DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
PELUANG USAHA MURAH
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Apr
01
ROADSHOW PAMERAN MAINAN DAN PERLENGKAPAN ANAK 2017
View This Event
1 - 2 April 2017. Kartika Expo Center, Balai Kartini Jl. Gatot Subroto Kav. 37, jakarta www.neopromosindo.com Neo Bandung : 022-82065084 Neo Jakarta : 021-86608111 Neo Jogja : 0274-2871730
Mar
10
National Roadshow IFBC EXPO 2017
View This Event
PAMERAN FRANCHISE, BISNIS, PELUANG USAHA & KEAGENAN 10 - 12 Maret 2017. Kartika Expo Center, Balai Kartini. Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta
Majalah Terbit
edisi Februari 2017
Dalam 5 tahun terakhir telah terjadi gelombang baru di industri waralaba Indonesia. Apa saja gelombang baru tersebut dan bagaimana pelaku bisnis waralaba harus menyikapinya
Info Berlangganan
PENAWARAN FRANCHISE TERBAIK BULAN INI
Double Dipps Buka Outlet Baru di Kementerian Keuangan
Double Dipps kembali membuka outletnya di Kementerian Keuangan, pada akhir Januari 2017. Lokasinya berada di Lantai 8 Gedung Parkir Motor, Kompleks Kementerian Keuangan, di Jakarta. Pembukaan gerai waralaba lokal tersebut menyusul diresmikannya Makan Enak Food Café & Resto di areal Kementerian Keuangan. Dengan hadirnya outlet Double Dipps, dilokasi tersebut, setidaknya para pekerja kantoran yang berada tidak jauh dari gedung Kementerian Keuangan memiliki banyak pilihan untuk makan siang maupun bersantai. Diketahui, Double Dipps mulai berdiri sejak 2008, dan kini telah membuka lebih dari 130 gerai coffee shop maupun restaurant hampir diseluruh Indonesia. Dan saat ini dengan bekal pengalaman tersebut Double Dipps mencoba untuk masuk dalam pasar persaingan Internasional Asean. Telah banyak menu kreatif yang diciptakan oleh team R&D Double Dipps dan disajikan untuk dapat dinikmati secara utuh oleh setiap customer. Seperti minuman blended, home made juice, tradisional blended dan lain-lain. Termasuk menu-menu makanan western maupun tradisional yang di kemas secara modern dapat dinikmati di outlet Double Dipps. (JS).
Read More
JNE Mudahkan Proses Pengemasan Paket Pelanggan
Tahun lalu, berbagai terobosan di bidang penting JNE lakukan agar pelanggan dapat semakin nyaman serta mudah dalam melakukan pengiriman paket. Seluruh pengembangan dan inovasi dijalankan demi memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal distribusi barang di dalam serta luar negeri. Tahun ini, langkah untuk memenuhi salah satu kebutuhan pelanggan saat melakukan aktifitas pengiriman, kembali JNE lakukan dengan menyediakan Packaging Center di titik layanan. Fasilitas ini adalah sebuah ruangan khusus, dimana pelanggan dapat berkonsultasi, bahkan meminta bantuan petugas JNE, terkait kemasan paket yang akan dikirimkan. Untuk mencegah berbagai resiko yang dapat terjadi selama paket dalam proses pengantaran, maka paket harus dibungkus dalam kemasan dengan cara yang tepat. Sebagai langkah awal, Packaging Center disediakan di titik layanan JNE Jl. Tomang Raya No.9 Jakarta Barat, yang juga merupakan kantor pusat JNE dan salah satu gerai yang paling banyak dikunjungi pelanggan. Bukan hanya sebagai tempat berkonsultasi dan meminta bantuan dalam pengemasan paket, Packaging Center pun menjual berbagai macam kemasan khusus yang dapat memaksimalkan keamanan isi paket, seperti, Bubble Wrap New Air yang memiliki tingkat kualitas pengamanan isi paket lebih tinggi daripada bubble wrap biasa, Styrofoam khusus pembungkus botol yang merupakan barang pecah belah, Paper Tube untuk mengirimkan lembaran apa pun seukuran maksimal kertas A1, Instapack yang dapat mengembang menyesuaikan bentuk benda di dalam paket, dan tentu saja @Box Prepaid berbagai ukuran yang telah diluncurkan tahun lalu. Cara penggunaan mau pun manfaat dari produk-produk yang tersedia di Packaging Center pun dapat dilihat di akun resmi sosial media JNE dengan link https://www.facebook.com/JNEPusat/videos/1319376678113038/ dan merupakan informasi edukatif serta inspiratif bagi siapa pun. (AP)
Read More
Inilah Merek-Merek Franchise Peraih TOM 2016
Bertempat di XXI Theatre Lounge Mal Kelapa Gading, Majalah Franchise bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia menggelar awards ceremony Franchise Top of Mind 2016 (TOM) pada 10 Januari 2017 lalu. Penghargaan ini merupakan salah satu anugerah bergengsi yang ke-8 kali, diberikan Majalah Franchise kepada merek-merek franchise yang berhasil meraih popularitas tertinggi di benak konsumen dan investor berdasarkan hasil survei tahunan. Rofian Akbar selaku Pemimpin Umum majalah Franchise Indonesia dalam sambutannya mengatakan, TOM adalah penghargaan yang paling ditunggu para pelaku bisnis franchise di Indonesia. “Bukan karena sekadar adu gengsi di pentas panggung maupun pentas industri franchise, tapi TOM bisa menjadi tolak ukur kinerja bisnis sebuah merek selama satu tahun terakhir,” katanya. “Menyabet predikat TOM 2016 menjadi kebanggaan sendiri bagi sebuah merek franchise di Indonesia. Karena ini menjadi pembuktian bahwa mereka telah berhasil membangun kinerja mereknya secara baik selama satu tahun terakhir,” sambungnya. Ada sekitar 23 merek franchise yang diberi piagam penghargaan pada malam tersebut, antara lain Primagama, Snapy, Indomaret, Depo Air Minum BIRU, Carvil, Martha Tilaar Salon Day Spa, Ayam Bakar Wong Solo, JNE, Shop&Drive, Ayam Penyet Surabaya, Apotek K-24, Mrs Waffle, Bakmi Naga Resto, Miracle, Jolly Time, Bangi Kopitiam, Excelso, Oto Bento, Simply Fresh Laundry, Quick Chicken, Sabana Fried Chicken, Kiddy Cuts, dan Century 21. Selain para wartawan, acara TOM dihadiri oleh Anang Sukandar (Chairman Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia), Yohanes Heidy Purnama (Komisaris Majalah Franchise Indonesia), Rofian Akbar (Pemimpin Umum Majalah Franchise Indonesia), Jahja B Soenarjo (Direxion Strategy), dan para pelaku franchise. (ZR)  
Read More
Melirik Peluang Menarik di Bisnis Es Pisang Beku
Pasar kuliner memang selalu menuntut sesuatu yang baru. Salah satunya adalah pasar kuliner pisang beku yang telah menjadi favorit masyarakat saat ini. Kuliner ini malah menggeser produk es pisang lainnya yaitu es pisang ijo yang sempat naik daun. Sebenarnya menu ini sudah lama ada, namun karena bentuknya yang terlampau sederhana, maka menu ini jadi terlupakan. Kini dengan sebuah inovasi dan kreativitas, menu yang sebelumnya bernama es kul kul ini kembali marak dan menjadi favorit. Menu produk pisang beku saat ini memang sedang booming di kota-kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya. Salah satu sosok yang ikut menjalankan peluang bisnis pisang beku ini adalah Bunga Deviani dan Ricky dengan brand FrozBanana. “Awalnya hanya sekedar iseng dengan rekan saya bernama Ricky. Kita berdua memasarkan produk lewat Instagram, ternyata hari pertama berjualan kami mendapat respon yang luar biasa, hingga bisnis kami selang berjalan 6 bulan tertarik untuk join franchise di Makassar,” kata Bunga. Konsep yang ditawarkan FrozBanana yaitu open bar dan customer dapat langsung melihat di booth frozen banananya mulai dari celup coklat dan ditabur topping. “Kompetitor kita sejauh ini ada beberapa, namun FrozBanana optimis bisnisnya mampu bersaing dengan komnpetitor serupa,” jelas Bunga. Berbagai pilihan topping tersaji di FrozBanana membuat camilan ini diminati di Indonesia oleh konsumen di semua usia. Selain itu, kata Bunga, Frozbanana menjadi camilan unik nan sehat sebagai cara baru dalam menikmati buah pisang dengan segala kebaikannya. “FrozBanana pioneer pisang beku pertama di Indonesia yang memadukan teknologi dari Jepang dan kreatifitas sehingga lahirlah produk unggulan kami FrozBanana Injection,” ujar Bunga. FrozBanana menawarkan 4 paket investasi, yaitu pertama investasi Rp 25 juta, kedua Rp 50 juta, dan ketiga Rp 85 juta. Dari ketiga paket investasi ini yang membedakan paketnya adalah bentuk booth Island hingga konsep semi cafe. Setelah usahanya berjalan, sejak 2013 silam, FrozBanana memiliki 11 varian menu diantaranya Rainbow Ceres, Crispy Milo, Honey Flakes, Graham Biscuit, Cornflake, Almond, Gummy Matcha, Lucky Charm, Nutella, Oreo, Fruity Pebbles. Soal harga Bunga mematok berkisar Rp 15 ribu-Rp 20 ribu. Dalam proses penjualan dan pemasaran, Bunga mengaku melakukannya dengan cara online dan ofline. Dengan akun Instgram yang dimilikinya yaitu frozbanana. Dalam pemesanan FrozBanana konsumen bisa memesan produk tanpa ada syarat jumlah minimal. Dengan mempromosikan pisang beku ini sebagai makanan sehat yang memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh maka Bunga yakin bisnis ini akan terus berjalan dengan baik. Saat ini saja keyakinannya sudah banyak terbukti ketika Bunga bisa memperoleh omzet yang mencapai Rp 30 juta per bulan.    
Read More
Polabbit Dessert House, Mengintip Bisnis Ice Cream Gulungan Premium ala Thailand
Pada edisi hunting kali ini tim redaksi berkunjung ke Basura Mall City yang terletak di jalan Basuki Rahmat, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Ketika sedang berjalan di area Ground Floor kami melihat sederetan penjaja makanan dengan media booth. Dari kejauhan kami melihat booth dengan konsep unik yang identik hewan beruang kutub dan kelinci. Booth tersebut bernama Polabbit Ice Cream. Setelah didekati, rupanya Polabbit Ice Cream menawarkan sensasi makan ice cream yang berbeda. Tidak hanya booth-nya saja yang unik, proses pembuatan ice cream ini juga unik. Penjual baru akan membuat es krim gulung ini saat ada pembeli yang memesan. Jadi es krim gulung ini memang selalu tersaji segar karena tidak bisa disimpan terlebih dahulu. Dilihat sepintas, prosesnya pembuatannya tidak sederhana. Setelah mengambil adonan dengan sigap tangan si pembuatnya langsung mengaduk-aduk adonan es krim hingga agak membeku. Setelah membeku, adonan diratakan dan digulung perlahan sedikit demi sedikit dan ditempatkan dalam cup. Keunggulan Polabbit Dessert House ini menyediakan rasa yang premium dan berkualitas. Seperti Cookies and Cream, Cokelat, Orange, Chocho Hazelnut. Untuk harga yang ditawarkan Polabbit Dessert House mulai dari Rp 23 ribu hingga Rp 28 ribu. Untuk investasi franchisenya, Andy Wijaya, Owner Polabbit Dessert House mematok investasi senilai Rp 35 juta dengan fasilitas yang di dapat mitra seperti booth, bahan baku awal, peralatan pendukung, mesin pembuat es, serta supporting dari pihak pusat. “Dalam kerja sama franchise ini, saya akan mengontrol pihak mitra yang sudah join dengan saya, baik itu management, kendala di lapangan, dll, intinya kami support mitra, “ paparnya. Saat ini Polabbit Dessert House memiliki 2 cabang di Mall Basura, dan Grand Galaxy Park. “Kedepan kita sudah running di berbagai mall seperti Lippo Mall Puri, Taman Anggrek, dan Mall Ciputra. Mitra kami yang sudah join dalam jangka dekat ini akan buka di Transmart Kalimalang, Surabaya, Cuma sedang terkendala proses perizinan,” ujar Andy. Ketika disinggung mengapa membuka di lokasi mall, Andy menjelaskan, untuk produk dessert seperti ice cream gulungan, maka cocok jika dipasarkan di pusat keramaian, salah satunya mal. Meskipun biaya sewa mall yang relatif mahal, Andy optimis dengan penjualan gerainya. Sebab di lokasi ini pangsa pasarnya tergolong ramai ketimbang buka di lokasi lain. “Jika bisnis ini di tempatkan di food court pasti sesuai dan produk yang kami jual. Karena produk kami tidak hanya menyasar kalangan anak-anak, remaja saja, bahkan orang tua pun banyak yang membeli,” jelas pria kelahiran Jakarta, 19 April 1988 ini.  
Read More
Tokio Street, Peluang Bisnis Snack Khas Jepang Yang Layak Dilirik
Peluang bisnis snack jepang ini sudah menawarkan peluang bisnis waralaba sejak 2012. Gerainya tersebar di berbagai mal. Pada bulan ini redaksi blusukan ke daerah Blok M Square yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Ketika kami masuk ke lantai ground kami melihat sederetan booth kuliner. Di lantai tersebut kami melihat merek yang cukup unik, yaitu Tokio Street. Rupanya, penjaja snack asal negara sakura itu menawarkan peluang bisnis waralaba. Takoyaki, atau camilan asal Kansai Jepang ini berbentuk bulat kecil yang terbuat dari adonan tepung terigu dan berisi irisan daging gurita. Meski pasarnya terbatas, namu pamornya kian eksis dan dapat dijumpai di mall maupun di pinggir jalan, penggemar makanan ini pun terus bertambah. Tak salah, jika camilan ini mengundang minat sejumlah pelaku usaha untuk terjun ke bisnis ini. Salah satunya adalah Sheila Prasetio. Dengan merek Tokio Street, Sheila membuka usaha takoyaki sejak 2010. Sheila mengatakan, selama ini takoyaki cuma bisa dijumpai saat event festival kebudayaan Jepang di Jakarta. Namun, belakangan, takoyaki sudah bisa ditemui di sejumlah mal. Namun, jumlah gerai dan pasarnya masih terbatas. Maklum, bahan baku takoyaki termasuk spesifik. Misalnya, katsuobushi yang terbuat dari daging ikan cakalang yang diserut untuk diambil kaldunya. Selain itu, ada rumput laut atau biasa disebut nori. Untuk menarik pelanggan, Sheila sengaja menempatkan usahanya di mal-mal terkemuka di Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, dan Balikpapan. “Kita melihat bahwa potensi customer itu banyak di mall, oleh karena itu kita tertarik untuk buka di mall,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1982 ini. Membuka gerai pertamanya di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan. Ternyata respon dari masyarakat cukup baik. Tiap hari, rata-rata penjualan takoyaki di gerainya mencapai 40 porsi. Untuk melebarkan jaringan pemasarannya, pada tahun 2012 Sheila membuka paket kemitraan Tokio Street bagi masyarakat yang berminat menekuni usaha tersebut. Calon mitra yang berminat bergabung, tersedia dua pilihan paket. Paket pertama investasinya Rp 100 juta, dan paket kedua sebesar Rp 150 juta. Bedanya, dengan paket investasi Rp 150 juta calon mitra akan mendapat banyak varian menu selain takoyaki dan okonomiyaki. Selain itu mendapat booth ukuran 2x3. Sementara paket pertama, mitra hanya mendapatkan booth ukuran 2x2 dengan 2 menu saja takoyaki dan okonomiyaki serta peralatan lain. Adapun untuk paket kedua, mitra akan mendapatkan booth, peralatan lengkap memasak dan bahan baku awal. Selain itu, calon mitra akan mendapat alat promosi dan seragam karyawan. “Kami tidak mengutip biaya royalti fee, hanya keharusan membeli bahan baku dari pusat,” imbuh Sheila . Target pasar Tokio Street adalah semua kalangan. Karena itu, lokasi usaha diutamakan di mall. Saat ini Sheila sudah memiliki 10 gerai milik sendiri dan 28 mitra. Alvin Pratama  
Read More
Bento Steak.co, Meraup Laba Bisnis Steak dengan Kualitas Bintang Lima
Steak yang berasal dari kota Depok ini mensiasati customer dengan berbagai varian menu dan harga terjangkau. Waralaba yang banyak beroperasi di area mal ini belum banyak diketahui publik. Seperti apa peluang bisnisnya? Edisi ini tim redaksi bertandang ke mall di bilangan Jakarta Barat tepatnya di Plaza Slipi Jaya. Kami menelusuri tiap lantai mal tersebut. Tujuannya tiada lain, berburu berita untuk rubrik “Franchise Hunt”. Ketika kami berjalan di lantai 3 kami melihat brand-brand waralaba seperti Wafflelicius, Ixobox, dan Panties Pizza dan sederet merek waralaba lainnya. Namun kami melihat ada restoran steak bernama Bento Steak.co yang cukup menarik pemandangan. Dari segi desainnya modern dan elegan layaknya restoran steak pada umumnya. Sontak saja kami tertarik untuk menelusuri apakah restoran ini menawarkan peluang bisnis franchise atau tidak. Ketika kami bertanya dengan salah satu pegawai yang ada ternyata benar dugaan kami, bisnis ini ternyata difranchisekan. Kami pun tidak berpikir lama untuk melakukan sesi wawancara setelah membuat appointment dengan Setiawan, Direktur Bento Steak.co, Bapak Setiawan. Kehadiran Bento Steak.co tentu tidak hanya meramaikan keanekaragaman bisnis kuliner di mal Plaza Slipi Jaya. Kehadiran Bento Steak.co juga meramaikan industri kuliner di Indonesia. Hingga tahun 2010, Bento Steak.co sudah memiliki 9 outlet yang tersebar di ITC Depok Mall, Plaza Slipi Jaya, Graha Cijantung, Cibinong Mall, DTC Mall Sawangan, Depok Town Square, Blok M Square, Bogor Trade Mall, Pondok Gede Mall. Selain itu, Bento  Steak.co  juga sudah mampu menepis anggapan masyarakat bahwa menu steak merupakan hidangan yang harganya mahal. Hingga saat ini  Bento Steak.co masih berupaya untuk melakukan inovasi dan gencar menawarkan konsep waralaba. Hal ini dilakukan Bento Steak.co untuk selalu tetap menjaga kualitas produk dan citarasa hidangan steak. Keberhasilan Bento Steak.co saat ini terus memacu dirinya untuk menjadi tempat kuliner yang terjangkau dan mengubah mindset customer, bahwa menikmati sajian steak bisa masuk ke kalangan atas dan bawah. Selain itu, menjaga kualitas produk dan inovasi dalam varian menu juga terus ditingkatkan Bento Steak.co. Beberapa menu yang ditawarkannya antara lain chicken steak, beef steak, chicken double, sirloin steak, tenderloin steak, bento mi beef steak, chicken teriyaki rice, spaghetti, wagyu, prime tenderloin, regular tenderloin, dan lain-lain. Ada pula aneka minuman seperti coffee latte, dan black coffee, milkshakes dan latte sebagai pelengkap. “Bento Steak.co juga menyediakan area smooking room, selain itu customer yang ingin santai menikmati secangkir kopi juga bisa di resto kami”, jelas Setiawan, Direktur Bento Steak.co. Menurut dia, menu makanan Bento Steak.Co dijual mulai Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per porsi. Setiawan menjelaskan, untuk tawaran investasi di Bento Steak.co ini Rp 700 juta hingga Rp1.2 Milyar di luar sewa tempat. Untuk  Estimasi omzet yang dapat diraup franchisee, ia menargetkan mencapai Rp 175- Rp 200 juta per bulan. Dengan demikian franchisee bisa target balik modal sekitar 1 tahun. Tempat usaha yang dibutuhkan sekitar 80 m² dengan delapan pegawai. Setiawan mengklaim, keunggulan Bento Steak.Co terletak pada standardisasi saus yang lebih gurih dan citarasa steak yang nikmat namun dengan harga jual yang tetap ramah di kantong. Ia menambahkan, ada keunggulan yang tidak dimiliki oleh para kompetitor, yaitu saus steaknya yang homemade, sehingga saus yng disajikannya pun fresh. Selain itu daging steaknya menggunakan Aussie Beef asli. “Proses penyembelihan sapi dari awal hingga akhir kita kontrol, tak hanya itu bahan baku pendamping steak juga kami jaga sehingga melahirkan steak kualitas prima dengan harga terjangkau,” paparnya. Alvin Pratama
Read More
The Clean Bar, Waralaba Laundry Sepatu dan Tas Yang Belum Ada Pesaing
Di kota asalnya yakni Solo, bisnis laundry sepatu dan tas ini ketika pertama kali membuka outlet bisnisnya masih dipandang sebelah mata. Namun berkat keseriusan pemiliknya menggarap segmen kawula muda, kini bisnisnya sudah merambah ke berbagai daerah. Tengok yuk peluang bisnisnya! Pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tidak hanya di kota-kota besar saja, di pelosok daerah pun kini bisnis binatu tersebut mulai menjamur. Mereka menawarkan berbagai tawaran fasilitas dan pelayanan menarik. Selain itu, maraknya usaha laundry juga tidak bisa dilepaskan dari semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jasa laundry. Apalagi perubahan gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih laundry dibanding mencuci sendiri. Sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang menjanjikan. Nah, salah satu usaha usaha laundry yang mampu berkembang hingga bisa melakukan ekspansi cabang secara nasional adalah The Clean Bar Laundry milik Dryan Khaula Cahyadi Usman. Bisnis ini sudah berstatus franchise. Namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Kesuksesan bisnis ini tak lepas dari Dryan Khaula Cahyadi Usman. Jiwa wirausahanya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah. Awalnya Dryan mencoba bisnis kuliner hingga punya 2 cabang. Tapi karena tidak memungkinkan untuk meracik bumbu sendiri akhirnya ia putar haluan menekuni bisnis jasa yang lain. Dipilihlah bisnis jasa cuci alias laundry. “Waktu buka pertama kali kami buka di ruko kecil yang hanya dengan konsep sederhana dengan kreativitas desain yang kami miliki. Lalu kami bersama tim memberanikan diri untuk membuka di mall, akhirnya hingga saat ini kita masih eksis,” katanya.   Dryan memberanikan untuk mengajukan proposal, kemudian membuka tenan, lalu mengurus perijinan mall. “satu bulan kita buka 1 minggu, kita buka masih sepi, kemudian di minggu berikutnya lumayan ramai, pasar segmen kita sudah terbentuk,” ujarnya. Pria kelahiran Solo, 13 Mei 1993 ini terinspirasi dari Jogja Shoes Care ketika mendirikan bisnis ini. Bahkan ia sempat belajar ke pemiliknya saking ingin bisa mengetahui cara mencuci sepatu yang benar. Karena sebelumnya dia sama seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya, mencuci sepatu dengan dicelupkan. Ilmu ini kemudianditerapkan di Solo melalui The Clean Bar. Untuk menemukan cara dan formula yang pas, seringkali Dryan mengorbankan sepatunya sendiri. “Resikonya harus mengorbankan sepatu. Dari situ jadi tahu misal bahan suede tidak boleh pakai banyak cleaner,” terangnya. Seperti halnya anak muda sekarang,  media sosial dijadikannya media promosi yang ampuh. Dalam postingnya, Dryan tidak melulu promosi The Clean Bar tapi kebanyakan adalah  posting berbagai hal tentang sepatu. Dari target awal anak-anak muda, pangsa pasar The Clean kini sudah meluas hingga para orang tua. Dryan jugamenggandeng komunitas sepatu Sneakers Solo. Selain itu, The Clean Bar juga melayani cuci sepatu berbahan kulit hingga sepatu heels para wanita. “Selama ini pelanggan didominasi pemilik sneaker,” kata Dryan. Menurutnya, sepatu sneaker yang bagian bawahnya dari karet bisa berubah warna menjadi kuning bila disimpan tanpa menggunakan zip-lock atau silica gel. “Kami melayani perawatan unyellowing juga melayani reglue bagi sepatu yang baru dibeli. Layanan leather treatment untuk mengilapkan kulit juga bisa,” terangnya. Soal urusan harga Dryan mematok harga Rp20-25 ribu untuk gerai yang berada di wilayah solo, sedangkan Rp 35 ribu-65 ribu untuk gerai di Bekasi.  Hingga saat ini The Clean Bar sudah memiliki 10 mitra yang tersebar di Citraland Semarang, Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Jogja City Mall, Pakuwon Trade Center Surabaya, Grand Galaxy Park Bekasi, Solo Square, Solo Paragon, Mall Sidoarjo. Di singgung mengenai jumlah investasi franchise, Dryan mengatakan paket pertama Rp75 juta dan paket kedua Rp 80 juta. Mitra akan mendapatkan booth, pendampingan , Tv LCD, dan perlengkapan peralatan jasa. Dalam sebulan omzet per bulan mampu meraup puluhan juta. Hal ini tentu saja membuat calon investor tergiur dengan pendapatan yang signifikan. “Bicara omzet jika di lihat di gerai Ambarukmo Plaza Jogja saja sebulan bisa meraup 30 juta per bulan, di tiap gerai lainnya pun kurang lebih sama untuk pendapatan omzet tiap bulannya,” akunya. Alvin Pratama  
Read More
Hey Banana, Tawaran Bisnis Menarik dari Olahan Pisang Sunpride
Hey Banana menyajikan  camilan berbahan baku pisang. Sajian makanan ini disajikan dengan berbagai pilihan topping dan baluran krim coklat. Pisang tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah. Banyak pengusaha yang berinovasi membuat camilan berbahan baku pisang. Salah satu inovasi itu yakni pisang yang disiram lelehan cokelat beku dan diberi taburan berbagai topping. Kudapan ini populer dengan sebutan frozen banana. Melihat potensi tersebut, Brian Sumito asal Jakarta mencoba menjajal peruntungan lewat merek usaha Hey Banana pada tahun lalu. Menu cemilan  dari Jakarta. Sajian yang ditawarkan ini merupakan camilan bahan baku pisang yang di freezer. Cemilan ini dapat dinikmati semua kalangan umur dan memiliki rasa yang nikmat. Berbagai toping yang disediakan tempat ini yakni nutela, oreo, green tea, sprinkel, coco pops, fruit pebbles, strawberry, kacang almond, red velvet, pandan dan lain sebagainya. Sajian cemilan ini bisa dinikmati mulai dari harga Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu. Dalam sajian cemilan ini menggunakan bahan dasar olahan pisang berjenis Sunpride. Pisang Sunpride ini dikenal sebagai pisang yang memiliki rasa manis serta tekstur yang lembut serta halus. Selain sajian cemilan, Hey Banana juga menyediakan minuman Milkshake yang terbuat juga dari bahan pisang. Bagi pecinta pisang tentu sangat menggemari pilihan yang ada di Hey Banana. Minuman Milkshake ini bisa dinikmati konsumen seharga Rp 15 ribu. Brian, Owner Hey Banana menjelaskan, minuman Milkshake ini selain pisang diberikan juga campuran bahan lainnya seperti susu, coklat dan Pisang tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah. Banyak pengusaha yang berinovasi membuat camilan berbahan baku pisang. Salah satu inovasi itu yakni pisang yang disiram lelehan cokelat beku dan diberi taburan berbagai topping. Hey Banana kini sudah memiliki lima gerai milik mitra dan akan menambah tiga gerai dalam dua bulan ke depan. Lima gerai mitra tersebar di Bandung, Makasar, Samarinda dan Batam “Rencana pusat akan membuka gerai resmi bulan depan di Tangerang," ujarnya. Hey Banana menawarkan empat paket investasi, yaitu paket Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 15 juta dan Rp 25 juta. Pada paket pertama, sistem usaha berupa pesan antar tanpa gerai atau booth. Sedangkan paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta membuka usaha dengan booth dari bazar ke bazar, kampus atau pujasera. Dan paket Rp 25 juta untuk mitra yang membuka booth di mal. Seluruh paket akan mendapatkan kelengkapan peralatan, media promosi dan bahan baku sebanyak 300 porsi-400 porsi. Khusus untuk paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta disediakan portable booth. Sedangkan paket Rp 25 juta disediakan booth permanen. Brian menerapkan biaya royalti sebesar Rp 500.000 per bulan untuk jangka waktu enam bulan pertama. Selanjutnya, mitra cukup mengambil bahan baku dan kemasan dari pusat. Brian menghitung, rata-rata omzet per bulan untuk paket Rp 25 juta sebesar Rp 30 juta–Rp 45 juta, sedangkan paket Rp 10 juta dan Rp 15 juta sebesar Rp 22 juta–30 juta. “Untuk paket Rp 5 juta belum ada yang bergabung, jadi kami belum bisa membuat kisaran omzetnya,” ujar Brian. Yang jelas, target balik modal sekitar setengah tahun. Alvin Pratama
Read More
Sangra Ratu Boga, Tepung Premix Berkualitas untuk Kebutuhan UKM dan Waralaba
  Pabrik premix di Indonesia memang belum sebanyak di luar negeri, karena untuk membuat premix membutuhkan food technology yang sangat canggih. Kini produk Sangra Ratu Boga hadir untuk para pebisnis di bidang kuliner, termasuk pelaku UKM dan waralaba. Premix adalah tepung jadi yang di dalamnya sudah terkandung tepung terigu, susu bubuk dan serta bahan-bahan lainnya yang berbentuk bubuk. In
Read More
Sangra Ratu Boga, Tepung Premix Berkualitas untuk Kebutuhan UKM dan Waralaba
  Pabrik premix di Indonesia memang belum sebanyak di luar negeri, karena untuk membuat premix membutuhkan food technology yang sangat canggih. Kini produk Sangra Ratu Boga hadir untuk para pebisnis di bidang kuliner, termasuk pelaku UKM dan waralaba. Premix adalah tepung jadi yang di dalamnya sudah terkandung tepung terigu, susu bubuk dan serta bahan-bahan lainnya yang berbentuk bubuk. Intinya dari premix adalah berbagai tepung yang disatukan dan sisanya harus kita kombinasikan sendiri. Untuk bahan-bahan yang bentuknya lebih ke cair biasanya tidak dimasukkan ke dalam premix, seperti air, lemak (masuk diantaranya adalah margarin, shortening, butter, dan vegetable oil) serta telur. Di Indonesia, premix kurang berkembang dibandingkan dengan di luar negeri. Hal ini terjadi karena bisa dibilang kue yang menggunakan premix hasilnya tidak sebaik apabila kita membuatnya dari scratch recipe yaitu menggunakan fresh ingredients. Premix lebih banyak dipakai oleh ibu rumah tangga yang lebih mengutamakan kecepatan hasil jadi dibandingkan rasa kue sehingga premix dirasa cukup membantu. Pada akhirnya masyarakat akan menyadari bahwa penggunaan produk premix mempunyai banyak keuntungan, terutamanya dari segi waktu, konsistensi kualitas produk, serta kemudahan aplikasinya. Tingginya keinginan pasar akan produk premix menyebabkan saat ini makin banyak produk-produk premix yang beredar di pasaran, baik berskala industri UKM maupun waralaba. Namun, para konsumen walaupun menginginkan suatu produk instan tetapi tetap menomorsatukan kualitas. PT Sangra Ratu Boga (SRB) yang terkenal akan produk unggulannya Fermipan, kini juga memproduksi & mendistribusikan premix dengan merek Primamix untuk target rumah tangga. Tepung premix ini diciptakan untuk mempermudah para ibu rumah tangga atau pecinta kuliner untuk berkreasi menciptakan sebuah makanan yang istimewa. SRB menyediakan tiga varian dalam payung merk Primamix seperti premix Brownies, Donat, BakPao. Umumnya tepung siap pakai tersebut sudah mengandung tepung terigu, emulsifier, dan bahan-bahan lainnya yang berbentuk bubuk. Selanjutnya yang perlu dilakukan cukup menambahkan bahan-bahan cair seperti telur, air, yeast dan lemak saat proses pembuatan produk dilaksanakan. Untuk mempermudah para penggunanya, di bagian belakang kemasan Primamix terdapat keterangan cara pemakaian, mulai dari bahan hingga proses pembuatan. Misalnya untuk mengolah brownies, bahan yang perlu ditambahkan cukup margarin, cokelat blok, dan telur. Sedangkan untuk membuat BakPao bahan yang perlu ditambahkan air, shortening putih, dan ragi “fermipan”. Berdiri lebih dari 20 tahun lalu, SRB tentu memberikan jaminan kualitas untuk seluruh produk yang didistribusikan olehnya, termasuk Primamix. Di samping kualitas, keunggulan Primamix lainnya juga akan menghasilkan produk dengan rasa sempurna. Selain itu, dengan harga terjangkau, kuantitas yang ditawarkan lebih banyak dibandingkan produk lain yang ada di pasaran, yakni 450 gram sehingga akan lebih ekonomis. Alvin Pratama
Read More
Puratos Indonesia, Sediakan Improver Roti Berkualitas Yang Cocok untuk Pewaralaba
Puratos Indonesia menyediakan improver roti dengan merek unggulan S-500 Acti-Plus dan Soft’r Cotton Acti-Plus. Poruduk ini cocok untuk pebisnis waralaba yang bergelut di bidang bakery.   Selain ragi, bread improver juga merupakan salah satu bahan terpenting dalam pembuatan roti. Jika ragi memegang peranan penting dalam proses fermentasi roti, bread improver berfungsi untuk meningkatkan kualitas roti yang dihasilkan seperti volume, tekstur yang lebih empuk dan moist (Freshness) serta serat yang lebih halus. Selain itu bread improver juga memaksimalkan proses kerja ragi sehingga proses fermentasi menjadi lebih singkat dan dapat memperpanjang umur simpan roti tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya, PT Puratos Indonesia menyediakan improver yang dapat mengoptimalkan semua aspek dalam roti, mulai dari proses pencampuran adonan, fermentasi, pemanggangan hingga umur simpan produk. Saat ini Puratos Indonesia mempunyai dua produk bread improver unggulan, yaitu S-500 Acti-Plus dan Soft’r Cotton Acti-Plus. “Kedua produk tersebut mempunyai keunggulan masing-masing. Teknologi Acti-Plus Puratos memungkinkan end-product bakery yang dihasilkan merupakan produk roti yang dengan kualitas terbaik, baik dari segi kesegaran maupun kelembutannya. S-500 Acti-Plus bisa diaplikasikan untuk hampir semua jenis roti. Sedangkan Soft’r Cotton dikhususkan untuk soft bread sehingga roti yang dihasilkan lebih empuk,” ungkap Adang Hendra, Technical Manager PT. Puratos Indonesia. Adang menjelaskan, untuk membuat roti dengan teknik frozen dough, maka bread improver yang digunakan harus mempunyai karakteristik yang berbeda dengan improver untuk pembuatan roti dengan teknik biasa. “Untuk frozen bakery product, kami mempunyai S-500 Kimo yang merupakan bread improver yang dapat digunakan untuk unfermented frozen dough (UFF). Bread improver ini dapat memberikan stabilitas adonan dan memaksimalkan proses pemanggangan (Bake off) setelah adonan beku di-thawing,” jelas Adang. Dengan S-Kimo Technology dalam proses UFF, maka bakery owner maupun frozen dough player akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti bisa diaplikasikan untuk rangkaian produk yang lebih luas baik non laminated maupun laminated dough, pengembangan adonan yang optimal, proses fermentasi setelah adonan di-thawing yang terjamin, serta meminimalisir kelengketan adonan setelah thawing. “S-500 Kimo dapat mengontrol proses mulai dari mixing, freezing, fermenting hingga baking. Shelf-life adonan beku roti pun bisa mencapai 6 bulan masa penyimpanan pada suhu -18 oC jika sebelumnya adonan telah di-blast-freezing dengan suhu -25 oC (dan core temperature adonan mencapai -7 0C). Hal ini harus diperhatikan jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan S-Kimo Technology ini,” tutup Adang.
Read More
Suzuki APV Mega Carry Moko, Mobil Toko untuk Pebisnis Kuliner
Produsen mobil asal Jepang baru-baru ini meluncurkan mobil niaga yang didesain khusus untuk para pebisnis kuliner. Semakin maraknya pebisnis kuliner membuat Suzuki membuat inovasi dengan menambahkan varian box.  Kebutuhan para pengusaha terhadap mobil niaga ternyata tidak cukup hanya dengan bak terbuka. Untuk memenuhi bisnis kuliner maupun toko yang bergerak, kendaraan roda empat harus dimodifikasi sedemikian rupa. Berbasis Suzuki Mega Carry, dealer mobil Jepang menawarkan Moko alias mobil toko. Mobil ini didesain sedemikian rupa untuk toko maupun restoran. Tidak perlu repot dan mengeluarkan uang lebih banyak jika harus memodifikasinya di bengkel karoseri. Konsumen bisa langsung pesan ke dealer Suzuki. Semakin maraknya bisnis kuliner turut mendongkrak permintaan mobil toko atau food truck. Hal ini pun dialami oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku pemain mobil komersial jenis low pick up. 4W Head of Product Development PT SIS Harold Donnel mengungkapkan, untuk memenuhi permintaan moko yang menggunakan kendaraan jenis blind van pihaknya juga melibatkan pihak perusahaan karoseri. Mengenai angka pemesanan, pihak SIS mengaku tidak bisa menyebutkan secara pasti karena pemesanan biasanya dilakukan langsung ke diler. Hanya saja, untuk blind van yang disediakan untuk moko, Suzuki memiliki dua model pilihan, yakni APV dan Karimun Wagon R. Melalui dealer resmi di seluruh Indonesia, konsumen bisa memesan kendaraan modifikasi itu. Namun, untuk memenuhi keamanan kendaraan meski sudah dimodifikasi, hanya karoseri yang memenuhi standar mobil aman yang ditunjuk. Maka itu didesain sedemikian rupa, misalnya dengan jendela besar di sisi kanan dan kiri, serta pintu belakang yang bisa terbuka lebar. Jika jendela dan pintu itu dibuka, mobil akan tampak seperti kios atau toko. Bagian-bagian modifikasi semuanya bermanfaat (useful). Bahkan penutup bawah di belakang dan samping bisa dimanfaatkan sebagai meja. Untuk memodifikasi menjadi mobil toko, pihaknya tetap mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan performa. Dengan demikian, bengkel karoseri diseleksi secara ketat oleh Suzuki. Seperti diketahui, Suzuki merupakan penguasa pasar di segmen low pick up. Selama 2016, Suzuki menjual 43.443 unit low pick up Carry (Futura) dan Mega Carry (APV). Carry masih menjadi penyumbang terbesar penjualan yakni sebesar 67 persen atau 29.408 unit sedangkan Mega Carry 33 persen atau 14.135 unit.
Read More
Unifoods Indonesia, Menawarkan Kemasan Es Krim dan Waffle
Bagi pengusaha yang bergerak dibidang es krim atau makanan ringan jenis wafel, jasa perusahaan yang satu ini layak dipertimbangkan.  Saat ini sangat mudah kita menjumpai penjaja makanan ringan seperti es krim dan wafel. Dua jajanan ini memang sangat banyak penggemarnya di Indonesia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tak ayal, produsen pendukung bisnis sektor ini pun tumbuh subur. Seperti produsen penjual bahan baku utama es krim, penjual racikan bahan baku wafel, produsen kemasan dan aksesorisnya, hingga mesin produksinya. Jika setiap produsen hanya menawarkan salah satu diantara kebutuhan para pelaku usaha maka PT Unifoods Indonesia menawarkan hampir semuanya, kecuali bahan baku utama. Di satu perusahaan ini, pelanggan dapat memesan kemasan luar yang terbuat dari karton, atau plastik, dan kemasan dalam yang dapat dimakan atau cone, berbagai aksesoris es krim dan wafel, mesin produksi es krim, hingga pembuatan label. Bagaimana dengan kualitas produknya? Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan, perusahaan ini telah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Soal kualitas produk, perusahaan yang berkedudukan di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang ini, telah melayani banyak pelanggan dari perusahaan besar. Beberapa diantaranya yaitu perusahaan es krim ternama Walls, IKEA, Woolworths, Superindo, McDonals, Wendy’s, dan lain-lain. Di Indonesia, PT. Unifoods telah berdiri sejak tahun 2005, dan saat ini memiliki kantor di Australia. Secara spesifik, perusahaan ini memiliki empat kategori produk yaitu, Cone (sugar cone, wafer cake cone), Ice cream accessories (Sleeve paper, cup and lid, dan sendok es krim), vending machine (sof ice cream / yoghurt, dan mesin kopi), food service (pembuatan label atau merek rumahan), dan produk yang selanjutnya yaitu, menerima pesanan beberapa produk berikut antara lain, culinary & pasta sauces, soup, mashed potatoes, ice cream mix, dan wafer crumb. Perusahaan ini memiliki visi untuk memberikan produk yang bernilai tinggi dengan sentuhan teknologi modern melalui perusahaan skala manufaktur yang terkemuka. Perusahaan ini juga memiliki standar manufaktur yang sangat baik untuk melahirkan produk-produk berkualitas tinggi sesuai keinginan pelanggan atau pasar. Komitmen untuk menjadi penyedia produk aksesoris dan pelengkap kebutuhan produk es krim dan wafel yang berkualitas tinggi bukan berarti ia menawarkan harga yang tinggi pula untuk setiap jasanya. Seluruh produk yang dihasilkan, harganya cukup terjangkau. Olehnya itu, bagi pengusaha pemula ataupun profesional, bermitra dengan perusahaan ini dapat dipertimbangkan. \ Untuk mencapai dan melaksanakan visi dan misinya, PT Unifoods Indonesia menerapkan Kebijakan Halal dan Kebijakan Keamanan Pangan melalui sikap teladan, kebersamaan, dedikasi, kerja keras dan disiplin berdasarkan aturan profesionalisme.  
Read More
Satu Lagi Resto Steak yang Siap Masuk Indonesia
Setelah sejumlah restoran asing maupun lokal sukses berebut pasar pecinta Steak di Indonesia, kini giliran restoran asal Philipina yang akan masuk. Berikut ulasannya!. Namanya adalah Sizzlin Steak, ia berada dibawah naungan perusahaan besar asal Philipina yaitu Max’s Grup Inc (MGI). Di sektor waralaba dunia, MGI telah memiliki nama besar. Ia telah sukses mengoperasikan 14  merek waralaba global dengan jumlah 500 outlet di 6 negara di Dunia. Merek-merek tersebut antara lain pertama, Max’s Restaurant, yaitu restoran yang khusus mengolah makanan berbahan dasar ayam. Kedua, Yellow Cab Pizza Co, yang menawarkan produk pizza berkualitas. Ketiga, Teriyaki Boy, restoran yang menawarkan berbagai makanan Jepang dengan konsep pelayanan Jepang. Merek-merek lainnya adalah Krispy Kreme, Jamba Juice, Corner Bakery, Dencio’s, Meranti, Le Coeur Be Franche, Maple, Kabisera, Singkit, dan terakhir adalah Sizzlin Steak. Mengapa Sizzlin Steak menyasar Indonesia? “Secara market, Indonesia dan Philipina memiliki kesamaan. Di Philipina restoran ini sangat ramai dan sukses disana dan kami yakin di Indonesia juga bisa lebih sukses lagi,” kata Joanna Tomagan, Senior Project Manager, Philippine Franchise Association. Bisnis ini sebelumnya juga telah diperkenalkan oleh Asosiasi Franchise Philipina melalui pameran langsung yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada akhir 2016, yang merupakan rangkaian kegiatan World Franchise Summit Indonesia. Sizzlin 'Steak pertama kali diluncurkan pada 2007 di Philipina dengan tujuan untuk memberikan pengalaman makan steak ala Jepang. Selain suasananya yang nyaman, arsitek dan interior outletnya yang moderen, Sizzlin steak juga memberikan pelayanannya khas Jepang kepada pelanggan. Sehingga pelanggan yang berkunjung akan merasakan sensai yang berbeda ketika berada di Sizzlin Steak. Produk yang ditawarkan juga menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi mulai dari bahan utamanya seperti daging sapi, maupun bumbu sausnya. “Sizzlin Steak menawarkan daging sapi berkualitas tinggi, saus khusus, dan sistem penyajiannya yang berbeda yaitu diatas tampan khusus yang dapat menyimpan panas sehingga tetap hangat selama dinikmati,”  kata Joanna. Beberapa menu andalan yang ditawarkan diantaranya Sizzlin Beef, irisan tipis daging sapi yang dibenamkan bersama saus khusus, dan disajikan bersama dengan jagung dan lada diatasnya. Burger Steak Set, yaitu daging sapi yang disajikan dengan berbagai jenis saus jamur, nasi putih, jagung, lada, dan beberapa campuran sayuran. Sizzlin Beef Pasta, irisan tipis daging sapi yang dibenamkan dalam saus khusus, dengan makanan pendamping jagung, serta pasta. Di Phipilina, restoran ini telah memiliki sembilan cabang yang yaitu di Ayala Center Cebu, Festival Supermall, Harbour Square, SM MOA,  SM Megamall, Promenade Greenhills, Robinsons Galleria, Robinsons Magnolia,  dan Newport Mall. Walaupun menggunakan bahan berkualitas dengan konsep outlet moderen, bisnis ini rupanya menyasar pasar menengah. Harganya dipatok untuk menjangkau seluruh kalangan. Julhan Sifadi
Read More
SaladStop!, Pionir Franchise Restoran Salad Asal Negeri Merlion
Restoran ini menghadirkan rangkaian menu sehat berupa salad bowls dan salad wraps. SaladStop! sudah mulai melayani pelanggan sejak akhir bulan Oktober 2016. Kehadiran SaladStop! ini sekaligus ingin mengajak masyarakat perkotaan untuk mulai memikirkan pentingnya kesehatan, nilai gizi yang terkandung dalam makanan, serta pelestarian lingkungan. “SaladStop! adalah bisnis keluarga kami yang berdiri sejak tahun 2009. Kami memiliki konsep Eat Wide Awake, dengan misi untuk menjadi restoran yang transaparan sehingga pelanggan tahu nutrisi dan kandungan ingredients dari makanan yang mereka makan, kesederhanaan proses makanan, all the way from local farm to your bowl,” papar Katherine Desbaillets Braha, Executive Vice President, SaladStop!. Dengan menggunakan sayuran dan buah lokal yang ditanam di Rancamaya, Bogor, SaladStop! menyajikan berbagai pilihan Salad Bowls, Salad Wraps, Warm Grain Bowls, Superfood Bowl dan masih banyak makanan serta minuman sehat lainnya. Pelanggan dapat memesan menu andalan dari SaladStop! seperti Oh Crab Lah!, Hail Caesar!, Sunshine Jakarta, atau berkreasi dengan memilih sesuai selera dari lebih dari 60 jenis toppings dan 20 jenis dressings. Selain itu, jika pelanggan ingin mengetahui jumlah nutrisi dari makanan yang mereka pesan, semua dapat diakses di website www.saladstop.co.id. “SaladStop! kini sudah memiliki 25 gerai di Singapura, Jepang, Filipina, dan Indonesia. Di setiap negara kami memiliki perkebunan sendiri dengan mengajak kerja sama para petani lokal dan mengedukasi mereka dalam menanam sesuai standard kami untuk menjaga kesegaran sayuran dan buahnya. Kami menggunakan bahan-bahan organik tanpa menggunakan perasa dan pewarna buatan serta pengawet. Kami berharap SaladStop! dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” ujar Katherine. Katherine menjelaskan, makanan di SaladStop! diproduksi di rumah tanpa menggunakan bahan pengawet, pewarna buatan dan dibuat dalam skala yang kecil yang fresh setiap hari, dari dapurnya. Kebanyakan dari bahan di SaladStop! berasal dari daerah (lokal) yang membuat semua makanan sangat fresh dan lezat. “Kami juga berkoordinasi dengan ahli gizi kami untuk memastikan bahwa seluruh resep kami di evaluasi untuk menyediakan nutrisi yang terbaik,” paparnya. Yang menarik, produk dari SaladStop! adalah menyediakan wraps, salads, quinoa bowl sebagai sarapan, Healthy Pastries, snack dan berbagai sup hangat sebagai Superfood Bowls. “Semua resep-resep yang ada di SaladStop! sangat sehat dan berbagai rasa dari seluruh dunia. Oleh karena itu kesegaran dari bahan-bahan SaladStop! sangat berkualitas. Satu hal lagi di SaladStop! tidak ada perasa buatan atau penambahan dressing,” ungkap Katherine. SaladStop! sangat bersemangat dalam membangun komitmen untuk transparansi makanan dan menantang bisnis ini untuk lebih bertanggung jawab dalam bekerja dengan partner dengan etos yang sama. “Kami percaya bahwa great end produk adalah tepat untuk partner yang baik dan kemampuan kami untuk mempengaruhi dan bekerja dengan tepat akan tumbuh, “ kata Katherine.  
Read More
Mr Quickie, Pemimpin Pasar Waralaba Service Sepatu asal Philipina akan Masuk Indonesia
Mr Quickie waralaba yang mengkhususkan dirinya memperbaiki sepatu di pinggiran jalan kini bersiap untuk ekspansi ke Indonesia. Seperti apa peluang waralabanya? Di Philipina, waralaba Mr Quickie telah hadir sejak 1981, dan ia adalah pemimpin pasar di kelasnya. Outletnya telah berjumlah 223 outlet di mana 173 milik mitra dan 50 lagi milik franchisor. Mr Quickie menawarkan produk perbaikan sepatu yang lebih detail dan berkualitas, menggunakan bahan-bahan yang bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Terdapat dua pilihan kualitas maupun harga yang terbaik dengan harga mahal maupun kualitas standar dengan harga yang cukup terjangkau. Pertama kali berdiri, bisnis ini memang hanya menawarkan layanan reparasi atau perbaikan sepatu, tetapi setelah memperoleh kepercayaan dari pelanggan, layanannya pun diperluas hingga perbaikan tas dan koper pada tahun 1985, dan terus berkembang ke duplikat kunci, reparasi kunci, dan perbaikan dan reparasi stempel. Bisnis ini didirikan oleh Mr Emiliano Carureto, seorang pengusaha sukses di Philipina yang telah memiliki banyak bisnis mulai dari restoran, hotel, dan kontraktor. “Saat itu ia berpikir bagaimana caranya orang yang memperbaiki sepatu dipinggir jalan bisa percaya menitipkan barangnya. Sehingga didirikanlah bisnis ini, dan outlet pertama tahun 1981 di Harison Plaza,” kata Ruby Anne Talosig, Business Development Head, Mr Quickie, saat mengikuti pameran di World Franchise Summit, di JCC, Jakarta. Saat ini ada enam produk reparasi atau perbaikan yang ditawarkan. Misalnya sepatu, produk yang ditawarkan adalah penggantian karet, dan tas dapat melakukan pergantian warna sesuai keinginan pelanggan, pergantian resleting, dan lainnya. “Bisnis ini selalu dibutuhkan, dan tidak akan pernah mati. Di Philipina, sudah sangat terkenal dan outletnya cukup banyak. Pelanggan sangat percaya kepada kami,” papar Ruby Anne. Ia pun optimis akan sukses dikembangkan di Indonesia karena karakter pasar Indonesia dan Philipina tidak jauh berbeda. Demikian pula lingkungan masyarakatnya yang kurang lebih sama menurut Ruby Anne. “Secara harga kita bersaing, dan kualitas service kita sangat baik,” ungkapnya. Walaupun menawarkan jasa service sepatu, tas, koper, dan stempel, bisnis ini menyasar lokasi mall sebagai ekspansinya. Tetapi tidak menutup diri juga untuk tempat yang berdiri sendiri di luar mall selama lokasinya tepat sesuai pasar yang dituju. Keunggulan lain yang dimiliki bisnis ini adalah onderdil yang disiapkan cukup lengkap mulai dari kualitas terbaik hingga kualitas standar. Untuk investasi waralaba, bisnis ini menawarkan tiga tipe investasi yakni tipe kios, kounter, dan walk in.     Selain Mr Quickie, ia juga meluncurkan merek lain yaitu Mr. Quickie Plus, bedanya adalah pada item layanan yang disediakan. Mr. Quickie Plus melayani seluruh produk yang ditawarkan Mr. Quickie ditambah satu yaitu dan perbaikan mesin jahit. Nilai investasinya untuk Mr Quickie franchisee fee 400.000 peso (mata uang pihlipina, royalti 7% dan promosi fee 1%. Sementara Mr. Quickie Plus, franchise fee 450.000 peso, royalti 7% dan promosi fee 1%.,   Julhan Sifadi              
Read More
Harcourts, Ada Nama Besar Panin Group Dibalik Eksistensinya
Harcourts merupakan salah satu broker properti kenamaan di dunia, ia telah ada sejak 1888, dan di Indonesia masuk tahun 2008. Bisnis ini juga menawarkan sistem waralaba. Apa keunggulannya? Harcourts merupakan pemain lama di industri properti dunia, ia telah ada sejak 1888. Di negara asalnya, di New Zealand, nama besar Harcourts cukup diperhitungkan para pesaing.  Ia tercatat sebagai salah satu broker properti yang sukses melebarkan sayapnya kesejumlah negara. Yaitu, Australia, Canada, China, Fiji, Hongkong, New Zealand, Afrika Selatan, UEA, Amerika Serikat, dan Indonesia. Di Indonesia, bisnis ini masuk secara waralaba sejak 2008 di bawah nama besar Panin Group. Dengan sistem waralaba yang dianut, Harcourts telah memiliki 36 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kota-kota tersebut yakni, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Palembang, Bekasi, dan Cibubur. Dalam menawarkan berbagai layanan real estate, seperti penjualan perumahan, komersial, dan rural properti serta layanan manajemen properti, Harcourts menempatkan hubungan saling percaya dan menghormati dengan semua kliennya. Filosofi inilah yang menjadi kesuksesan Harcourts baik di luar maupun dalam negeri. CEO Harcourts Indonesia, Nandar Gunawan, menjelaskan, selain memberi jaminan kekuatan merek, training yang baik, teknologi yang canggih, dan networking yang luas, secara lokal Harcourts berada di Grup Panin  sehingga telah memiliki banyak strategi partner. “Selain itu, Harcourts juga memiliki lini bisnis lain yang bisa mensupport kinerja Harcourts  itu sendiri misalnya asuransi, dan sekuritas,” kata Nandar Gunawan. Sebagai bisnis yang bergelut di broker properti yang memungkinkan setiap SDM (Sumber Daya Manusia) berhadapan langsung dengan pelanggan, maka kualitas SDM itu sendiri menjadi sangat penting. Olehnya itu, Harcourts memiliki pusat pendidikan sendiri untuk persoalan ini. “Kita memiliki Harcourts academy sendiri untuk membantu orang-orang yang bergabung dengan kita agar lebih sukses dan mereka bisa melayani klien dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan profesional,” papar Nandar. Terkait dengan pusat pelatihan SDM tersebut, Harcourts telah menerima penghargaan sebagai The Best Training and Education beberapa bulan lalu. Harcourts lanjut Nandar tidak hanya menerima pelatihan mendalam profesional untuk industri, tetapi juga memiliki komitmen untuk membangun hubungan pribadi yang bermakna dan asli dengan klien. Sebab menurutnya, sukses membeli dan menjual real estate hanyalah soal pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Volume besar arahan dan bisnis yang berulang dihasilkan adalah bukti bahwa ini bekerja untuk kepuasan semua orang,” papar Nandar. Bisnis ini memang fokus ke sistem dan kultur yang baik, serta keunggulan teknologi yang mumpuni untuk mendukung operasionalnya. Harcourts juga telah dianugerai Apple karena memmiliki Apps terbaik di dunia. Di Indonesia Harcourts berkembang dengan jalur waralaba dengan  royalti 9% perbulan dari gross komisi.   Julhan Sifadi    
Read More
Hoooters, Restaurant Mengusung Konsep “Pelayan Seksi”
Baru baru ini, media sosial Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan kedatangan jaringan restoran 'seksi', Hooters. Restoran yang berpusat di Clearwater, Florida itu, dikabarkan akan datang ke Jakarta dan Bali, dalam waktu dekat. Hooters telah mengonfirmasikan kehadirannya di Indonesia. Tidak hanya itu, Hooters Indonesia juga sudah punya laman Facebook sendiri. Sejak 22 September 2016, laman Facebook Hooters Indonesia sudah di-like 3.857 akun dan dibicarakan oleh 2.535 akun. Wajar saja jika sejumlah warga Indonesia sangat berminat menjajal restoran tersebut. Pasalnya, Hooters terkenal berkat para pelayan seksi yang disebut Hooters Girl. Menilik sejarahnya, Hooters di negara asalnya, Amerika Serikat, bukanlah nama baru. Restoran tersebut didirikan pertama kali pada 1 April 1983 oleh konsorsium pengusaha asal Clearwater, yakni Lynn D. Stewart, Gil DiGiannantonio, Ed Droste, Billy Ranieri, Ken Wimmer dan Dennis Johnson. Ada alasan tersendiri mengapa Hooters didirikan pada tanggal yang terkenal dengan lelucon ‘April Mop’ itu. Melansir laman resmi Hooters, disebutkan bahwa keenam pendiri merasa prospek restoran itu akan suram. Pemikiran mereka, jikapun gagal, mereka punya alasan dengan mengatakan Hooters hanyalah lelucon. Restoran pertama Hooters berlokasi di bekas klub malam yang mereka beli dengan harga murah. Terlebih lagi, pada waktu itu, lokasi tersebut dikenal sebagai ‘kuburan bisnis’ karena banyaknya usaha yang gagal sebelumnya. Setahun berjalan, pada 1984, pengusaha Hugh Connerty, membeli lisensi Hooters dari keenam pendiri awalnya. Setelah itu, Hooters terus berpindah kepemilikan hingga akhirnya pengusaha Robert H. Brooks dan kelompok investor di Atlanta, mengakuisisi restoran yang tengah berkembang itu pada 2002. Pada waktu itu, Hooters mulai melebarkan sayap. Tiga restoran yang berlokasi di Tampa Bay, Chicago dan Manhattan, New York, dikelola oleh Brooks dan dikontrol secara langsung oleh perusahaan induk di Clearwater. Sementara sisanya dijadikan waralaba yang dikelola oleh Hooters of America. Di bawah asuhan Brooks, Hooters menjadi brand internasional. Terus bertumbuh hingga kini punya 160 restoran di Amerika, dan 430 waralaba di seluruh dunia. Informasi selengkapnya bisa Anda simak liputannya di Majalah Franchise versi cetak edisi November 2016. Alvin Pratama                            
Read More
Aunt Milk Tea, Pemimpin Pasar Waralaba Minuman asal China siap Masuk Indonesia
Indonesia siap-siap kedatangan salah satu pemimpin pasar waralaba minuman asal China. Seperti apa sepak terjangnya? Tidak lama lagi Indonesia akan kehadiran salah satu waralaba asal China dengan merek Aunt Milk Tea. Ia adalah pemimpin pasar untuk waralaba jenis minuman di China dengan ribuan oultetnya yang tersebar di berbagai kota. Betty You, Exporting Sales Direktor, dalam wawancara khusus di Jakarta, menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mencari mitra potensial di Indonesia. “Tetapi sebelum kita masuk dengan cara franchise, kita hendak membuka pusat distribusi produk dulu,” kata Betty. Ia menjelaskan, pembukaan pusat distribusi itu akan melibatkan mitra lokal sehingga akan memudahkan distribusi produk ke outlet-outlet waralaba. “Memang tidak mudah untuk masuk dalam satu negara tanpa itu (tanpa pusat distribusi), sehingga kami memutuskan untuk mencari mitra lokal yang fokus pada produk retail terlebih dahulu,” ucap Betty. Di negara asalnya, Aunt Milk Tea, merupakan oultet yang menyajikan berbagai hidangan berbahan dasar susu segar dengan banyak varian toping. Ia membawa diri sebagai outlet dengan sajian minuman sehat. Beberapa produknya antara lain, Brulee Milk Tea, Fresh Taro Milk Tea, Mango Coconut Sago, Fresh Gree Tea, Mil Tea With Sticky Rice, dan lain-lain. “Kami memadukan kesegaran buah dan variang toping dalam setiap sajian minuman kita,” papar Betty. Secara keseluruhan, produk yang disajikan kurang lebih 30 jenis dengan kategori 11 jenis milk tea, 6 jenis fresh fruits tea, 3 jenis fresh taro, 5 jenis macchiato, 4 jenis fresh milk, 4 pilihan smoothies, dan 5 jenis coconut milk. Dengan berbagai jenis minuman tersebut, segmen pasar yang dibidik adalah berbagai usia. “Karena produk kita minuman segar dan sehat, semua akan menyukainya,” ucap Betty. Di China, mayoritas tipe outletnya adalah mini kafe dengan beberapa meja, tetapi tipe tersebut bisa disesuaikan dengan luas lokasi dan keinginan para calon investor atau calon franchisee. Namun jika mengacu pada outlet yang telah beroperasi di negara asalnya, Aunt Milk Tea, ada yang beroperasi dengan 2 meja, 4, 6 meja, bahkan lebih dari 6 meja. Sementara untuk lokasinya sendiri, Aunt Milk Tea, memprioritaskan di tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan atau mal, atau tempat-tempat hiburan. Setiap outletnya didesain dengan standar Aunt Milk Tea, yakni memadukan warna-warna cerah seperti kuning, cream, dan cokelat. Lalu bagaimana dengan persaingan di Indonesia untuk jenis minuman seperti ini? “Kita optimis memiliki keunggulan dari bahan baku, maupun konsep bisnis karena kita sudah memiliki pengalaman yang cukup dan minuman kita kita bisa pastikan akan cocok dengan selera masyarakat Indonesia,” kata Betty. Julhan Sifadi    
Read More
Ssikkek Korean BBQ, Restoran Korea Berkonsep Buffet
Waralaba restoran yang satu ini berbeda dengan maskan Korea lain. Ssikkek Korean BBQ menawarkan konsep buffet dalam menyajikan menunya. Sebagaimana familiar di benak masyarakat Indonesia pada umumnya yang mencintai masakan-masakan Korea, bahwa masakan Korea terbilang mahal. Mungkin inilah yang melatarbelakangi  Ssikkek Korean. Dengan konsep buffet yang ditawarkan ke pelanggan, Ssikkek  berusaha menawarkan harga yang cukup terjangkau tanpa mengurangi kualitas kelezatan makanannya. Bagi yang hendak mencicipi masakan Korea yang lezat, tapi relatif murah, bisa mencoba berkunjung ke Ssikkek Korean BBQ. Tidak perlu jauh-jauh ke Singapura, di Indonesia juga rupanya restoran ini telah ada. Ssikkek telah hadir di tanah air sejak pertengahan 2013 dibilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sanalah outlet pertama Ssikkek Korean BBQ berdiri hingga saat ini. Sementara gerai keduanya berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), yang juga masih Jakarta Utara. Konsep buffet atau prasmanan yang diusung restoran ini membuat pelanggan yang datang bisa sesuka hati menikmati menu yang beraneka ragam. Mulai dari jenis kimchi, sushi ala Korea, hingga berbagai pilihan Korean BBQ. “Kebanyakan yang datang adalah anak muda. Namun cukup beragam juga konsumen kami. Ssikkek menawarkan konsep baru BBQ Korea dengan harga terjangkau,” ungkap Florentsya, Owner Ssikkek.   Di tempat tersebut, terdapat berbagai menu pilihan daging untuk panggangan, di antaranya rusuk pendek daging sapi, bulgogi, dan daging pork belly atau biasa disebut samgyupsal. Menu lain yang ditawarkan adalah jjigae, yakni semacam sup ala Korea, bancahan, atau lauk ala Korea, serta hidangan lainnya, seperti japchae, kimbap, dan tokpokki. Menu yang disebut paling akhir adalah semacam kue yang terbuat dari beras dan termasuk street food terkenal di negara asalnya. “Kami juga memperkenalkan menu hotpot Korea, yaitu budae jjigae yang nikmat disantap ketika disajikan panas beruap. Pelanggan juga bisa memilih sendiri bahan-bahan yang ada di dalamnya sesuai keinginan,” tambah Florentsya. Ssikkek Korean BBQ juga menyajikan sembilan jenis daging tambahan yang melengkapi hidangan tertentu, seperti myolci (nasi goreng dengan teri), nasi goreng kimchi, dan kembang kol goreng. Diketahui, Ssikkek merupakan restoran waralaba asal Singapura yang awalnya dimiliki oleh Kim, orang Korea yang melakukan perjalanan jauh ke Singapura. Tepatnya ke Tanjong Pagar, Singapura. Ssikkek memiliki arti “para tamu yang datang ke dalam suatu rumah makan”. Julhan Sifadi
Read More
5asec Dry Clean, Waralaba Laundry Premium Asal Prancis Yang Sukses di Indonesia
Setelah sukses mengembangkan bisnisnya di negeri asalnya, 5aSec Dry Clean rupanya serius untuk berkompetisi di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan membuka sejumlah gerainya yang berada di Batam, Palembang, Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Manado, dan Makassar. 5aSec Dry Clean membuka cabang pertamanya di tahun 1968 di Prancis, berdasarkan konsep yang benar-benar inovatif  untuk memberikan pembersihan dan layanan binatu kering. Tidak hanya kualitas yang baik dan harga rasional, tetapi juga pengiriman cepat. Sejak itu, laundry ini telah mengalami perkembangan pesat dan sukses sebagai akibat dari tawaran komersial tepat waktu diluncurkan. Beroperasi hari ini di 30 negara di seluruh dunia kelompok ini mulai ekspansi di Prancis dengan membuka toko di seluruh negeri sebelum berhasil membobol pasar internasional, baik secara langsung maupun melalui master waralaba. Lewat PT Grita Artha Kreamindo, 5asec Dry Clean mulai beroperasi di Indonesia pada 1993.  “toujours la pour moi " yang berarti "selalu ada untuk saya" bukan hanya slogan. 5aSec Dry Clean Indonesia berkembang pesat dan saat ini telah hadir di kota-kota besar di Indonesia. Tidak seperti laundry lainnya di Indonesia, di setiap gerai  5aSec Dry Clean  dilengkapi dengan mesin standar internasional dan konsep gerai yang bernilai seni yang khas. Hal ini tentu saja mengikuti standarisasi gerai yang ada di Perancis. Tak hanya itu di laundry ini sangat mampu dalam hal tim profesional untuk memastikan hasil yang berkualitas tinggi . Setiap gerai juga dilengkapi dengan mesin cuci dan perlengkapan laundry lainnya. Cara ini ditempuh untuk memudahkan quality control tiap gerai. Pelanggan bisa melakukan laundry cepat, misalnya satu jam. Dan, bila terjadi kehilangan pakaian, langsung bisa dicari di gerai tersebut. Beberbeda dengan tempat cucian lain yang di-pool di tempat tertentu. Kalau ada baju yang kurang susah mencarinya. Di 5aSec, setiap gerai hanya menerima maksimal 2.000 potong pakaian. Harga per potong pakaian Rp 30-65 ribu. 5aSec Dry Clean Indonesia bisa dikatakan pionir dalam perawatan tekstil berdasarkan pengetahuan dan keahlian dalam merawat pakaian dan linen. Hal ini bertujuan untuk memberikan layanan berkualitas cepat dan tinggi ke nomor tumbuh dari klien. Di Indonesia sendiri 5asec Dry Clean dimiliki oleh keluarga Joes Noerdin. Gerai 5asec pertama kali hadir di kawasan elite Pondok Indah (1990-an awal). Kini, 5asec  dikelola oleh Masayu Shaskia Noerdin, Direktur Pengelola PT Grita Artha Kreamindo. Saat bergabung di 5asec tahun 2008, Shaskia tak langsung duduk di kursi empuk dan tinggal memberi komando. Dia harus magang dulu jadi tukang cuci dan setrika di gerai 5asec Pondok Indah. “Selama tiga bulan saya di posisi paling bawah, agar lebih paham dunia laundry,” kata wanita kelahiran 2 November 1986 ini. Setelah lulus menjadi “karyawan”,  Shaskia masuk ke divisi pemasaran, lantas ke divisi keuangan, hingga akhirnya menjadi komandan 5asec setelah lebih dari satu tahun bergabung. Alvin Pratama
Read More
Jetts Fitness, Pelopor Fitnes Asal Australia Bersiap Masuk Indonesia
Pelopor fitness dari Australia ini telah melakukan ekspansi internasional ke berbagai negara Asia. Salah satunya Indonesia. Seperti diketahui fitnes asal negeri Kanguru ini didirikan pada tahun 2007. Hingga saat ini jumlah cabang Jetts Fitness lebih dari 270 gym di seluruh Australia, Selandia Baru, Thailand dan Belanda. Jetts Fitness adalah salah satu ‘home-grown’ fitness franchise yang paling sukses di Australia. Jetts Fitness menawarkan member (keanggotaan) dengan biaya rendah dan pilihan keanggotaan bernilai tinggi di mana anggota dapat berolahraga di Jetts Fitness. Dengan tidak ada penguncian dalam kontrak, dan akses 24 jam, dan tidak ada biaya tersembunyi tambahan, Jetts fitness menjadi pilihan konsumen dalam kesehatan dan kebugaran. Ini telah didukung oleh penghargaan Canstar nya untuk ‘pilihan konsumen di pusat kebugaran’ di Australia dan New Zealand pada tahun 2012 dan 2013. Pendiri sekaligus Managing Director Jetts Fitness, Brendon Levenson mengatakan, Thailand mengalami pertumbuhan permintaan untuk layanan fitness karena meningkatnya kelas menengah, yang mempunyai permintaan lebih tinggi untuk klub fitness yang berkualitas yang dibangun dengan kenyamanan dan fleksibilitas. Ekspansi internasional waralaba Jetts Fitness dimulai dengan membangun gerainya di Eropa dimulai dengan Belanda. Glenn Yee, Direktur Jets Asia mengatakan, pembukaan gym di Bangkok adalah waktu yang sangat menarik untuk Jetts dengan diikuti oleh negara-negara Asia yang lain. Brendon memutuskan Thailand menjadi negara pertama yang dimasuki Jetts Fitness setelah 18 bulan riset dan melakukan analisis pasar di Asia. Faktor-faktor yang mendukung termasuk fakta, bahwa Thailand adalah pusat bisnis utama untuk Asia Tenggara dan ditetapkan untuk menjadi hub logistik ASEAN. “Di atas itu ada lebih dari 10 juta orang hanya di pusat Bangkok saja, dan kami mengidentifikasi kurangnya fasilitas fitness yang menawarkan kesepakatan yang adil untuk anggota,” katanya. Pasar Asia, khususnya Thailand, katanya, masih banyak dalam masa pertumbuhan, tetapi tumbuh cepat. Industri fitness yang ada memberikan biaya yang tinggi dan memberikan kontrak 12 atau bahkan 18 bulan kepada membernya. “Kami hanya tidak percaya model seperti itu adalah yang terbaik bagi anggotanya, dan sebaliknya kami bertujuan untuk menyediakan lebih banyak orang dengan kebebasan ketika datang bergabung dengan gym kami,” ujarnya. Brendon mengatakan, fokus Australia pada hidup sehat dan gaya hidup aktif membuat kita pada standar internasional yang tinggi. “Kami melihat bahwa konsumen di pasar lain benar-benar terinspirasi dengan konsep ini, dan merangkul filsafat Jetts Fitness,” ungkapnya. Sejak diluncurkan pada tahun 2007 di Australia, Jetts Fitness memiliki pertumbuhan yang tinggi secara konsisten, diberi julukan BRW #1 Fastest Growing Franchise dan mendapat sejumlah penghargaan termasuk Canstar Blue Customer Satisfaction Award untuk dua tahun berjalan. Jetts Fitness sekarang mencari mitra bisnis yang berkualitas di Indonesia untuk membantu memperluas bisnis. Glenn Yee mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat besar yang memiliki ikatan yang kuat ke Australia. Brendon percaya bahwa kurangnya kompetisi, dengan arti saat ini masyarakat Indonesia membayar biaya keanggotaan yang lebih tinggi dengan menerima pelayanan standar. “Kami ingin masuk ke Indonesia sehingga anggota dapat menerima kesepakatan yang adil,” tandasnya. Alvin Pratama
Read More