikut ulasannya!. Namanya adalah Sizzlin Steak, ia berada dibawah naungan perusahaan besar asal Philipina yaitu Max’s Grup Inc (MGI). Di sektor waralaba dunia, MGI telah memiliki nama besar. Ia telah sukses mengoperasikan 14  merek waralaba global dengan jumlah 500 outlet di 6 negara di Dunia. Merek-merek tersebut antara lain pertama, Max’s Restaurant, yaitu restoran yang khusus mengolah makanan berbahan dasar ayam. Kedua, Yellow Cab Pizza Co, yang menawarkan produk pizza berkualitas. Ketiga, Teriyaki Boy, restoran yang menawarkan berbagai makanan Jepang dengan konsep pelayanan Jepang. Merek-merek lainnya adalah Krispy Kreme, Jamba Juice, Corner Bakery, Dencio’s, Meranti, Le Coeur Be Franche, Maple, Kabisera, Singkit, dan terakhir adalah Sizzlin Steak. Mengapa Sizzlin Steak menyasar Indonesia? “Secara market, Indonesia dan Philipina memiliki kesamaan. Di Philipina restoran ini sangat ramai dan sukses disana dan kami yakin di Indonesia juga bisa lebih sukses lagi,” kata Joanna Tomagan, Senior Project Manager, Philippine Franchise Association. Bisnis ini sebelumnya juga telah diperkenalkan oleh Asosiasi Franchise Philipina melalui pameran langsung yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada akhir 2016, yang merupakan rangkaian kegiatan World Franchise Summit Indonesia. Sizzlin 'Steak pertama kali diluncurkan pada 2007 di Philipina dengan tujuan untuk memberikan pengalaman makan steak ala Jepang. Selain suasananya yang nyaman, arsitek dan interior outletnya yang moderen, Sizzlin steak juga memberikan pelayanannya khas Jepang kepada pelanggan. Sehingga pelanggan yang berkunjung akan merasakan sensai yang berbeda ketika berada di Sizzlin Steak. Produk yang ditawarkan juga menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi mulai dari bahan utamanya seperti daging sapi, maupun bumbu sausnya. “Sizzlin Steak menawarkan daging sapi berkualitas tinggi, saus khusus, dan sistem penyajiannya yang berbeda yaitu diatas tampan khusus yang dapat menyimpan panas sehingga tetap hangat selama dinikmati,”  kata Joanna. Beberapa menu andalan yang ditawarkan diantaranya Sizzlin Beef, irisan tipis daging sapi yang dibenamkan bersama saus khusus, dan disajikan bersama dengan jagung dan lada diatasnya. Burger Steak Set, yaitu daging sapi yang disajikan dengan berbagai jenis saus jamur, nasi putih, jagung, lada, dan beberapa campuran sayuran. Sizzlin Beef Pasta, irisan tipis daging sapi yang dibenamkan dalam saus khusus, dengan makanan pendamping jagung, serta pasta. Di Phipilina, restoran ini telah memiliki sembilan cabang yang yaitu di Ayala Center Cebu, Festival Supermall, Harbour Square, SM MOA,  SM Megamall, Promenade Greenhills, Robinsons Galleria, Robinsons Magnolia,  dan Newport Mall. Walaupun menggunakan bahan berkualitas dengan konsep outlet moderen, bisnis ini rupanya menyasar pasar menengah. Harganya dipatok untuk menjangkau seluruh kalangan. Julhan Sifadi
Read More
SaladStop!, Pionir Franchise Restoran Salad Asal Negeri Merlion
Restoran ini menghadirkan rangkaian menu sehat berupa salad bowls dan salad wraps. SaladStop! sudah mulai melayani pelanggan sejak akhir bulan Oktober 2016. Kehadiran SaladStop! ini sekaligus ingin mengajak masyarakat perkotaan untuk mulai memikirkan pentingnya kesehatan, nilai gizi yang terkandung dalam makanan, serta pelestarian lingkungan. “SaladStop! adalah bisnis keluarga kami yang berdiri sejak tahun 2009. Kami memiliki konsep Eat Wide Awake, dengan misi untuk menjadi restoran yang transaparan sehingga pelanggan tahu nutrisi dan kandungan ingredients dari makanan yang mereka makan, kesederhanaan proses makanan, all the way from local farm to your bowl,” papar Katherine Desbaillets Braha, Executive Vice President, SaladStop!. Dengan menggunakan sayuran dan buah lokal yang ditanam di Rancamaya, Bogor, SaladStop! menyajikan berbagai pilihan Salad Bowls, Salad Wraps, Warm Grain Bowls, Superfood Bowl dan masih banyak makanan serta minuman sehat lainnya. Pelanggan dapat memesan menu andalan dari SaladStop! seperti Oh Crab Lah!, Hail Caesar!, Sunshine Jakarta, atau berkreasi dengan memilih sesuai selera dari lebih dari 60 jenis toppings dan 20 jenis dressings. Selain itu, jika pelanggan ingin mengetahui jumlah nutrisi dari makanan yang mereka pesan, semua dapat diakses di website www.saladstop.co.id. “SaladStop! kini sudah memiliki 25 gerai di Singapura, Jepang, Filipina, dan Indonesia. Di setiap negara kami memiliki perkebunan sendiri dengan mengajak kerja sama para petani lokal dan mengedukasi mereka dalam menanam sesuai standard kami untuk menjaga kesegaran sayuran dan buahnya. Kami menggunakan bahan-bahan organik tanpa menggunakan perasa dan pewarna buatan serta pengawet. Kami berharap SaladStop! dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” ujar Katherine. Katherine menjelaskan, makanan di SaladStop! diproduksi di rumah tanpa menggunakan bahan pengawet, pewarna buatan dan dibuat dalam skala yang kecil yang fresh setiap hari, dari dapurnya. Kebanyakan dari bahan di SaladStop! berasal dari daerah (lokal) yang membuat semua makanan sangat fresh dan lezat. “Kami juga berkoordinasi dengan ahli gizi kami untuk memastikan bahwa seluruh resep kami di evaluasi untuk menyediakan nutrisi yang terbaik,” paparnya. Yang menarik, produk dari SaladStop! adalah menyediakan wraps, salads, quinoa bowl sebagai sarapan, Healthy Pastries, snack dan berbagai sup hangat sebagai Superfood Bowls. “Semua resep-resep yang ada di SaladStop! sangat sehat dan berbagai rasa dari seluruh dunia. Oleh karena itu kesegaran dari bahan-bahan SaladStop! sangat berkualitas. Satu hal lagi di SaladStop! tidak ada perasa buatan atau penambahan dressing,” ungkap Katherine. SaladStop! sangat bersemangat dalam membangun komitmen untuk transparansi makanan dan menantang bisnis ini untuk lebih bertanggung jawab dalam bekerja dengan partner dengan etos yang sama. “Kami percaya bahwa great end produk adalah tepat untuk partner yang baik dan kemampuan kami untuk mempengaruhi dan bekerja dengan tepat akan tumbuh, “ kata Katherine.  
Read More
Mr Quickie, Pemimpin Pasar Waralaba Service Sepatu asal Philipina akan Masuk Indonesia
Mr Quickie waralaba yang mengkhususkan dirinya memperbaiki sepatu di pinggiran jalan kini bersiap untuk ekspansi ke Indonesia. Seperti apa peluang waralabanya? Di Philipina, waralaba Mr Quickie telah hadir sejak 1981, dan ia adalah pemimpin pasar di kelasnya. Outletnya telah berjumlah 223 outlet di mana 173 milik mitra dan 50 lagi milik franchisor. Mr Quickie menawarkan produk perbaikan sepatu yang lebih detail dan berkualitas, menggunakan bahan-bahan yang bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Terdapat dua pilihan kualitas maupun harga yang terbaik dengan harga mahal maupun kualitas standar dengan harga yang cukup terjangkau. Pertama kali berdiri, bisnis ini memang hanya menawarkan layanan reparasi atau perbaikan sepatu, tetapi setelah memperoleh kepercayaan dari pelanggan, layanannya pun diperluas hingga perbaikan tas dan koper pada tahun 1985, dan terus berkembang ke duplikat kunci, reparasi kunci, dan perbaikan dan reparasi stempel. Bisnis ini didirikan oleh Mr Emiliano Carureto, seorang pengusaha sukses di Philipina yang telah memiliki banyak bisnis mulai dari restoran, hotel, dan kontraktor. “Saat itu ia berpikir bagaimana caranya orang yang memperbaiki sepatu dipinggir jalan bisa percaya menitipkan barangnya. Sehingga didirikanlah bisnis ini, dan outlet pertama tahun 1981 di Harison Plaza,” kata Ruby Anne Talosig, Business Development Head, Mr Quickie, saat mengikuti pameran di World Franchise Summit, di JCC, Jakarta. Saat ini ada enam produk reparasi atau perbaikan yang ditawarkan. Misalnya sepatu, produk yang ditawarkan adalah penggantian karet, dan tas dapat melakukan pergantian warna sesuai keinginan pelanggan, pergantian resleting, dan lainnya. “Bisnis ini selalu dibutuhkan, dan tidak akan pernah mati. Di Philipina, sudah sangat terkenal dan outletnya cukup banyak. Pelanggan sangat percaya kepada kami,” papar Ruby Anne. Ia pun optimis akan sukses dikembangkan di Indonesia karena karakter pasar Indonesia dan Philipina tidak jauh berbeda. Demikian pula lingkungan masyarakatnya yang kurang lebih sama menurut Ruby Anne. “Secara harga kita bersaing, dan kualitas service kita sangat baik,” ungkapnya. Walaupun menawarkan jasa service sepatu, tas, koper, dan stempel, bisnis ini menyasar lokasi mall sebagai ekspansinya. Tetapi tidak menutup diri juga untuk tempat yang berdiri sendiri di luar mall selama lokasinya tepat sesuai pasar yang dituju. Keunggulan lain yang dimiliki bisnis ini adalah onderdil yang disiapkan cukup lengkap mulai dari kualitas terbaik hingga kualitas standar. Untuk investasi waralaba, bisnis ini menawarkan tiga tipe investasi yakni tipe kios, kounter, dan walk in.     Selain Mr Quickie, ia juga meluncurkan merek lain yaitu Mr. Quickie Plus, bedanya adalah pada item layanan yang disediakan. Mr. Quickie Plus melayani seluruh produk yang ditawarkan Mr. Quickie ditambah satu yaitu dan perbaikan mesin jahit. Nilai investasinya untuk Mr Quickie franchisee fee 400.000 peso (mata uang pihlipina, royalti 7% dan promosi fee 1%. Sementara Mr. Quickie Plus, franchise fee 450.000 peso, royalti 7% dan promosi fee 1%.,   Julhan Sifadi              
Read More
Harcourts, Ada Nama Besar Panin Group Dibalik Eksistensinya
Harcourts merupakan salah satu broker properti kenamaan di dunia, ia telah ada sejak 1888, dan di Indonesia masuk tahun 2008. Bisnis ini juga menawarkan sistem waralaba. Apa keunggulannya? Harcourts merupakan pemain lama di industri properti dunia, ia telah ada sejak 1888. Di negara asalnya, di New Zealand, nama besar Harcourts cukup diperhitungkan para pesaing.  Ia tercatat sebagai salah satu broker properti yang sukses melebarkan sayapnya kesejumlah negara. Yaitu, Australia, Canada, China, Fiji, Hongkong, New Zealand, Afrika Selatan, UEA, Amerika Serikat, dan Indonesia. Di Indonesia, bisnis ini masuk secara waralaba sejak 2008 di bawah nama besar Panin Group. Dengan sistem waralaba yang dianut, Harcourts telah memiliki 36 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kota-kota tersebut yakni, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Palembang, Bekasi, dan Cibubur. Dalam menawarkan berbagai layanan real estate, seperti penjualan perumahan, komersial, dan rural properti serta layanan manajemen properti, Harcourts menempatkan hubungan saling percaya dan menghormati dengan semua kliennya. Filosofi inilah yang menjadi kesuksesan Harcourts baik di luar maupun dalam negeri. CEO Harcourts Indonesia, Nandar Gunawan, menjelaskan, selain memberi jaminan kekuatan merek, training yang baik, teknologi yang canggih, dan networking yang luas, secara lokal Harcourts berada di Grup Panin  sehingga telah memiliki banyak strategi partner. “Selain itu, Harcourts juga memiliki lini bisnis lain yang bisa mensupport kinerja Harcourts  itu sendiri misalnya asuransi, dan sekuritas,” kata Nandar Gunawan. Sebagai bisnis yang bergelut di broker properti yang memungkinkan setiap SDM (Sumber Daya Manusia) berhadapan langsung dengan pelanggan, maka kualitas SDM itu sendiri menjadi sangat penting. Olehnya itu, Harcourts memiliki pusat pendidikan sendiri untuk persoalan ini. “Kita memiliki Harcourts academy sendiri untuk membantu orang-orang yang bergabung dengan kita agar lebih sukses dan mereka bisa melayani klien dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan profesional,” papar Nandar. Terkait dengan pusat pelatihan SDM tersebut, Harcourts telah menerima penghargaan sebagai The Best Training and Education beberapa bulan lalu. Harcourts lanjut Nandar tidak hanya menerima pelatihan mendalam profesional untuk industri, tetapi juga memiliki komitmen untuk membangun hubungan pribadi yang bermakna dan asli dengan klien. Sebab menurutnya, sukses membeli dan menjual real estate hanyalah soal pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Volume besar arahan dan bisnis yang berulang dihasilkan adalah bukti bahwa ini bekerja untuk kepuasan semua orang,” papar Nandar. Bisnis ini memang fokus ke sistem dan kultur yang baik, serta keunggulan teknologi yang mumpuni untuk mendukung operasionalnya. Harcourts juga telah dianugerai Apple karena memmiliki Apps terbaik di dunia. Di Indonesia Harcourts berkembang dengan jalur waralaba dengan  royalti 9% perbulan dari gross komisi.   Julhan Sifadi    
Read More
Hoooters, Restaurant Mengusung Konsep “Pelayan Seksi”
Baru baru ini, media sosial Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan kedatangan jaringan restoran 'seksi', Hooters. Restoran yang berpusat di Clearwater, Florida itu, dikabarkan akan datang ke Jakarta dan Bali, dalam waktu dekat. Hooters telah mengonfirmasikan kehadirannya di Indonesia. Tidak hanya itu, Hooters Indonesia juga sudah punya laman Facebook sendiri. Sejak 22 September 2016, laman Facebook Hooters Indonesia sudah di-like 3.857 akun dan dibicarakan oleh 2.535 akun. Wajar saja jika sejumlah warga Indonesia sangat berminat menjajal restoran tersebut. Pasalnya, Hooters terkenal berkat para pelayan seksi yang disebut Hooters Girl. Menilik sejarahnya, Hooters di negara asalnya, Amerika Serikat, bukanlah nama baru. Restoran tersebut didirikan pertama kali pada 1 April 1983 oleh konsorsium pengusaha asal Clearwater, yakni Lynn D. Stewart, Gil DiGiannantonio, Ed Droste, Billy Ranieri, Ken Wimmer dan Dennis Johnson. Ada alasan tersendiri mengapa Hooters didirikan pada tanggal yang terkenal dengan lelucon ‘April Mop’ itu. Melansir laman resmi Hooters, disebutkan bahwa keenam pendiri merasa prospek restoran itu akan suram. Pemikiran mereka, jikapun gagal, mereka punya alasan dengan mengatakan Hooters hanyalah lelucon. Restoran pertama Hooters berlokasi di bekas klub malam yang mereka beli dengan harga murah. Terlebih lagi, pada waktu itu, lokasi tersebut dikenal sebagai ‘kuburan bisnis’ karena banyaknya usaha yang gagal sebelumnya. Setahun berjalan, pada 1984, pengusaha Hugh Connerty, membeli lisensi Hooters dari keenam pendiri awalnya. Setelah itu, Hooters terus berpindah kepemilikan hingga akhirnya pengusaha Robert H. Brooks dan kelompok investor di Atlanta, mengakuisisi restoran yang tengah berkembang itu pada 2002. Pada waktu itu, Hooters mulai melebarkan sayap. Tiga restoran yang berlokasi di Tampa Bay, Chicago dan Manhattan, New York, dikelola oleh Brooks dan dikontrol secara langsung oleh perusahaan induk di Clearwater. Sementara sisanya dijadikan waralaba yang dikelola oleh Hooters of America. Di bawah asuhan Brooks, Hooters menjadi brand internasional. Terus bertumbuh hingga kini punya 160 restoran di Amerika, dan 430 waralaba di seluruh dunia. Informasi selengkapnya bisa Anda simak liputannya di Majalah Franchise versi cetak edisi November 2016. Alvin Pratama                            
Read More
Aunt Milk Tea, Pemimpin Pasar Waralaba Minuman asal China siap Masuk Indonesia
Indonesia siap-siap kedatangan salah satu pemimpin pasar waralaba minuman asal China. Seperti apa sepak terjangnya? Tidak lama lagi Indonesia akan kehadiran salah satu waralaba asal China dengan merek Aunt Milk Tea. Ia adalah pemimpin pasar untuk waralaba jenis minuman di China dengan ribuan oultetnya yang tersebar di berbagai kota. Betty You, Exporting Sales Direktor, dalam wawancara khusus di Jakarta, menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mencari mitra potensial di Indonesia. “Tetapi sebelum kita masuk dengan cara franchise, kita hendak membuka pusat distribusi produk dulu,” kata Betty. Ia menjelaskan, pembukaan pusat distribusi itu akan melibatkan mitra lokal sehingga akan memudahkan distribusi produk ke outlet-outlet waralaba. “Memang tidak mudah untuk masuk dalam satu negara tanpa itu (tanpa pusat distribusi), sehingga kami memutuskan untuk mencari mitra lokal yang fokus pada produk retail terlebih dahulu,” ucap Betty. Di negara asalnya, Aunt Milk Tea, merupakan oultet yang menyajikan berbagai hidangan berbahan dasar susu segar dengan banyak varian toping. Ia membawa diri sebagai outlet dengan sajian minuman sehat. Beberapa produknya antara lain, Brulee Milk Tea, Fresh Taro Milk Tea, Mango Coconut Sago, Fresh Gree Tea, Mil Tea With Sticky Rice, dan lain-lain. “Kami memadukan kesegaran buah dan variang toping dalam setiap sajian minuman kita,” papar Betty. Secara keseluruhan, produk yang disajikan kurang lebih 30 jenis dengan kategori 11 jenis milk tea, 6 jenis fresh fruits tea, 3 jenis fresh taro, 5 jenis macchiato, 4 jenis fresh milk, 4 pilihan smoothies, dan 5 jenis coconut milk. Dengan berbagai jenis minuman tersebut, segmen pasar yang dibidik adalah berbagai usia. “Karena produk kita minuman segar dan sehat, semua akan menyukainya,” ucap Betty. Di China, mayoritas tipe outletnya adalah mini kafe dengan beberapa meja, tetapi tipe tersebut bisa disesuaikan dengan luas lokasi dan keinginan para calon investor atau calon franchisee. Namun jika mengacu pada outlet yang telah beroperasi di negara asalnya, Aunt Milk Tea, ada yang beroperasi dengan 2 meja, 4, 6 meja, bahkan lebih dari 6 meja. Sementara untuk lokasinya sendiri, Aunt Milk Tea, memprioritaskan di tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan atau mal, atau tempat-tempat hiburan. Setiap outletnya didesain dengan standar Aunt Milk Tea, yakni memadukan warna-warna cerah seperti kuning, cream, dan cokelat. Lalu bagaimana dengan persaingan di Indonesia untuk jenis minuman seperti ini? “Kita optimis memiliki keunggulan dari bahan baku, maupun konsep bisnis karena kita sudah memiliki pengalaman yang cukup dan minuman kita kita bisa pastikan akan cocok dengan selera masyarakat Indonesia,” kata Betty. Julhan Sifadi    
Read More
Ssikkek Korean BBQ, Restoran Korea Berkonsep Buffet
Waralaba restoran yang satu ini berbeda dengan maskan Korea lain. Ssikkek Korean BBQ menawarkan konsep buffet dalam menyajikan menunya. Sebagaimana familiar di benak masyarakat Indonesia pada umumnya yang mencintai masakan-masakan Korea, bahwa masakan Korea terbilang mahal. Mungkin inilah yang melatarbelakangi  Ssikkek Korean. Dengan konsep buffet yang ditawarkan ke pelanggan, Ssikkek  berusaha menawarkan harga yang cukup terjangkau tanpa mengurangi kualitas kelezatan makanannya. Bagi yang hendak mencicipi masakan Korea yang lezat, tapi relatif murah, bisa mencoba berkunjung ke Ssikkek Korean BBQ. Tidak perlu jauh-jauh ke Singapura, di Indonesia juga rupanya restoran ini telah ada. Ssikkek telah hadir di tanah air sejak pertengahan 2013 dibilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sanalah outlet pertama Ssikkek Korean BBQ berdiri hingga saat ini. Sementara gerai keduanya berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), yang juga masih Jakarta Utara. Konsep buffet atau prasmanan yang diusung restoran ini membuat pelanggan yang datang bisa sesuka hati menikmati menu yang beraneka ragam. Mulai dari jenis kimchi, sushi ala Korea, hingga berbagai pilihan Korean BBQ. “Kebanyakan yang datang adalah anak muda. Namun cukup beragam juga konsumen kami. Ssikkek menawarkan konsep baru BBQ Korea dengan harga terjangkau,” ungkap Florentsya, Owner Ssikkek.   Di tempat tersebut, terdapat berbagai menu pilihan daging untuk panggangan, di antaranya rusuk pendek daging sapi, bulgogi, dan daging pork belly atau biasa disebut samgyupsal. Menu lain yang ditawarkan adalah jjigae, yakni semacam sup ala Korea, bancahan, atau lauk ala Korea, serta hidangan lainnya, seperti japchae, kimbap, dan tokpokki. Menu yang disebut paling akhir adalah semacam kue yang terbuat dari beras dan termasuk street food terkenal di negara asalnya. “Kami juga memperkenalkan menu hotpot Korea, yaitu budae jjigae yang nikmat disantap ketika disajikan panas beruap. Pelanggan juga bisa memilih sendiri bahan-bahan yang ada di dalamnya sesuai keinginan,” tambah Florentsya. Ssikkek Korean BBQ juga menyajikan sembilan jenis daging tambahan yang melengkapi hidangan tertentu, seperti myolci (nasi goreng dengan teri), nasi goreng kimchi, dan kembang kol goreng. Diketahui, Ssikkek merupakan restoran waralaba asal Singapura yang awalnya dimiliki oleh Kim, orang Korea yang melakukan perjalanan jauh ke Singapura. Tepatnya ke Tanjong Pagar, Singapura. Ssikkek memiliki arti “para tamu yang datang ke dalam suatu rumah makan”. Julhan Sifadi
Read More
5asec Dry Clean, Waralaba Laundry Premium Asal Prancis Yang Sukses di Indonesia
Setelah sukses mengembangkan bisnisnya di negeri asalnya, 5aSec Dry Clean rupanya serius untuk berkompetisi di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan membuka sejumlah gerainya yang berada di Batam, Palembang, Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Manado, dan Makassar. 5aSec Dry Clean membuka cabang pertamanya di tahun 1968 di Prancis, berdasarkan konsep yang benar-benar inovatif  untuk memberikan pembersihan dan layanan binatu kering. Tidak hanya kualitas yang baik dan harga rasional, tetapi juga pengiriman cepat. Sejak itu, laundry ini telah mengalami perkembangan pesat dan sukses sebagai akibat dari tawaran komersial tepat waktu diluncurkan. Beroperasi hari ini di 30 negara di seluruh dunia kelompok ini mulai ekspansi di Prancis dengan membuka toko di seluruh negeri sebelum berhasil membobol pasar internasional, baik secara langsung maupun melalui master waralaba. Lewat PT Grita Artha Kreamindo, 5asec Dry Clean mulai beroperasi di Indonesia pada 1993.  “toujours la pour moi " yang berarti "selalu ada untuk saya" bukan hanya slogan. 5aSec Dry Clean Indonesia berkembang pesat dan saat ini telah hadir di kota-kota besar di Indonesia. Tidak seperti laundry lainnya di Indonesia, di setiap gerai  5aSec Dry Clean  dilengkapi dengan mesin standar internasional dan konsep gerai yang bernilai seni yang khas. Hal ini tentu saja mengikuti standarisasi gerai yang ada di Perancis. Tak hanya itu di laundry ini sangat mampu dalam hal tim profesional untuk memastikan hasil yang berkualitas tinggi . Setiap gerai juga dilengkapi dengan mesin cuci dan perlengkapan laundry lainnya. Cara ini ditempuh untuk memudahkan quality control tiap gerai. Pelanggan bisa melakukan laundry cepat, misalnya satu jam. Dan, bila terjadi kehilangan pakaian, langsung bisa dicari di gerai tersebut. Beberbeda dengan tempat cucian lain yang di-pool di tempat tertentu. Kalau ada baju yang kurang susah mencarinya. Di 5aSec, setiap gerai hanya menerima maksimal 2.000 potong pakaian. Harga per potong pakaian Rp 30-65 ribu. 5aSec Dry Clean Indonesia bisa dikatakan pionir dalam perawatan tekstil berdasarkan pengetahuan dan keahlian dalam merawat pakaian dan linen. Hal ini bertujuan untuk memberikan layanan berkualitas cepat dan tinggi ke nomor tumbuh dari klien. Di Indonesia sendiri 5asec Dry Clean dimiliki oleh keluarga Joes Noerdin. Gerai 5asec pertama kali hadir di kawasan elite Pondok Indah (1990-an awal). Kini, 5asec  dikelola oleh Masayu Shaskia Noerdin, Direktur Pengelola PT Grita Artha Kreamindo. Saat bergabung di 5asec tahun 2008, Shaskia tak langsung duduk di kursi empuk dan tinggal memberi komando. Dia harus magang dulu jadi tukang cuci dan setrika di gerai 5asec Pondok Indah. “Selama tiga bulan saya di posisi paling bawah, agar lebih paham dunia laundry,” kata wanita kelahiran 2 November 1986 ini. Setelah lulus menjadi “karyawan”,  Shaskia masuk ke divisi pemasaran, lantas ke divisi keuangan, hingga akhirnya menjadi komandan 5asec setelah lebih dari satu tahun bergabung. Alvin Pratama
Read More