DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
PELUANG USAHA MURAH
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Dec
09
FOOD BUSINESS OPPORTUNITY EXPO 2016
View This Event
Pameran Peluang Bisnis Makanan dan Perlengkapannya Tanggal :9 - 11 Desember 2016 Tempat : Graha Manggala Siliwangi. Jln. Aceh No. 66. Bandung More Information : NEO Bandung : 022 - 82065084 /  Instagram :neoorganizer Twitter : neoorganizer Facebook : Neo organizer
Nov
25
INDONESIA FRANCHISE & SME EXPO
View This Event
SET YOUR SIGHT FOR SUCCESS Learn how to apply a great business empire from international franchising expert 25 - 27 NOVEMBER 2016 JAKARTA CONVENTION CENTER www.worldfranchisesummit.com  
Majalah Terbit
edisi Januari 2017
Merek-merek yang berhasil membangun TOM memiliki banyak keuntungan. Selain mudah untuk ekspansi dan melakukan penjualan, TOM juga memiliki relasi linier dengan Market Leader.
Info Berlangganan
PENAWARAN FRANCHISE TERBAIK BULAN INI
Inilah Merek-Merek Franchise Peraih TOM 2016
Bertempat di XXI Theatre Lounge Mal Kelapa Gading, Majalah Franchise bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia menggelar awards ceremony Franchise Top of Mind 2016 (TOM) pada 10 Januari 2017 lalu. Penghargaan ini merupakan salah satu anugerah bergengsi yang ke-8 kali, diberikan Majalah Franchise kepada merek-merek franchise yang berhasil meraih popularitas tertinggi di benak konsumen dan investor berdasarkan hasil survei tahunan. Rofian Akbar selaku Pemimpin Umum majalah Franchise Indonesia dalam sambutannya mengatakan, TOM adalah penghargaan yang paling ditunggu para pelaku bisnis franchise di Indonesia. “Bukan karena sekadar adu gengsi di pentas panggung maupun pentas industri franchise, tapi TOM bisa menjadi tolak ukur kinerja bisnis sebuah merek selama satu tahun terakhir,” katanya. “Menyabet predikat TOM 2016 menjadi kebanggaan sendiri bagi sebuah merek franchise di Indonesia. Karena ini menjadi pembuktian bahwa mereka telah berhasil membangun kinerja mereknya secara baik selama satu tahun terakhir,” sambungnya. Ada sekitar 23 merek franchise yang diberi piagam penghargaan pada malam tersebut, antara lain Primagama, Snapy, Indomaret, Depo Air Minum BIRU, Carvil, Martha Tilaar Salon Day Spa, Ayam Bakar Wong Solo, JNE, Shop&Drive, Ayam Penyet Surabaya, Apotek K-24, Mrs Waffle, Bakmi Naga Resto, Miracle, Jolly Time, Bangi Kopitiam, Excelso, Oto Bento, Simply Fresh Laundry, Quick Chicken, Sabana Fried Chicken, Kiddy Cuts, dan Century 21. Selain para wartawan, acara TOM dihadiri oleh Anang Sukandar (Chairman Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia), Yohanes Heidy Purnama (Komisaris Majalah Franchise Indonesia), Rofian Akbar (Pemimpin Umum Majalah Franchise Indonesia), Jahja B Soenarjo (Direxion Strategy), dan para pelaku franchise. (ZR)  
Read More
Domino's Pizza Luncurkan Menu Rice Bowl
Baru-baru ini, Domino’s Pizza memperkenalkan salah satu menu terbarunya. Bukan lagi dari pizza, melainkan semangkuk nasi ala bento. Sebelumnya seperti Mcdonald’s maupun KFC pun pernah menawarkan menu ini. Manager Area Domino’s Pizza Summarecon Bekasi, Nur Fajar Rachman mengatakan, ada lima macam rasa yang ditawarkan dalam rice bowl kali ini, yaitu: Blackpepper Chicken, BBQ Chicken, Peri-Peri Chicken, Original Chicken, dan Sambal Sauce Chicken. “Menu ini menjadi trending topik di Medsos, tak herab jika di hari-hari tertentu menu rice bowl ini mampu mengalahkan jumlah pembelian pizza,” katanya Dalam rice bowl ini, terdapat lima potong ayam karage ukuran cukup besar, yang dibakar dengan saus pilihan rasa. Menu ini benar-benar menggugah selera pastinya. Pasalnya, selain disajikan dalam keadaan hangat, aroma dari ayam dan sausnya sangat kental terasa. “Ayam kami tidak digoreng, melainkan dimasak dengan alumunium foil dengan cara dibakar. Jadi pasti ada aroma khas ayam dibakar saat mencobanya,” jelas Fajar. Tak hanya itu, kata Fajar, pilihan saus yang disajikan pun terasa creamy dan kental sehingga terasa sangat nikmat di lidah. “Kalau favoritnya di sini ada blackpepper dan peri-peri. Dua menu itu sausnya paling the best-lah. Peminatnya banyak, dari anak sekolah, kuliah, juga para orang tua yang mau membekalkan anak-anaknya,” kata dia. Untuk masalah harga, tidak perlu khawatir. Satu porsi dari rice bowl ini hanya Rp 30 ribu. Bahkan, apabila tidak ingin membeli nasi, pelanggan juga bisa memilih menu ala carte crispy chicken bites untuk menu ayamnya saja dengan empat saus yang ditawarkan. “Domino’s Pizza juga memiliki beberapa jenis minuman sebagai pendamping rice bowl, seperti Lychee Tea, Peach Tea, dan Taro Milk yang tak kalah menyegarkan dari softdrink biasa. Harganya pun hanya berkisar Rp 10 hingga 12 ribu per botolnya,” tutur Fajar. (AP)
Read More
Chairman Emiritius of AFI Hadiri Markplus Conference 2017
Bertempat di Ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Anang Sukandar, Chairman Emiritius of Asosiasi Franchise Indonesia menghadiri undangan sebagai salah satu narasumber di Markplus Conference 2017 pada 8 Desember 2016 lalu. Dalam acara tersebut, Anang bersama ketua asosiasi dari berbagai industri melakukan business talk yang dipandu Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Dalam kesempatan tersebut Anang menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Hermawan. Di antaranya dia menjawab pertanyaan Hermawan tentang pesan Presiden Jokowi sewaktu berpidato dalam acara World Franchise Summit 2016. “Presiden mengatakan bahwa franchise adalah konsep yang bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan. Saya kira itu benar karena 70%-80% orang Indonesia self employee,” jawab Anang. Selanjutnya, Anang mengatakan, franchising adalah marketing konsep dan strategi perluasan yang cocok dengan era saat ini. Namun disayangkan bahwa masyarakat belum bisa membedakan antara franchise dan business opportunity (BO). “Sebab franchise memang BO, tapi BO belum tentu franchise,” katanya.   Anang juga berbicara tentang tren tren di industri franchise saat ini yang banyak mengarah pada makanan sehat. “Banyak kedai rumah makan sehat yang mulai menawarkan peluang bisnisnya. Jadi tidak hanya melulu fastfood,” katanya. Pada acara tersebut, Hermawan menyarankan kepada sekitar 5000 khalayak yang hadir terdiri dari para eksekutif perusahaan, pebisnis, pemasar, akademisi, pelajar, dan profesional dari Indonesia maupun luar negeri, untuk membeli franchise daripada harus memulai bisnis dari nol. “Kalau tidak punya modal yang kuat lebih baik anda ambil franchise, karena belum ada PDB-nya (positioning, diferensiasi dan branding). Lebih baik ikut orang (beli franchise) yang sudah ada PDB-nya,” ujarnya. (ZR)          
Read More
Polabbit Dessert House, Mengintip Bisnis Ice Cream Gulungan Premium ala Thailand
Pada edisi hunting kali ini tim redaksi berkunjung ke Basura Mall City yang terletak di jalan Basuki Rahmat, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketika sedang berjalan di area Ground Floor kami melihat sederetan penjaja makanan dengan media booth. Dari kejauhan kami melihat booth dengan konsep unik yang identik hewan beruang kutub dan kelinci. Booth tersebut bernama Polabbit Ice Cream. Setelah didekati, rupanya Polabbit Ice Cream menawarkan sensasi makan ice cream yang berbeda. Tidak hanya booth-nya saja yang unik, proses pembuatan ice cream ini juga unik. Penjual baru akan membuat es krim gulung ini saat ada pembeli yang memesan. Jadi es krim gulung ini memang selalu tersaji segar karena tidak bisa disimpan terlebih dahulu. Dilihat sepintas, prosesnya pembuatannya tidak sederhana. Setelah mengambil adonan dengan sigap tangan si pembuatnya langsung mengaduk-aduk adonan es krim hingga agak membeku. Setelah membeku, adonan diratakan dan digulung perlahan sedikit demi sedikit dan ditempatkan dalam cup. Keunggulan Polabbit Dessert House ini menyediakan rasa yang premium dan berkualitas. Seperti Cookies and Cream, Cokelat, Orange, Chocho Hazelnut. Untuk harga yang ditawarkan Polabbit Dessert House mulai dari Rp 23 ribu hingga Rp 28 ribu. Untuk investasi franchisenya, Andy Wijaya, Owner Polabbit Dessert House mematok investasi senilai Rp 35 juta dengan fasilitas yang di dapat mitra seperti booth, bahan baku awal, peralatan pendukung, mesin pembuat es, serta supporting dari pihak pusat. “Dalam kerja sama franchise ini, saya akan mengontrol pihak mitra yang sudah join dengan saya, baik itu management, kendala di lapangan, dll, intinya kami support mitra, “ paparnya. Saat ini Polabbit Dessert House memiliki 2 cabang di Mall Basura, dan Grand Galaxy Park. “Kedepan kita sudah running di berbagai mall seperti Lippo Mall Puri, Taman Anggrek, dan Mall Ciputra. Mitra kami yang sudah join dalam jangka dekat ini akan buka di Transmart Kalimalang, Surabaya, Cuma sedang terkendala proses perizinan,” ujar Andy. Ketika disinggung mengapa membuka di lokasi mall, Andy menjelaskan, untuk produk dessert seperti ice cream gulungan, maka cocok jika dipasarkan di pusat keramaian, salah satunya mal. Meskipun biaya sewa mall yang relatif mahal, Andy optimis dengan penjualan gerainya. Sebab di lokasi ini pangsa pasarnya tergolong ramai ketimbang buka di lokasi lain. “Jika bisnis ini di tempatkan di food court pasti sesuai dan produk yang kami jual. Karena produk kami tidak hanya menyasar kalangan anak-anak, remaja saja, bahkan orang tua pun banyak yang membeli,” jelas pria kelahiran Jakarta, 19 April 1988 ini.  
Read More
Tokio Street, Peluang Bisnis Snack Khas Jepang Yang Layak Dilirik
Peluang bisnis snack jepang ini sudah menawarkan peluang bisnis waralaba sejak 2012. Gerainya tersebar di berbagai mal. Pada bulan ini redaksi blusukan ke daerah Blok M Square yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Ketika kami masuk ke lantai ground kami melihat sederetan booth kuliner. Di lantai tersebut kami melihat merek yang cukup unik, yaitu Tokio Street. Rupanya, penjaja snack asal negara sakura itu menawarkan peluang bisnis waralaba. Takoyaki, atau camilan asal Kansai Jepang ini berbentuk bulat kecil yang terbuat dari adonan tepung terigu dan berisi irisan daging gurita. Meski pasarnya terbatas, namu pamornya kian eksis dan dapat dijumpai di mall maupun di pinggir jalan, penggemar makanan ini pun terus bertambah. Tak salah, jika camilan ini mengundang minat sejumlah pelaku usaha untuk terjun ke bisnis ini. Salah satunya adalah Sheila Prasetio. Dengan merek Tokio Street, Sheila membuka usaha takoyaki sejak 2010. Sheila mengatakan, selama ini takoyaki cuma bisa dijumpai saat event festival kebudayaan Jepang di Jakarta. Namun, belakangan, takoyaki sudah bisa ditemui di sejumlah mal. Namun, jumlah gerai dan pasarnya masih terbatas. Maklum, bahan baku takoyaki termasuk spesifik. Misalnya, katsuobushi yang terbuat dari daging ikan cakalang yang diserut untuk diambil kaldunya. Selain itu, ada rumput laut atau biasa disebut nori. Untuk menarik pelanggan, Sheila sengaja menempatkan usahanya di mal-mal terkemuka di Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, dan Balikpapan. “Kita melihat bahwa potensi customer itu banyak di mall, oleh karena itu kita tertarik untuk buka di mall,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1982 ini. Membuka gerai pertamanya di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan. Ternyata respon dari masyarakat cukup baik. Tiap hari, rata-rata penjualan takoyaki di gerainya mencapai 40 porsi. Untuk melebarkan jaringan pemasarannya, pada tahun 2012 Sheila membuka paket kemitraan Tokio Street bagi masyarakat yang berminat menekuni usaha tersebut. Calon mitra yang berminat bergabung, tersedia dua pilihan paket. Paket pertama investasinya Rp 100 juta, dan paket kedua sebesar Rp 150 juta. Bedanya, dengan paket investasi Rp 150 juta calon mitra akan mendapat banyak varian menu selain takoyaki dan okonomiyaki. Selain itu mendapat booth ukuran 2x3. Sementara paket pertama, mitra hanya mendapatkan booth ukuran 2x2 dengan 2 menu saja takoyaki dan okonomiyaki serta peralatan lain. Adapun untuk paket kedua, mitra akan mendapatkan booth, peralatan lengkap memasak dan bahan baku awal. Selain itu, calon mitra akan mendapat alat promosi dan seragam karyawan. “Kami tidak mengutip biaya royalti fee, hanya keharusan membeli bahan baku dari pusat,” imbuh Sheila . Target pasar Tokio Street adalah semua kalangan. Karena itu, lokasi usaha diutamakan di mall. Saat ini Sheila sudah memiliki 10 gerai milik sendiri dan 28 mitra. Alvin Pratama  
Read More
Bento Steak.co, Meraup Laba Bisnis Steak dengan Kualitas Bintang Lima
Steak yang berasal dari kota Depok ini mensiasati customer dengan berbagai varian menu dan harga terjangkau. Waralaba yang banyak beroperasi di area mal ini belum banyak diketahui publik. Seperti apa peluang bisnisnya? Edisi ini tim redaksi bertandang ke mall di bilangan Jakarta Barat tepatnya di Plaza Slipi Jaya. Kami menelusuri tiap lantai mal tersebut. Tujuannya tiada lain, berburu berita untuk rubrik “Franchise Hunt”. Ketika kami berjalan di lantai 3 kami melihat brand-brand waralaba seperti Wafflelicius, Ixobox, dan Panties Pizza dan sederet merek waralaba lainnya. Namun kami melihat ada restoran steak bernama Bento Steak.co yang cukup menarik pemandangan. Dari segi desainnya modern dan elegan layaknya restoran steak pada umumnya. Sontak saja kami tertarik untuk menelusuri apakah restoran ini menawarkan peluang bisnis franchise atau tidak. Ketika kami bertanya dengan salah satu pegawai yang ada ternyata benar dugaan kami, bisnis ini ternyata difranchisekan. Kami pun tidak berpikir lama untuk melakukan sesi wawancara setelah membuat appointment dengan Setiawan, Direktur Bento Steak.co, Bapak Setiawan. Kehadiran Bento Steak.co tentu tidak hanya meramaikan keanekaragaman bisnis kuliner di mal Plaza Slipi Jaya. Kehadiran Bento Steak.co juga meramaikan industri kuliner di Indonesia. Hingga tahun 2010, Bento Steak.co sudah memiliki 9 outlet yang tersebar di ITC Depok Mall, Plaza Slipi Jaya, Graha Cijantung, Cibinong Mall, DTC Mall Sawangan, Depok Town Square, Blok M Square, Bogor Trade Mall, Pondok Gede Mall. Selain itu, Bento  Steak.co  juga sudah mampu menepis anggapan masyarakat bahwa menu steak merupakan hidangan yang harganya mahal. Hingga saat ini  Bento Steak.co masih berupaya untuk melakukan inovasi dan gencar menawarkan konsep waralaba. Hal ini dilakukan Bento Steak.co untuk selalu tetap menjaga kualitas produk dan citarasa hidangan steak. Keberhasilan Bento Steak.co saat ini terus memacu dirinya untuk menjadi tempat kuliner yang terjangkau dan mengubah mindset customer, bahwa menikmati sajian steak bisa masuk ke kalangan atas dan bawah. Selain itu, menjaga kualitas produk dan inovasi dalam varian menu juga terus ditingkatkan Bento Steak.co. Beberapa menu yang ditawarkannya antara lain chicken steak, beef steak, chicken double, sirloin steak, tenderloin steak, bento mi beef steak, chicken teriyaki rice, spaghetti, wagyu, prime tenderloin, regular tenderloin, dan lain-lain. Ada pula aneka minuman seperti coffee latte, dan black coffee, milkshakes dan latte sebagai pelengkap. “Bento Steak.co juga menyediakan area smooking room, selain itu customer yang ingin santai menikmati secangkir kopi juga bisa di resto kami”, jelas Setiawan, Direktur Bento Steak.co. Menurut dia, menu makanan Bento Steak.Co dijual mulai Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per porsi. Setiawan menjelaskan, untuk tawaran investasi di Bento Steak.co ini Rp 700 juta hingga Rp1.2 Milyar di luar sewa tempat. Untuk  Estimasi omzet yang dapat diraup franchisee, ia menargetkan mencapai Rp 175- Rp 200 juta per bulan. Dengan demikian franchisee bisa target balik modal sekitar 1 tahun. Tempat usaha yang dibutuhkan sekitar 80 m² dengan delapan pegawai. Setiawan mengklaim, keunggulan Bento Steak.Co terletak pada standardisasi saus yang lebih gurih dan citarasa steak yang nikmat namun dengan harga jual yang tetap ramah di kantong. Ia menambahkan, ada keunggulan yang tidak dimiliki oleh para kompetitor, yaitu saus steaknya yang homemade, sehingga saus yng disajikannya pun fresh. Selain itu daging steaknya menggunakan Aussie Beef asli. “Proses penyembelihan sapi dari awal hingga akhir kita kontrol, tak hanya itu bahan baku pendamping steak juga kami jaga sehingga melahirkan steak kualitas prima dengan harga terjangkau,” paparnya. Alvin Pratama
Read More
The Clean Bar, Waralaba Laundry Sepatu dan Tas Yang Belum Ada Pesaing
Di kota asalnya yakni Solo, bisnis laundry sepatu dan tas ini ketika pertama kali membuka outlet bisnisnya masih dipandang sebelah mata. Namun berkat keseriusan pemiliknya menggarap segmen kawula muda, kini bisnisnya sudah merambah ke berbagai daerah. Tengok yuk peluang bisnisnya! Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur. Mereka menawarkan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan menarik. Selain itu, maraknya usaha laundry juga tidak bisa dilepaskan dari semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jasa laundry. Apalagi perubahan gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih laundry dibanding mencuci sendiri. Sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang menjanjikan. Nah, salah satu usaha usaha laundry yang mampu berkembang hingga bisa melakukan ekspansi cabang secara nasional adalah The Clean Bar Laundry milik Dryan Khaula Cahyadi Usman. Bisnis ini sudah berstatus franchise. Namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Kesuksesan bisnis ini tak lepas dari Dryan Khaula Cahyadi Usman. Jiwa wirausahanya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah. Awalnya Dryan mencoba bisnis kuliner hingga punya 2 cabang. Tapi karena tidak memungkinkan untuk meracik bumbu sendiri akhirnya ia putar haluan menekuni bisnis jasa yang lain. Dipilihlah bisnis jasa cuci alias laundry. “Waktu buka pertama kali kami buka di ruko kecil yang hanya dengan konsep sederhana dengan kreativitas desain yang kami miliki. Lalu kami bersama tim memberanikan diri untuk membuka di mall, akhirnya hingga saat ini kita masih eksis,” katanya.   Dryan memberanikan untuk mengajukan proposal, kemudian membuka tenan, lalu mengurus perijinan mall. “satu bulan kita buka 1 minggu, kita buka masih sepi, kemudian di minggu berikutnya lumayan ramai, pasar segmen kita sudah terbentuk,” ujarnya. Pria kelahiran Solo, 13 Mei 1993 ini terinspirasi dari Jogja Shoes Care ketika mendirikan bisnis ini. Bahkan ia sempat belajar ke pemiliknya saking ingin bisa mengetahui cara mencuci sepatu yang benar. Karena sebelumnya dia sama seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya, mencuci sepatu dengan dicelupkan. Ilmu ini kemudianditerapkan di Solo melalui The Clean Bar. Untuk menemukan cara dan formula yang pas, seringkali Dryan mengorbankan sepatunya sendiri. “Resikonya harus mengorbankan sepatu. Dari situ jadi tahu misal bahan suede tidak boleh pakai banyak cleaner,” terangnya. Seperti halnya anak muda sekarang,  media sosial dijadikannya media promosi yang ampuh. Dalam postingnya, Dryan tidak melulu promosi The Clean Bar tapi kebanyakan adalah  posting berbagai hal tentang sepatu. Dari target awal anak-anak muda, pangsa pasar The Clean kini sudah meluas hingga para orang tua. Dryan jugamenggandeng komunitas sepatu Sneakers Solo. Selain itu, The Clean Bar juga melayani cuci sepatu berbahan kulit hingga sepatu heels para wanita. “Selama ini pelanggan didominasi pemilik sneaker,” kata Dryan. Menurutnya, sepatu sneaker yang bagian bawahnya dari karet bisa berubah warna menjadi kuning bila disimpan tanpa menggunakan zip-lock atau silica gel. “Kami melayani perawatan unyellowing juga melayani reglue bagi sepatu yang baru dibeli. Layanan leather treatment untuk mengilapkan kulit juga bisa,” terangnya. Soal urusan harga Dryan mematok harga Rp20-25 ribu untuk gerai yang berada di wilayah solo, sedangkan Rp 35 ribu-65 ribu untuk gerai di Bekasi.  Hingga saat ini The Clean Bar sudah memiliki 10 mitra yang tersebar di Citraland Semarang, Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Jogja City Mall, Pakuwon Trade Center Surabaya, Grand Galaxy Park Bekasi, Solo Square, Solo Paragon, Mall Sidoarjo. Di singgung mengenai jumlah investasi franchise, Dryan mengatakan paket pertama Rp75 juta dan paket kedua Rp 80 juta. Mitra akan mendapatkan booth, pendampingan , Tv LCD, dan perlengkapan peralatan jasa. Dalam sebulan omzet per bulan mampu meraup puluhan juta. Hal ini tentu saja membuat calon investor tergiur dengan pendapatan yang signifikan. “Bicara omzet jika di lihat di gerai Ambarukmo Plaza Jogja saja sebulan bisa meraup 30 juta per bulan, di tiap gerai lainnya pun kurang lebih sama untuk pendapatan omzet tiap bulannya,” akunya. Alvin Pratama  
Read More
Hey Banana, Tawaran Bisnis Menarik dari Olahan Pisang Sunpride
Hey Banana menyajikan  camilan berbahan baku pisang. Sajian makanan ini disajikan dengan berbagai pilihan topping dan baluran krim coklat. Pisang tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah. Banyak pengusaha yang berinovasi membuat camilan berbahan baku pisang. Salah satu inovasi itu yakni pisang yang disiram lelehan cokelat beku dan diberi taburan berbagai topping. Kudapan ini populer dengan sebutan frozen banana. Melihat potensi tersebut, Brian Sumito asal Jakarta mencoba menjajal peruntungan lewat merek usaha Hey Banana pada tahun lalu. Menu cemilan  dari Jakarta. Sajian yang ditawarkan ini merupakan camilan bahan baku pisang yang di freezer. Cemilan ini dapat dinikmati semua kalangan umur dan memiliki rasa yang nikmat. Berbagai toping yang disediakan tempat ini yakni nutela, oreo, green tea, sprinkel, coco pops, fruit pebbles, strawberry, kacang almond, red velvet, pandan dan lain sebagainya. Sajian cemilan ini bisa dinikmati mulai dari harga Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu. Dalam sajian cemilan ini menggunakan bahan dasar olahan pisang berjenis Sunpride. Pisang Sunpride ini dikenal sebagai pisang yang memiliki rasa manis serta tekstur yang lembut serta halus. Selain sajian cemilan, Hey Banana juga menyediakan minuman Milkshake yang terbuat juga dari bahan pisang. Bagi pecinta pisang tentu sangat menggemari pilihan yang ada di Hey Banana. Minuman Milkshake ini bisa dinikmati konsumen seharga Rp 15 ribu. Brian, Owner Hey Banana menjelaskan, minuman Milkshake ini selain pisang diberikan juga campuran bahan lainnya seperti susu, coklat dan Pisang tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah. Banyak pengusaha yang berinovasi membuat camilan berbahan baku pisang. Salah satu inovasi itu yakni pisang yang disiram lelehan cokelat beku dan diberi taburan berbagai topping. Hey Banana kini sudah memiliki lima gerai milik mitra dan akan menambah tiga gerai dalam dua bulan ke depan. Lima gerai mitra tersebar di Bandung, Makasar, Samarinda dan Batam “Rencana pusat akan membuka gerai resmi bulan depan di Tangerang," ujarnya. Hey Banana menawarkan empat paket investasi, yaitu paket Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 15 juta dan Rp 25 juta. Pada paket pertama, sistem usaha berupa pesan antar tanpa gerai atau booth. Sedangkan paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta membuka usaha dengan booth dari bazar ke bazar, kampus atau pujasera. Dan paket Rp 25 juta untuk mitra yang membuka booth di mal. Seluruh paket akan mendapatkan kelengkapan peralatan, media promosi dan bahan baku sebanyak 300 porsi-400 porsi. Khusus untuk paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta disediakan portable booth. Sedangkan paket Rp 25 juta disediakan booth permanen. Brian menerapkan biaya royalti sebesar Rp 500.000 per bulan untuk jangka waktu enam bulan pertama. Selanjutnya, mitra cukup mengambil bahan baku dan kemasan dari pusat. Brian menghitung, rata-rata omzet per bulan untuk paket Rp 25 juta sebesar Rp 30 juta–Rp 45 juta, sedangkan paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta sebesar Rp 22 juta–30 juta. “Untuk paket Rp 5 juta belum ada yang bergabung, jadi kami belum bisa membuat kisaran omzetnya,” ujar Brian. Yang jelas, target balik modal sekitar setengah tahun. Alvin Pratama
Read More
Meltin You, Mencubit Laba dari Bisnis Kue Cubit Premium
Kue mungil bertabur topping meses cokelat ini bisa dikatakan makanan klasik yang menawarkan banyak varian rasa. Tidak banyak yang tahu jika bisnis ini rupanya menawarkan peluang franchise. Indonesia kaya akan berbagai macam jajanan kue tradisional yang enak dan lezat. Nah, belakangan banyak kue tradisional yang dimodifikasi bentuk maupun rasanya, sehingga pamornya kembali terangkat. Kue cubit kini juga mencoba meramaikan industri kuliner. Meltin You mencoba peruntungan bisnis kue cubit di bisnis franchise. Berdiri sejak Februari 2015 silam, Meltin ingin menawarkan  sebuah inovasi menjadikan kue cubit mnjadi makanan berkelas premium yang menyasar kelas premium ini. Hal itulah yang membuat Tera Nurul Harfiah begitu semangat dan optimis dengan bisnis yang didirikannya ini. “Kami adalah franchise kue cubit pertama dengan konsep premix yang kemudian ditiru oleh beberapa kompetitor kami. Pasar franchise kue cubit sendiri cukup besar apa lagi yang di luar jabodetabek. Kendala pengiriman adonan adalah salah satu alasan kami membuat formula Pre-MIX,”jelas Tera Owner Kue Cubit Meltin You. Dikatakan Tera,  filosofi produk Meltin You adalah kue cubit yang dimasak setengah matang dan masih lumer (melt) oleh karena itu merek kue cubit ini menjadi “Melt in you”, atau Meleleh di dalam-mu. “Kami juga memilih loyang berukuran kecil bertujuan agar kue cubit yang dimakan bias dalam satu suapan, dibalik dan tidak berantakan,” katanya. Tera mengatakan, Meltin You didirian tidak untuk dimitrakan, melainkan untuk bisnis pribadi saja. Akan tetapi, begitu Meltin You berpromosi melalui Instagram, rupanya Meltin You mendapatkan respon yang baik dari para calon investornya. “Waktu melakukan promo Kue Cubit Meltin You follower mencapai 8 ribu di bulan pertama, banyak permintaan hingga banyak yang bertanya apakah bisnis ini difranchisekan,” kata Tera. Keunggulan Meltin You sendiri menyediakan banyak bonus untuk mitra di awal pembukaan dengan 16 premix dan beberapa bonus lainnya. Dari segi sistemnya pun sangat simple, tanpa ada royaltie  fee per bulan atau per tahunnya. Kini, Tera mempromosikan kue cubitnnya via Instagram, Path, BBM, pameran. Selain itu, tentu dari mulut ke mulut sehingga menjadikannya kue cubitnya semakin dikenal.         Saat ini, Meltin You memiliki 2 cabang sendiri di Margonda Depok, Kuningan City Mall. Sedangkan franchisee tersebar di 44 kota di Indonesia seperti Serang, Tasik, Purwakarta, Subang, Semarang, Malang, Sidoarjo, Tarakan (Kaltim), Barabai (Kalsel), Palu (Sulteng), Makassar (Sulsesl), Tebing Tinggi (Sumut), Pangkal Pinang (Bangka Belitung). Alvin Pratama  
Read More
Megah Sari, Supplier Saus Sambal yang Sudah Diakui di Luar Negeri
Produsen spesialis saus sambal ini sudah ada sejak 1980. Produknya banyak digunakan pelaku bisnis Hotel, Restoran ternama serta produsen fast food. Produknya tentu cocok untuk pelaku waralaba.  Berawal dari hobinya meracik bumbu sambal, Howardi Kartono atau yang akrab dipanggil Pak Ho resmi membangun PT Megahsari Howardi pada 1988 untuk memenuhi tingginya permintaan produk sambal Megah SariS
Read More
Megah Sari, Supplier Saus Sambal yang Sudah Diakui di Luar Negeri
Produsen spesialis saus sambal ini sudah ada sejak 1980. Produknya banyak digunakan pelaku bisnis Hotel, Restoran ternama serta produsen fast food. Produknya tentu cocok untuk pelaku waralaba.  Berawal dari hobinya meracik bumbu sambal, Howardi Kartono atau yang akrab dipanggil Pak Ho resmi membangun PT Megahsari Howardi pada 1988 untuk memenuhi tingginya permintaan produk sambal Megah SariSejak saat itu, sambal Megah Sari semakin dikenal luas karena keunikan citarasanya yang dihasilkan oleh perpaduan seimbang komposisi rempah-rempah dan cabai asli. Pada perkembangannya, hanya dalam waktu kurang satu tahun, langkah strategis tersebut berhasil memperluas pangsa pasar produk Megah Sari. Produknya sudah ekspor ke negara Amerika, Kanada, Netherland, Australia, China, Taiwan, Hong kong, Arab Saudi. Menyadari adanya potensi yang besar Megah Sari, maka pada 2006 PT Sparindo Food mengakuisisi perusahaan ini. Pada perkembangannya, hanya dalam waktu kurang setahun, langkah strategis tersebut berhasil memperluas pangsa pasar produk Megah Sari. Selain sudah menjadi produk andalan di pasaran ekspor, pada tahun 2008, PT. Sparindo Food melebarkan sayap dan melakukan ekspansi dengan fokus pasaran JABODETABEK. PT. Sparindo Food memiliki kantor cabang di Bogor untuk pasaran Bogor dan Sukabumi, kantor cabang Jakarta untuk wilayah DKI Jakarta. “Kami melakukan pembenahan internal dari manajemen perusahaan, pembentukan tim R&D untuk penyempurnaan formula, pengembangan metode pengolahan bahan baku, hingga pembentukan tim sales untuk penetrasi market lokal di area Jabodetabek,” kata Jenlien, Marketing Communication Executive Megah Sari. Adapun produk yang dipasarkan Megah Sari antara lain Saos Sambal Asli, Saos Tomat, Sambal Bakso, Sambal Balado, Sambal Uleg, Sambal Padang, Sambal Petai, Sambal Terasi, Sambal Bajak. Positioning brand Sambal Megah Sari berdasarkan kualitas pada kelas brand-brand saos sambal yang dikenal masyarakat luas sebagai produk berkualitas dan mahal. “Namun harga yang kami tawarkan berada pada posisi di bawah harga brand-brand atas tersebut,” ujar Jenlien. Setelah melakukan pembenahan di berbagai area beberapa tahun belakangan ini, Megah Sari mengalami peningkatan signifikan tidak hanya pada kualitas produk, tapi juga sistem kerja sehingga Megah Sari dipercaya untuk melayani pembuatan saus sambal yang mengusung brand klien Megah Sari, di antaranya adalah brand L-Choice milik Lotte Wholesale dan saos sambal Giant Fried Chicken. “Kami tidak mungkin dapat menjalin kemitraan dengan kedua perusahaan ritel besar ini bila kualitas kami tidak sesuai standar mereka,” terang Jenlien. Melihat banyaknya saos murah yang beredar di pasaran membuat Megah Sari prohatin, karena itu, kata Jenline, tim R&D Megah Sari menciptakan formula saos sambal baru yang pada tahun 2014 akhir. “Kami luncurkan dengan brand Hot-1 untuk menyasar segmen kelas menengah. Harganya jauh di bawah Sambal Megah Sari namun sedikit di atas harga sambal murah. Kami tidak bisa melanggar komitmen kami yaitu memberikan hanya produk terbaik bagi masyarakat dengan melakukan kompromi terhadap bahan baku yang dapat mengancam kesehatan konsumen demi harga murah,” paparnya. Dijelaskan, Megah Sari melakukan promosi yang ada dengan cara konvensional dan melalui digital marketing. Cara konvensional mencakup direct selling oleh SPG, extra discount, program bonus produk gratis hingga program berhadiah. Digital marketing pertama yang dilakukan Megah Sari adalah membuat website perusahaan: www.sambalku.com dan akun social media facebook, instagram, twitter dan path. “Selain direct selling yang konvensional, kami juga menjual produk kami secara online melalui tokopedia,” pungkas Jenlien.  
Read More
Ephraim Coffee, Supplier Mesin Kopi yang Modern dan Berkualitas
Sebagai penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia punya potensi besar untuk bisnis kopi. Banyak peluang usaha yang muncul dari kopi. Dari hulu, misalnya, peluang untuk bertanam kopi sudah tak diragukan lagi. Di hilir apalagi, banyak usaha yang muncul, mulai dari menjadi pemasok hingga mendirikan kedai kopi. Di banyak kedai kopi, pasti sebagian menemukan mesin yang berfungsi menggoreng kopi dari kopi mentah menjadi siap untuk digiling. Ternyata sudah ada beberapa pemain lokal yang memproduksi mesin sangrai tersebut. Tengok saja, Ephraim Coffee yang berasal dari kota bunga ini. Pemasok kopi sangrai (roaster) ini melihat peluang menjanjikan dengan menjamurnya kedai kopi. “Merek ini pernah mengikuti festival Indonesian Coffee Festival pada juni 2016 silam,” ujar Ferry, Owner Ephraim coffee. Ferry mulai memproduksi mesin sangrai kopi sejak 3 tahun silam. Hingga sekarang, ratusan mesin sudah berhasil ia jual. Bahkan, menurut pria kelahiran Bandung 7 September 1973, ini, pertumbuhan bisnisnya bisa mencapai 100 persen per tahun. Berdasarkan pengalaman Ferry, peluang bagi pemain lokal untuk mengembangkan produk ini terbuka lebar. Selain petani dan pelaku UMKM, banyak pemilik kafe kopi di daerah yang menggunakan produk buatannya. Sebenarnya Ferry secara tak sengaja terjun dalam bisnis mesin roaster. Pengalamannya pernah bekerja di perusahaan mesin roaster kopi membuatnya tertarik menyuplai di Bandung. Hingga pada akhirnya bisnisnya ini diterima oleh negara di Asia maupun di Eropa. Keunggulan roasting besutan Ferry ini terletak pada kecanggihan mesin. Ketika mesin roasting kopi ini dikirim keluar negeri, atau keluar kota, ia mengatakan bahwa mesinnya tak perlu men-setting di depan mesin rosting itu. “Jadi mesinnya bisa di program via profil rosting ke jaringan internet, dan mesin itu langsung dapat di operasionalkan,” katanya. “Awalnya kami membuat mesin roasting kopi, dengan kemahiran kami beserta tim, sampai kami meluncurkan produk kopi dengan rasa yang nikmat,” sambungnya.Ephraim Coffee yang sudah Go International ini produknya sudah ekspor ke negara Philipina, Korea, Jerman, Singapore, Rusia. Ferry mengatakan, pada september silam bisnisnya menerapkan sistem waralaba dengan konsultan dari Direxion Consulting ternama Jahja B Soenarjo. Meskipun bisnisnya difranchisekan, tapi Ferry menegaskan bahwa bisnisnya ini tak lepas dari roaster kopi yang sudah ditekuninya sejak 2013. Produk-produk yang dijual di Ephraim Coffee ini seperti Ekspreso, Olddrip, Breakfast Coffee. Di awal tahun ini akan ada mesin yang ia luncurkan yakni Nitros Coffee, di mana Nitrogen di inject kopi menghasilkan dinginnya minuman tersebut mencapai 5 derajat celcius. Saat ini Ephraim Coffee mensuplai ke berbagai hotel, restoran dan kafe. “Kita masuk di berbagai hotel dan resto ternama di Indonesia seperti Hotel Sheraton, Papandayan Hotel, Ivory Hotel, dan sisanya jual di media online,” ungkap Ferry. Harga yang ditawarkan di Ephraim Coffee ini berkisar Rp 200 Ribu hingga Rp 500 ribu/kg. Sedangkan untuk kemasan bubuk Ferry mematok Rp 200 ribu untuk 500 gram. Produk ini bisa di gabungkan dengan ice cream, berries, air dingin, air panas, Beer, Sprite. Selain itu, bagi investor yang tertarik untuk bergabung dengan peluang bisnis Ephraim Coffee ada paket investasi senilai Rp 350 juta hingga Rp 1,5 Milyar. Dari investasi tersebut mitra akan mendapat set up coffee hingga grand opening, managemen bisnis, dan mesin coffee maker.
Read More
Prambanan Kencana, Perusahaan Food Service yang Telah Hadir Sejak 1953
McDonalds, Dunkin Donuts, KFC, A&W, BreadTalk, Starbucks Coffee, Tous les Jours, Pizza Hut, Shangrila Jakarta, Four Seasons Hotels, adalah sebagian kecil dari merek-merek besar di negeri ini yang telah menggunakan jasa Prambanan Kencana.  Perusahaan ini telah hadir sejak 1953, di Indonesia, dan telah berperan penting dalam tumbuh kembangnya industri makanan di Indonesia. Ia adalah pemegang lebih dari 70 prinsipal bahan baku makanan dunia yang masuk ke Indonesia. Mulai dari bahan baku roti dan kue, susu, minuman, buah-buahan kering dan kacang-kacangan, penganan, minyak, ceokelat, keju, jus, biskuit, cokelat powder, pasta, dan bahkan juga menyiapkan produk-produk grosir untuk toko bahan makanan. Merek-merek yang didistribusikan antara lain, Indomilk, Haan, Blue Diamond, Angel,Mariani,Rauch, Tsukuba, Fabbri, Westco, Sunny Gem, Ireks, Fondx, Barry Callebaut, Borges, Shoei, dan lain-lain. “Seluruh produk kita lebih dari 2.000, khusus untuk bakery & pastry, kita support lengkap dari A sampai Z kita ada. Dan ini yang menjadi kekuatan kita termasuk dekorasinya seperti topping,” kata Homisah, Business Development Manager, Prambanan Kencana. Dengan jumlah prinsipal yang banyak, harga produk yang ditawarkan Prambanan Kencana dapat dipastikan bersaing. Perusahaan ini dapat menjual produk dalam kapasitas kecil hingga besar untuk kelas industri. “70 hingga 80 persen kita kuat di food service jadi kalau market leader di food service itu pasti Prambanan,” papar Homisah. Prambanan juga memiliki pusat produksi bekerjasama dengan Zealand Bakery,dan berafiliasi dengan empat perusahaan besar yaitu PT. Zealandia Indonesia, PT. Gandum Mas Kencana, PT.Calindo everbright International, dan PT.Pacific Lacto Jaya. Selain merek-merek perusahaan franchise dalam dan luar negeri, mulai dari perhotelan, coffee shop, kafe, dan restoran, Prambanan Kencana juga telah bekerjasama dengan sejumlah retail moderen seperti Alfamart, All Fresh, Carrefour, Circle K, GrandLucky, Indomaret, Hypermart, 7Eleven, Family Mart, Hero, Ranch Market, Yogya Mart, Watsons, FoodHall, Superindo, Lotte Mart, Kem Chicks, Guardian, dan Diamond Supermarket untuk penjualan produknya. Sementara untuk kelas industri, ia telah lama bermitra dengan ABC, Arnotts, Diamond, Garudafood, IFF, Indofood, Khong Guan, Nestle, Siantar Top, Nutrifood, Simba, Pokphand, Givaudan, Bernardi, Campina, Kino, Mayora, Sari Roti, dan UBM. Bisnis ini diperkuat pula dengan sistem distribusinya ke seluruh Indonesia. Ia memiliki 9 kantor cabang untuk mendukung pendistribusian produk-produknya, dan Lebih dari 20 kota telah memiliki sub distributor mitra di sejumlah kota kecil di Indonesia. Kantor cabang Prambanan Kencana ada di Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Palembang, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. Selain mendistribusikan produk, ia juga aktif memberikan pelatihan dan pengembangan terkait pengolahan bahan baku yang didistribusikan. “Dari bahan baku itu, bisa jadi apa saja nanti, dan bisa dikembangkan menjadi produk apa saja, itu kita bisa latih mitra. Kita punya tim untuk membuat demo atau aplikasi termasuk membantu develop aplikasi setiap produk baru. Tetapi disesuaikan dengan market Indonesia,” terang Homisah. Julhan Sifadi
Read More
Kaldera, Mensuplai Kebutuhan Daging Lebih dari 80 Perusahaan Besar
Perusahaan ini telah hadir sejak 1995 di Indonesia, dan sudah lebih dari 80 jenis usaha dengan merek-merek ternama mempercayakan kebutuhan dagingnya kepada perusahaan ini, termasuk usaha-usaha waralaba. Puluhan merek restoran dalam dan luar negeri, mempercayakan kebutuhan dagingnya di Kaldera. Sebuah perusahaan supplier daging terbesar di negeri ini yang mampu memenuhi kebutuhan daging berkelas.  Setidaknya, 32 restoran telah bermitra dengan perusahaan ini yaitu American Grill, B’Steal Grill & Pancake, Kebab Turki Baba Rafi, Bakmi Gajah Mada, Beer Garden, Bluegrass, Café Olala, Caza Suki, Chopstix, Coffee  Bean, Gandy Steak, Hard Rock Café, Garuda Minang, Hoa Hota Bento, Joni Steak, Jun Njan, Kafe Betawi, Marugame Udon, May Star, Outback Steakhouse, Paregu, Psa Café, Pizza Hut, Sederhana Lintau 88, Shabu Shabu House, Spageddies, Steah 21, Sushi Groove, Sushi Tei, Tairyo, Takigawa dan Tokyo Belly. Sekitar 20 hotel juga mempercayakan kebutuhan dagingnya ke perusahaan ini, mulai dari bintang empat hingga lima. Hotel-hotel tersebut adalah, Aston Bogor, Aston Marina Ancol, Borobudur, Grand Whiz, Grandzury Cikarang, Harris Group, Ibis Slipi, Intercontinental, Menara Peninsula, Mercure Jakarta Kota, Mulia Senayan, Park Lane, Keraton, Sheraton Bandara, Red Top, Sahid Lippo Cikarang, Santika, Shanrila, Swiss Bell Hotel Kemang, dan Swiss Bel Mangga Besar. Selain itu, terdapat 17 Supermarket telah bermitra dengan Kaldera yaitu Cosmo, Foodhall, Fortuna, Gelael, Grandlucky, Hanil Mart, Hari-Hari, Harmoni, Kemchick Kemang, Korea Mart, Lion Superindo, Matahari atau Hypermart, Papaya, Ramayana, Ranch Market, Seven to 7, dan Yogya Supermarket. Termasuk 17 perusahaan catering yaitu Aerofood Catering Service, Annapurna, Cipta Anugrah Sarana, GDSK, Indocater, Mandai Prima, Pangansari Utama Mitra, Prasmanindo Boga Utama, Purantara Mitra Angkasa, Sadexo, Tata Wisata, Ismaya Catering, Puspa Catering, Upaya Sarana Kosala, Melanie Catering, Kiki Catering, dan Puspita Sawargi. CEO Kaldera, Sally Tanuhadi, mengatakan, keunggulan perusahaannya yang menjadikan banyak pihak lebih memilihnya karena dapat memenuhi segala kebutuhan pelanggan untuk daging. “Mulai dari daging Sapi, Kambing, Ikan, hingga ayam kita ada dan bahkan untuk kualitas premium kita juga siapkan,” kata Sally. Kaldera juga lanjut Sally, memiliki produk unggulan sendiri yaitu Alice Spring dari Australia yang disembeli  di Indonesia. Produk ini menjadi yang paling laris dan banyak diminati oleh pelanggan karena dari sisi makanan, lingkungan hewan pun cukup terjaga. Sapi jenis Alice Spring tersebut hanya memakan rumput-rumput tertentu yang dijaga kualitasnya. Daging jenis ini dikenal sebagai BX yang proses produksinya bersertifikat. Produk yang tidak kalah menarik lainnya yang ditawarkan Kaldera adalah Wagyu Beef, daging sapi berkualitas tinggi yang telah  mendunia. Sapi jenis ini selain diminati pasar Indonesia juga negara-negara Asia lain seperti Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, dan Thailand. Daging jenis ini menjadi sajian utama di sejumlah restoran bergengsi di Australia. Ada juga sapi Amerika, kentang goreng kualitas premium, sayuran kualitas premium, daging kambing berkualitas, hingga ikan salom fillet atau salom tanpa tulang asal Norwegia. “Selain salom ada juga ikan dori, tuna steak, ayam.Semua produk yang kami sediakan terjamin kualitasnya dan dapat memenuhi permintaan pelanggan misalnya dari sisi ukurang potongan daging semua kita bisa penuhi. Yang terpting juga harga kita kompetitif,” kata Sally. Kaldera juga menyediakan berbagai jenis saus, dan minyak zaitun asal merek Virginia asal Tunisia. Untuk mendukung pendistribusian produknya dan mempertahankan kesegaran produk, Kaldera memiliki kantor perwakilan di beberapa titik yaitu Bandung, Jakarta, dan Bali. Di Jakarta ada 4 outlet, Bali 2, dan Bandung 2. Didukung pula dengan tenaga-tenaga marketing yang handal sehingga mampu mendukung permintaan pelanggan. Perusahaan ini juga telah merencanakan ekspansi ke luar Indonesia. Singapura menjadi negara pertama yang akan dijajaki. Julhan Sifadi
Read More
SaladStop!, Pionir Franchise Restoran Salad Asal Negeri Merlion
Restoran ini menghadirkan rangkaian menu sehat berupa salad bowls dan salad wraps. SaladStop! sudah mulai melayani pelanggan sejak akhir bulan Oktober 2016. Kehadiran SaladStop! ini sekaligus ingin mengajak masyarakat perkotaan untuk mulai memikirkan pentingnya kesehatan, nilai gizi yang terkandung dalam makanan, serta pelestarian lingkungan. “SaladStop! adalah bisnis keluarga kami yang berdiri sejak tahun 2009. Kami memiliki konsep Eat Wide Awake, dengan misi untuk menjadi restoran yang transaparan sehingga pelanggan tahu nutrisi dan kandungan ingredients dari makanan yang mereka makan, kesederhanaan proses makanan, all the way from local farm to your bowl,” papar Katherine Desbaillets Braha, Executive Vice President, SaladStop!. Dengan menggunakan sayuran dan buah lokal yang ditanam di Rancamaya, Bogor, SaladStop! menyajikan berbagai pilihan Salad Bowls, Salad Wraps, Warm Grain Bowls, Superfood Bowl dan masih banyak makanan serta minuman sehat lainnya. Pelanggan dapat memesan menu andalan dari SaladStop! seperti Oh Crab Lah!, Hail Caesar!, Sunshine Jakarta, atau berkreasi dengan memilih sesuai selera dari lebih dari 60 jenis toppings dan 20 jenis dressings. Selain itu, jika pelanggan ingin mengetahui jumlah nutrisi dari makanan yang mereka pesan, semua dapat diakses di website www.saladstop.co.id. “SaladStop! kini sudah memiliki 25 gerai di Singapura, Jepang, Filipina, dan Indonesia. Di setiap negara kami memiliki perkebunan sendiri dengan mengajak kerja sama para petani lokal dan mengedukasi mereka dalam menanam sesuai standard kami untuk menjaga kesegaran sayuran dan buahnya. Kami menggunakan bahan-bahan organik tanpa menggunakan perasa dan pewarna buatan serta pengawet. Kami berharap SaladStop! dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” ujar Katherine. Katherine menjelaskan, makanan di SaladStop! diproduksi di rumah tanpa menggunakan bahan pengawet, pewarna buatan dan dibuat dalam skala yang kecil yang fresh setiap hari, dari dapurnya. Kebanyakan dari bahan di SaladStop! berasal dari daerah (lokal) yang membuat semua makanan sangat fresh dan lezat. “Kami juga berkoordinasi dengan ahli gizi kami untuk memastikan bahwa seluruh resep kami di evaluasi untuk menyediakan nutrisi yang terbaik,” paparnya. Yang menarik, produk dari SaladStop! adalah menyediakan wraps, salads, quinoa bowl sebagai sarapan, Healthy Pastries, snack dan berbagai sup hangat sebagai Superfood Bowls. “Semua resep-resep yang ada di SaladStop! sangat sehat dan berbagai rasa dari seluruh dunia. Oleh karena itu kesegaran dari bahan-bahan SaladStop! sangat berkualitas. Satu hal lagi di SaladStop! tidak ada perasa buatan atau penambahan dressing,” ungkap Katherine. SaladStop! sangat bersemangat dalam membangun komitmen untuk transparansi makanan dan menantang bisnis ini untuk lebih bertanggung jawab dalam bekerja dengan partner dengan etos yang sama. “Kami percaya bahwa great end produk adalah tepat untuk partner yang baik dan kemampuan kami untuk mempengaruhi dan bekerja dengan tepat akan tumbuh, “ kata Katherine.  
Read More
Mr Quickie, Pemimpin Pasar Waralaba Service Sepatu asal Philipina akan Masuk Indonesia
Mr Quickie waralaba yang mengkhususkan dirinya memperbaiki sepatu di pinggiran jalan kini bersiap untuk ekspansi ke Indonesia. Seperti apa peluang waralabanya? Di Philipina, waralaba Mr Quickie telah hadir sejak 1981, dan ia adalah pemimpin pasar di kelasnya. Outletnya telah berjumlah 223 outlet di mana 173 milik mitra dan 50 lagi milik franchisor. Mr Quickie menawarkan produk perbaikan sepatu yang lebih detail dan berkualitas, menggunakan bahan-bahan yang bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Terdapat dua pilihan kualitas maupun harga yang terbaik dengan harga mahal maupun kualitas standar dengan harga yang cukup terjangkau. Pertama kali berdiri, bisnis ini memang hanya menawarkan layanan reparasi atau perbaikan sepatu, tetapi setelah memperoleh kepercayaan dari pelanggan, layanannya pun diperluas hingga perbaikan tas dan koper pada tahun 1985, dan terus berkembang ke duplikat kunci, reparasi kunci, dan perbaikan dan reparasi stempel. Bisnis ini didirikan oleh Mr Emiliano Carureto, seorang pengusaha sukses di Philipina yang telah memiliki banyak bisnis mulai dari restoran, hotel, dan kontraktor. “Saat itu ia berpikir bagaimana caranya orang yang memperbaiki sepatu dipinggir jalan bisa percaya menitipkan barangnya. Sehingga didirikanlah bisnis ini, dan outlet pertama tahun 1981 di Harison Plaza,” kata Ruby Anne Talosig, Business Development Head, Mr Quickie, saat mengikuti pameran di World Franchise Summit, di JCC, Jakarta. Saat ini ada enam produk reparasi atau perbaikan yang ditawarkan. Misalnya sepatu, produk yang ditawarkan adalah penggantian karet, dan tas dapat melakukan pergantian warna sesuai keinginan pelanggan, pergantian resleting, dan lainnya. “Bisnis ini selalu dibutuhkan, dan tidak akan pernah mati. Di Philipina, sudah sangat terkenal dan outletnya cukup banyak. Pelanggan sangat percaya kepada kami,” papar Ruby Anne. Ia pun optimis akan sukses dikembangkan di Indonesia karena karakter pasar Indonesia dan Philipina tidak jauh berbeda. Demikian pula lingkungan masyarakatnya yang kurang lebih sama menurut Ruby Anne. “Secara harga kita bersaing, dan kualitas service kita sangat baik,” ungkapnya. Walaupun menawarkan jasa service sepatu, tas, koper, dan stempel, bisnis ini menyasar lokasi mall sebagai ekspansinya. Tetapi tidak menutup diri juga untuk tempat yang berdiri sendiri di luar mall selama lokasinya tepat sesuai pasar yang dituju. Keunggulan lain yang dimiliki bisnis ini adalah onderdil yang disiapkan cukup lengkap mulai dari kualitas terbaik hingga kualitas standar. Untuk investasi waralaba, bisnis ini menawarkan tiga tipe investasi yakni tipe kios, kounter, dan walk in.     Selain Mr Quickie, ia juga meluncurkan merek lain yaitu Mr. Quickie Plus, bedanya adalah pada item layanan yang disediakan. Mr. Quickie Plus melayani seluruh produk yang ditawarkan Mr. Quickie ditambah satu yaitu dan perbaikan mesin jahit. Nilai investasinya untuk Mr Quickie franchisee fee 400.000 peso (mata uang pihlipina, royalti 7% dan promosi fee 1%. Sementara Mr. Quickie Plus, franchise fee 450.000 peso, royalti 7% dan promosi fee 1%.,   Julhan Sifadi              
Read More
Harcourts, Ada Nama Besar Panin Group Dibalik Eksistensinya
Harcourts merupakan salah satu broker properti kenamaan di dunia, ia telah ada sejak 1888, dan di Indonesia masuk tahun 2008. Bisnis ini juga menawarkan sistem waralaba. Apa keunggulannya? Harcourts merupakan pemain lama di industri properti dunia, ia telah ada sejak 1888. Di negara asalnya, di New Zealand, nama besar Harcourts cukup diperhitungkan para pesaing.  Ia tercatat sebagai salah satu broker properti yang sukses melebarkan sayapnya kesejumlah negara. Yaitu, Australia, Canada, China, Fiji, Hongkong, New Zealand, Afrika Selatan, UEA, Amerika Serikat, dan Indonesia. Di Indonesia, bisnis ini masuk secara waralaba sejak 2008 di bawah nama besar Panin Group. Dengan sistem waralaba yang dianut, Harcourts telah memiliki 36 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kota-kota tersebut yakni, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Palembang, Bekasi, dan Cibubur. Dalam menawarkan berbagai layanan real estate, seperti penjualan perumahan, komersial, dan rural properti serta layanan manajemen properti, Harcourts menempatkan hubungan saling percaya dan menghormati dengan semua kliennya. Filosofi inilah yang menjadi kesuksesan Harcourts baik di luar maupun dalam negeri. CEO Harcourts Indonesia, Nandar Gunawan, menjelaskan, selain memberi jaminan kekuatan merek, training yang baik, teknologi yang canggih, dan networking yang luas, secara lokal Harcourts berada di Grup Panin  sehingga telah memiliki banyak strategi partner. “Selain itu, Harcourts juga memiliki lini bisnis lain yang bisa mensupport kinerja Harcourts  itu sendiri misalnya asuransi, dan sekuritas,” kata Nandar Gunawan. Sebagai bisnis yang bergelut di broker properti yang memungkinkan setiap SDM (Sumber Daya Manusia) berhadapan langsung dengan pelanggan, maka kualitas SDM itu sendiri menjadi sangat penting. Olehnya itu, Harcourts memiliki pusat pendidikan sendiri untuk persoalan ini. “Kita memiliki Harcourts academy sendiri untuk membantu orang-orang yang bergabung dengan kita agar lebih sukses dan mereka bisa melayani klien dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan profesional,” papar Nandar. Terkait dengan pusat pelatihan SDM tersebut, Harcourts telah menerima penghargaan sebagai The Best Training and Education beberapa bulan lalu. Harcourts lanjut Nandar tidak hanya menerima pelatihan mendalam profesional untuk industri, tetapi juga memiliki komitmen untuk membangun hubungan pribadi yang bermakna dan asli dengan klien. Sebab menurutnya, sukses membeli dan menjual real estate hanyalah soal pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Volume besar arahan dan bisnis yang berulang dihasilkan adalah bukti bahwa ini bekerja untuk kepuasan semua orang,” papar Nandar. Bisnis ini memang fokus ke sistem dan kultur yang baik, serta keunggulan teknologi yang mumpuni untuk mendukung operasionalnya. Harcourts juga telah dianugerai Apple karena memmiliki Apps terbaik di dunia. Di Indonesia Harcourts berkembang dengan jalur waralaba dengan  royalti 9% perbulan dari gross komisi.   Julhan Sifadi    
Read More
Hoooters, Restaurant Mengusung Konsep “Pelayan Seksi”
Baru baru ini, media sosial Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan kedatangan jaringan restoran 'seksi', Hooters. Restoran yang berpusat di Clearwater, Florida itu, dikabarkan akan datang ke Jakarta dan Bali, dalam waktu dekat. Hooters telah mengonfirmasikan kehadirannya di Indonesia. Tidak hanya itu, Hooters Indonesia juga sudah punya laman Facebook sendiri. Sejak 22 September 2016, laman Facebook Hooters Indonesia sudah di-like 3.857 akun dan dibicarakan oleh 2.535 akun. Wajar saja jika sejumlah warga Indonesia sangat berminat menjajal restoran tersebut. Pasalnya, Hooters terkenal berkat para pelayan seksi yang disebut Hooters Girl. Menilik sejarahnya, Hooters di negara asalnya, Amerika Serikat, bukanlah nama baru. Restoran tersebut didirikan pertama kali pada 1 April 1983 oleh konsorsium pengusaha asal Clearwater, yakni Lynn D. Stewart, Gil DiGiannantonio, Ed Droste, Billy Ranieri, Ken Wimmer dan Dennis Johnson. Ada alasan tersendiri mengapa Hooters didirikan pada tanggal yang terkenal dengan lelucon ‘April Mop’ itu. Melansir laman resmi Hooters, disebutkan bahwa keenam pendiri merasa prospek restoran itu akan suram. Pemikiran mereka, jikapun gagal, mereka punya alasan dengan mengatakan Hooters hanyalah lelucon. Restoran pertama Hooters berlokasi di bekas klub malam yang mereka beli dengan harga murah. Terlebih lagi, pada waktu itu, lokasi tersebut dikenal sebagai ‘kuburan bisnis’ karena banyaknya usaha yang gagal sebelumnya. Setahun berjalan, pada 1984, pengusaha Hugh Connerty, membeli lisensi Hooters dari keenam pendiri awalnya. Setelah itu, Hooters terus berpindah kepemilikan hingga akhirnya pengusaha Robert H. Brooks dan kelompok investor di Atlanta, mengakuisisi restoran yang tengah berkembang itu pada 2002. Pada waktu itu, Hooters mulai melebarkan sayap. Tiga restoran yang berlokasi di Tampa Bay, Chicago dan Manhattan, New York, dikelola oleh Brooks dan dikontrol secara langsung oleh perusahaan induk di Clearwater. Sementara sisanya dijadikan waralaba yang dikelola oleh Hooters of America. Di bawah asuhan Brooks, Hooters menjadi brand internasional. Terus bertumbuh hingga kini punya 160 restoran di Amerika, dan 430 waralaba di seluruh dunia. Informasi selengkapnya bisa Anda simak liputannya di Majalah Franchise versi cetak edisi November 2016. Alvin Pratama                            
Read More
Aunt Milk Tea, Pemimpin Pasar Waralaba Minuman asal China siap Masuk Indonesia
Indonesia siap-siap kedatangan salah satu pemimpin pasar waralaba minuman asal China. Seperti apa sepak terjangnya? Tidak lama lagi Indonesia akan kehadiran salah satu waralaba asal China dengan merek Aunt Milk Tea. Ia adalah pemimpin pasar untuk waralaba jenis minuman di China dengan ribuan oultetnya yang tersebar di berbagai kota. Betty You, Exporting Sales Direktor, dalam wawancara khusus di Jakarta, menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mencari mitra potensial di Indonesia. “Tetapi sebelum kita masuk dengan cara franchise, kita hendak membuka pusat distribusi produk dulu,” kata Betty. Ia menjelaskan, pembukaan pusat distribusi itu akan melibatkan mitra lokal sehingga akan memudahkan distribusi produk ke outlet-outlet waralaba. “Memang tidak mudah untuk masuk dalam satu negara tanpa itu (tanpa pusat distribusi), sehingga kami memutuskan untuk mencari mitra lokal yang fokus pada produk retail terlebih dahulu,” ucap Betty. Di negara asalnya, Aunt Milk Tea, merupakan oultet yang menyajikan berbagai hidangan berbahan dasar susu segar dengan banyak varian toping. Ia membawa diri sebagai outlet dengan sajian minuman sehat. Beberapa produknya antara lain, Brulee Milk Tea, Fresh Taro Milk Tea, Mango Coconut Sago, Fresh Gree Tea, Mil Tea With Sticky Rice, dan lain-lain. “Kami memadukan kesegaran buah dan variang toping dalam setiap sajian minuman kita,” papar Betty. Secara keseluruhan, produk yang disajikan kurang lebih 30 jenis dengan kategori 11 jenis milk tea, 6 jenis fresh fruits tea, 3 jenis fresh taro, 5 jenis macchiato, 4 jenis fresh milk, 4 pilihan smoothies, dan 5 jenis coconut milk. Dengan berbagai jenis minuman tersebut, segmen pasar yang dibidik adalah berbagai usia. “Karena produk kita minuman segar dan sehat, semua akan menyukainya,” ucap Betty. Di China, mayoritas tipe outletnya adalah mini kafe dengan beberapa meja, tetapi tipe tersebut bisa disesuaikan dengan luas lokasi dan keinginan para calon investor atau calon franchisee. Namun jika mengacu pada outlet yang telah beroperasi di negara asalnya, Aunt Milk Tea, ada yang beroperasi dengan 2 meja, 4, 6 meja, bahkan lebih dari 6 meja. Sementara untuk lokasinya sendiri, Aunt Milk Tea, memprioritaskan di tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan atau mal, atau tempat-tempat hiburan. Setiap outletnya didesain dengan standar Aunt Milk Tea, yakni memadukan warna-warna cerah seperti kuning, cream, dan cokelat. Lalu bagaimana dengan persaingan di Indonesia untuk jenis minuman seperti ini? “Kita optimis memiliki keunggulan dari bahan baku, maupun konsep bisnis karena kita sudah memiliki pengalaman yang cukup dan minuman kita kita bisa pastikan akan cocok dengan selera masyarakat Indonesia,” kata Betty. Julhan Sifadi    
Read More
Ssikkek Korean BBQ, Restoran Korea Berkonsep Buffet
Waralaba restoran yang satu ini berbeda dengan maskan Korea lain. Ssikkek Korean BBQ menawarkan konsep buffet dalam menyajikan menunya. Sebagaimana familiar di benak masyarakat Indonesia pada umumnya yang mencintai masakan-masakan Korea, bahwa masakan Korea terbilang mahal. Mungkin inilah yang melatarbelakangi  Ssikkek Korean. Dengan konsep buffet yang ditawarkan ke pelanggan, Ssikkek  berusaha menawarkan harga yang cukup terjangkau tanpa mengurangi kualitas kelezatan makanannya. Bagi yang hendak mencicipi masakan Korea yang lezat, tapi relatif murah, bisa mencoba berkunjung ke Ssikkek Korean BBQ. Tidak perlu jauh-jauh ke Singapura, di Indonesia juga rupanya restoran ini telah ada. Ssikkek telah hadir di tanah air sejak pertengahan 2013 dibilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sanalah outlet pertama Ssikkek Korean BBQ berdiri hingga saat ini. Sementara gerai keduanya berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), yang juga masih Jakarta Utara. Konsep buffet atau prasmanan yang diusung restoran ini membuat pelanggan yang datang bisa sesuka hati menikmati menu yang beraneka ragam. Mulai dari jenis kimchi, sushi ala Korea, hingga berbagai pilihan Korean BBQ. “Kebanyakan yang datang adalah anak muda. Namun cukup beragam juga konsumen kami. Ssikkek menawarkan konsep baru BBQ Korea dengan harga terjangkau,” ungkap Florentsya, Owner Ssikkek.   Di tempat tersebut, terdapat berbagai menu pilihan daging untuk panggangan, di antaranya rusuk pendek daging sapi, bulgogi, dan daging pork belly atau biasa disebut samgyupsal. Menu lain yang ditawarkan adalah jjigae, yakni semacam sup ala Korea, bancahan, atau lauk ala Korea, serta hidangan lainnya, seperti japchae, kimbap, dan tokpokki. Menu yang disebut paling akhir adalah semacam kue yang terbuat dari beras dan termasuk street food terkenal di negara asalnya. “Kami juga memperkenalkan menu hotpot Korea, yaitu budae jjigae yang nikmat disantap ketika disajikan panas beruap. Pelanggan juga bisa memilih sendiri bahan-bahan yang ada di dalamnya sesuai keinginan,” tambah Florentsya. Ssikkek Korean BBQ juga menyajikan sembilan jenis daging tambahan yang melengkapi hidangan tertentu, seperti myolci (nasi goreng dengan teri), nasi goreng kimchi, dan kembang kol goreng. Diketahui, Ssikkek merupakan restoran waralaba asal Singapura yang awalnya dimiliki oleh Kim, orang Korea yang melakukan perjalanan jauh ke Singapura. Tepatnya ke Tanjong Pagar, Singapura. Ssikkek memiliki arti “para tamu yang datang ke dalam suatu rumah makan”. Julhan Sifadi
Read More
5asec Dry Clean, Waralaba Laundry Premium Asal Prancis Yang Sukses di Indonesia
Setelah sukses mengembangkan bisnisnya di negeri asalnya, 5aSec Dry Clean rupanya serius untuk berkompetisi di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan membuka sejumlah gerainya yang berada di Batam, Palembang, Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Manado, dan Makassar. 5aSec Dry Clean membuka cabang pertamanya di tahun 1968 di Prancis, berdasarkan konsep yang benar-benar inovatif  untuk memberikan pembersihan dan layanan binatu kering. Tidak hanya kualitas yang baik dan harga rasional, tetapi juga pengiriman cepat. Sejak itu, laundry ini telah mengalami perkembangan pesat dan sukses sebagai akibat dari tawaran komersial tepat waktu diluncurkan. Beroperasi hari ini di 30 negara di seluruh dunia kelompok ini mulai ekspansi di Prancis dengan membuka toko di seluruh negeri sebelum berhasil membobol pasar internasional, baik secara langsung maupun melalui master waralaba. Lewat PT Grita Artha Kreamindo, 5asec Dry Clean mulai beroperasi di Indonesia pada 1993.  “toujours la pour moi " yang berarti "selalu ada untuk saya" bukan hanya slogan. 5aSec Dry Clean Indonesia berkembang pesat dan saat ini telah hadir di kota-kota besar di Indonesia. Tidak seperti laundry lainnya di Indonesia, di setiap gerai  5aSec Dry Clean  dilengkapi dengan mesin standar internasional dan konsep gerai yang bernilai seni yang khas. Hal ini tentu saja mengikuti standarisasi gerai yang ada di Perancis. Tak hanya itu di laundry ini sangat mampu dalam hal tim profesional untuk memastikan hasil yang berkualitas tinggi . Setiap gerai juga dilengkapi dengan mesin cuci dan perlengkapan laundry lainnya. Cara ini ditempuh untuk memudahkan quality control tiap gerai. Pelanggan bisa melakukan laundry cepat, misalnya satu jam. Dan, bila terjadi kehilangan pakaian, langsung bisa dicari di gerai tersebut. Beberbeda dengan tempat cucian lain yang di-pool di tempat tertentu. Kalau ada baju yang kurang susah mencarinya. Di 5aSec, setiap gerai hanya menerima maksimal 2.000 potong pakaian. Harga per potong pakaian Rp 30-65 ribu. 5aSec Dry Clean Indonesia bisa dikatakan pionir dalam perawatan tekstil berdasarkan pengetahuan dan keahlian dalam merawat pakaian dan linen. Hal ini bertujuan untuk memberikan layanan berkualitas cepat dan tinggi ke nomor tumbuh dari klien. Di Indonesia sendiri 5asec Dry Clean dimiliki oleh keluarga Joes Noerdin. Gerai 5asec pertama kali hadir di kawasan elite Pondok Indah (1990-an awal). Kini, 5asec  dikelola oleh Masayu Shaskia Noerdin, Direktur Pengelola PT Grita Artha Kreamindo. Saat bergabung di 5asec tahun 2008, Shaskia tak langsung duduk di kursi empuk dan tinggal memberi komando. Dia harus magang dulu jadi tukang cuci dan setrika di gerai 5asec Pondok Indah. “Selama tiga bulan saya di posisi paling bawah, agar lebih paham dunia laundry,” kata wanita kelahiran 2 November 1986 ini. Setelah lulus menjadi “karyawan”,  Shaskia masuk ke divisi pemasaran, lantas ke divisi keuangan, hingga akhirnya menjadi komandan 5asec setelah lebih dari satu tahun bergabung. Alvin Pratama
Read More
Jetts Fitness, Pelopor Fitnes Asal Australia Bersiap Masuk Indonesia
Pelopor fitness dari Australia ini telah melakukan ekspansi internasional ke berbagai negara Asia. Salah satunya Indonesia. Seperti diketahui fitnes asal negeri Kanguru ini didirikan pada tahun 2007. Hingga saat ini jumlah cabang Jetts Fitness lebih dari 270 gym di seluruh Australia, Selandia Baru, Thailand dan Belanda. Jetts Fitness adalah salah satu ‘home-grown’ fitness franchise yang paling sukses di Australia. Jetts Fitness menawarkan member (keanggotaan) dengan biaya rendah dan pilihan keanggotaan bernilai tinggi di mana anggota dapat berolahraga di Jetts Fitness. Dengan tidak ada penguncian dalam kontrak, dan akses 24 jam, dan tidak ada biaya tersembunyi tambahan, Jetts fitness menjadi pilihan konsumen dalam kesehatan dan kebugaran. Ini telah didukung oleh penghargaan Canstar nya untuk ‘pilihan konsumen di pusat kebugaran’ di Australia dan New Zealand pada tahun 2012 dan 2013. Pendiri sekaligus Managing Director Jetts Fitness, Brendon Levenson mengatakan, Thailand mengalami pertumbuhan permintaan untuk layanan fitness karena meningkatnya kelas menengah, yang mempunyai permintaan lebih tinggi untuk klub fitness yang berkualitas yang dibangun dengan kenyamanan dan fleksibilitas. Ekspansi internasional waralaba Jetts Fitness dimulai dengan membangun gerainya di Eropa dimulai dengan Belanda. Glenn Yee, Direktur Jets Asia mengatakan, pembukaan gym di Bangkok adalah waktu yang sangat menarik untuk Jetts dengan diikuti oleh negara-negara Asia yang lain. Brendon memutuskan Thailand menjadi negara pertama yang dimasuki Jetts Fitness setelah 18 bulan riset dan melakukan analisis pasar di Asia. Faktor-faktor yang mendukung termasuk fakta, bahwa Thailand adalah pusat bisnis utama untuk Asia Tenggara dan ditetapkan untuk menjadi hub logistik ASEAN. “Di atas itu ada lebih dari 10 juta orang hanya di pusat Bangkok saja, dan kami mengidentifikasi kurangnya fasilitas fitness yang menawarkan kesepakatan yang adil untuk anggota,” katanya. Pasar Asia, khususnya Thailand, katanya, masih banyak dalam masa pertumbuhan, tetapi tumbuh cepat. Industri fitness yang ada memberikan biaya yang tinggi dan memberikan kontrak 12 atau bahkan 18 bulan kepada membernya. “Kami hanya tidak percaya model seperti itu adalah yang terbaik bagi anggotanya, dan sebaliknya kami bertujuan untuk menyediakan lebih banyak orang dengan kebebasan ketika datang bergabung dengan gym kami,” ujarnya. Brendon mengatakan, fokus Australia pada hidup sehat dan gaya hidup aktif membuat kita pada standar internasional yang tinggi. “Kami melihat bahwa konsumen di pasar lain benar-benar terinspirasi dengan konsep ini, dan merangkul filsafat Jetts Fitness,” ungkapnya. Sejak diluncurkan pada tahun 2007 di Australia, Jetts Fitness memiliki pertumbuhan yang tinggi secara konsisten, diberi julukan BRW #1 Fastest Growing Franchise dan mendapat sejumlah penghargaan termasuk Canstar Blue Customer Satisfaction Award untuk dua tahun berjalan. Jetts Fitness sekarang mencari mitra bisnis yang berkualitas di Indonesia untuk membantu memperluas bisnis. Glenn Yee mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat besar yang memiliki ikatan yang kuat ke Australia. Brendon percaya bahwa kurangnya kompetisi, dengan arti saat ini masyarakat Indonesia membayar biaya keanggotaan yang lebih tinggi dengan menerima pelayanan standar. “Kami ingin masuk ke Indonesia sehingga anggota dapat menerima kesepakatan yang adil,” tandasnya. Alvin Pratama
Read More
Sukses di 6 Negara, kini Masuk Indonesia
Sukses di 6 negara, Hot & Roll kini masuk Indonesia dan siap bersaing dengan waralaba-waralaba yang ada saat ini. Seperti apa peluang bisnisnya? Industri waralaba tanah air kembali kehadiran tamu asal negeri Jiran dengan merek Hot & Roll. Bisnis ini telah beroperasi sejak 8 tahun lalu di negeri asalnya Malaysia. Didirikan pada 2008 oleh Mr. John Madsen sebagai Chairman Hot & Roll Holdings Sdn. Bhd., mantan CEO dari Karlsberg Brewery malaysia, Munchy Food Industries Sdn. Bhd. Sekarang menjabat sebagai Direktur Kawan Food Berhard, produsen terbesar di Malaysia berbasis makanan roti beku dengan tujuan ekspor ke seluruh dunia. Sebelum menginjakkan kakinya di Indonesia, Hot & Roll, telah sukses di tujuh negara antara lain, Malaysia, Singapura, Australia, Dubai, Kamboja, Myanmar, hingga Amerika Serikat. Hot & Roll di Malaysia sendiri sudah lebih dari 100 outlet dan terus berkembang ke seluruh dunia. Dibawa oleh Wiwiet Widyastuti sebagai master franchise Indonesia, Hot & Roll kini mulai menawarkan konsep kemitraan dengan empat tipe kafe dan booth. Investasi yang ditawarkan mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 700 juta. “Investasi mulai Rp 200 juta sampai Rp 700 juta. Rp 200 juta sampai Rp 500 juta untuk tipe booth dan Rp 700 juta untuk tipe kafe,” kata Wiwiet. Franchise fee yang dibebankan kepada mitra  yaitu Rp 100 juta untuk lima tahun, namun untuk start up ini dimulai dengan Rp 50 juta untuk lima tahun dan royalti 5 persen saja. Sistem operasional bisnis Hot & Roll dilengkapi dengan epos system tercanggih saat ini sehingga semua transaksi keuangan dan bahan baku terdeteksi oleh pemilik secara akurat dan transparan meski dari jarak jauh. Sebagai pebisnis yang memiliki kepiawaian di bidang kuliner, Wiwiet memahami bahwa sebelum menawarkan franchise kepada mitra ia harus terlebih dahulu membuktikan bisnisnya itu sukses atau tidak. Demikian pula terhadap Hot & Roll. “Sebelum kita tawarkan kepada calon mitra saya buka dulu 3 outlet untuk membuktikan bahwa ini cukup bagus sehingga saya berani menawarkan sistem franchise kepada orang lain,” ujar Wiwiet. Sejak masuk tahun 2015, Hot  Roll di Indonesia telah berkembang di empat kota yaitu Depok, Jakarta, Tangerang, hingga Batam, Kepulauan Riau. Di Depok, Hot & Roll hadir di Mal Cinere lantai 3, dan Jakarta ada di Mal Ambassador lantai 4 Food Distric. Sementara di Tangerang, hadir di Supermal Karawaci area Time Zone lantai LG. “Di Batam kita ada di Mal BSC lantai 3, Batam, Kepulauan Riau,” papar Wiwiet. Bisnis ini memiliki kualitas produk yang cukup baik, produknya sangat krispi atau garing. Empuk dilidah dan racikan bumbu pada tepungnya begitu khas. Bahkan dimasukkan kulkaspun produknya masih krispi dan tetap enak. “Proses penyajiannya juga sangat praktis,” tambah Wiwiet. Hot & Roll memiliki banyak varian menu seperti Pizza Beef, Chicken & Cheese, Chicken Sausage, Soft Paratha, Crispy Crepe, Crunchy Peanut, Banana Chocolate, BBQ Chicken, Chicken Floss, Satay Chicken, Chicken Rendang, Crispi Ice Cream, dan lain-lain. Disetiap oultetnya, Hot & Roll juga menawarkan berbagai minuman pendamping menu makanannya antara lain Nestle, NU Green Tea hingga coffee berkualitas dari biji kopi Arabica pilihan dengan kisaran harga mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu untuk minuman, dan RP 11 ribu hingga Rp 25 ribu untuk makanan. Di negeri asalnya Malaysia, Hot & Roll menjadi salah satu waralaba terbaik. “Di Malaysia bisnis ini menjadi Big Five the Best Franchise dan telah ada sejak 7 hingga 8 tahun lalu,” kata Wiwiet. Melihat berbagai keunggulan Hot & Roll, Wiwiet optimis dengan targetnya di tahun ini untuk mengembangkan hingga 100 outlet di berbagai kota di Indonesia. Julhan Sifadi  
Read More