DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
PELUANG USAHA MURAH
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Sep
29
Pameran Franchise, Bisnis, Peluang Usaha & Keagenan
View This Event
Makassar, 29 September - 1 Oktober 2017 Gedung Balai Prajurit Manunggal, Jl. Jend Sudirman No. 6. Makassar
Aug
11
PAMERAN FRANCHISE, BISNIS, PELUANG USAHA & KEAGENAN
View This Event
Semarang, 11 - 13 Agustus 2017 Gedung Wanita, Jl. Sriwijaya No 29. Semarang
Majalah Terbit
edisi Oktober 2017
Pertumbuhan bisnis Business Opportunity begitu pesat, namun mereka juga mudah tumbang karena tidak memiliki pondasi bisnis yang kuat. Mereka harus melakukan scaling up untuk membesarkan bisnisnya menjadi franchise unggulan.
Info Berlangganan
PENAWARAN FRANCHISE TERBAIK BULAN INI
What’s Up Cafe Buka Gerai di Pontianak
Seiring dengan berkembangnya zaman, gaya hidup pun akan semakin modern. Salah satunya adalah nongkrong dan bersosialisasi di kafe-kafe. Life style ini pun sudah menjadi kebutuhan penting saat ini terutama di kalangan anak muda seperti pelajar, mahasiswa maupun eksekutif muda. Pilihan tempat nongkrong saat ini pun sudah banyak dan beragam. Namun tempat nongkrong dengan fasilitas lengkap dan pelayanan excellent cukup jarang keberadaannya. Apalagi di daerah-daerah luar kota Jakarta. Kehadiran What’s Up Café pun bisa menjadi pengisi kekosongan di berbagai daerah. Dengan tagline The Real Hangout Place, Whats Up hadir sebagai tempat nongkrong anak muda dengan konsep yang berbeda. Hal tersebut bisa dilihat dari konsep makanan minuman, tempat, harga yang terjangkau, serta fasilitas yang lengkap. Baru baru ini, What’s Up hadir di Pontianak sekaligus menjadi cabang ke-12 yang terletak di Jln.Zainuddin no.18 Kota Pontianak. What’s Up berharap Pontianak manjadi tempat nongkrongnya anak muda Pontianak. What’s Up menawarkan sajian ‘Indomie Kekinian’ ala mancanegara seperti Indomie Tom Yum, Kebab Indomie, Indomie Carbonara dan sebagainya. Dengan konsep tempat fun and young terlihat dari wall-art yang colorful serta interior yang dibuat se-kekinian, What’s Up menyediakan fasilitas lengkap yang dibutuhkan oleh anak muda kekinian seperti Free Wifi, Free Games, Banyak colokan, serta Live Music. What’s Up ingin menjadikan konsumen sebagai sahabat, terlihat dari cara menyapa konsumen dengan sebutan ‘Bro and Sist’. Selain itu, What’s Up bukanlah sekedar tempat nongkrong, namun juga sebagai wadah berkreasi anak muda dan komunitas dengan merangkul komunitas untuk terus berkreasi dengan mengajak mereka untuk ikut berkontibusi dalam acara acara yang diadakan oleh What’s Up. (ZR)  
Read More
Inilah Peraih Franchise & Startup Market Leader Award 2017
Untuk kedelapan kalinya Majalah Franchise Indonesia bersama Asosasi Franchise Indonesia (AFI) menyelenggarakan Franchise & Startup Market Leader Award. Seperti biasanya, gelaran Franchise & Startup Market Leader Award 2017 kali ini diselenggarakan di XXI Mal Kelapa Gading, Jakarta, 11 Oktober 2017.     Rofian Akbar, Pemimpin Umum Majalah Franchise Indonesia, dalam sambutannya di acaraFranchise & Startup Market Leader Award 2017 mengatakan, award ini merupakan salah satu penghargaan bergengsi di Industri franchise Indonesia. “Selain menjadi kebanggaan bagi pemilik merek, penghargaan ini bisa dibilang sebagai sebuah barometer untuk mengukur kinerja sebuah merek,” katanya. Secara rutin, setiap tahunnya Majalah Franchise melakukan survei untuk melihat siapa saja merek franchise yang berhasil menguasai jaringan franchise di setiap kategori bisnisnya. “Banyaknya jumlah gerai franchise tentu saja menjadi salah satu indikator utama penilaian,” ujar Rofian.  Selain itu, kata Rofian, komitmen pelaku franchise juga menjadi penilaian penting dalam survei ini. Bagaimana franchisor membangun jaringan franchisenya dengan penuh tanggung jawab adalah faktor penting. “Di sini, franchisor tidak hanya mengajak investor untuk mengembangkan jaringan bisnisnya saja, tapi juga konsisten memberikan dukungan dan support bisnis yang berkelanjutan,” jelasnya.  Survei yang kami lakukan juga tidak hanya melihat banyaknya jumlah gerai saja, tapi juga melihat sejauh mana gerai-gerai franchise tersebut berkinerja baik. Indikasinya bisa dilihat dari banyaknya jumlah gerai yang sustain dibanding yang tutup. “Banyaknya penambahan gerai dibarengi dengan jumlah gerai yang tutup juga menjadi pertimbangan kami,” tutur Rofian. Sekali lagi, tegas, Rofian, menjadi Franchise & Startup Market Leader adalah salah satu pencapaian terbaik bagi sebuah merek waralaba. Majalah Franchise dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) akan terus berupaya menggelar Franchise Market Leader setiap tahunnya. “Penghargaan ini tidak hanya menjadi ukuran dalam internal bisnis franchisor, tapi juga menjadi brand value untuk calon investor dan konsumennya,” pungkasnya.  Merek-merek peraih Franchise Market Leader Award 2017 adalah Indomaret, Shop&Drive, Bakmi Naga Resto, biMBA-AIUEO, Sabana Fried Chicken, Kimia Farma Apotek, Depo Air Minum Biru, Martha Tilaar Salon Day Spa, Primagama, Excelso, Oto Bento, Ayam Bakar Wong Solo, Quick Chicken, Carvil, Jolly Time, Waffelicious, Snapy, dan Ray White Indonesia. Sementara, merek-merek peraih Franchise Startup Market Leader Award 2017 adalah Bisnis Travel Indonesia, Lanang Barbershop, Crispyku, Valo Waterless Car Care, Ohayo Drawing School, dan Serabi Solo D’Java. Merek-merek yang disebutkan di atas selain memenuhi syarat Market Leader seperti yang dijelaskan di atas, menurut Rofian juga memiliki beberapa keunggulan antara lain memiliki brand awareness yang tinggi, memiliki ditribusi yang baik, brand image yang bagus serta mampu menerapkan strategi pricing yang tepat.   Zaziri    
Read More
Tidak Hanya Mal, Perkantoran Juga Menjadi Bidikan Pelaku Franchise
Memilih lokasi usaha yang tepat merupakan faktor penting keberhasilan usaha franchise. Karena itu, para pelaku franchise tidak sembarangan memilih tempat usaha. Selain stand alone, salah satu lokasi usaha favorit adalah mal. Selain traffic pengunjungnya yang banyak, mal juga lokasi yang cocok untuk branding. Namun sayangnya, sewa lokasi mal tidak mudah. Untuk mengisi space lokasi yang premium dibutuhkan biaya sewa yang tinggi. Bahkan sekedar bisa masuk saja sulit untuk brand-brand lokal yangbelum punya nama. Biasanya, pihak mal lebih memprioritaskan merek asing meski namanya belum dikenal di Indonesia. Sebab itu, banyak pelaku bisnis yang mencari alternatif lain. Salah satunya perkantoran. Lokasi ini juga tidak kalah dengan mal dalam hal jumlah traffic. Untuk meningkatan brand awareness juga cocok. Tak heran banyak brand-brand franchise papan atas melirik lokasi perkantoran. Sebut saja Es Teler 77, Bakmi Naga Resto, Bangi Kopitiam dan banyak merek franchise lain Hal ini yang ditangkap oleh Capital Markets Jones Lang LaSalle.  Atriani Lim, Manager Capital Markets Jones Lang LaSalle saat ditemui di acara Franchise & Start up Market Leader Award 2017 di XXI Lounge Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada 11 Oktober 2017 lalu mengatakan, saat ini kebutuhan tempat usaha seperti di ruang-ruang perkantoran untuk bisnis franchise mulai marak. Atri menyebutkan beberapa brand franchise bahkan “berani” mengambil space di gedung perkantoran seperti franchise kursus bahasa inggris I Can Read dari Inggris yang memilih membuka salah satu cabangnya di Puri Indah Financial Tower, Kembangan, Jakarta Barat. Tren pelaku franchise membuka cabang atau kantor di gedung perkantoran masih menurut Atri karena ada pertumbuhan demand yang mulai meningkat di kuartal yang sama dibandingkan tahun lalu. Terlebih Atri melihat saat ini harga sewa atau beli ruang perkantoran terutama di area CBD telah banyak mengalami koreksi atau penyesuaian dari pihak pengembangnya sendiri. Atri pun mengaku optimis jika tren ini bakal berlanjut mengingat kondisi perekonomian juga terus menunjukkan geliat positif. “Bisnis franchise adalah bisnis jaringan sehingga kebutuhan terhadap perkembangan gerai-gerai baru sangat besar. Untuk itu saya rasa jika membuka cabang atau gerai baru di perkantoran sangat memungkinkan sekali,” pungkas Rofian Akbar, Pemimpin Umum Majalah Franchise Indonesia. (ZR)  
Read More
Siomay Addict, Siomay Konsep Modern dengan Bahan Baku Asli Ikan
Konon, Siomay ikan tenggiri ini berasal dari Tiongkok, akan tetapi saat ini sudah mulai beradaptasi menjadi makanan tradisional khas Indonesia yang layak untuk dijadikan peluang usaha kuliner yang menjanjikan. Siomay ikan tenggiri mudah dijumpai, mulai dijajakan secara keliling ala gerobak, mangkal di pinggir jalan, hingga restoran besar karena rasanya yang benar-benar menggoyang lidah. Meskipun bisnis Siomay ikan tenggiri ini semakin hari sudah kian padat pemain. Namun usaha kuliner ini masih saja memiliki celah untuk tumbuh dan berkembang. Tidak ada salahnya jika Anda juga ikut meramaikan pasar dengan mengais untung dari usaha kuliner  Siomay ikan tenggiri. Salah satu pelaku bisnis franchise Siomay yang meramakan bisnis kuliner adalah Siomay Addict. Tommy, owner Siomay Addict menjelaskan, selama ini ada sejumlah investor yang tertarik terhadap Waralaba ini. Namun Siomay Addict memang menetapkan standar yang cukup tinggi. Alasannya segmentasi dagangan nya memang menyasar untuk konsumen kelas menengah ke atas. "Produk kami menggunakan bahan yang kualitasnya premium. Rasa dan ke-higienisan juga kami perhatikan betul-betul. Jadi kalau untuk bersaing dengan gerai kaki lima yang lokasi usahanya di pinggir jalan atau di depan gerai swalayan minimarket memang tidak bisa," terang Tommy. Usaha Siomay Addict Mulai berdiri sejak Tahun 2014, pertimbangan Tommy memulai usaha Siomay Addict dikarenakan Siomay merupakan makanan khas Indonesia yang peminatnya sepanjang masa, dari dulu sampai sekarang Siomay masih popular dan masih banyak peminatnya. “Gerai pertama kami berada di Grand Galaxy Park Mall Bekasi, Respon saat itu sangat baik. Kini cabang kami sudah ada memiliki 3 gerai  yakni di Grand Galaxy Park Mall, Kuningan City Mall dan Revo Town Mall, jika tidak ada kendala dalam waktu dekat kami akan membuka 1 outlet lagi di Jakarta,” paparnya. Konsep bisnis yang di terapkan di Siomay Addict adalah konsep dengan gerai modern dimana Siomay Addict mencoba menjual Siomay tradisional dengan konsep tempat yang lebih nyaman seperti di mal-mal. “Kenapa saya memilih konsep ini dikarenakan saat ini untuk orang dikota besar sudah mulai sulit untuk menikmati Siomay dengan kualitas baik dan juga ditempat yang nyaman,” kata pria hobi travelling ini. Pola kerjasama Siomay Addict adalah Waralaba dengan total investasi Rp 50 juta. Dari investasi tersebut terwaralaba akan mendapatkan booth, peralatan jualan, kulkas, cash register, kompor, panci, banner, signing, dan staterkit 100/Pcs Siomay dan peralatan take away.  Untuk bantuan support Start-Up awal terwaralaba akan dibantu untuk pelatihan karyawan, pengenalan produk, cara-cara penjualan, penyajian, sampai control penjualan. Selain itu dari pihak pusat juga turut membantu menjaga standar kualitas yang sudah ditetapkan. Untuk media promosi Siomay Addict juga selalu bantu promosi di media sosial seperti Instagram, Facebook, dll. “Dengan kontrak selama 5 tahun dan dapat diperpanjang. Dimana Franchisee hanya perlu membeli dari kami stock barang jadi, sehingga tidak merepotkan untuk produksinya,” bebernya. Keunikan Siomay ini menggunakan ikan tenggiri asli di mana komposisi ikan yang  digunakan lebih banyak dibandingkan dengan bahan lainnya. Range harga jual berkisar Rp7.000 – 10.000 / pcs dengan menu Siomay ikan tenggiri (Siomay, Tahu, Kentang, Kol, Pare, Telur, Siomay XXL.   Alvin Pratama
Read More
Shitako Takoyaki, Takoyaki Premium dengan Cita Rasa Asli Jepang
Seperti biasanya, bulan ini Redaksi bertandang ke Mal Grand Galaxy Park di kawasan Kota Bekasi. Kami menyusuri tiap sudut lantai mal ini. Tujuannnya tidak lain adalah berburu franchise. Di tengah penyusuran, tiba-tiba kami melihat booth yang ada di lantai 1 dengan ciri khas berlogo gurita dengan label Shitako Takoyaki. Booth tersebut mengundang rasa penasaran kami untuk melihat lebih dekat. Kami pun tak sungkan untuk menanyakan ke salah satu pegawai yang sedang bertugas di sana. Rupanya, bisnis takoyaki ini sudah di franchisekan 2 tahun yang lalu. Waralaba usaha takoyaki yang ditawarkan oleh Shitakoyaki Merek takoyaki ini didirikan Beverly di bilangan Boelevard Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 6 tahun silam. Hingga saat ini Shitakoyaki Takoyaki sudah memiliki  13 cabang yang tersebar di berbagai mal. Diantaranya, Mal Kelapa Gading 1, Farmers Market Kelapa Gading, Mal Artha Gading, Pluit Village, Epiwalk, Kota Kasablanka, Gandaria City, Pejaten Village, Lippo Mal Karawaci, Sumarecon Mal Serpongs. Sedangkan outlet milik franchisee ada di Tangerang City Mal, Living World Alam Sutera, Grand Galaxy Park Bekasi, Sumarecon Mal Bekasi, Revo Town Mal Bekasi, Grand Mal Metropolitan Bekasi, dan Resinda Park Mal Karawang. Adapun keunggulan yang ditawarkan di Shitako sendiri yakni menggunakan bahan baku yang fresh, saus import, packaging yang elegan.di Shitako sendiri ada menu unggulan bernama  Kuro Tako. Menu ini terdiri dari Cako Powder dengan isian topping gurita.selain itu bahan sausnya sendiri juga diolah kembali seperti main source, mayonnaise, telor ikan dan lebih Japanese taste. “Kalau di negara asalnya menggunakan tinta octopus, namun karena memiliki bau amis, kami ganti dengan Cake Powder. Konsumen tidak perlu khawatir dengan bahan ini, selain aman tdak mengurangi rasa di takoyaki itu sendiri,” ujar wanita yang akrab disapa Bev ini.   Selain itu, kata Bev, Shitakoyaki juga menawarkan menu khas Jepang diantaranya Okonomiyaki, Takoyaki, Konnichiwa, Chessy Takoyaki. “Urusan harga Shitakoyaki sangat terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 36 ribu/porsi,” ungkapnya. Sistem kerja sama yang diterapkan oleh Bev tak mengenal adanya biaya royalti. Artinya, keuntungan 100% untuk franchisee. Hanya saja, franchisee wajib pasok bahan baku dan kemasan dari pusat. Investasi franchise yang ada di Shitakoyaki berkisar Rp 75 juta, franchisee akan mendapatkan peralatan masak, booth, dengan lokasi yang diwajibkan adalah di Mal besaran luas 2x2 m2. “Untuk lokasi kami sengaja menentukan karena kita tidak mau merek kita tidak tepat sasaran, kebanyakan gerai kami dan franchisee terletak di kawasan mal kelas A dan B,” ujar wanita lulusan S1 Desain Curtin University Western Australia ini. Alvin Pratama    
Read More
Popchop Chicken Kudapan Taiwan Street Lokal dengan 10 Varian Topping
Berbicara bisnis snack Taiwan memang tak akan ada habisnya. Selain sudah sangat populer di kalangan anak muda, bisnis snack ini ternyata kian bertebaran di seputaran mal. Salah satu pelakunya adalah Popchop Chicken yang memiliki gerai di 7 mal ternama di Indonesia. Berbagai camilan asal luar negeri seperti Taiwan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusaha food & beverages. Tak ayal jika bisnis asal naga kecil asia ini banyak dikembangkan di Indonesia. Salah satunya adalah Pop Chop Chicken. Berbekal pengalaman, merek ini meramaikan industri kuliner snack fillet. Popchop Chicken sendiri berdiri 2015 dan pertama kali buka gerai di bilangan Grand Indonesia. Popchop mulai menawarkan sistem franchise pada 2016. “Saat itu kami punya dua mitra, di Makassar dan Aeon BSD Tangerang,” ujar Alfons Yoshua, Managing Director Popchop. Ia menjelaskan, Popchop Chicken merupakan produk camilan yang diadaptasi dari cemilan Taiwan. Pop Chop merupakan produk ayam fillet tepung crispy yang dipotong berbentuk dadu. Potongan itu lalu ditusuk pada tusukan sate dan diberi aneka rasa bumbu. Popchop Chicken menawarkan banyak pilihan rasa hingga sausnya yang lezat seperti Cheddar Puffs, BBQ Grilled Sauce, Super Seaweed, Cheese & Beef Bacon, Taiwan Pepper, Garlic Cream Cheese, Smokey Beef, Garlic Onion, Roasted Chicken, Original Crispy Chicken membuat konsumen ketagihan. Merek ini memang tidak sembarangan dalam mengolah ayamnya menjadi snack khas Taiwan. Ia membuat produk snack ayam dengan teksturnya yang super renyah di bagian luar dan daging ayam yang juicy. Snack khas Taiwan ini cocok dimakan sebagai camilan atau sekedar menemani jalan-jalan di mal. Selain crispy chicken yang menjadi unggulan Popchop adalah side dish dan minuman segarnya. Side dish yang ditawarkan seperti fried mushroom dan sweet wisdom potato diminati konsumen. Kedua side dish ini makin melengkapi crispy chicken yang gurih dan lezat. Untuk pilihan minuman segarnya, bubble tea khas Taiwan juga masih menjadi pilihan spesial Popchop. Minumannya seperti Mango Yakult, Lychee Ice Tea, Lemon Plum, Jasmine/Black Tea with Pearl dan Red Velvet Milk Tea with Pearl. Popchop menggunakan 100% dada ayam premium non processed. Semua bahan utama dada ayam yang digunakan Popchop selalu segar, bukan frozen chicken sehingga menghasilkan crispy chicken yang super crunchy dan juicy. Di singgung mengenai investasi franchise, Alfons mengungkapkan untuk calon franchisee yang ingin join dengan bisnis ini ada 2 paket investasi. Pertama, kata dia, paket investasi senilai Rp 200 juta, paket ini meliputi franchise fee Rp 60 juta (Selama 5 tahun) kemudian design drawing Rp 500 ribu/m2, build booth Rp 50 juta, perala tan kitchen dan bahan baku Rp 500 juta dan deposit lokasi sewa tempat di mall Rp 5 juta sampai Rp 30 juta. Paket kedua, Rp 510 juta dengan rincian Franchise fee Rp 150 juta, design and drawing Rp 500 ribu/m2, peralatan kitchen dan bahan baku Rp 70 juta, deposit lokasi sewa tempat mal antara Rp 60 juta sampai Rp 130 juta. Alfons menegaskan, untuk target pasar investor adalah lokasi usaha di area mal B+, hal ini lantaran bisnisnya menyasar pada pekerja kantoran dan anak muda. “Saya sengaja menempatkan bisnis saya di area mal, faktor nya adalah mal lokasi yang sangat strategis untuk memasarkan produk taiwan street ini, “ paparnya. Saat ini gerai Popchop Chicken berada di Mal Grand Indonesia, Lotte Shopping Avenue Kuningan, Mal Plaza Indonesia, Mal Ciputra, Mal Ratu Indah Makassar, Aeon Mal BSD Tangerang, Sumarecon Mal Serpong.   Alvin Pratama  
Read More
D’Crispy Chicken Taiwan Street Food, Gurih Laba Snack Fillet Ayam Krispi dengan Harga Terjangkau
Ide awal mendirikan bisnis berbasis snack asal Taiwan ini lantaran segmen pasarnya yang menyasar ke berbagai kalangan. Tak heran jika pelaku bisnis ini kian meraih pundi-pundi rupiah. Salah satunya adalah D’Crispy Chicken dengan keunggulan produk dan harganya terjangkau. Berbagai kreasi makanan kecil atau snack masih menarik dijadikan peluang bisnis. Bukan hanya cemilan asli Indonesia, tetapi sekarang ini, banyak juga makanan hasil adaptasi dari negeri Taiwan. Salah satu yang sedang berkembang di Jakarta adalah D’Crispy Chicken. D’Crispy Chicken didirikan pada September 2014 oleh Dessy Haryani dan Gerry Riyadi. Pertimbangan mendirikan bisnis ini awalnya dikarenakan produk yang dijual memiliki peluang untuk target pasarnya mulai dari anak sekolah, kuliah, hingga orang kantoran. “Gerai awal kami berdiri di Tanjung Gedong Baru Grogol, Jakarta Barat. Respon nya saat itu baik ketika buka di hari pertama kami berjualan 20 porsi, hari kedua 40 porsi hari ketiga 70 porsi dan belum ada seminggu kami mendapatkan pesanan untuk 500 porsi makanan,” ujar Dessy, Owner D’Crispy Chicken Taiwan Street Food. Ia menjelaskan, produk yang di gagasnya ini perpaduan Street Food Taiwanesse dengan cita rasa khas Indonesia dengan menonjolkan menu utama XXL Chicken fillet berbalut tepung crispy dan crunchy dan dipadukan dengan saus istimewa. Lebih lanjut Dessy menuturkan untuk keunikan produknya di D’Crispy ini soal harga nya yang murah serta fillet ayamnya lebih garing dan renyah. Bahkan ia berani jika diadu dengan produk ternama yang sudah pertama kali ada di Indonesia. “Ada beberapa item produk kami yang menyajikan tambahan topping keju mozarella diatas fillet ayam ini. Ayam kami pun memiliki lebar kurang lebih 30cm , tanpa pengawet dan segar,” paparnya. Soal harga D’Crispy Chicken sangat terjangkau, customer cukup merogoh kantong Rp 14 ribu untuk Chicken Bite, dan untuk XXL Rp 20 ribu. Harga tersebut untuk di luar mal, sedangkan di area mal dihargai Rp 35-40 ribu/porsi. Bagi Investor yang tertarik dengan dengan bisnis ini, Dessy menawarkan paket 3 paket investasi Waralaba  pertama paket Bronze Rp 35 juta kedua paket Silver Rp 40 juta dan paket ketiga Gold Rp 55 juta. Dari ketiga investasi tersebut calon terwaralaba akan mendapat special booth beserta bahan baku lengkap start up usaha.  Dari ketiga paket investasi diatas yang membedakan adalah bahan baku yang didapat terwaralaba serta ukuran booth yang di dapat. “Bantuan start-up awal diberikan ke terwalaba berupa panduaan Standart Operasional Procedure, training mitra, breefing teknikal kontrol stok bahan baku dan cara penghitungan tanpa nota sehingga memudahkan calon mitra tanpa harus menunggu di store untuk mengontrol yang kerja,” ucap wanita kelahiran Jakarta 6 Desember 1991. Adapun support lanjutan berupa iklan promosi yang berupa free desain maupun repost photo dari terwaralaba yang di posting ke media sosial seperti Instagram. Tak hanya itu Dessy juga memberikan support layanan Go-Food dan Grab-Food untuk terwaralaba, dan Layanan konsultasi untuk menaikan penjualan Terwaralaba. Hingga saat ini sudah ada 25 cabang milik D’ Crispy yang tersebar di Mall Lincsquare Kemang Pratama (Jakarta), Plaza Festival (Jakarta), Bekasi, Palu, Surabaya, Kupang , Palembang, Mall Matahari (Pekalongan), Banten, Makasar. Dessy tidak memungut biaya royalti dari terwaralaba. Namun, terwaralaba wajib membeli tepung premix dan bumbu dari pusat. Ia mengklaim, kelebihan produk cemilan D’Crispy ini adalah keunikan konsepnya. "Untuk konsep makanan tepung crispy seperti ini kebanyakan dijadikan lauk, bukan cemilan. Pemainnya pun jarang yang berjualan dengan konsep booth," ujar Dessy. Alvin Pratama            
Read More
Kumayaki, Camilan Unik dengan Saus Fla Asal Negeri Sakura
Bulan ini tim redaksi bertandang ke Mal Arta Gading yang terletak di bilangan Jakarta Utara. Hal ini kami lakukan tak lain untuk mencari bisnis franchise yang berlokasi di Mal. Ketika kami menyusuri Lantai 1 tepatnya di dekat Lobby Nusantara, kami melihat salah satu booth dengan konsep yang unik. Booth ini memiliki karakter boneka panda dengan label Kumayaki. Kami pun bergegas meminta informasi kepada karyawan yang berjaga di store tersebut untuk menggali informasi. Ternyata camilan ini menawarkan franchise. Bagi para pencinta kuliner khas Jepang mungkin sudah familiar dengan kudapan Japanesse Puff Snack dengan isian berbagai macam rasa Fla. Bentuknya unik menyerupai camilan Jepang seperti Taiyaki yang diolah menggunakan adonan berwarna kuning kecokelatan. Kumayaki juga sepert itu. Proses pembuatan snack Kumayaki ini setelah adonan dituangkan ke dalam cetakan, kemudian di panggang dalam wajan cetakan, “lalu snack tersebut di suntik Fla dengan berbagai varian rasa, jadilah snack Japannese Puff ala Kumayaki,” kata Adi Bagus, Owner Kumayaki. Keunikan yang dimiliki Kumayaki ini adalah memiliki taste dan tekstur produk yang berbeda. Selain itu bentuk yang sangat unik yaitu karakter umum di Jepang Rillakuma. Soal harga Kumayaki di banderol mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp18 ribu. Berbicara soal konsep bisnis, Kumayaki sendiri mengadopsi snack Jepang. Dimana selain dari segi rasa Kumayaki juga menonjolkan karakter yang sangat kuat dari bentuk dan packaging dimana tidak akan ditemukan di manapun. “Jika dibandingkan dengan kompetitor produk kami sangat berbeda, dari segi rasa, konsep, hingga tekstur, kami bisa dikatakan pionir untuk snack Japanesse Puff, “ kata Adi dengan bangga. Adapun strategi yang di garap di bisnis Kumayaki ini dengan meningkatkan kualitas dan sistem bisnis yang solid. Inovasi dalam hal rasa dan topping tanpa menghilangkan karakter Rillakuma sendiri di bisnis ini pun menguatkan untuk bersaing dengan kompetitor yang menyerupai produknya. Sejauh ini bisnis ini cukup diminati para customer dan franchisee. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan 13 gerai yang tersebar di Jakarta. Bogor, Banjarmasin. Jambi. Solo. Yogyakarta, Semarang, Surabaya. Medan, dan Makassar. Adi optimis dengan bisnis yang dilakoni nya saat ini. Jika dilihat peluangnya masih besar untuk membuka usaha kategori Snack di Indonesia terutama Kumayaki yang memiliki keunikan sendiri. Demand masyarakat masih tinggi terhadap produk-produk kekinian seperti Kumayaki ini. Tahun ini menjadi tahun pertama Kumayaki di Franchisekan, meski tergolong baru, Adi tak khawatir jika bisnisnya ini di Franchisekan. Ia percaya diri untuk memulai memasarkan produk lewat sistim Franchise. Setelah sering ia mengikuti pameran kuliner dan respon masyarakat benar-benar percaya dengan produknya. Hal ini terbukti dari hasil penjualan yang signifikan setiap kali mengikuti pameran. “Dalam perhitungan ROI yang kami tawarkan, besaran keuntungan kalo dinominalkan rata-rata mencapai Rp 15 juta per bulan. Dengan perhitungan balik modal sekitar 4 bulan saja,” papar Adi. Soal investasi untuk bergabung menjadi Franchiseenya, calon mitra harus menyediakan investasi sebesar Rp 30 juta. Itu hanya sekali seumur hidup kontrak kerja samanya. Investasi ini sudah termasuk perlengkapan umum seperti mesin pemanggang 2/pcs. Kemudian bahan adonan, serta 24 macam perlengkapan pembantu lainnya. Sebagai catatan fasilitas ini belum termasuk booth dan sewa lokasi. “Untuk bantuan support, tim pusat akan memberi bantuan berupa video atau bahkan trainer yang siap membantu dan mendampingi dalam startup awal memulai bisnis ini,” ujar Adi.   Alvin Pratama
Read More
Daddys Takoyaki Menakar Peluang Bisnis Kudapan Osaka Khas Indonesia
Edisi bulan ini tim redaksi Majalah Franchise berkunjung ke Tangerang City Mall, Jl. Jendral Sudirman No. 1, Kota Tangerang. Tepatnya di lantai 2, di Rame Rame Street Food. Ketika melihat booth berwarna merah kami tertarik untuk lebih dekat melihat gerai tersebut. Rupanya gerai itu menjajakan makanan khas Jepang bernama Daddys Takoyaki. Takoyaki merupakan makanan berbentuk bulat seperti bola kecil yang bercitarasa gurih dan berisi aneka makanan laut, seperti gurita. Peminat makanan ini cukup banyak, terbukti dengan maraknya para penjual yang menjajakan makanan ini dipinggir jalan ataupun foodcourt yang ada di mall-mall. Tidak berbeda dengan Daddys Takoyaki. Usaha yang didirikan Muhamad Fadli Azis sejak tahun 2013 ini juga tengah berkembang pesat. Saat ini, Daddys Takoyaki sudah memiliki 35 gerai tersebar di Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Surabaya, Samarinda, Bandung, dan Manokrawi. Untuk mengembangkan bisnisnya, Fadli mulai menawarkan kemitraan pada Januari 2016. “Daddys Takoyaki memiliki 34 mitra yang tergabung. Kami menawarkan paket investasi sekitar Rp 17.700.000 dengan konsep booth / gerai bergaya jepang yang unik dan premium,” katanya. Fadli menuturkan, Daddys Takoyaki menyajikan menu Okonomiyaki, cemilan lainnya yang berbahan baku tepung terigu yang dicampur dengan sayuran kol, telur ayam dan makanan laut. “Menu-menu yang kami tawarkan sangat khas,” katanya. Ia mengklaim, produk yang disajikan Daddys Takoyaki menawarkan citarasa tersendiri karena diolah dari racikan resep sendiri. “Resep tersebut dari hasil survey dan riset yang cukup lama hingga kita menemukan formula yang pas untuk pecinta produk ini,” bebernya. “Karena ini resep saya sendiri, maka saya bisa jamin rasa produk kami selalu konsisten dan tidak akan berubah,” tambahnya. Menurut Fadli, kedepannya Daddys Takoyaki akan mengenalkan produk melalui jaringan – jaringan advertising online secara massive. Seperti Google ads, Detik ads, yahoo ads dll. “Kami juga akan masuk ke portal-portal online waralaba di internet untuk mencapai target pasar yang lebih luas,” katanya. Diungkapkan Fadli, franchise yang ditawarkan Daddys Takoyaki tidak menyertakan management fee, royalty fee. “Jadi 100% keuntungan untuk mitra, masa kelola selamanya serta update menu 3 bulan sekali. Akan tetapi Calon mitra perlu menyediakan lokasi berjualan serta SDM. Semua peralatan sudah disediakan oleh pusat,” katanya. Meskipun demikian, kata dia, mitra harus membeli bahan baku utama kepada pusat. “Khusus wilayah Jabodetabek, SDM yang calon franchisee sediakan akan kami training di workshop kami. Atau kami juga bisa mentraining SDM mereka di outlet offline milik mitra secara langsung,” jelasnya.  
Read More
Bonjur Farm, Supplier Paprika yang Menjadi Pelanggan Restoran dan Waralaba Ternama
Supplier Sayuran Paprika yang bermarkas di Cibodas hadir melengkapi para UKM dan pelaku franchise yang bergelut di bidang kuliner. Dengan keunggulan produk yang fresh dan harga terjangkau 20% dibanding kompetitor. Bonjur adalah perkebunan organik terintegrasi yang terletak di Gunung Kasur di Cibodas, Jawa Barat. Di lahan seluas 18 Hektar, Bonjur Farm menanam, memproses serta melakukan produksi se
Read More
Bonjur Farm, Supplier Paprika yang Menjadi Pelanggan Restoran dan Waralaba Ternama
Supplier Sayuran Paprika yang bermarkas di Cibodas hadir melengkapi para UKM dan pelaku franchise yang bergelut di bidang kuliner. Dengan keunggulan produk yang fresh dan harga terjangkau 20% dibanding kompetitor. Bonjur adalah perkebunan organik terintegrasi yang terletak di Gunung Kasur di Cibodas, Jawa Barat. Di lahan seluas 18 Hektar, Bonjur Farm menanam, memproses serta melakukan produksi secara mandiri. Berada di ketingggian 1100 dpl, dengan nuansa alam yang masih murni, udara bersih segar bebas dari polusi, serta kualitas tanag yang subur. Bonjur Farm menggunakan kebaikan alam untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas. Adapun konsep yang ditonjolkan di Bonjur Farm ini pertama, adalah edukasi memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para petani tentang tata cara mengelola lahan pertanian yang baik dan benar. Kedua, trading dengan menghimpun hasil pertanian dari para petani lalu menjualnya ke pasar modern untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ketiga, Farming, yakni mengolah lahan kosong untuk dijadikan lahan pertanian sehingga menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. “Saat ini Bonjur Farm sudah didistribusikan ke restoran seperti Es Teller 77, Senayan Golf. Sedangkan untuk hotel kami masuk ke Hotel Harris, sedangkan modern market Lotte Mart, Hypermart, AEON, Yogya Departement Store,” ujar Mohamad Chodrih, Direktur Bonjur Farm. Dari berbagai sayuran yang ada di Bonjur Farm salah satu produk terbaik adalah Paprika. Paprika yang ada di Bonjur ini memiliki kualitas grade A dan B di tawarkan dengan harga 20% lebih terjangkau dibandingkan harga di competitor. Selain harga yang terjangkau Bonjur Farm juga menawarkan sayuran yang fresh 100%. Hal tersebut tidak lepas dari sistim pemesanan yang terintegrasi dengan farm. Pada saat konsumen ataupun pemilik usaha seperti restoran  atau UKM kuliner akan dicatat oleh admin dan dilakukan konfirmasi pemesanan pada keesokan harinya. Setelah itu pesanan akan dikirim ke admin gudang kebun dan akan dilakukan pemetikan sayur pesanan pada siang harinya. Lalu sayur tersebut di packing pada malam hari dan sayur paprika akan dikirim kepada konsumen di pagi hari bersama dengan pengiriman sayur paprika ke supermarket. “Karena untuk proses pemesanan membuuhkan waktu, maka paling tidak konsumen harus memesan terlebih dahulu minimal 2 hari sebelumnya,” ujar pria akrab sapaan Hoder ini. Soal harga, pria kelahiran Bangkalan 15 November 1977 ini mengungkapkan untuk harga terbagi menjadi 2 segmen. Pertama segmen konsumen dan kedua segmen modern market. Untuk Paprika Hijau konsumen dipatok Rp 57.500/kg, Paprika Merah Rp 67.500/kg, Paprika Kuning Rp 60.000/kg. Sedangkan harga untuk modern market paprika Hijau Rp 68.000/kg, paprika kuning Rp 75.000/kg, paprika merah Rp 92.500/kg. Saat ini, Bonjur Farm sudah memiliki mitra agen yang tersebar di beberapa tempat seperti Tebet, Bintaro, dan kedepan sedang dipersiapkan untuk mitra di kawasan BSD dan beberapa lokasi di Jakarta Selatan. Untuk memberikan pelayanan kepada konsumen, Bonjur Farm terus melakukan perbaikan dan perkuatan di beberapa lini bisnis seperti sisi administrasi untuk perekapan pesanan dan lebih mempertajam control kualitas produk di gudang. Alvin Pratama
Read More
Loh Jinawi, Paprika Hidroponik yang Banyak dilirik Pelaku Kuliner
Berdiri sejak 2015, supplier Paprika asal Surabaya ini menggunakan media tanam Hidroponik atau sekam bakar. Kini produknya pun sudah dipasarkan ke pihak UKM, Supermarket, Hotel, dan restoran ternama. Paprika yang dalam bahasa Latin disebut Capsium annum var.grossum adalah sejenis sayuran buah yang tergolong cabai-cabaian. Rasa paprika manis dan sedikit pedas. Komoditas hortikultura ini memang bukan produk pertanian asli Indonesia, akan tetapi berasal dari Amerika Selatan. Kendati demikian, paprika potensial dibudidayakan di berbagai daerah tropis, termasuk di Gunung Anyar, Surabaya. Paprika yang dibudidayakan oleh Loh Jinawi di Surabaya ini adalah salah satunya. Paprika ini mempunyai kualitas yang baik dengan standar ekspor. Sayuran itu juga bernilai ekonomis tinggi, walaupun tergolong sayuran mahal, permintaan akan komoditas ini cukup tinggi. Joko Upadi, Pendiri Loh Jinawi menjelaskan, kelebihan dari paprika sendiri adalah mengandung vitamin C yang tinggi, mengandung phytochemical dan beta-carotene yang merupakan antioksidan dan agen anti inflamasi serta masih banyak lagi. Paprika hasil  Loh Jinawai ini menurut Joko sangat bagus karena akan mendorong perkembangan dan pertumbuhan UKM hingga kepelosok negeri, agar dapat menjadi basis yang kuat untuk kekuatan ekonomi masa depan. ”Kita jadi bisa lebih fokus untuk mengembangkan paprika di daerah masing-masing. Disamping itu juga dapat di gunakan untuk mengendalikan harga dari komoditas atau produk paprika ini agar merata,” ujar pria akrab sapaan Joko ini. Dari sisi harga, Loh Jinawi mengikuti harga pasar. Terkadang ada kalanya naik dan turun, harga tinggi dan juga bisa harga murah sekali, semua tergantung cuaca. Harga paprika saat ini untuk paprika hijau bisa mencapai Rp 32 ribu/kg, paprika  merah Rp 45ribu/kg sedangkan paprika kuning Rp 55 rb/kg. “Harga tersebut sewaktu-waktu bisa mengalami penurunan di kisaran Paprika Hijau Rp 15 ribu/kg, Paprika Merah Rp 22 ribu/kg dan Paprika kuning Rp 34 ribu/kg,” kata Joko. Metode tanam yang dilakukan Joko berbasis Hidroponik. Joko menuturkan  kelebihan dari teknik ini ialah bentuk perawatan hariannya lebih mudah dan hasilnya pun relatif lebih melimpah. Pertumbuhan buah juga menjadi lebih optimal karena akar tanaman lebih gampang dalam mendapatkan bahan makanan dan air yang dibutuhkannya. “Saat ini supplier paprika di pasaran masih sedikit yang menggunakan media tanam Hidropnik, oleh karena itu saya mencoba dengan media ini dan terbukti para UKM banyak yang mengambil produk saya karena kualitas paprika kami lebih baik, “ ujarnya. Joko tak henti-hentinya memberikan edukasi produk paprika-nya ke pihak UKM kuliner. Hal ini nantinya bisa menunjukan peluang yang baik terhadap paprika. Yang paling terpenting bagi dirinya adalah bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta untuk menjadi seorang petani. Terlebih lagi dengan teknik hidroponik yang pasti memiliki daya tarik tersendiri jika di tawarkan. Kedepan Joko memiliki keinginan membantu para petani yang masih bingung untuk memasarkan produk paprikanya yang berdampak pada penghasilan yang sangat minim dibanding biaya produksi yang dikeluarkan, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Alvin Pratama
Read More
Prochiz, Keju Berkualitas Internasional yang Banyak Digunakan Restoran Franchise
Produk Keju asli Indonesia ini sudah berkiprah di industri makanan sejak 2007. Keju ini banyak digunakan restoran franchise dan para UKM. Keju, makanan kuno yang sudah diproduksi sejak jaman dulu hingga sekarang. Keju dibuat dari susu yang dipadatkan, dengan cara diasamkan dengan bantuan bakteri yang mengubah laktosa menjadi asam laktat. Produk keju ini juga mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain mengandung protein, lemak, vitamin A, vitamin B, vitamin D, kalsium, fosfor, natrium. Keju banyak digunakan dalam membuat kue, olahan masakan, juga pendamping roti. Salah satu brand produk keju yang populer di pasaran adalah keju Prochiz. Keju Prochiz merupakan produk keju yang diproduksi oleh PT Mulia Boga Raya. Produsen keju dengan pabrik keju yang berlokasi di kawasan industri Cikarang, Bekasi, Indonesia. Setelah melewati persiapan yang matang, maka pada tahun 2010 PT Mulia Boga Raya meluncurkan keju cheddar olahan yang diberi merek Prochiz. Varian premium ini kemudian diikuti oleh Prochiz gold dan Prochiz spready, yang diluncurkan pada tahun 2013. Pada bulan September 2012 PT Mulia Boga Raya meluncurkan varian produk baru yang dinamakan Prochiz Slice. Produk ini merupakan sebuah terobosan untuk kategori keju cheddar olahan, selain karena rasa keju yang lebih enak dan harga yang terjangkau, Prochiz slice merupakan satu-satunya keju lembaran yang dapat disimpan dalam suhu ruangan tanpa lemari pendingin. Prochiz menawarkan produk keju yang memiliki rasa yang lebih 'creamy' dan 'milky'. Prochiz hadir sebagai produk keju yang nikmat, dengan kandungan gizi yang tinggi. Produk keju ini menggunakan bahan baku yang berkualitas, diolah melalui proses yang higienis. Prochiz hadir dengan varian produk Prochiz Cheddar, Prochiz Slice, Prochiz  Mayo. Sedangkan untuk produk Prochiz Spready adalah keju cheddar olahan yang dihasilkan melalui proses penggilingan, pencampuran, pencairan dan pengemulsian bahan baku berkualitas dan mengandung susu, Cocok untuk selai pada roti dan isian roti manis. Melanie Angelina, Product Manager Prochiz mengatakan, keunggulan produk keju Prochiz yaitu memiliki bahan baku yang berkualitas dan terbaik dengan harga terjangkau. Bahkan beberapa Chief pun merekomendasikan produk Prochiz sebagai bahan baku untuk bakery. Tak hanya itu produk Prochiz juga tahan di suhu ruang tanpa dimasukkan ke dalam chiller. Lebih lanjut wanita yang biasa di sapa Angel ini mengatakan, Prochiz Cheddar, keju Cheddar yang lebih banyak mengandung susu, lebih lembut dan mudah diparut. Produk ini mengambil bahan baku langsung dari Selandia Baru. Tersedia dalam varian Prochiz 180 g dan Prochiz 2 Kg. Prochiz Slice, keju berbentuk lembaran yang siap disantap dan disajikan. Memiliki rasa yang nikmat, kenyal, tidak lengket di tangan. Untuk rasa tidak terlalu asin, sesuai selera masyarakat Indonesia. Tersedia dalam 2 varian ukuran, berisi 5 lembar dan 10 lembar. “Prochiz adalah produk unggulan keju asli produk nomor 1 di Indonesia, selain itu market share kita juga luas. Rata-rata customer kita yang memakai produk Prochiz seperti Dunkin Donuts, JCO, KFC, Breadtalk, TalkBread mereka sudah pakai produk ini,” jelasnya. “Hingga saat ini Prochiz juga ekspor ke negara Asia seperti Philiphine, Thailand, Maladiv, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste,” tutup Angel.   Alvin Pratama
Read More
MEGMILK Snow Brand Indonesia, Keju Standar Jepang dengan Kualitas Tertinggi
Bagi para pelaku usaha di bidang kuliner tentu sudah tidak asing lagi dengan Keju bernama MEGMILK Snow Brand Indonesia. Produk besutan MEGMILK ini memiliki aroma khas keju, bertekstur lembut dan memiliki cita rasa yang lezat. MEGMILK Snow Brand Indonesia, adalah perusahaan join venture antara Rodamas Group dan Megmilk Snow Brand Jepang. Megmilk Snow brand menerapkan standard yang tinggi dalam produksi keju yang diadopsi dari Jepang yang telah berpengalaman lebih dari 90 tahun. Perusahaan yang telah berdiri di Jepang sejak tahun 1925 ini telah memproduksi beragam varian keju dengan teknologi yang terus berkembang untuk menghasilkan keju berkualitas. Dalam setiap prosesnya semua varian keju MEGMILK Snow Brand diproduksi secara higienis sehingga menghasilkan keju dengan kandungan gizi yang lengkap sekaligus rasa yang nikmat. Hal ini menjadikan Megmilk Snow Brand sebagai produsen keju nomor satu dan terpercaya di Jepang. Berbagai varian yang diproduksi dan disajikan kepada masyarakat Indonesia oleh PT. Megmilk Snow Brand Indonesia seperti MEGcheddar, MEGkeju, MEGkeju Serbaguna dan MEGcheddar cream cheese / keju serta MEGcheddar cream sweet / manis. Berbagai varian keju tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan makanan berbasis keju, yang semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. “Keunggulan dari produk MEGMILK Snow Brand Indonesia adalah, kita pernah melakukan panel test bahwa secara rasa kita jauh lebih enak, jika diamati packaging kita juga lebih bagus. Karena sebagian besar produk keju ada yang kurang rasa susunya, dan di produk kita tidak menggunakan anato (pewarna), “ ujar Joi Krismanto, Trade Marketing, MEGMILK Snow Brand Indonesia. Produk MEGMILK sendiri sudah digunakan para UKM dan pengusaha lokal kuliner seperti Martabakku Menteng, Martabak Holland. Ia menambahkan, untuk produk Megmilk ini terbagi dari berbagai jenis keju. Pertama keju MEGCheedar, produk ini biasa di pakai oleh para penjual martabak. Kedua untuk segmen bawah ada produk Megmilk serbaguna, produk ini biasa dipakai oleh customer pada umumnya. Disinggung mengenai harga jual, Joi menuturkan di kisaran Rp 95 ribu untuk produk MEGKeju  sedangkan MEGKeju serbaguna Rp 800-900 ribu/ 2kg, dan MegCheedar berada dikisaran Rp 1,1 juta/2kg. MEGMILK dalam kegiatan promosinya lebih gencar pada penjualan ke retail dan food service. Untuk food service sendiri MEGMILK lebih menyasar pada UKM yang berbasis industri kuliner. Dalam meningkatkan market share MEGMILK juga menggalakkan edukasi kepada masyarakat. Seperti edukasi yang dilakukan pada pelaku usaha martabak, jagung susu keju, dan kelas menengah seperti  Bakery. “Yang terpenting kita kedepan selalu mengedukasi baik itu pelaku bisnis,dan masyarakat agar lebih mengerti kualitas produk keju dengan kualitas terbaik, “ ujar pria kelahiran Surabaya 26 Desember 1975. “MEGCheedar hadir di Indonesia memberikan pilihan baru dengan keberadaan keju yang ada, tentunya dengan mengedepankan cita rasa yang baik dan kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan produk yang unggul,” pungkas pria lulusam S1 Teknik Elektro Atmajaya. Alvin Pratama  
Read More
Uncle Tetsu, Master of Cheesecake dari Jepang
Khusus di tahun 2017 ini, Indonesia kembali kehadiran gerai kue asal Jepang Uncle Tetsu. Gerai pertama dihadirkan di Jakarta, yang lantas langsung mendapatkan animo dari masyarakat Indonesia yang begitu besar. Bahkan saat pertama kali pembukaannya, antreannya sampai mengular. Para pengunjung rela antre untuk mendapatkan hidangan ini. Sebelumnya Uncle Tetsu memang sudah sukses di beberapa negara Asia maupun Eropa seperti Hongkong, Malaysia, Korea, Australia, Kanada, hingga Amerika. Dan yang terakhir setelah membuka di Indonesia, gerai kue ini juga akan mencoba menjajaki pasar Singapura. "Uncle Tetsu adalah salah satu pelopor Japanese Cotton Chesse Cake, dan sekarang sudah buka 11 gerai yang tersebar di seluruh dunia. Terkenal dengan perpaduan cream chesse dan butter untuk menciptakan cake lembut, manis dan gurih," kata Operasional Manager Uncle Tetsu Indonesia, Richard Aditya Nugraha saat ditemui majalah Franchise. Sedikit menilik sejarahnya, Nama Uncle Tetsu sendiri diambil dari sang pendiri, Tetsushi Mizokami yang lahir di keluarga pemilik sebuah toko permen dan kue kering terkenal di Fukuoka, Hakata Sweetshop. Ia menciptakan kue tersebut pada tahun 1985 di Fukuoka, Jepang dan kemudian terkenal hingga seluruh dunia. Tetsu mulai belajar menjadi chef sejak berusia lima tahun dan menciptakan kue unggulan Japanese soft cheesecake yang diramu dari keju Australia, mentega Eropa, tepung Jepang yang disempurnakan dengan teknik memasak Negeri Sakura. Hidangan menarik yang ditawarkan Uncle Tetsu Shop meliputi berbagai cake dan dessert, mulai dari Japanese Cheesecake, Baked Cheesetart, Zuccotto Cake, Madelaine, Panna Cotta hingga Ice Cream. Di Indonesia Uncle Tetsu telah hadir di beberapa tempat dengan gerai pertamanya berada di Central Park Mal, kemudian dilanjut lagi ke Pondok Indoah Mal, Mal Kelapa Gading, dan Tunjungan Plaza Surabaya. “Dalam waktu dekat kita juga akan membuka gerai kita di Summarecon Mal Bekasi,” Imbuh Richard. Cheesecake buatan Uncle Tetsu teksturnya lembut dan ringan bagai cotton cake. Ia membuatnya dengan inspirasinya kue-kue Jepang yang punya tekstur sangat lembut. Saat dimakan, kue bikinannya ini seperti langsung lumer dan menghilang di mulut. Kuenya tidak terlalu manis dan jejak kejunya pun ringan.  Tekstur yang ringan membuat cheesecake ini menjadi camilan yang tetap bisa disantap meski perut sudah mulai kenyang. Sekitar 70% bahan baku mereka di impor dari luar Indonesia maupun langsung dari negara Jepang. Khusus untuk Indonesia, bahan baku telur berasal dari peternak lokal agar kesegarannya lebih terjamin. Uncle Tetsu dalam pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet. Dengan konsep gerai yang open kitchen, membuat pengunjung bisa sembari melihat proses pembuatan cake itu sendiri. Semuanya sangat fresh langsung keluar dari mesin oven. Setiap cheesecake yang baru matang langsung dicap dengan lambang toko Uncle Tetsu, versi kartun dari wajahnya yang sedang menjulurkan lidah seakan baru menyantap hidangan lezat.   Walaupun baru hadir sejak bulan April 2017 lalu, perkembangan gerai Uncle Tetsu terbilang sangat pesat. Richard menargetkan, setidaknya Uncle Tetsu Indonesia bisa memiliki 6-7 gerai hingga akhir tahun ini. Bahkan untuk tahun depan, dirinya yakin bisa membuka hingga 20 gerai lagi di Indonesia. Sementara itu, Uncle Tetsu Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk mereka bisa menjadi franchise. “Kita ada target juga untuk bisa franchise, ini guna menjangkau wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Saat ini kita sedang siapkan itu semua,” imbuhnya.   Ade Komala  
Read More
Johnny Rockets, Hadir di 32 Negara dan Sukses Berpenetrasi di Indonesia
Burger dengan cita rasa khas negeri Paman Sam berdiri sejak 1986 di Melrose Avenue, Los Angeles California. Saat ini Johnny Rockets mengoperasikan lebih dari 350 franchise domestik.  Seperti kita ketahui brand Hamburger ternama yaitu Johnny Rockets merupakan brand restoran waralaba international yang berasal dari Amerika. Dengan menawarkan menu berkelas premium melalui penggunaan bahan-bahan berkualitas meliputi menu utama berbagai jenis burger, fries, dan milkshake dengan penyajian fresh-made to order. Brand ini memiliki perpaduan style klasik yang unik dengan sentuhan style modern yang inovatif menghasilkan restoran yang nyaman, fun, friendly service, sangat cocok bagi anak muda dan keluarga. Tantra Oktavianes, Manager Marketing Johnny Rockets mengatakan, hingga saat ini Johnny Rockets telah hadir di 32 negara. Dalam lingkup international, perkembangan brand relatif cepat dan masih akan terus berkembang. Pengembangan sepanjang tahun 2017 sebanyak 60 store. Dengan demikian Johnny Rockets sendiri bisa bersaing dengan kompetitor yang serupa lantaran perusahaan ini memiliki komitmen dengan standard tinggi. Tak hanya itu Johnny Rockets sendiri juga konsisten dalam penyajian produk, pelayanan dan manajemen yang baik, modal brand yang kuat serta dukungan penuh dalam operasional dari principal membuat merek ini dapat meraih sukses di kancah global.  Johnny Rockets Group di negara Asia khususnya Indonesia  bermitra dengan PT Riyanti Investama International sebagai pemegang master franchise. Dimulai sejak tahun 2011-2012, ketertarikan Johnny Rockets Group pada potensi yang dimiliki oleh Indonesia dimana pertumbuhan ekonomi yang baik serta kaya akan daerah pariwisata international, dinilai cocok untuk dapat tumbuh sukses bersama. Dalam melakukan penetrasi pasar Johnny Rockets bisa dikatakan sukses. Hal ini terbukti Johnny Rockets mudah diterima dengan baik oleh pasar karena beberapa keunggulan. Produknya yang memberikan sensasi cita rasa original  dari menu burger, fries dan shake, dibuat dari bahan-bahan pilihan terbaik, “fresh-made to order” dan diproses dengan cara yang mengedepankan food hyigene. Pelayanannya yang memberikan pengalaman menyenangkan yang tidak terlupakan karena atmosphere yang fun dan konsep “dancing servers”. Tantra menambahkan, adanya aspek strategi marketing dan promosi yang inovatif serta efektif, tepat sasaran sesuai segmen menjadi salah satu kunci sukses lainnya dalam melakukan penetrasi pasar, termasuk penawaran menu unik LTO’s (limited-time-offers).  “Kalau kita melihat brand lain dengan menu sejenis seperti burger, saat ini sudah banyak dipasaran. Tetapi melihat dari perspektif kelas produk kami yang lebih premium, juga dengan dukungan konsep yang khas, bisnis ini sangat potensial karena belum memiliki saingan yang head-to-head,” ujarnya.  Sementara untuk sajian utamanya, terdapat hamburger dengan 100% daging asli yang tebal dan lembut. Menikmati hamburger di Johnny Rockets pastinya akan menggoyang lidah para customer. Apalagi, pilihan hamburger yang ditawarkan sangat variatif. Mulai dari hamburger smoked house double, hamburger american cheese, Swiss cheese, dan pepperjack cheese. Johnny Rockets juga memiliki kentang goreng berukuran jumbo. Ukuran kentang yang super besar ini hanya bisa ditemui di Johnny Rockets. Tak ketinggalan sebuah saus bernama “ketchup a smile” juga akan diletakkan di setiap meja tamu. Saus dengan berbentuk senyum tersebut menjadi ikon spesial Johnny Rockets di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pertamakali beroperasi di Indonesia, Johnny Rockets melakukan pengenalan brand dahulu. Saat ini kami percaya melalui peluang partnership yang strategis, brand ini akan dapat berkembang lebih pesat lagi,” ucap Tantra. Soal Investasi untuk join di Johnny Rockets Tantra membeberkan besarnya nilai investasi bervariasi dengan kisaran Rp 3 Milyar  – Rp 5 Milyar. Untuk setiap store tergantung dari luasan serta konsep yang akan dikembangkan (traditional-casual dine-in atau express). Alvin Pratama
Read More
Shihlin Taiwan Street 10 Tahun Masuk ke Indonesia Kini Masih Eksis
Chicken fillet kini masih memiliki pasar tersendiri di jagat kuliner Asia. Salah satu pendatang dari negeri Taiwan adalah Shihlin Taiwan Street yang hadir di Indonesia sejak 2007. Bisnisnya pun kini semakin eksis. Dalam beberapa tahun belakangan camilan khas dari beberapa negara Asia menjadi tren di dunia kuliner di dalam negeri. Salah satunya camilan dari Taiwan. Dari sejumlah brand asing yang gencar berekspansi di Indonesia, Shihlin Taiwan Street Snacks menjadi gerai camilan khas Taiwan yang sudah cukup lama eksis. Di bawah bendera PT Jaya Wira Jerindo, Shihlin Taiwan Street Snack menyuguhkan berbagai macam jenis jajanan ala street food Taiwan yang menggunakan bahan baku ayam krispi dan bumbu khas yang dibuat oleh mereka. Menu yang ditawarkan Shihlin antara lain, rice box disajikan dengan nasi tofu dan potongan chicken crispy dan saus Shihlin‎, olahan Mee Sua, sajian tempura, dan yang terakhir XXL Fried Chicken Crispy dengan tiga rasa yaitu original, barbeque, dan Seeweed yang merupakan menu paling banyak dipesan. Sebagai master franchise yang Beroperasi sejak tahun 2007 di Indonesia, pada saat yang bersamaan, Shihlin mulai menawarkan kemitraan di dalam negeri. Saat ini total gerai Shihlin ada 70 gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Batam, Depok, dan Balikpapan. Rinciannya, 20 gerai milik pusat dan sisanya milik mitra. Konsep Shihlin Taiwan Street Snacks ini adalah gerai cepat saji yang menyediakan menu utama ayam fillet crispy. Kemasan kertas bisa dibawa-bawa khas street snacks. Calon mitra harus merogoh kocek minimal Rp 700 juta. Nilai investasi tersebut sudah termasuk fasilitas desain interior, peralatan masak lengkap, booth, bahan baku awal saus dan ayam serta kemasan, dan alat penunjang promosi seperti neon box, brosur. Kerjasama berlangsung selama lima tahun. Setelah masa kontrak selesai, biaya perpanjangan kerjasama akan dinegosiasikan dengan manajemen. Biaya royalti 5% Menu yang ditawarkan antara lain XXL chicken, crispy floss egg crepe, sausage cheese egg crepe, mushroom cheese egg crepe, dan seafood tempura. Harga menu mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per porsi. Calon franchisee harus menyiapkan lahan minimal 20 m² dengan SDM tiga orang karyawan. Pusat menetapkan biaya royalti sebesar 5% dari omzet tiap bulan. Selain itu, mitra harus memasok bahan baku utama berupa fillet ayam yang tinggal digoreng, bumbu dan kertas kemasan. Ian mengklaim, kelebihan ayam fillet Shihlin adalah rasa bumbu yang meresap dan menu yang selalu dalam kondisi renyah.   Alvin Pratama
Read More
Gara-gara Bangkrut Mike Tyson Buka Usaha
Siapa yang tak kenal dengan petinju dunia yang pernah menyabet medali berkali-kali ini. Ia adalah Mike Tyson, setelah lama pensiun dari dunia tinju, kini ia bergelut dengan bisnis pertama yang dilakoninya yakni sekolah tinju. Kabarnya bisnisnya ini difranchisekan? Petinju kelas berat legendaris Mike Tyson dalam dekat ini berencana untuk membuka waralaba pusat kebugaran tinju dengan namanya sendiri yaitu Mike Tyson Academy. Mike Tyson Academy akan membuka cabang di Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan. Rencana untuk pusat tinju dan kebugaran saat ini sedang digarap di Bahrain, Maroko, Uni Emirat Arab, India dan Swiss. Kantor pusat Academy akan berada di Las Vegas. "Saya merasa khawatir jika saya tidak melakukan apa-apa," ujar Tyson di sebuah konferensi pers di Dubai. Usaha bisnis baru Amerika, Mike Tyson Academy (MTA), akan melihat sejumlah akademi diluncurkan di seluruh dunia, dan khususnya di Timur Tengah, Australia, Prancis, Afrika Barat dan China di mana ada minat dari mitra potensial. Dubai tampaknya menjadi salah satu lokasi di mana Tyson akan meluncurkan salah satu waralaba. "Dubai telah memantapkan dirinya di peta dunia dengan menyelenggarakan banyak acara dan ikon olahraga terkemuka dan pasti ada ceruk di pasar ini untuk pusat kebugaran yang terkait dengan kualitas dan didorong oleh filosofi yang menantang dan keras seperti saya," kata Tyson. Tyson berusaha untuk menjaga konsistensi di semua pusat saya dengan pelatih yang telah mendapatkan sertifikasi dari dirinya dan juga staf pelatihan yang luar biasa yang akan berada di lokasi untuk memastikan patokan tertentu dipertahankan. Ia pun meyakini ini akan menjadi awal dari sebuah bisnis yang akan sukses dan berkembang. Dia mengatakan, pusat kebugaran akan menampilkan kardio, kekuatan, latihan fungsional dan latihan tinju. Akan ada cincin tinju berskala penuh di setiap lokasi dan serangkaian kelas pelatihan dan fungsional untuk mengambil program kebugaran dengan tingkat takik yang lebih tinggi. Tyson akan mengungkapkan rincian usaha bisnis baru tersebut pada sebuah konferensi pers di Burj Khalifa pada tanggal 4 Mei silam, yang akan diikuti oleh Gala Peluncuran MTA grand pada tanggal 6 Mei, yang diselenggarakan oleh Fred Frenchy Corp dan Mike Tyson Akademi. Pemesanan untuk acara gala dapat dilakukan dengan mengirim email ke gala@miketysonacademy.com. Alvin Pratama                  
Read More
aRoma Gelato Experience, Menengok Potensi Bisnis Franchise Gelato Asal Italia
Pernah dengar soal gelato? Gelato adalah makanan manis dingin khas Italia. Masyarakat Indonesia kerap menyebutnya sebagai es krim khas Italia. Di negara asalnya, gelato biasa dinikmati sambil berjalan kaki di kala hari sedang panas terik. Terletak di lantai Lower Ground, Senayan City Mall, aRoma Gelato Experience siap menawarkan pengalaman santap gelato dengan citarasa otentik khas negeri Lo Stivale ini. Didominasi warna hitam dan putih, aRoma menyuguhkan tempat bergaya modern nan minimalis. Pada bagian depan, terpajang etalase sebagai gelato storage-nya. Franchise gelato asal Italia, aRoma Gelato Experience kini hadir di Indonesia. Gerai yang berlokasi di Senayan City Shopping Mall ini, merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus Asia. Franchise aRoma Gelato Experience di Indonesia dikelola oleh PT Aroma Boga Indomakmur. Selain menawarkan berbagai varian rasa klasik gelato, gerai aROMA juga menawarkan gelato beraroma durian. Selain itu, aRoma juga menyajikan gelato dengan bahan baku impor dengan kualitas terbaik sourced from all over the world. aRoma Gelato Experience juga menggunakan susu dan krim segar sebagai bahan dasar pembuatan gelato-nya. Proses rahasia untuk mengurangi kadar udara juga digunakan sehingga karakter gelato di sini lebih lembut dan tidak berat di tenggorokan. Rahasia kesempurnaan tiap scoop gelato di aRoma Gelato Experience adalah semua gelato-nya dibuat handmade from scratch setiap harinya. Hal ini membuat gelato di sini selalu terjamin rasa dan kualitasnya. Selain itu, aRoma juga tidak menggunakan bahan pengawet, perasa, maupun pewarna buatan. Bussiness Development Aroma Boga Indomakmur, Elysia Alim mengatakan, ide membuka bisnis gerai gelato datang dari kebiasaan keluarganya yang kerap traveling ke luar negeri dan mencicipi berbagai jenis gelato. “Keluarga, khususnya Ayah saya senang sekali makan gelato. Sebelum kita putuskan membuka bisnis ini, kita research kira-kira franchise mana yang bisa dibawa ke Indonesia,” jelas Elysia. Menurutnya, butuh upaya keras untuk meyakinkan pemilik aROMA Gelato global bahwa gerai ini bisa dibuka untuk Indonesia. Setidaknya, dari standarisasi bahan-bahan gelato seperti susu dan krim harus memiliki kualitas yang sama dengan aRoma global. Selain itu, komponen lokal seperti aroma durian juga mesti mendapat persetujuan dari pemilik franchise pusat. “Kami memang memilih bahan-bahan yang premium dan fresh. Lebih banyak impor. Misalnya, vanila dari Madagascar, mangga dari India, Pistacio langsung dari Italia. Sementara yang dari lokal, kami ambil nanas, durian, serta susu dan krim,” jelas dia. aROMA Gelato Experience, kata Elysia, menawarkan hingga 36 rasa gelato, mulai dari rasa klasik seperti coklat dan hazelnut, rasa buah-buahan, hingga yang memiliki rasa campuran seperti pistachio bronte dan peppermint choco. Untuk harga, aROMA Galeto Experince dibandrol Rp 42.000 per 100 gram (cup mini) dan Rp 195.000 per 500 gram yang bisa dimakan untuk 5 cup besar. Selain menggunakan cup, konsumen hanya butuh menambahkan Rp 5.000 guna mengganti cup dengan cone cup Galeto. Elysia, mengatakan, setelah membuka gerai di Senayan City Shopping Mall, pihaknya akan segera membuka gerai lagi di salah satu mall di Jakarta. Kota-kota besar lain juga sedang dipertimbangkan.
Read More
Satu Lagi Resto Steak yang Siap Masuk Indonesia
Setelah sejumlah restoran asing maupun lokal sukses berebut pasar pecinta Steak di Indonesia, kini giliran restoran asal Philipina yang akan masuk. Berikut ulasannya!. Namanya adalah Sizzlin Steak, ia berada dibawah naungan perusahaan besar asal Philipina yaitu Max’s Grup Inc (MGI). Di sektor waralaba dunia, MGI telah memiliki nama besar. Ia telah sukses mengoperasikan 14  merek waralaba global dengan jumlah 500 outlet di 6 negara di Dunia. Merek-merek tersebut antara lain pertama, Max’s Restaurant, yaitu restoran yang khusus mengolah makanan berbahan dasar ayam. Kedua, Yellow Cab Pizza Co, yang menawarkan produk pizza berkualitas. Ketiga, Teriyaki Boy, restoran yang menawarkan berbagai makanan Jepang dengan konsep pelayanan Jepang. Merek-merek lainnya adalah Krispy Kreme, Jamba Juice, Corner Bakery, Dencio’s, Meranti, Le Coeur Be Franche, Maple, Kabisera, Singkit, dan terakhir adalah Sizzlin Steak. Mengapa Sizzlin Steak menyasar Indonesia? “Secara market, Indonesia dan Philipina memiliki kesamaan. Di Philipina restoran ini sangat ramai dan sukses disana dan kami yakin di Indonesia juga bisa lebih sukses lagi,” kata Joanna Tomagan, Senior Project Manager, Philippine Franchise Association. Bisnis ini sebelumnya juga telah diperkenalkan oleh Asosiasi Franchise Philipina melalui pameran langsung yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada akhir 2016, yang merupakan rangkaian kegiatan World Franchise Summit Indonesia. Sizzlin 'Steak pertama kali diluncurkan pada 2007 di Philipina dengan tujuan untuk memberikan pengalaman makan steak ala Jepang. Selain suasananya yang nyaman, arsitek dan interior outletnya yang moderen, Sizzlin steak juga memberikan pelayanannya khas Jepang kepada pelanggan. Sehingga pelanggan yang berkunjung akan merasakan sensai yang berbeda ketika berada di Sizzlin Steak. Produk yang ditawarkan juga menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi mulai dari bahan utamanya seperti daging sapi, maupun bumbu sausnya. “Sizzlin Steak menawarkan daging sapi berkualitas tinggi, saus khusus, dan sistem penyajiannya yang berbeda yaitu diatas tampan khusus yang dapat menyimpan panas sehingga tetap hangat selama dinikmati,”  kata Joanna. Beberapa menu andalan yang ditawarkan diantaranya Sizzlin Beef, irisan tipis daging sapi yang dibenamkan bersama saus khusus, dan disajikan bersama dengan jagung dan lada diatasnya. Burger Steak Set, yaitu daging sapi yang disajikan dengan berbagai jenis saus jamur, nasi putih, jagung, lada, dan beberapa campuran sayuran. Sizzlin Beef Pasta, irisan tipis daging sapi yang dibenamkan dalam saus khusus, dengan makanan pendamping jagung, serta pasta. Di Phipilina, restoran ini telah memiliki sembilan cabang yang yaitu di Ayala Center Cebu, Festival Supermall, Harbour Square, SM MOA,  SM Megamall, Promenade Greenhills, Robinsons Galleria, Robinsons Magnolia,  dan Newport Mall. Walaupun menggunakan bahan berkualitas dengan konsep outlet moderen, bisnis ini rupanya menyasar pasar menengah. Harganya dipatok untuk menjangkau seluruh kalangan. Julhan Sifadi
Read More
SaladStop!, Pionir Franchise Restoran Salad Asal Negeri Merlion
Restoran ini menghadirkan rangkaian menu sehat berupa salad bowls dan salad wraps. SaladStop! sudah mulai melayani pelanggan sejak akhir bulan Oktober 2016. Kehadiran SaladStop! ini sekaligus ingin mengajak masyarakat perkotaan untuk mulai memikirkan pentingnya kesehatan, nilai gizi yang terkandung dalam makanan, serta pelestarian lingkungan. “SaladStop! adalah bisnis keluarga kami yang berdiri sejak tahun 2009. Kami memiliki konsep Eat Wide Awake, dengan misi untuk menjadi restoran yang transaparan sehingga pelanggan tahu nutrisi dan kandungan ingredients dari makanan yang mereka makan, kesederhanaan proses makanan, all the way from local farm to your bowl,” papar Katherine Desbaillets Braha, Executive Vice President, SaladStop!. Dengan menggunakan sayuran dan buah lokal yang ditanam di Rancamaya, Bogor, SaladStop! menyajikan berbagai pilihan Salad Bowls, Salad Wraps, Warm Grain Bowls, Superfood Bowl dan masih banyak makanan serta minuman sehat lainnya. Pelanggan dapat memesan menu andalan dari SaladStop! seperti Oh Crab Lah!, Hail Caesar!, Sunshine Jakarta, atau berkreasi dengan memilih sesuai selera dari lebih dari 60 jenis toppings dan 20 jenis dressings. Selain itu, jika pelanggan ingin mengetahui jumlah nutrisi dari makanan yang mereka pesan, semua dapat diakses di website www.saladstop.co.id. “SaladStop! kini sudah memiliki 25 gerai di Singapura, Jepang, Filipina, dan Indonesia. Di setiap negara kami memiliki perkebunan sendiri dengan mengajak kerja sama para petani lokal dan mengedukasi mereka dalam menanam sesuai standard kami untuk menjaga kesegaran sayuran dan buahnya. Kami menggunakan bahan-bahan organik tanpa menggunakan perasa dan pewarna buatan serta pengawet. Kami berharap SaladStop! dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” ujar Katherine. Katherine menjelaskan, makanan di SaladStop! diproduksi di rumah tanpa menggunakan bahan pengawet, pewarna buatan dan dibuat dalam skala yang kecil yang fresh setiap hari, dari dapurnya. Kebanyakan dari bahan di SaladStop! berasal dari daerah (lokal) yang membuat semua makanan sangat fresh dan lezat. “Kami juga berkoordinasi dengan ahli gizi kami untuk memastikan bahwa seluruh resep kami di evaluasi untuk menyediakan nutrisi yang terbaik,” paparnya. Yang menarik, produk dari SaladStop! adalah menyediakan wraps, salads, quinoa bowl sebagai sarapan, Healthy Pastries, snack dan berbagai sup hangat sebagai Superfood Bowls. “Semua resep-resep yang ada di SaladStop! sangat sehat dan berbagai rasa dari seluruh dunia. Oleh karena itu kesegaran dari bahan-bahan SaladStop! sangat berkualitas. Satu hal lagi di SaladStop! tidak ada perasa buatan atau penambahan dressing,” ungkap Katherine. SaladStop! sangat bersemangat dalam membangun komitmen untuk transparansi makanan dan menantang bisnis ini untuk lebih bertanggung jawab dalam bekerja dengan partner dengan etos yang sama. “Kami percaya bahwa great end produk adalah tepat untuk partner yang baik dan kemampuan kami untuk mempengaruhi dan bekerja dengan tepat akan tumbuh, “ kata Katherine.  
Read More
Mr Quickie, Pemimpin Pasar Waralaba Service Sepatu asal Philipina akan Masuk Indonesia
Mr Quickie waralaba yang mengkhususkan dirinya memperbaiki sepatu di pinggiran jalan kini bersiap untuk ekspansi ke Indonesia. Seperti apa peluang waralabanya? Di Philipina, waralaba Mr Quickie telah hadir sejak 1981, dan ia adalah pemimpin pasar di kelasnya. Outletnya telah berjumlah 223 outlet di mana 173 milik mitra dan 50 lagi milik franchisor. Mr Quickie menawarkan produk perbaikan sepatu yang lebih detail dan berkualitas, menggunakan bahan-bahan yang bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Terdapat dua pilihan kualitas maupun harga yang terbaik dengan harga mahal maupun kualitas standar dengan harga yang cukup terjangkau. Pertama kali berdiri, bisnis ini memang hanya menawarkan layanan reparasi atau perbaikan sepatu, tetapi setelah memperoleh kepercayaan dari pelanggan, layanannya pun diperluas hingga perbaikan tas dan koper pada tahun 1985, dan terus berkembang ke duplikat kunci, reparasi kunci, dan perbaikan dan reparasi stempel. Bisnis ini didirikan oleh Mr Emiliano Carureto, seorang pengusaha sukses di Philipina yang telah memiliki banyak bisnis mulai dari restoran, hotel, dan kontraktor. “Saat itu ia berpikir bagaimana caranya orang yang memperbaiki sepatu dipinggir jalan bisa percaya menitipkan barangnya. Sehingga didirikanlah bisnis ini, dan outlet pertama tahun 1981 di Harison Plaza,” kata Ruby Anne Talosig, Business Development Head, Mr Quickie, saat mengikuti pameran di World Franchise Summit, di JCC, Jakarta. Saat ini ada enam produk reparasi atau perbaikan yang ditawarkan. Misalnya sepatu, produk yang ditawarkan adalah penggantian karet, dan tas dapat melakukan pergantian warna sesuai keinginan pelanggan, pergantian resleting, dan lainnya. “Bisnis ini selalu dibutuhkan, dan tidak akan pernah mati. Di Philipina, sudah sangat terkenal dan outletnya cukup banyak. Pelanggan sangat percaya kepada kami,” papar Ruby Anne. Ia pun optimis akan sukses dikembangkan di Indonesia karena karakter pasar Indonesia dan Philipina tidak jauh berbeda. Demikian pula lingkungan masyarakatnya yang kurang lebih sama menurut Ruby Anne. “Secara harga kita bersaing, dan kualitas service kita sangat baik,” ungkapnya. Walaupun menawarkan jasa service sepatu, tas, koper, dan stempel, bisnis ini menyasar lokasi mall sebagai ekspansinya. Tetapi tidak menutup diri juga untuk tempat yang berdiri sendiri di luar mall selama lokasinya tepat sesuai pasar yang dituju. Keunggulan lain yang dimiliki bisnis ini adalah onderdil yang disiapkan cukup lengkap mulai dari kualitas terbaik hingga kualitas standar. Untuk investasi waralaba, bisnis ini menawarkan tiga tipe investasi yakni tipe kios, kounter, dan walk in.     Selain Mr Quickie, ia juga meluncurkan merek lain yaitu Mr. Quickie Plus, bedanya adalah pada item layanan yang disediakan. Mr. Quickie Plus melayani seluruh produk yang ditawarkan Mr. Quickie ditambah satu yaitu dan perbaikan mesin jahit. Nilai investasinya untuk Mr Quickie franchisee fee 400.000 peso (mata uang pihlipina, royalti 7% dan promosi fee 1%. Sementara Mr. Quickie Plus, franchise fee 450.000 peso, royalti 7% dan promosi fee 1%.,   Julhan Sifadi              
Read More
Harcourts, Ada Nama Besar Panin Group Dibalik Eksistensinya
Harcourts merupakan salah satu broker properti kenamaan di dunia, ia telah ada sejak 1888, dan di Indonesia masuk tahun 2008. Bisnis ini juga menawarkan sistem waralaba. Apa keunggulannya? Harcourts merupakan pemain lama di industri properti dunia, ia telah ada sejak 1888. Di negara asalnya, di New Zealand, nama besar Harcourts cukup diperhitungkan para pesaing.  Ia tercatat sebagai salah satu broker properti yang sukses melebarkan sayapnya kesejumlah negara. Yaitu, Australia, Canada, China, Fiji, Hongkong, New Zealand, Afrika Selatan, UEA, Amerika Serikat, dan Indonesia. Di Indonesia, bisnis ini masuk secara waralaba sejak 2008 di bawah nama besar Panin Group. Dengan sistem waralaba yang dianut, Harcourts telah memiliki 36 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kota-kota tersebut yakni, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Palembang, Bekasi, dan Cibubur. Dalam menawarkan berbagai layanan real estate, seperti penjualan perumahan, komersial, dan rural properti serta layanan manajemen properti, Harcourts menempatkan hubungan saling percaya dan menghormati dengan semua kliennya. Filosofi inilah yang menjadi kesuksesan Harcourts baik di luar maupun dalam negeri. CEO Harcourts Indonesia, Nandar Gunawan, menjelaskan, selain memberi jaminan kekuatan merek, training yang baik, teknologi yang canggih, dan networking yang luas, secara lokal Harcourts berada di Grup Panin  sehingga telah memiliki banyak strategi partner. “Selain itu, Harcourts juga memiliki lini bisnis lain yang bisa mensupport kinerja Harcourts  itu sendiri misalnya asuransi, dan sekuritas,” kata Nandar Gunawan. Sebagai bisnis yang bergelut di broker properti yang memungkinkan setiap SDM (Sumber Daya Manusia) berhadapan langsung dengan pelanggan, maka kualitas SDM itu sendiri menjadi sangat penting. Olehnya itu, Harcourts memiliki pusat pendidikan sendiri untuk persoalan ini. “Kita memiliki Harcourts academy sendiri untuk membantu orang-orang yang bergabung dengan kita agar lebih sukses dan mereka bisa melayani klien dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan profesional,” papar Nandar. Terkait dengan pusat pelatihan SDM tersebut, Harcourts telah menerima penghargaan sebagai The Best Training and Education beberapa bulan lalu. Harcourts lanjut Nandar tidak hanya menerima pelatihan mendalam profesional untuk industri, tetapi juga memiliki komitmen untuk membangun hubungan pribadi yang bermakna dan asli dengan klien. Sebab menurutnya, sukses membeli dan menjual real estate hanyalah soal pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Volume besar arahan dan bisnis yang berulang dihasilkan adalah bukti bahwa ini bekerja untuk kepuasan semua orang,” papar Nandar. Bisnis ini memang fokus ke sistem dan kultur yang baik, serta keunggulan teknologi yang mumpuni untuk mendukung operasionalnya. Harcourts juga telah dianugerai Apple karena memmiliki Apps terbaik di dunia. Di Indonesia Harcourts berkembang dengan jalur waralaba dengan  royalti 9% perbulan dari gross komisi.   Julhan Sifadi    
Read More