DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Jan
22
AWARD CEREMONY TOM 2015
View This Event
Jumat, 22 Januari 2016. Pukul 18.00 s/d Selesai. Sky Ballroom, Lt. 26. Aston Priority Hotel. Jl. TB. Simatupang - Jakarta
Jan
14
Free Workshop
View This Event
ANDA PUNYA RENCANA BUKA BISNIS ? Ikuti Workshop Gratis "KOMUNITAS BUKA BISNIS"   "BAGAIMANA BUKA BISNIS DENGAN KARAKTER ANDA" (ANTON THEDY - Managing Director TX Travel)  Tanggal 14 Januari 2016. Di Mie HCM, Plaxa Semanggi Lantai 3A No.6, Jakarta "BAGAIMANA MINIMALKAN RESIKO BUKA BISNIS PERSONAL" (BIJE WIDJAJANTO - Senior Consultant Ben WarG Consulting)  Tanggal 28 Januari 2016. Di Adonia Restaurant, Gd. Menara Mulia Lt. Basement Jl Gatot Subroto, Jakarta Info : Bije widjajanto (0813 8774 4696)   Supported by :
Majalah Terbit
edisi Februari 2016
MEA Berlaku, Ancaman Ataukah Peluang? Akhir Desember 2015 lalu, gong persaingan usaha negara-negara di Asia Tenggara atau Asean sudah ditabuh. Ada pesimisme Indonesia memasuki era ini. Bagaimana dengan industri franchise? Terancamkah pemain lokal? Atau justru ini peluang?
Info Berlangganan
PELUANG USAHA MURAH
Menutup Tahun 2015, Martha Tilaar Salon Day Spa Buka Outlet di Cilegon
Setelah sebelumnya membuka cabangnya di Kota Harapan Indah Bekasi, Martha Tilaar Salon Day Spa (MTSDS) kembali membuka cabangnya di Pusat Kota Cilegon, Banten. Cabang yang ke 65 MTSDS tersebut merupakan cabang terakhir yang dibuka di tahun 2015. Grand opening MTSDS Cilegon tersebut diresmikan langsung oleh Wulan Tilaar selaku Vice Chairwoman Martha Tilaar Group dan Direktur Utama PT Cantika Puspa Pesona. Ia didampingi Ketua Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cilegon, Bukhori dan Ketua Penggerak PKK Hj. Suyitno berserta Siani Wati sebagai Representative Franchisee Cilegon. “Para penikmat spa di kota Cilegon saat ini sudah dapat merasakan langsung rileksasi dengan pelayanan nyaman yang berkualitas dan berkonsep the authenic Indonesia spa experience. Martha Tilaar Salon Day Spa selalu siap hadir menjadi kawan dekat yang menemani Anda dalam setiap momen penting dan berharga,” kata Wulan Tilaar dalam sambutannya. Outlet MTSDS Cilegon tersebut, beralamat di jalan Ahmad Yani Kota Cilegon, dan dibangun diatas lahan seluas 400 meter persegi. Hadir dengan tampilan elegan dipadukan dengan nuansa tradisional modern yang terlihat dari ornamen-ornamennya semakin menegaskan kesan homey dan nyaman bagi pengunjung. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas memadai seperti ruang facial, ruang refleksi dan mani-pedi, 3 ruangan single spa dengan shower, 1 ruangan single spa dengan bathup, 1 ruangan couple spa, 1 ruangan semi cuople, serta salon dan jamu bar. Siani Wati, mengungkapkan kegembiraanya bisa bergabung dalam keluarga besar Martha Tilaar Salon Day Spa, karena kehadiran MTSDS di pusat kota Cilegon tersebut tidak luput dari permintaan masyarakat lokal. “Demand masyarakat Cilegon terhadap salon day spa cukup tinggi, permintaan datang baik dari masyarakat lokal maupun warga asing yang bekerja di perusahaan industri Cilegon. Hal ini membuat saya optimis untuk menghadirkan Martha Tilaar Salon Day Spa sebagai pengalaman baru di kota Cilegon,” kata Siani Wati.
Read More
Emico International Hadir di Indonesia
Pada akhir tahun 2015, EMICO International meresmikan kantornya yang berada di kawasan Summarecon Gading Serpong Tangerang. Acara dihadiri oleh puluhan pengusaha dari berbagai industri di Indonesia. Acara diawali dengan pemberkatan kantor, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, dan makan bersama. Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini banyak bermunculan bisnis baru yang dikembangkan dengan sistem franchise dan business opportunity (BO). Tapi jika kita jeli mengamatinya, hanya sedikit bisnis baru yang bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama karena sistem pengelolaan yang tidak profesional. Kenyataan inilah yang mendorong beberapa orang yang peduli dengan perkembangan bisnis franchise/ BO untuk melahirkan EMICO International. CEO EMICO International Yoseph mengatakan, banyak Franchisor (pemilik brand) yang tidak siap ketika menjual bisnisnya kepada rekanan (franchisee) sehingga ujungnya menimbulkan konflik antara kedua pihak. Kami ingin membantu menciptakan franchisor baik yang nantinya akan dipertemukan dengan franchisee yang baik, sehingga kedua pihak sama-sama sukses. EMICO International melihat banyak brand baru dengan produk yang sangat kreatif/ inovatif di Indonesia tetapi belum punya standard yang baku. Pebisnis yang mengelola juga belum punya kemampuan yang cukup untuk membuat standarisasi produk maupun SDMnya, sehingga bisnis masih sulit untuk di multiplikasi secara cepat. “Kami ingin menjadi wadah yang tepat untuk berkumpulnya para franchisor dan franchisee yang punya semangat berbisnis dengan cara yang baik. Kami akan bantu menjual bisnis milik franchisor kepada calon franchisee. Posisi kami adalah sebagai jembatan bagi kedua pihak,” ungkap Harry Kristian CMO EMICO International. Konsultan Senior Bidang Bisnis & Franchise sekaligus Founder EMICO International Djoko Kurniawan yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan “Saya senang EMICO International bisa menjadi mitra bagi para franchisor. Saya berharap EMICO yang berisi tim expert dalam bidang franchise akan mampu berkontribusi dalam mengembangkan jaringan bisnis para franchisor. EMICO juga selalu berkomitmen memberikan service excellence kepada semua pihak yang terkait”. (AP)
Read More
Robotics Education Centre Buka Cabang di Bintaro dan Pluit Village
Sebagai lembaga pendidikan kreatif yang mengkhususkan diri pada teknologi robot, waralaba Robotics Education Centre (REC) terus memperkuat jaringannya dengan membuka 2 cabang baru. Cabang yang terbaru terletak di bilangan Bintaro dan Pluit Village. Cabang Bintaro sendiri menjadi outlet ke-30 sejak REC dibuka pada tahun 2005. Sementara, gerai baru REC di Pluit Village Jakarta Utara berdiri pada bulan Oktober 2015 silam. Yudi Mintoro Sumali, Owner Robotics REC mengatakan, REC akan terus membuka peluang kemitraan kepada calon franchisee. Selain sisi market, kepedulian terhadap perkembangan anak-anak Indonesia dalam hal teknologi menjadi alasan untuk terus memperkuat dan menyebarkan jaringan REC. “Pendidikan kreatif tetap menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan karena kenyataannya zaman mendaulat teknologi sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan. Oleh karena itu, banyak orang yang mau menjadi mitra bisnis karena pendidikan adalah kebutuhan hidup yang harus dipenuhi,” bebernya. Yudi mengatakan, target REC pada 2016 adalah membuka cabang baru di berbagai kota di daerah. Jika ada mitra yang ingin berinvestasi sekaligus mempopulerkan pendidikan teknologi robotics di wilayahnya, pihak REC menawarkan biaya investasi franchise Robotics Education Center sebesar Rp 500 juta. Segmentasi dari lembaga pelatihan robot ini menjangkau kalangan anak-anak usia dini hingga remaja usia 15 tahun ke atas. REC juga mengharapkan kepada mitra agar lokasi bisnis Franchise Robotics Education Center ini berdekatan dengan sekolah-sekolah formal atau strategis dengan lokasi perumahan. REC mentargetkan bisa mencapai 50 centre sampai akhir tahun 2016.
Read More
Memadukan Modern Haircut dengan Teknologi Kiosk Machine
Haircut house yang satu ini sangat modern, selain menawarkan kualitas pelayanan dan kenyamanan konsumen, ia juga mengedepankan kecanggihan teknologi dengan menggunakan kiosk machine sebagai layanannya. Setelah sebelumnya Redaksi Majalah Franchise Indonesia banyak mengupas tentang para pendatang baru di bisnis makanan dan minuman di sejumlah mal yang diwaralabakan, kali ini ulasan kita akan sedikit bergeser ke bisnis potong rambut modern bernama IXOBOX.   Berada di lantai GF, Plaza Semanggi, Jakarta, outlet IXOBOX sebenarnya sudah cukup mencolok perhatian. Outletnya transparan dilihat dari luar dari empat sisinya karena hanya dibatasi kaca sehingga aktivitas di dalamnya terlihat jelas. Walaupun tempatnya tidak berukuran besar layaknya salon-salon ternama, kesan mewah dan bersih jelas tergambar. Untuk menjawab rasa penasaran, Tim Redaksi langsung masuk mencoba layanan IXOBOX. “Silahkan pak, uangnya dimasukkan kedalam mesin, untuk mengambil nomor antrian,” kata salah satu penata rambut IXOBOX. Yah, dengan harga yang relatif terjangkau, IXOBOX rupanya tidak menggunakan tenaga kasir tetapi menggunakan sebuah teknologi Kiosk Machine layaknya mesin ATM. Di mesin itulah pelanggan melakukan transaksi dengan memasukkan uangnya, untuk mendapatkan nomor antrian yang selanjutnya dipanggil oleh mesin layaknya di bank-bank. Tidak lama kemudian, General Manager IXOBOX, Alexs Sandria, muncul dan menyapa Tim Redaksi Majalah Franchise. Ditempat itu ia menjelaskan berbagai keunggulan serta keunikan yang dimiliki IXOBOX. “Kita di sini memang tidak menggunakan kasir tetapi sebuah teknologi yang kita kembangkan sendiri di Singapura. Teknologi tersebut selain menjadi kasir dan memudahkan pelanggan, juga menjadi  tempat untuk mengkroscek omset perhari atau perbulannya yang dapat dikontrol dari pusat, bahkan melalui smartphone secara real time,” kata Alexs Sandria. IXOBOX juga menggunakan teknologi Ixoair, yaitu teknologi pembersih rambut yang menggunakan udara sehingga pelanggan bisa langsung beraktifitas setelah menggunting rambutnya, tanpa harus dicuci dengan shampoo.  Tidak sampai disitu, IXOBOX juga mengedepankan kebersihan tempatnya maupun peralatannya yang higienis. Peralatan gunting yang digunakan selalu disterilkan ke dalam mesin sterilisasi setelah digunakan. Sementara sisir yang digunakan oleh pelanggan langsung diberikan kepada pelanggan yang bersangkutan. Jika tidak, maka sisir tersebut dipatahkan di depan pelanggan dan langsung dibuang sebagai bukti bahwa satu sisir hanya untuk satu pelanggan saja. Demikian juga sisa-sisa rambut di lantai, langsung dibersihkan dan disedot oleh mesin khusus yang berada di bagian bawah lemari (box). “Ixobox is a modern haircut for men, women and kids. Kami mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan. Dengan Ixobox hanya melayani jasa potong rambut saja, tentunya akan sangat efisien. Waktu tunggunya jelas karena tidak ada layanan lain seperti cuci rambut, mewarnai, meluruskan, dan pelayanan lainnya,” papar Alexs. Dengan spesialisasi ini tentunya para penata rambut Ixobox memiliki keahlian khusus dengan jam terbang yang tinggi.  Sejak mengoperasikan cabang pertamanya pada Februari 2015, hingga saat ini IXOBOX telah memiliki 6 cabang yaitu di Mal Ambassador, Palem Cengkareng, Stasiun Kereta Api Juanda, Plaza Semanggi, Giant Bintaro, Gajah Mada Plaza, dan bulan ini akan buka di dua tempat secara kemitraan yakni di Super Mall Karawaci dan Bendungan Hilir. Bisnis ini juga ditawarkan secara kemitraan dengan investasi Rp 300 juta hingga Rp 500 juta nilai tersebut mengacu pada luas tempat yang dikehendaki calon mitra. Mitra juga diharuskan membayar partnership fee, senilai Rp 100 juta untuk sekali kerjasama dalam kontrak. Selanjutnya bisnis dijalankan oleh IXOBOX dan calon mitra hanya memonitor omset melalui Kiosk Machine yang canggih secara adil dan transparan. Uniknya menjadi mitra IXOBOX, omset yang diperoleh outlet langsung dibagi ke mitra. Mitra dapat mengontrol langsung outlet melalui sistem Kiosk Machine dan CCTV yang terkonseksi langsung ke mobile phone secara real time.
Read More
Auntie Anne’s, Snack Premium Asal Amerika
Auntie Annes’s merupakan franchise kuliner snack dari Amerika yang menyuguhkan menu Pretzel (roti simpul).  Melewati gerai roti yang satu ini mungkin Anda akan terasa lapar dan tergoda. Wangi pretzel yang baru di keluarkan dari oven langsung menebar aroma khas yang membuat rasa lapar menguap. Dari oven tersebut tersaji sebuh roti empuk, kenyal dan bau harum mentega. Roti simpul atau sebutan lain Pretzel ini merupakan roti asal Eropa yang dibentuk memanjang seperti tali, dijalin didekat kedua ujungnya, lalu dilipat ke tengah-tengah lingkaran pretzel. Itulah sekilas suasana dan produk yang ditawarkan Auntie Anne’s. Butik roti ini memang lebih dikenal roti snack, karena berbagai varian produknya menonjolkan makanan ringan untuk dijadikan kudapan dan termasuk dalam kategori “High Quality Premium Snack”. Sebuah produk snack premium yang dapat dinikmati kapan saja, di mana saja. Dengan keunikan produk dan kualitas rasa yang ditawarkan membuat Auntie Anne’s mudah diterima dengan cepat oleh konsumen Indonesia. “Di samping nilai nutrisi dan kandungan bahan baku yang berkualitas membuat roti ini semakin fresh dan health,” ujar Martinus Tara, Executive Director, PT Pretzelindo Sukses Pratama selaku pemilik dan pengelola Auntie Anne’s Indonesia. Dia menjelaskan, keunikan pretzel Auntie Anne’s yang terbuat dari tepung terigu, air, dan ragi. Disajikan dengan varian rasa khas seperti Cinnamon Sugar, Almond, Parmesan Cheese dan Pretzel Dog. “Tekstur dengan crunchy on the outside & soft on the inside didapatkan melalui teknik pemanggangan khas Auntie Anne’s,”ungkapnya. Nama Auntie Anne’s sendiri berasal dari nama sang pendiri yakni Anne F Beiler. Sejak pertama berdiri 1995 masyarakat Indonesia sudah mengenal pretzel Auntie Anne’s, sehingga di Indonesia dapat dikatakan Auntie Anne’s sudah memiliki consumer base yang sangat memadai. “Alasan kami ekspansi ke Indonesia karena pangsa pasar negeri salah satu yang terbesar Asia Tenggara, dengan komposisi middle class income yang semakin baik. Kondisi ini sangat cocok sekali dengan target konsumen Auntie Anne’s,” pungkasnya. Lebih jauh Martinus mengatakan, keunggulan produk pretzel sendiri terletak pada quality product, layaknya franchise di bidang kuliner kualitas produk selalu di tonjolkan dan digaris bawahi sebagai keunggulan. Auntie Anne’s memiliki komitmen yang sangat kuat dalam memberikan jaminan atas kualitas produk yang ditawarkan. Selain itu, lanjutnya, tepung yang digunakan adalah premix yang bersumber dari pemilik merek di Amerika Serikat, dan diolah langsung di depan customer. “Auntie Anne’s memiliki konsep dapur terbuka sehingga semua proses pembuatan produk dari pembuatan adonan, pembentukan pretzel dan proses pemanggangan dapat disaksikan secara langsung oleh pelanggan,” terangnya. “Berbeda dengan kebanyakan kompetitor yang hanya langsung menjual produk jadi saja dan proses pembuatannya dilakukan di tempat lain. Sebagai sample menu Signature Beverage Auntie Anne’s, Hand-Squeezed Lemonade dibuat dari buah lemon segar yang kami peras sendiri, sementara kebanyakan kompetitor kami menggunakan essence dan sirup siap pakai,” tambahnya. Untuk menikmati produk asal amrik ini, Anda merogoh kocek Rp 12 ribu – Rp 36 ribu, dan Combo: Rp 24 ribu – Rp 94 ribu. “Menu unggulan yang banyak di minati konsumen yakni Cinnamon Sugar, Almond, Parmesan Cheese dan Pretzel Dog,” ujar Martinus. Hingga kini, total gerai Auntie Anne’s berjumlah 5 gerai tersebar di Lotte Shopping Avenue, Central Park Mall, Gandaria City Mall, Grand Indonesia Shopping Town, Kota Kasablanka Mall dan Kelapa Gading Mall (Desember 2014). Selain itu Auntie Anne’s sudah ada di 30 negara dengan lebih dari 1400 toko di seluruh dunia. Sekitar 400 lebih diantaranya berada di luar Amerika Serikat. “Di wilayah Asia Tenggara kita ada di Thailand, Philippines, Malaysia, Indonesia, Singapore, Brunei, Vietnam, South Korea dan Japan,” tambahnya.  Untuk satu mendirikan satu buah gerai Auntie Anne’s, nilai investasi yang diperlukan sekitar Rp 750 juta – Rp 1, 5 miliar. Investasi itu sudah termasuk equipment, build-up, dan initial stock. Tapi investasi itu di luar franchise fee, sewa/deposit, working capital, perizinan, labor, dan management fee. Tapi sayangnya, PT Pretzelindo Sukses Pratama belum membuka peluang untuk men-subfranchise-kan Auntie Anne’s dalam waktu dekat ini.
Read More
Nasi Bakar Tacose Sajian Nasi Bakar Dengan Sentuhan Modern
Mungkin belum banyak yang tahu kalau Nasi Bakar Tacose yang berdiri di mal-mal menawarkan peluang franchise. Tengok yuk!  Bulan lalu, seperti biasa saya jalan-jalan ke mal-mal di beberapa wilayah Jakarta. Tujuannya tidak hanya berwisata kuliner saja, tapi juga berburu merek franchise yang memang belum diketahui banyak publik. Sebelumnya saya berburu merek-merek franchise di mal Kota Kasablanka. Kali ini saya memilih Mal Ciputra (Citraland) Jakarta Barat sebagai tempat buruan. Setelah tengok kanan kiri di lantai LG yang memang banyak berjejeran resto kuliner, mata saya tiba-tiba tertuju pada sebuah restoran yang memiliki konsep gerai yang unik. Layout restoran tersebut dihiasi oleh desain berukiran dedaunan berwarna hijau. Sontak saja mata saya agak lama memandang gerai yang bernama Tacose itu. Usut punya usut, ternyata restoran ini menjajakan menu nasi bakar. Berbeda dengan kedai nasi bakar yang melakukan pembakaran nasinya di atas arang atau kompor, Nasi Bakar Tacose membakar nasinya di atas batu alam yang tidak mengandung zat berbahaya, sehingga nasi bakar buatan Tacose relatif aman untuk dikonsumsi. Hasil nasi bakar Tacose juga memiliki rasa dan wangi bakar yang khas dengan alat pembakaran tersebut. Resto nasi bakar yang dikembangkan Richard Theodore ini mendapat respon yang bagus dari pengunjung mal. Dalam sehari Tacose mampu menyedot sekitar 50 sampai 100 pengunjung. Tacose yang berdiri pada 15, Februari 2010 ini sudah memiliki 3 cabang Mal Karawaci, Ruko Tangerang City, dan Taman Cibodas Cimone. Pemilik Tacose memang sengaja memilih mal sebagai tempat usaha. Alasannya adalah ingin mengangkat kuliner nasi bakar yang lazimnya dijual di tenda-tenda kaki lima menjadi sajian berkelas dengan sentuhan modern. “Makanya kita buat resto di mal-mal. Kita juga bisa dibilang resto pertama yang menawarkan menu nasi bakar dengan harga terjangkau dengan layanan bintang lima,” ujar Richard. Richard menuturkan, nasi bakar Tacose menawarkan nasi bakar dengan aneka isi seperti Ikan Peda, Ikan Teri Medan, Ayam, Cumi, Udang, dan kombinasi dengan harga berkisar Rp 20-29 ribu/porsi. Selain nasi bakar, Tacose juga menyajikan menu lain seperti Nasi Goreng, Iga Penyet, Ayam Bakar, Nasi Tutug Oncom, Kwetiau, Sop Iga, Kangkung, serta aneka minuman dengan harga Rp 5-25 ribu/porsi. Mengingat belum banyak pelaku usaha nasi bakar yang menyasar segmentasi pasar menengah ke atas, Richard optimis Tacose bisa menjadi bisnis yang prospektif kedepannya. Saat ini saja Tacose bisa meraup omset Rp 308 juta/bulan. “Keuntungan yang kita dapat terus kita investasikan untuk pembukaan outlet baru, kita juga lebih menyasar kawasan Jabodetabek untuk planning kedepan,” jelasnya. Untuk mempercepat ekspansinya, Tacose menawarkan peluang franchise dengan investasi sebesar Rp 610 juta. Investasi tersebut diperuntukan untuk berbagai fasilitas bisnis seperti peralatan memasak, perlengkapan makan, peralatan komputer, bahan baku awal, seragam karyawan, media promosi seperti brosur dan banner. “Terwaralaba hanya tinggal menyiapkan lokasi saja, sisanya kita yang menyiapkan termasuk SOP,” kata Richard yang mengaku sudah mendapat sertifikat Halal dari MUI dan kesehatan dari Dinas Kesehatan.
Read More
Batagor Cuplis Kudapan Khas Sunda yang Mengusung Konsep Resto
Edisi kali ini tim redaksi melakukan perburuan liputan untuk rubrik Franchise Hunt di mal Gandaria City. Kebetulan kami memang sedang melakukan liputan di mall yang berlokasi di Jakarta selatan tersebut. Setelah menyusuri beberapa sudut mal, ketika melewat escalator tiba-tiba saja perut kami terusik untuk mencicipi kudapan batagor. Kami pun mencoba kudapan tersebut, rasa batagor yang gerainya berada di area Lotte Mart Gandaria City Mall ini rupanya sangat menggugah selera, perut kami dimanjakan dengan rasa batagor yang enak karena merek batagor itu memang cukup terkenal beberapa tahun terakhir ini. Setelah kami kami tanya-tanya, gerai yang bernama Batagor Cuplis tersebut ternyata menawarkan sistim peluang franchise. Maka kami pun meliput seputar peluang bisnisnya untuk keperluan berita di rubrik kami. Apalagi belum banyak masyarakat yang tahu kalau usaha ini menawarkan peluang bisnisnya juga keunggulan produknya. Meski tergolong makanan daerah, Batagor Cuplis ini menawarkan konsep tak kalah dengan restoran ternama di Jakarta. Tak ayal Owner Batagor Cuplis Sugieharto Gunawan menerapkan usahanya naik kelas ke ranah resto. “Awalnya usaha saya hanya produsen batagor dan siomay dengan menawarkan ke retail-retail swalayan. Akan tetapi saya lama-lama berpikir kalau terus-terusan begini batagor saya tidak dikenal oleh masyarakat. Karena itu saya bergegas untuk mendirikan sebuah resto dengan mengusung jajanan khas Bandung ini,” jelas pria akrab disapa Ato ini. Selain batagor, Batagor Cuplis juga menyajikan Otak-otak Goreng, Siomay Ikan, Siomay Pangsit dan Siomay Seafood. Berbicara mengenai bahan-baku yang digunakan semuanya terbebas dari bahan pengawet dan formalin, karenanya batagornya hanya bertahan paling lama enam hari jika ditempatkan pada freezer. Batagor Cuplis memiliki lima varian batagor, yakni Batagor Ikan, Batagor Pangsit, Batagor Udang, Batagor Tahu Ikan, dan Batagor Tahu Seafood. Dengan konsep resto, Ato mengaku memang membidik pasar di segmen middle up, untuk mencicipi kudapan ini Anda cukup merogoh kocek Rp 24 ribuhingga Rp 40 ribu per porsi. “Harga yang kita tawarkan bisa kita jamin dengan rasa dan kualitas batagor kita, karena memang kita menggunakan ikan tenggiri segar dan udang pilihan,” bebernya. Batagor Cuplis menawarkan kerja sama waralaba dengan investasi sebesar Rp20-Rp80 juta untuk type booth. Sedangkan untuk type resto Ato mematok investasi senilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta diluar sewa tempat. Akan tetapi Ato menambahkan jika calon franchisee tidak mau repot untuk menyiapkan dekorasi tempat dan tinggal opening, franchisee cukup merogoh kocek senilai Rp 200 juta hingga Rp 400 juta. Ketika disinggung balik modal, pria kelahiran Bandung 32 tahun ini menargetkan franchisee bisa balik modal kurang dari enam bulan. Untuk memenuhi target tersebut lokasi yang dipilih calon franchisee harus strategis, seperti di food court pusat perbelanjaan atau Mall. Hingga saat ini gerai nya sudah berjumlah 15 outlet yang tersebar di mal Ciputra, Mall Taman Anggrek, Gandaria City, ITC Kuningan, De Brasco Cilandak, Mangga Dua, Duta Merlin, Super Indo Muara Karang, Food City Pantai Indah Kapuk, Fresh Market PIK, Sumarecon Serpong, Bali Brasco, Giant Harapan Indah Bekasi, Brasco Bogor, Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Dalam menghadapi persaingan Ato optimis dengan kudapan yang ia usung ini, meski hanya sekedar camilan, akan tetapi ia memberanikan diri membawa usaha nya ini akan tersebar di seluruh penjuru nusantara, “saya sangat optimis dengan usaha saya ini, kita punya rencana akan go International, mungkin planning terdekat kami ingin singgah ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapore,”tutupnya.
Read More
Bread Castle Roti Kualitas Premium dengan Harga Terjangkau
Berkonsep open kitchen, Bread Castle menawarkan roti berkualitas premium dengan harga terjangkau sehingga semua kalangan bisa menikmatinya. Seperti apa konsep, produk dan peluang bisnisnya? Setelah blusukan ke mal-mal yang ada di daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Tangerang, kali ini redaksi belusukan ke Kota Bekasi. Tentunya dalam rangka mencari bisnis franchise yang tersimpan mal-mal yang ada di kota tersebut yang belum banyak diketahui publik. Kami sengaja hunting franchise di kota ini karena belakangan Kota Bekasi mulai ditumbuhi mal-mal. Pastinya di sana banyak terselip bisnis franchise. Ketika melewati jalan KH Noer Ali, Bekasi, mata redaksi mulai disuguhkan mal-mal besar yang padat dikunjungi masyarakat. Setelah melintasi mal-mal, mulai dari Bekasi Cyber Park (BCP), Mall Metropolitan hingga Mega Hypermall Bekasi, mobil redaksi tiba-tiba terdampar di Mega Hypermall Bekasi. Setapak demi setapak kami menyusuri lantai upper ground floor, pintu cendana yang ada di Mega Hypermall Bekasi. Tidak jauh dari sana kami melihat sebuah gerai roti berlabelkan Bread Castle. Gerai tersebut cukup unik, dan kami penasaran untuk menggali informasi dengan bertanya kepada salah satu pegawai yang ada disana. Siapa tahu ini merek franchise. Ternyata dugaan kami benar. Bread Castle merupakan bisnis franchise. Gerai roti ini rupanya berkonsep open kitcen. Ketika kami tiba, aktivitas di gerai tersebut cukup sibuk melayani customer. Sebagian karyawan terlihat sedang melayani konsumen dan di sebagian sedang di kitchen tengah melakukan pembuatan roti. Aroma menyengat membuat pengunjung yang sedang berlalu lalang harus menghirup aroma khas roti besutan Bread Castle ini. Bread Castle didirikan oleh Meridian pada  2010 silam. Berbekal warisan resep roti yang turun temurun dari keluarga besarnya, ia membangun punya keinginan untuk membuat produk roti yang berkualitas.  Untuk melengkapi produk rotinya, dia pun mendatangkan chief khusus untuk menangani pastry dan bakery yang kompeten di  bidangnya. Berbeda dengan butik roti premium yang menyasar segemen kalangan atas. Bread Castle menyasar all segmen yang bisa diminati kalangan menengah bawah. “Kita ingin image roti berkualitas ini merakyat,” kata wanita yang akrab disapa Sitha. Harga yang di tawarkan juga sangat ekonomis. Hal inilah yang menjadikan keunggulan yang dimiliki brand Bread Castle hingga saat ini. Ditegaskan Sitha, walaupun roti yang di produksinya memiliki kualitas yang sama dengan roti dari brand kompetitor, namun dari segi harga Bread Castle unggul untuk masalah price agar bisa dinikmati oleh semua kalangan. Untuk harga roti manis Bread Castle mematok harga mulai dari Rp 6500 hingga Rp 9000/pcs. Menurutnya, roti yang digemari oleh para konsumen adalah roti manis selain varian seperti abon, pisang cokelat, pizza, dan sebagainya. Tak hanya itu Bread Castle juga menawarkan produk cake mulai dari red velvet cup cakes, rainbow cake, tiramisu, hingga cake ulang tahun dan juga donat dengan berbagai rasa. Harganya juga cukup terjangkau dengan membayar Rp 250 ribu, cake untuk ulang tahun ini bisa dibawa pulang. Sitha mangatakan, keunggulan lain Bread Castle ada pada bahan baku yang bebas dari dari bahan pengawet dan juga halal yang ditunjukkan dengan adannya sertifikasi depkes dan sertifikasi halal. “Untuk warna dari rainbow cake juga menggunakan bahan alami yang aman untuk kesehatan,” bebernya. Demi mengembangkan usahanya, Bread Castle membuka penawaran dalam bentuk kerja sama franchise. Sitha menerapkan konsep franchise yang sangat fleksibel dan yang pastinya saling menguntungkan antara franchisor dan franchisee. franchisee nantinya akan memproduksi rotinya sendiri tanpa di pasok dari pihak pusat. Investasi yang dibutuhkan oleh calon franchisee adalah Rp 800 juta di luar biaya sewa tempat. Fasilitas yang di dapatkan franchisee berupa SOP (standard operational) prosedur kitchen dan Counter. “Untuk investasi franchisee sudah mendapatkan berbagai perlengkapan usaha dan tinggal menjalankannya saja,” kata Sitha. Hingga saat ini Bread Castle sudah memiliki cabang yang tersebar di Mall Lippo Cikarang, Grand Mall Bekasi, Mega Hypermall Bekasi, dan The Bellagio Mall Kuningan. Dengan mengacu gerai yang sudah beroperasi Sitha mengatakan, dalam kurun 1 bulan  mampu meraup omset Rp120 juta per bulan dengan target keuntungan bersih mencapai 30%.    Alvin Pratama
Read More
Sensasi Camilan Spanyol di Balik Segelas Cokelat
Mal tersebut merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang paling banyak menyerap energi untuk dikunjungi karena selain tempatnya yang cukup luas, posisinya yang berada di jalur utama kota Jakarta menjadikannya akrab dengan macet. Sejak menginjakkan kaki di depan pintu masuk lantai dasar, rasa capek sudah mulai menghantui setelah melihat kondisi mal. Bisa dibayangkan dengan mal sebesar itu, berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menelusuri setiap sudutnya. Dan baru menginjak lantai dasar saja, sejumlah brand kuliner nasional maupun internasional sudah berjejer ibarat jamur. Pada akhirnya, setingkat demi setingkat berhasil dilalui tetapi hanya sampai ke lantai satu atau tiga lantai dari lantai paling dasar. Langkah kami terhenti pada sebuah brand yang tampilannya cukup mencolok mata. Churreria, Spanish Chocolateria, nama brand tersebut. Dari kalimat yang tertulis di outletnya itu jelas sudah itu adalah kedai cokelat khas Spanyol. Setelah kami mendekat dan duduk di salah satu sofa, seorang karyawannya menyodorkan buku menu yang berbahasa inggris. Sebelum kami memesan, Ia terlebih dahulu menawarkan sejumlah menu best seller-nya antara lain Churros Classic, Churros Deluxe, Churros Fiesta, dan beberapa menu pilihan cokelat panas khas Spanyol. Karena rasa penasaran, kami pun memesan Churros Classic seharga Rp 32 ribu, beserta segelas cokelat panas tanpa topping, susu atau gula sebagaimana yang ditawarkan pelayan tadi. Rupanya pilihan kami tepat, perpaduan antara rasa crispynya Churros yang dicelup kedalam gelas cokelat panas begitu sempurna. Tulisan Spanish Hot Chocolatedalam buku menu Churreria semakin mempertegas bahwa kedai itu memang berasal dari Eropa. Setelah 40 menit menikmati hidangan Churreria, kamipun bertanya kepada salah satu karyawan yang ada. Untuk memastikan apakah prasangka kami sejak awal tadi benar, apakah benar Churreria ini berasal dari Spanyol, dan apakah bisnis ini di franchisekan. Dari sebuah ruangan VVIP Churerria, atau yang biasa dijadikan ruangan para pelanggan perokok, muncul pria bertubuh tegap dengan senyum ia berkata, “benar mas, bisnis ini adalah franchise tetapi bukan berasal dari Spanyol hanya konsepnya saja,” kata Hermanto, Head Management, Churreria. Ternyata bisnis itu didirikan oleh orang Indonesia sendiri bernama Kent Rusli, pada tahun 2012 dengan outlet pertamanya di Grand Indonesia. Dan sejak tiga bulan berdiri langsung ditawarkan secara franchise berdasarkan permintaan sahabat Kent Rusli sendiri. Outlet franchise tersebut dibuka di Serpong Tangerang. Selanjutnya manajemen Churreria memutuskan untuk mengembangkan sendiri outletnya di kota Jakarta. Hingga pada saat ini hadir di Mall Of Indonesia, Mall Kelapa Gading, Puri Indah Mall, Kota Kasablanka, dan Gandaria City Mall. “Saat ini outlet kita sudah 7, dua diantaranya franchise, tetapi yang full franchise itu yang ada di Serpong,” kata Hermanto. Ide konsep Churreria sendiri diambil dari salah satu kedai pinggir jalan di Sidney, Australia, yang menyajikan beberapa menu cokelat panas dan sangat diminati masyarakat setempat. Pembelinya rela mengantri berjam-jam untuk bisa menikmati produk kedai pinggiran itu. “Dari situ kita kembangkan dalam bentuk resto atau yang lebih besar, karena kita yakin di Indonesia ini bisa diterima. Maka tahun 2012 itu kita buka dan kita sesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia misalnya cokelat panas yang kami beri topping gula, atau susu atau cream sehingga rasanya manis. Karena masyarakat Indonesia itu suka dengan yang manis-manis,” ucap Hermanto. Chureria sendiri mempersepsikan diri sebagai kedainya para pecinta cokelat. Oleh karenanya, cokelat yang disajikan benar-benar cokelat murni tanpa campuran. Bahan bakunya diimpor langsung dari luar negeri. Berbagai varian produk cokelat yang disandingkan dengan sejumlah snack seperti Churros atau yang mirip dengan Cakwe Medan mampu menarik penikmat cokelat ke Churreria dan mampu menciptakan marketnya sendiri. “Awal beridiri memang kita agak kesulitan karena brand kita ini baru, dan masih asing bagi masyarakat Indonesia. Tetapi setelah kita memperkenalkan diri sebagai tempat bagi para pecinta dan penikmat cokelat, masyarakat langsung terbuka dan sangat menerima kami,” papar Hermanto. Walaupun menu utamanya adalah cokelat, Churreria tetap melengkapi menunya dengan beberapa menu umum lain seperti cake, coffee, pasta, nachos, Spagetti, dan lain-lain. Menu-menu tersebut merupakan pelengkap yang juga kerap dicari pengunjung ketika berada di Churreria. Investasi franchise Churreria sebesar Rp 1,7 miliar untuk 90 meter persegi, di mana franchisee fee sebesar Rp 750 juta untuk 3 tahun (termasuk dalam biaya investasi awal, royalti fee yang diberlakukan pasca 3 bulan buka 3% sampai 5%. “Nilai investasi sudah termasuk peralatan operasional, training karyawan, interior, layout ruangan, bahan baku awal, yang jelas siap operasi awal dan selanjutnya kita bebankan untuk pembelian bahan baku itu harus di pusat,” jelas Hermanto.
Read More
Bersama SB-IPB, BTPN Kembali Mewisuda 10.000 Nasabah
Wisuda tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah mikro dan purnabakti PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN) yang telah menyelesaikan empat modul pelatihan Daya. Daya merupakan program pemberdayaan yang dilaksanakan BTPN secara berkelanjutan dan terukur untuk seluruh nasabah BTPN. Direktur BTPN, Mulia Salim, mengatakan, wisuda tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah sebe
Read More
Bersama SB-IPB, BTPN Kembali Mewisuda 10.000 Nasabah
Wisuda tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah mikro dan purnabakti PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN) yang telah menyelesaikan empat modul pelatihan Daya. Daya merupakan program pemberdayaan yang dilaksanakan BTPN secara berkelanjutan dan terukur untuk seluruh nasabah BTPN. Direktur BTPN, Mulia Salim, mengatakan, wisuda tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya digelar pada 2014. Sebelumnya BTPN bersama SB-IPB sukses mewisuda 10.000 nasabahnya dimana kegitan wisuda dilakukan di empat kota yakni Palembang, Banjarmasin, Semarang, dan Bogor. “Tahun lalu, kami hanya mewisuda nasabah mikro, sedangkan tahun ini nasabah purnabakti juga ikut wisuda,” kata Mulia Salim. Program Daya memiliki tiga pilar program yaitu Daya Sehat Sejahtera, Daya Tumbuh Usaha, dan Daya Tumbuh Komunitas. Daya melekat pada seluruh unit bisnis BTPN, yakni BTPN Purna Bakti yang merupakan unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat (MUR) yang merupakan unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro dan kecil, BTPN Mitra Bisnis melayani pelaku usaha kecil dan menengah, serta BTPN Sinaya sebagai unit bisnis pendanaan BTPN. Selain itu Daya juga diterapkan di anak perusahaan BTPN yaitu BTPN Syariah, yang fokus melayani komunitas pra sejahtera produktif. Untuk memaksimalkan peningkatan kualitas program Daya, BTPN menggandeng SB-IPB untuk ikut menyusun kurikulum pelatihan yang dibutuhkan nasabah. BTPN dan SB-IPB meyakini implementasi program Daya dapat meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup nasabah. Terlebih dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pelaku UMK harus terus didukung agar dapat meningkatkan daya saing mereka. “Menghadapi MEA, akses pelaku UMK akan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas usaha jelas amat dibutuhkan,” kata Arief Daryanto, Direktur Program Pascasarjana Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor. Selain itu menurut Arief, pelaku UMK juga masih banyak yang memerlukan pemahaman mengenai manajemen keuangan dan kemampuan manajerial. Berdasarkan hasil penelitian SB-IPB, minimnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan terbatasnya akses pasar juga merupakan kendala bagi pelaku UMK untuk mengembangkan usahanya.
Read More
Mengulas Kemampuan Layanan Terbaru Indosat Ooredoo
Baru-baru ini Indosat memperkenalkan layanan berbasis solusi yang digadang-gadang dapat mendukung pelanggan untuk megeksploraasi sumber pendapatan baru, optimalisasi biaya, dan kemudahan interaksi. Indosat Ooredoo, nama layanan yang baru saja diluncurkan Indosat di Jakarta awal Desember 2015. Layanan tersebut selain dapat melahirkan sumber pendapatan baru bagi pelanggan juga dalam mengoptimalkan biaya, dan memudahkan interaksi dengan end-customers melalui Dompetku, M2M, Managed Services, Paket Pro Talk dan Pro Smart, serta Unified Communication dan Pay-Up. Dompeku dan M2M dapat mendukung pelanggan bisnis mengembangkan sumber pendapatan baru (new revenue), produk Managed Services dan Paket Pro Talk dan Pro Smart dapat mengoptimalisasi dan efisiensi biaya,  sementara produk Unified Communication dan Pay-Up dapat membantu pelanggan untuk selalu terhubung dengan pelanggan end-customer menjadi lebih mudah dan interaktif. President Director & Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, dalam acara Indosat ooredoo ICT Conference 2015, menjelaskan, layanan terbaru yang diluncurkan tersebut sebagai bentuk dukungan para pelaku usaha nasional dalam mengadopsi berbagai perkembangan terkini di sekitar. “Adopsi ICT oleh dunia bisnis telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi, profitabilitas, valuasi pasar, dan pendapatan. Kami ingin menjadi mitra yang tepat bagi para pelaku usaha yang ingin mengimplementasikan teknologi dalam upaya mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, mengeksplorasi berbagai peluang usaha, sambil tentunya mengadirkan pengalaman terbaik bagi para pelanggan mereka,” kata Alexander. Indosat Ooredoo business lanjut Alexsander, tidak hanya menghadirkan infrastruktur dan layanan komunikasi seperti 4G mobile data dan internet, tetapi kedepan Indosat Ooredoo Business akan mengembangkan aplikasi digital dan big data untuk membantu  dunia usaha dalam utilitas dan analisa data serta aset. Pada kesempatan tersebut Indosat Ooredoo Business juga memperkenalkan Smart Connectivity yakni produk Value Added Service (VAS) yang digunakan untuk mengetahui, memonitor dan mengontrol penggunaan bandwidth semua layanan konektivitas berbasis IP di kantor pelanggan bisnis. “Misalnya ketika ingin melakukan video conference dengan kantor cabang yang membutuhkan kekuatan dan kecepatan jaringan yang lebih stabil,” jelas Alexander. Dikesempatan tersebut Indosat Ooredoo juga memperoleh sertifikat ISO 27001:2013, untuk information security management system yang memastikan tata kelola keamanan informasi untuk layanan konektifitas berbasis ID telah sesuai standar keamanan internasional. Sertifikat itu diserahkan oleh Anwar Siregar dari British Standard Institution (BSI) kepada Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale and Enterprise Officer Indosat ooredoo. Sebagaimana diketahui, Ooredoo sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi internasional terkemuka yang menyediakan layanan selular, telekomunikasi fixed line, internet broadband dan layanan bagi pelanggan korporasi, sesuai kebutuhan pelanggan ritel dan bisnis di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara. Perusahaan ini memiliki visi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan yakin bahwa layanannya dapat mendorong pertumbuhan bagi pelanggannya. Ooredoo telah hadir di Qatar, Kuwait, Oman, Algeria, Tunisia, Iraq, Palestina, Maldives, Myanmar, dan Indonesia.
Read More
Linksys Luncurkan Dua Router Terbaru
Teknologi terbaru WRT memiliki empat antena eksternal untuk menghasilkan cakupan nirkabel optimal di seluruh area rumah. Router tersebut telah memenuhi standar sertifikasi Wifi terbaru, yaitu 802.11ac. “AC merupakan teknologi wireless tercepat yang saat ini sudah diadopsi sejumlah perangkat seperti Xiaomi Mi 4i dan Samsung Note 4,” kata Kevin Kurniawan, Country Sales Manager Linksys Indonesia. Dengan kecepatan sampai dengan 1300 Mbps pada jaringan 5GHz dan 600 Mbps pada jaringan 2,4 GHz, WRT 1900 AC dibekali prosesor 1,3 GHz dual core berbasis ARM, memori 256 MB DDRAM, 128 MB memori flash dan eSATA serta port USB. Selain perangkat keras, router tersebut juga dilengkapi fitur perangkat lunak, di antaranya dukungan untuk layanan No-IP dynamic DNS. Linksys juga berencana untuk menambahkan fitur Wi-Fi Scheduling serta server VPN berbasis Open VPN ke dalam paket pembaruan firmware selanjutnya, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan koneksi jarak jauh yang aman dari manapun di seluruh dunia. Tidak jauh berbeda dengan WRT 1900AC, EA6350 juga dilengkapi dengan port USB3.0 untuk berbagi file dan menambah storage eksternal. Router tersebut juga dibekali empat Gigabit Ethernet Ports. Tidak hanya itu, Beamforming Technology juga disematkan dalam router yang memiliki dua antena itu. Teknologi tersebut membantu pengguna memperluas jangkauan Wi-Fi dengan mengeliminasi dead spots yang sebelumnya ada di lingkungan rumah. Beamforming Technology fokus pada pancaran sinyal Wi-Fi yang langsung mengarah ke perangkat-perangkat yang sedang digunakan, seperti smartphone, tablet ataupun laptop. WRT 1900AC dibandrol Rp 4.899.000, sementara EA6350 AC1200 ditawarkan dengan harga promo Rp 1.799.000. Head of Networking BU, Int’l Markets (APeA) for Linksys, Jaimohan Thampi mengatakan, peringatan hari raya di Indonesia identik dengan silaturahmi dan kebersamaan, banyak keluarga saling berkunjung dan berkumpul merayakan bersama keluarga atau kerabat terdekat. “Jadi kami menghadirkan Linksys EA6350 AC1200, untuk keluarga Indonesia untuk mendapatkan solusi terbaik dalam menggunakan banyak perangkat digital untuk menggunakan smartphone, tablet, atau game console baru dalam mengakses internet,” ujarnya. Menurutnya, perangkat ini sebagai solusi saat menikmati liburan bersama keluarga, dan kerabat, “Seperti bermain game online bersama, mengunduh film atau musik kesayangan, mengunggah foto atau video di sosial media, menikmati streaming video yang memerlukan dukungan Wifi dengan koneksi yang lancar dan kuat,” bebernya.Ia melanjutkan, teknologi Dual-Band berperforma tinggi dengan kecepatan data hingga N300 Mbps + AC867 Mbps, sehingga mampu menghadirkan koneksi yang semakin kuat dan sangat mendukung untuk aplikasi-aplikasi yang menuntut kuatnya koneksi seperti video streaming dan online gaming.
Read More
Indonesia Quality Expo ke-3 Kembali digelar November di JCC
Untuk yang ke 3 kalinya setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2013 dan 2014, Indonesia Quality Expo (IQE) 2015 kembali digelar pada November 2015 bertepatan dengan Bulan Mutu Nasional.  IQE 2015 merupakan ajang perayaan HARTEKNAS (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) yang ke 20 (1995-2015) dimana tahun ini mengambil tema “70 tahun Merdeka : Standar Mempercepat Transformasi Menuju Indonesia Lebih Baik”. Kepala Badan Standarisasi Nasional, Bambang Prasetya, menjelaskan, tema yang diangkat tersebut memiliki tiga tujuan yakni, pertama, mempertemukan seluruh stakeholder standardisasi untuk bertukar informasi serta sebagai wujud kebulatan tekad dalam memajukan perkembangan standardisasi di Indonesia. Kedua, menyajikan beragam produk ber-SNI dan atau standar internasional yang telah diakui dunia atau memiliki pangsa pasar internasional sebagai bentuk kesiapan Indonesia menyambut pasar bebas terutama pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 1 Januari 2016. Ketiga, mewujudkan Cinta Produk Dalam Negeri yang aman dan berkualitas serta mendorong industri barang dan jasa yang berdaya saing tinggi untuk menyambut pasar bebas terutama pemberlakuan MEA. Nantinya, kata Bambang, akan banyak pertemuan para stakeholder standardisasi baik dari kalangan produsen, konsumen, lembaga penilaian kesesuaian, perguruan tinggi, maupun pemerintah pusat dan daerah, juga dihadiri oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian atau Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, atau Lembaga Inspeksi, yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Ia melanjutkan, melalui pameran tersebut akan ditampilkan berbagai produk bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan atau standar internasional diantaranya ISO 9001/14000/50001/IEC/CAC. “Pengalaman Indonesia menyambut pemberlakuan ASEAN CHINA Free Trade Agreement/ACFTA pada tahun 2010 sudah seharusnya bisa membuat Indonesia semakin siap menyambut MEA. IQE 2015 diharapkan menjadi ajang pamer dan unjuk prestasi kepada masyarakat Indonesia atas kesiapan Indonesia menyambut MEA 2015,” papar Bambang. Sementara itu, Indonesia akan memberikan dorongan optimisme ke seluruh pihak untuk melakukan yang terbaik bagi produk Indonesia dan pertumbuhan industri nasional yang semakin kompetitif. Acara tersebut didukung oleh, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Perindustrian. Diselenggarakan selama 2 hari yakni 9 sampai 10 November di JCC, Jakarta, dengan berbagai agenda seperti, Seminar Nasional Standardisasi, Penganugrahan SNI Award 2015, Presentasi Produk Bersertifikat SNI, Seminar TBT – WTO, Lokakarya Pengembangan Distance Learning System, Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, Workshop Standar dan Skema Penilaian Kesesuaian Ekolabel, dan Launching Skema Akreditasi.
Read More
Restoran Ramen Ternama Yang Akan Ekspansi ke Indonesia
Try International Co., Ltd, sebuah perusahaan Jepang yang mengembangkan bisnis restoran spesialis miso ramen MISOYA berencana untuk melakukan ekspansi ke Indonesia yang merupakan negara ekspansi MISOYA di  ASEAN yang ketiga.   Sampai saat ini, Try International mengoperasikan 55 gerai di bawah nama brand Tadokoro Shoten dan brand lainnya dengan dengan total 58 gerai di Jepang dan 12 gerai di luar negeri di bawah nama brand MISOYA dengan total keseluruhan 70 gerai yang tersebar di Jepang (58), Amerika (5), Vietnam (1), Thailand (2), Kanada (1), Brazil (1), Macau (1), dan Taiwan (1).    Try International memiliki misi untuk memperkenalkan miso ke seluruh dunia. Miso sudah dikenal sejak dahulu kala oleh orang Jepang sebagai salah satu makanan sehat. Dapat dikatakan bahwa 50 % dari misi Try International adalah untuk memperkenalkan miso ramen ke seuluruh dunia, sedangkan 50% lagi adalah untuk menyebarkan khasiat preventif miso yang dipercaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.   Dengan semakin variatifnya jenis makanan yang ada, kandungan lemak dan garam yang dikonsumsi sehari-hari pun semakin tinggi yang merupakan penyebab utama obesitas. Budaya miso telah menyebar di Amerika, dimana obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius di negara tersebut. Try International membuka gerai MISOYA di New York dengan luas gerai 80? dan penjualan tahunan sebesar 900.000 USD (Rp 12.600.000.000).     Selain itu, MISOYA yang saat ini memiki seorang CEO,  Tadokoro Fumiyuki juga terdaftar dalam Michelin Recommended Guide selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2013 yang membuktikan bahwa rasanya digemari oleh banyak orang.   Try International memiliki rencana untuk menambah jumlah gerai sebanyak 9 gerai yang dioperasikan langsung dan  59 gerai franchise di dalam negeri, dan  6 gerai yang dioperasikan langsung dan 5 gerai franchise di luar negeri di masa mendatang.   Harada Atsuhiko selaku kepala divisi strategi luar negeri percaya bahwa dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, maka semakin banyak pula orang yang memperhatikan kesehatannya. “Dengan adanya khasiat miso yang baik bagi kesehatan, maka potensi kebutuhan miso di Indonesia juga tinggi, sehingga beliau memutusukan untuk melakukan ekspansi ke Indonesia,” katanya.   Try International berencana untuk ekspansi lewat dua brand yang berbeda. Sehubungan dengan hal tersebut Try International sudah mulai melakukan uji produksi sup miso dengan menggunakan miso halal dan menggunakan topping yang tidak mengandung babi, yang diperuntukkan bagi konsumen Muslim. Sementara ramen dengan menggunakan daging babi panggang atau dikenal juga dengan sebutan char siu yang direndam miso yang diperuntukkan bagi konsumen non Muslim.   Standar luas gerai MISOYA yaitu sekitar 100?, di dalamnya termasuk luas dapur 30? dan tempat duduk pengunjung seluas 70? dengan jumlah meja sebanyak 36 meja. Investasi awal yang dibutuhkan untuk membuka gerai di Jepang tidak termasuk deposit yaitu sekitar 23.000.000 yen (Rp 2.619.700.000).   Dengan jumlah penjualan tahunan sebesar 132.000.000 yen (Rp 15.180.000.000) dan laba usaha sebelum penyusutan sekitar 26.000.000 yen (Rp 3.036.000.000), maka pengembalian modal MISOYA adalah sekitar 0.86 tahun yang tergolong singkat.   Investasi di Jepang (tidak termasuk deposit) Detail Jumlah?tax excluded? Biaya interior & eksterior Rp 1.782.500.000 Biaya operasional lainnya. Rp 837.200.000 Total ??Rp 2.619.700.000   Standar laporan laba rugi yang digunakan di Jepang Detail Jumlah Rasio Penjualan Rp 15.180.000.000 100.0% Biaya  Rp 5.313.000.000 35.0% Biaya usaha Rp 6.831.000.000 45.0% Laba sebelum penyusutan Rp 3.036.000.000 20.0%   Investasi awal dan biaya operasi yang dibutuhkan untuk ekspansi di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk membuka gerai di Jepang, karenanya jangka waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal terbilang singkat.   Yang menjadi target market MISOYA yaitu kelas menengah atau middle class??A1?A2?B1?B2?C??SEC Classification?dan juga ekspatriat Jepang yang tinggal di Indonesia.   Try International selama ini telah melakukan ekspansi ke beberapa negara dengan struktur bisnis yang berbeda-beda, ada yang melalui manajemen langsung, Franchise maupun Joint Venture. Sehubungan dengan ekspansi ke Indonesia, Try International berharap untuk dapat mengembangkan bisnisnya lewat Franchise, namun untuk sekarang ini Try International memilih untuk berdiskusi dengan mitra bisnis berpotensial lebih lanjut upaya menentukan struktur bisnis yang paling sesuai dengan kedua belah pihak.   Sehubungan dengan pembukaan restoran di Indonesia, Try International akan membantu dalam hal riset bahan baku, pelatihan sebelum opening, pengembangan menu, pembuatan menu dan lainnya. Sedangkan mitra bisnis diharapkan untuk dapat memilih tempat yang sesuai untuk membuka gerai MISOYA, merekrut tenaga kerja dan operasional restoran.   Lama training yang dibutuhkan sebelum opening untuk membuka 1 gerai yaitu selama 2 bulan dan biasanya diwakili oleh 2 orang dan training dilakukan di Jepang. Ramen sudah dikenal baik oleh orang Indonesia, terutama beberapa tahun belakangan ini.  Dibandingkan dengan ramen yang sudah ada, miso ramen mengutamakan untuk menyajikan ramen yang baik bagi kesehatan, namun dengan rasa yang tidak perlu diragukan lagi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terdaftarnya dalam list Michelin Recommended Guide selama tiga tahun berturut-turut.   Dengan begitu, dapat dikatakan diferensiasi miso ramen dapat terlihat jelas dan memiliki kesempatan yang besar untuk dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Masa penentuan mitra bisnis direncanakan untuk dilakukan selama kurang lebih selama 6 bulan. Apabila anda berminat untuk menjadi mitra bisnis Try International, silahkan hubungi A-Nauts Co.,Ltd. agen perwakilan MISOYA Jepang. (Perhitungan menggunakan rate JPY1.0?IDR 115.0, USD 1.0= IDR 14.000).
Read More
Naruto Seimen, Restoran Udon Self-Service Berencana Ekspansi ke Indonesia
Saat memasuki restoran udon yang satu ini terlihat antrian pengunjung yang panjang, dan terlihat pula tempat merebus udon pada bagian depan restoran. Udon yang baru dibuat direbus pada saat pesanan masuk. Tersedia pula berbagai macam jenis tempura dan beberapa menu musiman lainnya. Itulah pemandangan yang tersaji di restoran Naruto Seimen yang menjadi salah satu favorit restoran di Jepang. Naruto Seimen adalah restoran udon dengan sistem self-service yang mulai dikenal banyak orang beberapa tahun belakangan ini. Pengunjung dijamin tidak akan merasa bosan dengan menu yang tersedia karena pengunjung dapat mengkombinasikan udon yang dipesan dengan tempura dan menu lainnya. Naruto Seimen dioperasikan oleh sebuah perusahaan Jepang bernama Ogawa Sougyo Co.,Ltd yang dipimpin oleh Ogawa Hideo. Setelah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengoperasikan restoran udon dengan sistem self-service dalam kurun waktu 5 tahun, Ogawa Sougyou siap melakukan ekspansi ke negara-negara ASEAN. Ogawa Sougyo memiliki sejarah yang panjang, perusahaan Jepang ini sudah berdiri sejak Genroku Era (tahun 1688 – 1704). Bermula sebagi penjual beras eceran, Ogawa Sougyo kemudian memperluas usahanya ke bidang lain. Usahanya di bidang food-service dimulai 17 tahun yang lalu, diawali dengan usaha franchise restoran yakiniku, izakaya dan jenis restoran lainnya. Setelah memahami seluk beluk operasional restoran, Ogawa Sougyou memiliki rencana untuk mendirikan franchise headquarter untuk mengoperasikan restoran set makanan Jepang, atau lebih dikenal dengan sebutan teishoku, namun pada akhirnya mereka lebih memilih untuk membuka restoran udon karena konsepnya yang simple dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Walaupun sekarang ini banyak sekali restoran yang menggunakan bahan pengawet pada hidangan yang disajikan, Ogawa Sougyo percaya bahwa dengan menyajikan udon yang menggunakan dashi atau kaldu alami tanpa bahan pengawet akan memberikan rasa aman kepada pengunjung untuk mengkonsumsi hidangan yang disajikan. Ogawa Sougyo sendiri memulai bisnis udon pada bulan November 2011. Naruto Seimen menyajikan “old-fashioned” udon. Kaldu untuk sup udon dibuat sendiri dengan menggunakan sarden kering khas Sanuki yang berasal dari Shikoku dan sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet sehingga sehat untuk dikonsumsi. Sarden kering tersebut kemudiap dipadukan dengan soy sauce khusus yang merupakan ciri khas udon yang berasal dari pulau Shikoku di Jepang. Untuk menghasilkan tekstur udon yang kenyal, adonan udon harus didiamkan sebanyak 2 kali selama kurang lebih 1 hari. Adonan udon untuk hari berikutnya biasanya disiapkan setelah jam makan siang atau di sela-sela waktu luang hari sebelumnya. Pada saat pesanan masuk, udon dapat disajikan dalam waktu singkat karena pada dasarnya udon sudah disiapkan, hanya tinggal direbus pada saat pesanan masuk. Rata-rata lama waktu pengunjung menyantap udon di Jepang adalah 15 menit. Dapat dikatakan walaupun harganya terjangkau, turnover pengunjung juga cepat sehingga tidak dibutuhkan space yang luas. Luas restoran Naruto Seimen di Jepan kira-kira 200 m2, namun karena tingginya turnover pengunjung, efektivitas luas restoran yang dibutuhkan sekitar 130 m2. Rata-rata penjualanan per tahun pada restoran yang letaknya di sisi jalan yaitu sekitar 80.000.000 yen (atau kurang lebih Rp 88.400.000). Angka penjualan diekspektasikan dapat meningkat sebesar 150% apabila restoran terletak di dalam shopping mall di kota-kota besar. Yang menjadi kelebihan Naruto Seimen bukan hanya tingginya turnover pengunjung, namun juga rendahnya rasio biaya dibandingkan kebanyakan restoran yaitu sebesar 26%, atau 10% lebih rendah dibandingkan kebanyakan restoran. Selain itu, dapat dikatakan biaya tenaga kerja di Jepang jauh lebih tinggi dibandingkan biaya tenaga kerja di Indonesia, hal ini juga tentu saja dapat membantu meningkatkan rasio laba terhadap penjualan sebanyak kurang lebih 10%. Dalam waktu dekat, Naruto Seimen berencana untuk mencari mitra bisnis untuk bekerja sama membangun merek Naruto Seimen di Indonesia. Atas dasar pertimbangan aspek-aspek dasar seperti pembelian atau procurement bahan baku, test marketing, logistik, dan aspek lainnya yang diperlukan upaya melakukan ekspansi ke Indonesia, Naruto Seimen berencana untuk melakukan ekspansi lewat peluang bisnis dengan ketentuan yaitu franchise fee sebesar 5.000 USD dan 2% royalti dari total penjualan untuk mengembangkan 5 gerai Naruto Seimen di Indonesia. Untuk ke depannya, Naruto berharap untuk dapat bekerja sama dengan mitra bisnis dengan bentuk kerja sama, franchise fee, royalti yang sesuai dengan value brand Naruto Seimen. Di Indonesia sendiri restoran udon dengan sistem self-service seperti ini sudah terbukti kesuksesannya dan dapat dijadikan referensi bagi siapa saja yang berminat untuk bekerja sama mengembangkan Naruto Seimen.
Read More
Buono Italia, Restoran Italia dengan Sistem Order-Buffet dari Jepang Siap Ekspansi ke Indonesia
Tachibana, yang dikenal sabagai King of Pirate dari Nagoya oleh orang-orang sekitarnya berencana melakukan ekspansi melalui Business Opportunities ke Indonesia. Tachibana yang merupakan owner sekaligus chef perusahaan Le coeur Co.,Ltd telah menjelajahi banyak negara upaya megejar mimpinya dengan berpegang teguh pada prinsip hidupnya. Buono Italia yang didirikan oleh Tachibana memiliki konsep restoran Italia yang menyenangkan dengan misi memberikan pengalaman makan yang tidak terlupakan bagi pengunjung yang datang. Hal tersebut terlihat pada saat kami berkunjung ke Buono Italia di Jepang. restoran dipenuhi oleh keluarga, anak muda dan juga pasangan muda yang terlihat sedang menikmati hidangan yang disajikan. Memulai karirnya sebagai chef, Tachibana terplilih sebagai top 1000 chef in the world pada Terra Mardre yang diselenggarakan oleh The Food Communities Network di Torino, Italia. Sesibuk apapun, Tachibana selalu menyempatkan diri untuk pergi ke Italia setiap tahunnya pada bulan Agustus dan September untuk menyeleksi langsung tomat dari sebuah perkebunan tomat di Italia yang kemudian digunakan untuk memproduksi saus tomat original. Semua makanan di Buono Italia menggunakan bahan-bahan terpilih yang diolah dengan keahlian masak para chef yang sudah terbukti. Bukan hanya hidangan yang disiapkan oleh chef bertalenta dan bahan makanan terpilih yang menarik perhatian pengunjung yang datang, namun sistem order buffet juga mendapatkan respon yang baik dari pengunjung. Pengunjung dapat menikmati semua hidangan yang ada sepuasnya, selain itu semua hidangan mulai dari spaghetti, pizza, dan juga makanan lainnya baru dimasak pada saat pesanan masuk. Melalui sistem order buffet ini, Buono Italia selalu berupaya untuk menghidangkan makanan ketika masih hangat tanpa ada batasan waktu untuk menikmati hidangan yang disajikan. Pada saat gerai pertama di Tokyo dibuka, sekitar 150 sampai 200 orang mengantri untuk mencoba restoran buffet style baru ini, namun sampai jam 22:00 pun antrian tetap panjang dan pada akhirnya restoran baru bias ditutup jam 02:00 pagi. Namun begitu, Tachibana tidak mengubah sistem order buffet tanpa time limit yang sudah diterapkannya tersebut. Ia berpendapat bahwa dengan membatasi waktu makan pengujung, maka hal tersebut membuat pengunjung tidak dapat menikmati hidangan sepenuhnya karena harus selalu memperhatikan waktu. Ia percaya bahwa pengunjung yang tidak dapat masuk karena antrian yang panjang pasti akan kembali lagi di lain kesempatan, namun apabila pengunjung tidak dapat menikmati makan yang disajikan, maka mereka tidak akan datang kembali. Tachibana menerapkan sistem order buffet tanpa limit waktu agar pengunjung dapat mencoba berbagai macam jenis makanan dengan harga yang terjangkau. Semua makanan disajikan setengah porsi dengan tujuan agar pengunjung dapat mencoba menu lainnya yang berjumlah 50 macam lebih. Pasta yang digunakan untuk spaghetti di Buono Italia sangat kenyal, pizza nya juga dipanggang ala pizza Napoli sehingga teksturnya garing di luar dan lembut di dalam. Semua kelezatan hidangan tersebut dapat dinikmati pada saat masih hangat di Buono Italia. Menu utama, atau disebut juga Grand Menu diperbaharui setahun sekali, selain itu ada juga menu seasonal yang diganti dua bulan sekali. Pergantian menu yang cukup sering ini memang terdengar sulit untuk dilakukan, namun franchisor memastikan untuk menyediakan pelatihan setiap bulannya dan juga memberikan pelatihan khusus untuk menu seasonal. Selain itu, pelatihan dasar juga diadakan setiap tahunnya oleh pihak franchisor pada saat adanya pembaruan pada grand menu. Saat ini, di Jepang sendiri sudah ada 50 gerai Buono Itali. Tachibana akan terus mengekspansi bisnisnya di negeri Sakura, namun di saat yang bersamaan ia juga akan memulai ekspansi ke Indonesia lewat business opportunity. Alasan Tachibana untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia yaitu agar penduduk Indonesia yang jumlahnya dua kali lipat dibandingkan penduduk Jepang dan terus berkembang setiap tahunnya juga dapat menikmati pengalaman makan di Buono Italia. Karenanya Tachibana ingin mencari mitra bisnis yang memiliki misi yang sama yaitu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung dan memahami standar layanan dan kualitas produk yang ditawarkan oleh Buono Italia. Upaya menenemukan mitra bisnis yang tepat, Tachibana memutuskan untuk memberikan tawaran untuk membuka 3 gerai Buono Italia di Indonesia dengan franchise fee sebesar 5.000USD dan royalti sebesar 2.0% dengan. Dengan begitu, mitra bisnis ini berhak untuk membuka gerai Buono Italia di Indonesia dengan royalty dan franchise fee yang terjangkau. Dengan franchise fee dan royalti fee yang cukup rendah, Tachibana berharap agar pelatihan staff dapat dilakukan di Jepang selama kurang lebih tiga bulan untuk memastikan staff mendapatkan pelatihan dari chef berpengalaman di Jepang agar nantinya dapat mengoperasikan gerai di Indonesia sesuai dengan standar kualitas yang sama seperti di Jepang. Biaya-biaya yang dibutuhkan untuk membuka gerai di Jepang yaitu franchise fee sebesar 4.000.000 yen (tidak termasuk pajak), insurance fee 1.000.000 yen dan opening support fee sebesar 400.000 yen dengan total 5.400.000 yen yang dibayarkan kepada franchisor. Selain itu, ditetapkan pula royalti sebesar 3% dari penjualan. Standar untuk luas restoran Buono Italia di Jepang yaitu sekitar 260 m2, yang mencakup 60 m2 luas dapur dalam dan 200 m2 luas area pengunjung yang dapat memuat kira-kira 100 tempat duduk. Gerai dengan skala tersebut biasanya dapat menghasilkan annual sales sekitar Rp 11.125.000.000. Pada saat peak hour biasanya dibutuhkan staff sebanyak 5 orang untuk dapat mengoperasikan restoran secara efektif upaya menghasilkan profit yang cukup besar. Kesempatan usaha membuka restoran lewat BO, dimana pengunjung dapat menikmati hidangan yang disiapkan oleh chef handal sepuasnya tanpa ada batas waktu di Jepang sendiri pun masih jarang. Tachibana percaya bahwa ekspansi ke Indonesia lewat Business Opportunity (BO) dapat berjalan dengan baik.
Read More
Andalkan Honey Chicken Ball Sebagai Produk Unggulannya
Kkuldak meramaikan pasar Korean chicken yang tengah menjalar di Indonesia beberapa tahun ini. Kkuldak mengandalkan menu honey chicken ball sebagai diferensiasinya. Seperti apa? Belakangan ini kuliner Korea memang tengah getol masuk ke Indonesia. Salah satu kuliner Korea yang tengah digemari adalah ayam. Korea boleh berbangga dengan kuliner chicken-nya, karena beberapa resto Korean chicken berhasil mencuri pasar Indonesia. Sebut saja Lotteria, BonChon Chicken, Kyochon, dan sebagainya. Merek-merek tersebut berhasil memikat konsumen Indonesia. Restoran ayam Korea ini seolah menjadi alternatif kuliner fried chicken asal Amrik yang mendominasi puluhan tahun di pasar Indonesia. Maka beberapa pemain Korea pun mulai banyak melirik pasar Indonesia. Salah satunya adalah Kkuldak. Franchise chicken asal Korea ini baru masuk ke Indonesia pada Desember, 2013 lalu. Meski demikian restoran ini cukup berhasil melakukan penetrasi pasar. Dalam sehari Kkuldak bisa menjual rata-rata sekitar 200 cup. Jumlah cup yang terjual tersebut cukup tinggi untuk restoran yang baru satu tahun beroperasi. Kehadiran Kkuldak tentu saja menjadi alternatif lain bagi penyuka chicken Korea. Sebab restoran ini mengusung honey chicken ball sebagai produk andalannya. Produk ini juga cocok dengan selera konsumen Indonesia. “Kita mengusung honey chicken sebagai produk unggulannya. Kebetulan masyarakat kita senang dengan yang manis-manis, jadi cocok lah,” ujar Lydia Sani, Account Manager Kkuldak Indonesia. Ia mengatakan, ada empat menu chicken unggulan Kkuldak yang ditawarkan kepada customer, yaitu Original Honey Chicken, Spicy Honey Chicken, Sweet & Sour Honey Chicken, dan Peanut Karage Honey Chicken. “Tapi yang paling laku saat ini Original Honey Chicken dan Spicy Honey Chicken. Di dalam cup itu sudah dikombinasi dengan tteokbokki rice dan tteokbokki kentang goreng,” ucapnya. Dijelaskan, rasa empat menu tersebut sudah diolah menyesuaikan selera orang Indonesia. Ada rasa asam manis, juga ada teriyaki sudah diadaptasi oleh Kkuldak. “Jadi tteokbokki itu kan khasnya Korea dan cukup kenyang untuk dimakan. Sekarang masih kombinasi antara tteokbokki dengan ayam saja. Ke depannya kita juga akan mengeluarkan menu bento,” pungkasnya. Saat ini, kata Lydia, Kkuldak sudah memiliki tiga gerai yang berdiri di Baywalk Mall, Grand Indonesia, dan Mal Kelapa Gading III. Dalam waktu dekat Kkuldak akan membuka beberapa gerai di mal-mal Indonesia, baik dengan buka cabang sendiri maupun lewat franchise. Master franchise Kkuldak di Indonesia dipegang oleh PT Hanabel Indomarga. Konsep restoran Kkuldak, menurut Lydia agak berbeda dengan restoran di Korea. Jika di Korea lebih mengusung konsep take and go, atau bayar langsung pergi tanpa disediakan tempat makan, maka di Indonesia Kkuldak menyediakan tempat duduk untuk nongkrong. “Konsep kita lebih kepada snacking dan come and go, jadi bukan makan besar. Tapi karena orang Indonesia suka nongkrong ya kita sediakan beberapa tempat duduk karena segmen pasar kita kan di usia 20-35. Usia orang-orang yang memang senang nongkrong,” tambahnya. Di Korea sendiri Kkuldak berdiri sejak 2012 dan sudah memiliki kurang lebih 200 gerai tersebar hampir di seluruh wilayah Korea. Tidak heran jika franchise ini mendapatkan berbagai pernghargaan. Salah satunya adalah meraih Korea Franchise Business Award, Korea Brand Power Award tahun 2013-2014. Merek ini juga sudah meraih HACCP dan ISO versi Korea. Sekedar informasi, Kkuldak didirikan oleh Cho Dong Min, yang saat ini menjadi ketua Korea Franchise Association. Perusahaan ini bernaung di bawah holding DaeDae FC Co., Ltd. yang sudah berdiri sejak 28 tahun lalu. Selain di Indonesia, Kkuldak sudah merambah pasar Singapura, China dan Vietnam.
Read More
CMA Mental Arithmetic Bermodalkan Sempoa, Lembaga Kursus ini Sukses di 18 Negara
CMA Mental Arithmetic adalah nama lembaga kursus tersebut. Didirikan di Taiwan pada tahun 1984. Lembaga kursus yang juga menawarkan sistem franchise ini telah hadir di benua Asia, Amerika, Africa hingga Eropa. Antara lain Australia, Canada, China, Egypt, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, New Zealand, Nigeria, Philippines, Singapore, Sudan, Taiwan, Thailand, Turkey, UAE, dan USA. Uniknya, CMA mempertahankan sistem belajar tradisional yaitu menghitung menggunakan Sempoa 2 tangan. CMA percaya, dengan sistem dua tangan itu akan membantu meningkatkan konsentrasi, kemampuan multi-sensori anak, daya ingat anak, dan mampu berhitung dengan mudah dan cepat. Di CMA, anak diperkenalkan tentang konsep matematika dengan mudah dan menyenangkan. Setiap anak dilatih untuk memahami konsep sempoa terlebih dahulu. Setelah menguasai penggunaan sempoa dan konsepnya secara perlahan anak dilatih untuk menghitung menggunakan pikirannya dengan membayangkan sempoa di kepala sehingga konsepnya melekat di otak dengan kuat. Dengan metode ini, disamping anak bisa belajar matematika dengan mudah dan menyenangkan, konsentrasi dan daya ingat yang lebih tajam pun tercapai. Disinilah metode CMA terbukti untuk mengoptimalkan fungsi kerja otak anak secara menyeluruh. Prescella ANG, Chief Executive Officer, CMA Indonesia, mengatakan, metode kursus ala CMA tersebut telah terbukti disejumlah negara termasuk Indonesia. “Pada intinya metode sempoa dua tangan ini akan membantu mengembangkan otak kiri dan kanan anak secara menyeluruh. Karena ada sebagian orang tua murid yang bertanya kalau sudah bisa berhitung hanya dengan satu tangan kenapa mesti dua tangan, nah alasannya itu tadi untuk keseimbangan pertumbuhan otak kiri dan kanan anak,” kata Prescella. Jika dibandingkan kursus-kursus yang lain, CMA memiliki beberapa kelebihan dan keunikan, seperti sistem sempoa 2 tangan sehingga hasil yang didapat lebih akurat dan cepat, tidak hanya fokus pada kemampuan kalkulasi semata, tetapi juga mengembangkan kemampuan multi-sensori otak anak; merupakan lembaga kursus sempoa pertama didunia yang juga menggunakan multi-media dan online learning, sehingga anak anak dapat belajar and latihan tidak hanya dikelas tetapi juga bisa belajar dengan fun dimanapun mereka berada, program CMA diajarkan sesuai kemampuan dan progress belajar anak masing masing. Di Indonesia sendiri sejak masuk pada tahun 2011, CMA telah memiliki lebih dari 10 outlet, yaitu Pantai Indah Kapuk, Sunter, Kelapa Gading, Gajah Mada, Kota Harapan Indah Bekasi, Gading Serpong, Greenville, Puri, BSD City, dan Citra 6 (Jakarta Barat) yang akan dibuka tahun ini. CMA akan melakukan eskpansi secara aktif ke berbagai kota di luar Jakarta untuk mendukung solusi pendidikan di Indonesia melalu belajar sempoa 2 tangan yang lebih efektif dan efisien.Dengan track record lebih dari 30 tahun, tidak terlalu sulit melakukan penetrasi pasar di Indonesia mengingat nama CMA telah dikenal disejumlah negara termasuk beberapa negara tetangga Indonesia. “Kita memang diuntungkan dengan brand yang sudah cukup kuat dibeberapa negara, sehingga hanya butuh sentuhan sedikit dari sisi marketing agar bisa sukses. Dan terbukti dengan adanya 10 outlet selama 4 tahun di Indonesia mengindikasikan bahwa metode yang kita ajarkan ini sangat diterima dengan baik oleh masyarakat karena telah terbukti hasilnya kepada anak,” papar Prescella. CMA juga memiliki sejumlah event rutin baik bulanan maupun tahunan yang levelnya internasional. Dimana event tersebut menghubungkan antara para murid CMA diberbagai negara untuk ikut menguji kemampuan berhitungnya di level internasional. “Kita ada juga metode belajar online yang terkoneksi dengan murid-murid CMA seluruh negara, mereka kami beri user id untuk melakukan latihan soal-soal secara online dan kapanpun serta dimanapun mereka mau belajar, bisa dilakukan dan itu termonitor oleh sistem pusat secara lengkap,” jelas Prescella. Investasi franchise bisnis ini berkisar Rp 400 juta sampai Rp 600 juta (jika termasuk sewa tempat atau ruko) dengan masa pengembalian modal berkisar 2 sampai 3 tahun. Syarat calon franchise adalah memiliki minat usaha dibidang pendidikan dan bersedia menjalankan serta mengembangkan bisnis sesuai visi CMA di bantu dengan bimbingan menyeluruh dari kantor pusat, termasuk support dari segi marketing, manajemen dan operasional, dan training.
Read More
Zahra Turkish Ice Cream Es krim yang Menggoda Customer Lewat Atraksi
Sesuai namanya Zahra Turkish Ice Cream memang berasal dari Turki yang dikenal dengan nama dondurma. Bahan utama es krim ini adalah 100% susu, gula, mastic resin dari pohon cemara, serta campuran krim yang terbuat dari akar sejenis anggrek liar dari Turki. Di outlet ice cream ini memang tidak menyediakan kursi dan bangku untuk para pembelinya. Alih-alih berharap menemukan sebuah tempat hangout yang seru, Zahra Turkish Ice Cream hanyalah sebuah kedai dengan luas tak lebih dari sebuah kios saat acara bazar berlangsung. Lantas apakah yang membuat pengunjung rela mengantri? entertaining, itulah jawabannya! Anda akan disuguhi atraksi yang menggelitik, dan sedikit menyebalkan saat menerima scoop es krim dalam cone. Bayangkan jika kita dihadapkan dengan seorang penjual es krim dengan muka jenaka, dan berkostum seperti Aladdin, yang kemudian memainkan sebuah trik untuk mengelabui Anda saat menerima es krim. Dimana Anda telah merasa menerima eskrim dengan benar, sementara saat ingin menjilat es krim, dan ternyata hanya sebuah cone kosong tanpa es krim di dalamnya. Begitulah kira-kira salah satu atraksi yang dihadirkan oleh Zahra Turkish Ice Cream. Tak heran bukan, jika canda dan tawa kadang terdengar saat atraksi berlangsung. Bahkan tak sedikit juga yang mengabadikannya dalam bentuk foto dan video, untuk kemudian mengunggahnya ke situs jejaring sosial. Namun disamping atraksi yang memikat, Zahra Turkish Ice Cream juga memiliki rasa yang membuat para konsumennya rela kembali untuk mengantri dan “dikelabui” kembali oleh penjualnya. Zahra Turkish Ice Cream menggunakan bahan baku susu sapi murni. Bisa dibilang Zahra Turkish Ice Cream merupakan pionir es krim asal Turki yang ada di Indonesia. Yang menarik tekstur es krim Turki sangat elastis, lentur, dan tidak mudah mencair. Hal tersebut karena komposisi Zahra Turkish Ice Cream tidak menggunakan air sama sekali (water less). Jika terdapat kandungan air sedikit saja maka es krim Zahra tidak akan jadi, karena air akan mengkristal ketika dibekukan dan begitu keluar freezer akan cepat cair. Hal itulah yang membuat es krim ini seakan lengket di cone, sehingga tidak akan jatuh meskipun dibolak-balikkan. Zahra Turkish Ice Cream menawarkan 18 varian rasa dengan beberapa rasa favorit seperti Vanilla, Hazelnut, Coconut, Mango, Apple, Lemon, Melon, Green Tea, Cokelat, Strawberry, Orange, Choco Chips, Tiramisu, Durian, dan Kiwi. Untuk menikmati Zahra Turkish Ice Cream, pelanggan hanya harus membayar seharga Rp 35 ribu/cone. Zahra Turkish Ice Cream mampu menjual minimal 1000 cone/minggu dengan omzet mencapai puluhan juta tiap harinya. Investasi yang dibutuhkan untuk menjadi franchisee Zahra Turkish Ice Cream sebesar Rp 180 – 200 juta. Investasi tersebut juga sudah termasuk lisence fee sebesar Rp 50 juta yang berlaku untuk kontrak kerjasama selama 5 tahun yang dapat diperpanjang dengan membayar kembali lisence fee untuk kontrak kerjasama 5 tahun berikutnya. Seperti sistem Franchise pada umumnya, franchisee akan dikenakan royalty fee sebesar 5% dari omzet setiap bulannya. Untuk menarik pembeli dan meningkatkan penjualan, Franchisee akan di support dengan dihadirkannya penjual es krim langsung dari Turki selama beberapa hari tanpa dikenakan biaya tambahan.Hingga saat ini outlet Zahra Turkish Ice Cream terletak di Gandaria City, Kota Kasablanka dan Summarecon Mall Bekasi.  
Read More
Eastons Property, Franchise Broker Property dari Inggris
Pada 1974, Edward W. Easton mendirikan Easton Group di Miami, Florida. Dengan kerja keras dan perencanaan yang matang, serta berpikir besar ia berhasil membangun kepercayaan kepada para klien. Perusahaannya menjadi broker property terkemuka di wilayah tersebut dan mulai memasarkan franchisenya yang berbasis di Inggris. Nama Eastons identik dengan tingkat pelayanan tertinggi, kesuksesan dan integritas. Para karyawan dengan seia menjalankan nilai-nilai inti di mana The Easton Group didirikan. Di Indonesia, Eastons Property juga sukses menjadi salah satu franchise broker property yang melayani banyak klien. Budi Utama selaku pemegang master franchise Eastons Indonesia sudah sejak15 tahun silam memegang franchise ini. pada tahun 2010 Budi meningkatkan status kerja samanya menjadi master franchise dan mematenkan merek Eastons Indonesia. Di tangannya Eastons sukses menawarkan jasa broker yang ditawarkan kepada klien mulai dari rumah, apartemen, gedung, hingga hotel. Budi mengaku rumah masih merupakan produk properti yang paling banyak ia layani, karena memang paling banyak dicari masyarakat. Untuk harga jual maupun sewanya bervariasi mulai dari ratusan juta hingga di atas Rp 2 miliar. Dari pengalaman yang ada, saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menyewa dibandingkan untuk membeli berbagai produk properti yang ditawarkan. Untuk menyiasati harga property yang semakin tinggi, menurut Budi, Eastons bekerja sama dengan beberapa bank terkemuka yang menyediakan kredit pembelian rumah (KPR) seperti BCA, UOB, CIMB Niaga, Panin BANK, Mandiri, BRI dan beberapa bank lainnya. Budi mengatakan, untuk mengembangkan bisnisnya, Eastons Indonesia membuka kesempatan kerja sama kepada investor. Bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi franchisee, ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya investasi Rp 150 juta. Dengan investasi tersebut, franchisee akan mendapatkan berbagai keperluan usaha mulai dari perangkat usaha, sistem, papan merek, atribut, hak pakai merek, software, pelatihan, konsultasi, sistem prosedur, dan perlengkapan operasional. “Biaya tersebut di luar biaya sewa tempat, furnitur serta perlengkapan komputer,” bebernya. Menurutnya, pihak franchisee harus menyediakan karyawan sendiri yang akan diberikan pelatihan selama tiga hari oleh pihak pusat. “Teorinya tiga hari, tapi pada prakteknya, franchisee akan terus mendapatkan pelatihan hingga karyawan siap diterjunkan kelapangan,” katanya. Budi menjelaskan, dari hasil transaksi jual beli atau sewa properti, franchisee akan mendapatkan keuntungan sebesar 3% untuk jual-beli dan 5% untuk sewa. “Melihat pengalaman yang sudah ada, pihak Eastons Indonesia memberikan asumsi balik modal yang bisa dicapai sekitar 1 tahun. Balik modal tersebut bisa dicapai bila franchisee bisa mendapatkan omset sekitar Rp 3 miliar,” tuturnya. “Peruntungan dari omset tersebut franchisee akan mendapatkan keuntungan 1% hingga 5 %. Kalau omset semua tergantung franchisee, jika mereka benar-benar menjalankan dengan baik bisa meraup omzet diatas Rp 3 miliar, namun kalau santai paling omset yang didapat ratusan juta saja,” jelasnya lagi. Saat ini Eastons Indonesia sudah memiliki 16 franchisee yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. “Lokasi yang kita sarankan pada calon franchisee adalah berada di pinggir jalan utama dan memiliki area yang padat penduduknya, seperti dekat perkantoran, area perbelanjaan,” tutupnya.
Read More
ICE MANIAS, Franchise Ice Cream “Goreng” Asal Thailand
Bagi penyuka ice cream dan ingin menikmati sensasi berbeda cobalah Ice Manias. Berbeda dengan ice cream yang dikenal selama ini, Ice Manias tidak menjajakan ice cream yang langsung disajikan kepada customer. Di Ice Manias, customer akan disuguhkan proses pembuatan ice cream di atas sebuah loyang. Tak ubahnya menggoreng sebuah martabak, cuma bedanya loyang tersebut di atas pendingin, ice cream pun digoreng di atas loyang dengan cara menuangkan bahan baku berbentuk cair. Setelah cairan tersebut membeku lalu dicacah hingga halus oleh sebuah pisau berbentuk segitiga yang ujungnya tidak lancip. Kemudian, ice cream pun membeku hingga ditekan ke seluruh permukaan loyang hingga tipis. Setelah itu, ice cream dikuliti dari Loyang hingga membentuk roll. Ada sekitar 5 potong roll ice cream yang sudah diisi dengan berbagai varian rasa. Ice cream berbentuk roll itupun dihidangkan dalam sebuah cup dilengkapi berbagai topping. Itulah sekelumit keunikan Ice Manias asal Thailand yang dibawa Ricky Fernando ke Indonesia pada November 2013 lalu. Ice Manias sendiri didirikan oleh Mr. Chairat Honarongsiri di Thailand pada 2010. Saat ini Ice Manias sudah memiliki 200 gerai di Thailand dan menjadi salah satu kuliner ice cream yang paling diminati di negeri Gajah Putih itu. Di Indonesia sendiri, Ice Manias cukup berhasil diterima masyarakat. Gerai pertamanya di Indonesia berdiri di Tunjungan Plaza Surabaya. Lokasinya di Tunjungan Plaza 3 lantai 5 depan food court masih ada sampai sekarang. “Respon awal masyarakat masih bingung ini produk apa. Banyak yang mengira ini jualan kue. Tetapi begitu mereka sudah mengerti, respon yang didapat sangat bagus dari masyarakat,” ujar Ricky. Sampai saat ini, Ice Manias sudah memiliki 5 gerai di Tunjungan Plaza 3 lantai 5 (Surabaya), Istana Plaza (Bandung), Thamrin Plaza di dalam food court (Medan), Jogja City Mall (Jogjakarta), Galaxy Mall (Surabaya). Ide membawa franchise ini ke Indonesia berasal dari istri Ricky yang asal Thailand. “Istri saya adalah orang Thailand dan memberikan info kepada saya bahwa Ice Manias di Thailand sedang populer dan belum ada di Indonesia. Akhirnyakami pun tertarik membawa Ice Manias ke sini dan menjadi master franchisenya di Indonesia,” terangnya. Ricky menjelaskan, selain proses pembuatannya, keunikan Ice Manias juga adalah disediakan pilihan kepada konsumen untuk mengkreasi es krim sendiri sesuai kemauan mereka. Jika tidak mau repot bisa memilih juga menu paket yang sudah disediakan. “Apabila ingin membuat kreasi sendiri ikuti step 1-4 (pilih rasa dasar ice cream, pilih dua buah topping, pilih jenis saus, pilih pakai whipped cream atau tidak). Jika tidak mau repot bisalangsung memilih 10 jenis menu paket,” paparnya. Beberapa produk unggulan Ice Manias yaitu Chocky Oreo dan Brownies Chip (untuk menu paket). “Harganya sekitar Rp 28 ribu per cup. Jika ingin menambah topping (di luar dua topping yang sudah include) dikenakan 2,000 rupiah per-topping tambahan,” kata Ricky seraya berkata, “produk kita merupakan yang pertama di Indonesia. Bahan baku juga berkualitas (diimpor dari Thailand), rasa tidak eneg,” Ice Manias menawarkan peluang franchise dengan investasi Rp 185 juta. Investasi tersebut sudah termasuk mesin, komputer, software, cash drawer, celemek, training dan design booth (biaya pembuatan booth di luar itu). Franchisee nantinya akan diberikan training awal baik berupa cara membuat es krim maupun operasional. Lalu berapa lama BEP-nya? “Kami satu-satunya franchise yang tidak pernah mau menjanjikan BEP karena hal itu sangat relatif dan sulit diprediksi. Kebanyakan bisnis yang menjanjikan BEP hanya memberikan janji manis dan kenyataan di luar itu. Kami hanya bisa membantu memberikan rumusan untuk menghitung BEP bagi calon franchisee dan keputusan akhir tetap di tangan calon franchisee. No royalty fee, hanya franchisee fee Rp 20 juta per tahun mulai tahun kedua (tahun pertama free),” ujar Ricky. Zaziri
Read More
Terminix Franchise Pembasmi Hama dari Amerika
Terminix merupakan merek franchise dari Amerika. Perusahaan pembasmi hama ini sudah beroperasi  di 47 negara bagian Amerika serta 22 Negara di dunia dengan 2,8 Juta Pelanggan. Diantara merek franchise dari Amerika, Terminix merupakan franchise yang belum diketahui banyak publik Indonesia. Padahal, Terminix sudah lama beroperasi di Indonesia dan menorehkan kinerja yang baik. Tengok saja pertumbuhan bisnisnya. Saat ini, cabang bisnis Termnix sudah merambah ke berbagai daerah. Terminix memiliki sekitar 32 cabang. Sekitar 11 di Jabodetabek, 8  di Jawa,  5 di  Sumatra, 2 Bali + NTB, 2 Sulawesi, 2 Kalimantan dan 2 Papua dan 1 cabang Malaysia. Berbagai cabang Terminix mendapat respon pasar yang baik di daerah tersebut. Tak heran jika Terminix pun diganjar berbagai pernghargaan. Diantaranya sebagai Zero Accident 2011, Best Residensial Pest Solution Majalah iDea 2011, Best Social Marketing Award 2014 Majalah Marketing, dan yang terkini Top Brand Award 2014-2015 dari Majalah Marketing. Terminix sendiri mulai beroperasi di Indonesia pada 29 Oktober, 1995. Kantor perwakilan cabang pertamanya berdiri di Pejaten, Jakarta Selatan. Yang membawa franchise ini ke Indonesia adalah Bapak Tatang Bengardi. Alasan dia tertarik mengambil Terminix adalah karena merek ini sudah mendunia di bisnis pest control. Terminxik dibawa ke Indonesia oleh  Agricon Group - Bogor, yang kemudian mendirikan anak Perusahan PT. Agricon Putra Citra Optima, tahun 2002. Ketika awal beroperasi, respon pasar cukup antusias terhadap produk dan layanan Terminix. “Namun konsumen perlu diedukasi akan manfaat jasa pest control, khususnya di segmen residensial dan retail komersial. Sesuai dengan filosofi yang kami miliki yaitu “melindungi anda dan milik anda dari hama”,” ujar Fauzan Muda Aman, Marketing Manager Terminix. Dijelaskan, beberapa layanan yang ditawarkan Terminix adalah Termite Control (Pengedalian Rayap) dengan Produk TTM – Terminix Termite Management dan TLBS – Terminix Liquid Barrier Sytem,  Jasa Berlangganan Pest Control (Pengendalian Hama) dengan Produk GPM – General Pest Management (Tikus dan Serangga), EPM – Exotic Pest Management ( Hama Musiman – Kutubusuk, Tawon, Laba-laba dll), dan TOTS – Terminix One Time Service ( Khusus Jasa Sekali kunjungan). “Produk unggulannya adalah Pest Control Segmen Residensial dengan Harga Terjangkau ( Rate Card Perkota Per luas Bangunan) dan  area layanan yang luas, dengan keunikan: Menjamin Bebas Hama Tanpa Merepotkan,” jelasnya. Selain melakukan inovasi jasa layanan, pelatihan yang berkesinambungan, kata Fauzan, strategi bisnis yang dikembangkan Terminix ialah melakukan penetrasi ke segmen pasar Residensial, sehingga semakin dikenal oleh pengguna langsung. “Selain memaintain segmen komersial (Industri, Horeka, FaSum & FaSos), kita juga melakukan marketing komukasi dengan Style Kartun,” bebernya. Selain itu, katanya lagi, secara berkala Terminix menjual dengan gerai/booth pada event khusus di komunitas, asosiasi, sekolah dan pelanggan. “Kita juga menjual ke agen-agen yang diangkat serta program referral bagi Pelanggan yang merekomendasikan masalah hama di lingkungan keluarga, kerabat, kolega dan komersialnya,” tandasnya. Mempertimbangkan semakin teredukasinya jasa Pest Control dan perkembangan property dan infrastruktur lainnya, ujar Fauzan, maka konsep sub-franchise Terminix pun diluncurkan akhir tahun 2015 ini, dan terbatas pada karyawan Terminix, dengan pertimbangan memutakhirkan (update) sistem teknologi dan monitor kualitas jasa layanan. Menurutnya, besarannya masih dalam proses kajian, dalam hitungan sementara berkisar mulai dari Rp 200 jutaan invetasi franchisenya. “Biaya investasi terbesar adalah pengadaan sistem informasi & teknologi, Perijinan, Training, dan Peralata.  Kedepannya kita ingin menjadi perusahan terpandang di Asia Pasific dengan Misi “melindungi anda dan milik dari hama” berdasarkan 4 Filosofi perusahan,” tegasnya sekali lagi. Zaziri
Read More