DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal usaha
PELUANG USAHA MURAH
JADWAL PAMERAN DAN SEMINAR FRANCHISE
Mar
22
PAMERAN FRANCHISE, PELUANG USAHA, DISTRIBUTOR DAN KEAGENAN
View This Event
Jakarta. 23-25 November 2018 Balai Kartini Jl, Gatot Subroto Kav. 37. Kuningan Timur. Jakarta Selatan   Indonesia reflects sound economic growth this years. The expansion of domestic demand, private consumption, the rise of entrepreneurs and the increase in capital investment support growth rate stable at 5% for the last 5 years. Athough there’s been a lot of talk lately about series of political events and its impact on the economy, Indonesia has proved a stronger tolerability for internal and external shocks. Beyond all barriers, the proud country hosted the greatest festival sport in Asia and also the Annual Meeting of IMF-World Bank among many other International events. This is a reflection the strength of creativity and entrepreneurship spirit living in the nation. Entrepreneurs contribute significant part for Indonesian Economy. Entrepreneurs frequently thought of as national assets to be cultivated, motivated and remunerated to the greatest possible extent. Entrepreneurship is a critical element in creating active and powerful economies. Furthermore, entrepreneurs change the way we live and work, they create jobs and benefit society. National Road Show Info Franchise Expo 2019 embrace the spirit of entrepreneurship in every sense of words. IFBC Expo 2019 will be held in economic center cities in Indonesia to give bigger impacts on various region, touching more entrepreneurs and investors and seek opportunities to spread out the business. Targeted to be attended by 30.000 visitors, and supported with comprehensive promotion program, IFBC Expo 2019 will be a great platform to expand your business
Nov
23
PAMERAN FRANCHISE, PELUANG USAHA, DISTRIBUTOR & KEAGENAN
View This Event
  Jakarta. 23-25 November 2018 Balai Kartini Jl, Gatot Subroto Kav. 37. Kuningan Timur. Jakarta Selatan
Majalah Franchise
edisi Januari - Februari 2019
Inilah Merek-Merek Franchise Paling Ngehits di Sepanjang 2018. Bagaimana Mereka Membangun Mereknya Hingga Bereputasi Baik?
Info Berlangganan
PENAWARAN FRANCHISE TERBAIK BULAN INI
Kiat Sukses Miracle Hadapi Tantangan Era Digital Revolusi Industri 4.0
Memasuki revolusi industri 4.0 atau era digitalisasi secara fundamental mengubah kehidupan sosial masyarakat dalam lingkungan domestik hingga mondial. Industri 4.0 ini pun telah menyeret industri estetika memasuki era Beauty 4.0, seperti salah satunya adalah Miracle Aesthetic Clinic. Era digitalisasi ini membawa perubahan pada cara hidup, kerja, dan pola hubungan antarmanusia dalam aspek kehidupan masyarakat. Didukung dengan kemajuan teknologi yang tinggi, dunia digital mengintegrasikan dunia fisik dan virtual dengan koneksi internet yang menghubungkan ke media sosial. Jaringan sosial ini tumbuh kuat dalam komunitas, membentuk jaringan sosial. Media sosial membawa atmosfer perubahan dalam kehidupan masyarakat, mengubah perilaku, tuntutan, dan minat. Faktor inilah yang melatarbelakangi terjadinya transformasi terhadap paradigma dan perilaku masyarakat, menimbulkan tuntutan, dan menciptakan tren baru, membawa evolusi dì berbagai bidang industri. Industri estetika sendiri mengalami perkembangan pesat dengan perubahan yang cepat. Bila dilihat dari beberapa tahun ke belakang, mulai tuntutan konsumen akan hasil perawatan yang instan, wajah v-shape hingga tren anti-aging telah mewarnai industri ini. Tahun lalu, keinginan untuk memiliki tampilan wajah yang lebih baik dan cantik membuat beauty transformation menjadi tren yang populer. Dalam acara "Aesthetic Outlook 2019: The Turn-around paradigm of Beauty 4.0", yang digelar Miracle Aesthetic Clinic Group Lanny Juniarti, Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group mengatakan, "Era digital telah memberi dampak yang besar pada industri estetika secara global. Di industri estetika, fenomena tren timbul karena pengaruh dari perkembangan teknologi dan media sosial. Industri 4.0 ini pun menyeret industri estetika memasuki era Beauty 4.0." Seperti halnya revolusi industri yang berkembang dan mengalami perubahan dari industri 1.0 menuju 4.0, industri kecantikan juga mengalami revolusi. Pada Beauty 1.0, konsep perawatan fokus hanya pada satu dimensi, yaitu dokter menggunakan apa yang disebut dengan golden ratio. Sudut pandang dokterlah yang menentukan perawatan terbaik bagi pelanggan. Kemudian pada Beauty 2.0, masyarakat menginginkan tampilan wajah dengan perfect look, namun tetap memiliki keaslian, versi terbaik dari dirinya, tidak menjadi diri orang lain. Sedangkan era Beauty 3.0, tuntutan masyarakat kian berkembang. Mereka tidak sekadar ingin menyempurnakan tampilan wajah, namun perawatan kecantikan dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. “Internet khususnya  media sosial membawa atmosfer perubahan dalam kehidupan masyarakat, mengubah perilaku, tuntutan, dan minat,”ujarnya Lanny. Faktor-faktor itulah yang melatarbelakangi terjadinya transformasi terhadap paradigma dan perilaku masyarakat, menimbulkan tuntutan, dan menciptakan tren baru, membawa evolusi dì berbagai bidang industry. Dr. Lanny juga menambahkan, “Beberapa tahun yang lalu, dokter akan memberikan arahan mana perawatanyang tepat bagi klien, namun seiring berjalannya waktu, mereka juga mempunyai keinginan untuk mengikuti tren yang sedang terjadi. Sebagai seorang ahli di bidang estetik, kami harus dapat menyarankan perawatan apa yang tepat, untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan klien, dengan tetap memilki kekhasan tampilan wajahnya, menjadi versi terbaik dari dirinya. Sehingga rasa percaya diri mereka semakin bertambah. Namun tidak cukup sampai disitu saja, juga perlu memahami juga apakah perwatan kecantikan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang baik pada kehidupan sosial mereka. Jangan sampai, misalnya wajah pelanggan malah menjadi bahan hujatan orang lain, seperti tidak proporsional maupun terlihat aneh. Seperti halnya revolusi industri yang berkembang dan mengalami perubahan dari industri 1.0 menuju 4.0, industri kecantikan juga mengalami revolusi. Pada Beauty 1.0, konsep perawatan fokus hanya pada satu dimensi, yaitu dokter menggunakan apa yang disebut dengan golden ratio. Sudut pandang dokterlah yang menentukan perawatan terbaik bagi pelanggan. Kemudian pada Beauty 2.0, masyarakat menginginkan tampilan wajah dengan perfect look, namun tetap memiliki keaslian, versi terbaik dari dirinya, tidak menjadi diri orang lain. Sedangkan era Beauty 3.0, tuntutan masyarakat kian berkembang. Mereka tidak sekadar ingin menyempurnakan tampilan wajah, namun perawatan kecantikan dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. Dr.Lanny mempertegas bahwa, “Goal dari Beauty 4.0, bagaimana para praktisi dapat memenuhi keempat dimensi tersebut merupakan sebuah tantangan. Bagaimana kita menyempurnakan tampilan wajah sesuai versi terbaiknya, namun tetap terlihat natural, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberi dampak positif bagi mereka saat berinteraksi dengan orang lain. “Hasil perawatan yang kita lakukan harus dapat memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi kehidupan sosial mereka,”tutupnya. Alvin Pratama
Read More
KFC Indonesia Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Memasuki usia ke-40 tahun kehadiran KFC Indonesia di Indonesia, KFC kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan menghadirkan KFC Untuk Laut Indonesia, sebuah instalasi edukasi tentang kondisi laut dan sampah di Indonesia di KFC Paramount Serpong pada 2 Februari – 3 Maret 2019. Peduli terhadap lingkungan merupakan salah satu tanggung jawab PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC Indonesia) dan saat ini KFC Indonesia terus menggalakkan gerakan tolak sedotan sekali pakai melalui program No Straw Movement yang sudah dimulai sejak Mei 2017, dan Budaya Beberes yang mengajak seluruh konsumen untuk membereskan sendiri sisa makanan dan membuangnya ke tempat sampah. Selain dapat memberi nilai kenyamanan untuk sesama konsumen, Budaya Beberes ini merupakan langkah untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam proses pemilahan sampah. Memasuki 2019 KFC akan menjalankan program manajemen sampah dimana KFC Indonesia akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh gerai-gerai KFC sebagai upaya untuk mengurangi sampah. Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk. menjelaskan, “KFC Untuk Laut Indonesia ini merupakan kelanjutan dari instalasi mobil F2 dari Sean Gelael yang terbuat dari kemasan KFC yang sebelumnya hadir di Kemang Lippo Mall dan Kelapa Gading Mall pada Desember 2018 lalu. Melalui KFC Untuk Laut Indonesia kami ingin menghadirkan berbagai gambaran tentang laut Indonesia yang semakin dipenuhi dengan sampah. Kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat kondisi laut Indonesia dan lebih peduli serta menunjukkan bagaimana kami berkomitmen untuk turut peduli menjaga kelestariannya. “Seluruh sampah kemasan yang digunakan untuk instalasi KFC Untuk Laut Indonesia ini nantinya akan dikelola untuk selanjutnya didaur ulang dan dijadikan hal yang lebih berguna,” tambah Hendra. Selain menghadirkan berbagai instalasi menarik yang sebagian besar terbuat dari sampah kemasan dan menggambarkan keadaan bawah laut Indonesia, selama kehadiran KFC Untuk Laut Indonesia konsumen dapat mengikuti berbagai acara seperti talkshow dan pelatihan yang semuanya berhubungan dengan gaya hidup ramah lingkungan seperti pelatihan pembuatan ecobrick, mendaur ulang plastik, storytelling, dan talkshow gaya hidup zero waste. Sementara itu Sean Gelael, pembalap F2 yang juga Brand Ambassador KFC Indonesia yang juga hadir di KFC Untuk Laut Indonesia memberikan komentar, “Saya sering kali menemukan sampah plastik saat saya menyelam di berbagai daerah di Indonesia, dan itu sangat menyedihkan bagi saya. Hal ini yang menyadarkan saya bahwa sudah saatnya peduli lingkungan itu menjadi gaya hidup anak muda sekarang. Menolak sedotan plastik saat kita memesan minuman sudah menjadi kebiasaan saya sekarang untuk turut mengurangi sampah yang sulit didaur ulang.”   Pada awal tahun 2017 KFC Indonesia menjalankan sebuah kampanye pengurangan sampah sedotan plastik melalui program bertajuk #NoStrawMovement, dimana KFC Indonesia mengajak konsumennya untuk mengurangi penggunaan sedotan dalam menikmati menu-menu minuman KFC. Kampanye tersebut dilakukan dengan tidak menyediakan dispenser sedotan seperti yang selama ini dilakukan, dan sedotan hanya akan diberikan jika konsumen meminta.
Read More
Ethica, Kembangkan Riset Pasar untuk Melahiran Produk Inovatif yang Trendy
Bisnis kreatif dengan value spiritual yang didasarkan atas riset pasar yang sedang tren dan dipadukan dengan ide serta gagasan besar menjadikan Ethica tampil inovatif. Bisnis ini pun terus mengeluarkan produk menyesuikan kebutuhan besar. Berdiri sekaligus dirancang sejak 2008. Bisnis ini berawal dari keagenan. Agen pertamanya beroperasi di Bekasi. Sementara gerai resminya berada di Cimahi. Jadi bisnis Ethica ini telah berjalan 10 tahun. Bisnis ini mulai dikembangkan pada 2011. Sejurus kemudian Ethica Group berkembang menjadi salah satu pemain fashion ternama di Indonesia. Asep Mulyadi, Owner Ethica Group sadar bahwa fashion itu memengaruhi peradaban sebuah bangsa. Spirit itulah yang membuat dirinya mengangkat nilai-nilai peradaban di masa yang akan datang yang kita ingin kembangkan. “Kita tahu bahwa setiap orang, masyarakat tidak bisa lepas karena ini kebutuhan pokok masyarakat, yaitu sandang. Jadi ketika kita bisnis barang kebutuhan pokok, itu adalah potensi dalam jangka panjang,” bebernya. Mulyadi menegaskan, bisnis fashion bukan bisnis musiman, tapi bisnis berkelanjutan. Terlebih perkembangan komunitas Muslim sekarang yang potensinya besar. Meningkatnya bersemangat hijrah di kalangan masyarakat Muslim belakangan ini membuat peluang bisnis fashion semakin menjanjikan. “Semakin melekat pada masyarakat berkelanjutan, upaya kita semakin kreatif untuk menentukan apa saja produk dan kreativitas yang kita kembangkan,” katanya. Etchica sendiri, kata Mulyadil, basic-nya adalah bisnis kreatif dengan value spiritual. Pengembangan riset pasar yang sedang tren dipadukan dengan ide dan gagasan besar kita dengan kebutuhan besar, maka muncullah ide kreatif yang dikembangakan. Hal itulah yang menjadi pembeda kekuatan Ethica. “Kekuatan pasar itu tentu harus ada karakter yang menonjol dalam bisnis kita. Kemudian kami juga membidik segmen remaja, ada peluang yang bisa dikembangkan oleh kita ke depan,” ujarnya. Berbagai produk yang dijual antara lain Fashion Pria-Wanita, anak-anak, kerudung, busana ibadah, dan masih banyak lagi, dengan produk Fashion untuk  jiwa muda yang simpel, nyaman, banyak pilihan dan selalu inovatif. “Sampai saat ini Dress untuk wanita menjadi favorit. Busana keluarga/sarimbit kami selalu menjadi incaran menjelang musim lebaran,” kata Mulyadi.   Mulyadi menegaskan, inovasi menjadi tolok ukur untuk mengukur apakah perusahaan bisa bertahan atau tidak. Apalagi di masa sekarang, perubahan sangat cepat, sehingga inovasi adalah sebuah keniscayaan. “Dan kami sangat concern atas inovasi ini, terkait desain, bahan baku, karena keinginan masyarakat atas perkembangan fashion macam-macam sekali,” tandasnya.   “Untuk melakukan inovasi ini tentu kita perlu menyerap informasi dari lapangan. Oleh itu kita mengembangkan di tim RnD yang khusus turun ke lapangan meriset perkembangan di pasar, tren pasar, tren warna, dan sebagainya,” jelasnya.   Dalam 10 tahun usia bisnis ini, Pertumbuhannya sangat menggembirakan, sejalan dengan kesadaran masyaakat, daya beli, sehingga bisnis ini tumbuh dan berkembang. Sampai saat ini kami mengembangkan bisnis dengan dua sistem, Ada Keagenan, yang sudah tersebar dari Sumatera hingga sulawesi. Sementara untuk Outlet/Store kita kembangkan di daerah-daerah atau kota  yang tidak ada agennya, ada di Makassar, Bandung, Cimahi, Malang, Garut, alembang, Sukabumi, dll.. Potensi bisnis ini sangat menjanjikan, tegas Multadi, karena tren orang-orang sekarang ingin tampil spiritual namun kekinian. “Untuk ikut bergabung menjadi mitra kami, modalnya terjangkau hanya Rp 350 juta, sudah bisa bekerjasama kemitraan dengan Ethica Group. Akan kita siapkan desain store, sistem penjualan, pelatihan. Cukup menyiapkan alokasi dana dan tempat yang cukup strategis,” pungkasnya.   Zaziri      
Read More
Shi-Da, Taiwan Street Otentik Yang Memadukan Minuman Bubble Milk
Snack fillet asal negeri Taiwan ini memiliki pasar segmen tersendiri di Indonesia. Bertempat di lokasi yang strategis seperti Mal dan kawasan food court, Shi-Da menjadi tawaran menarik bagi peminat bisnis kuliner Taiwan.   Taiwan Street Snack kian populer di pasar Indonesia. Lewat produk-produk jajanan khas kedai pinggir jalan yang terkenal di Taiwan, masyarakat tanah air turut meramaikan menggemari jajanan ala Taiwan Street Food ini. Kedai Taiwan Streen Snack pun selalu diminati pecinta wisata kuliner jajanan. Namun hampir sebagian besar pemain di bidang kuliner snack Taiwan ini hanyalah menjual produknya saja. Tidak seperti Shi-Da yang juga meramaikan produk snack Taiwan dengan minuman pendamping seperti Bubble Drink dan Bubble Milk. Direktur Shi-Da Robin, Widyono mengatakan, resolusi 2018 bisnis kuliner Taiwan Shi-Da yang menyajikan bahan dasar ayam ini semakin inovatif. “Kita semoga semakin fenomenal brandnya di tengah maraknya bisnis kuliner,” ujarnya.   Pada 2017 memang market Shi-Da semakin membaik. Brand image-nya semakin kuat. “Jadi di tahun 2018 ini kami berharap Shi-Da akan inovatif lagi dalam menciptakan produk bercita rasa kuliner Taiwan,” ujar Robin. Menyasar pangsa pasar pulau Jawa terutama wilayah Jakarta, pasalnya franchise Shi-Da akan melakukan grand opening di Mall Emporium Pluit. Ditengah menjamurnya bisnis kudapan kekinian, Shi-Da optimis bila produknya akan akan tetap dipilih konsumen. Karena itu, dia selalu melakukan berbagai inovasi dan gencar berpromo di berbagai media.   “Supaya brand image Shi-Da semakin kuat kita tidak hanya menciptkan rasa- rasa baru seperti yang akan dirilis yakni wasabi, shaokao grilled. Tapi kita juga rajin memaintain pelanggan melalui media sosial, web, promo di setiap grand opening Shi-Da. Sehingga mereka tertarik dan akan kembali ke Shi-Da,” katanya. Beberapa menu yang ditawarkan di Shi-Da ini terbagi menjadi 2 pilihan seperti Crispy Chicken dan Side Dish. Varian Crispy Chicken seperti Baked Curry, Grilled Crispy, Cheese Melt, Mozarella, Salted Egg, Shao Kao, Enoki, Crispy Calamari, Mushroom Lover. Sedangkan untuk kategori menu Side Dish yaitu Salted Egg Crispy Chicken, Shao Kao Crispy Chicken, Fried Calamari, Fried Dory Fish, Pom-Pom Potatoes, Sweet Plum Potatoes. Untuk minuman Shi-da juga menyajikan Bubble Milk seperti Matcha, Taro, Royale Chocolate, Pepermint, Bubble Gum, Pure Milk Grass Jelly, dll. “Soal harga kami sangat terjangkau muali dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu-an, untuk sekelas jajanan di area Mal kami masih sangat murah,” ungkap Robin. Robin mengungkapkan, jika bagian terpenting adalah peningkatan manajemen internal untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan kualitas rasa yang enak. “Jika semua sudah dilakukan pasti akan terjadi repeat customer,” terangnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai bisnis franchise kuliner Taiwan yang memiliki segmen market B dan A, peluang usaha Shi-Da sangat diminati oleh para investor. Dengan biaya investasi berkisar Rp 600 juta, franchisee dapat menikmati fasilitas support produk, peralatan, dan renovasi awal outlet. Alvin Pratama
Read More
Bing Go, Sajikan Menu Terlengkap Khas Korea dengan Harga Terjangkau
Sejumlah menu kuliner ala Korea kini sedang digandrungi kawula muda di berbagai  kota di Indonesia, salah satunya adalah restoran Korea Bing Go yang berdomisili di Gandaria City ini. Yuk kita simak ulasannya? Kuliner Korea identik rasanya yang khas dan dapat menjadi tren saat ini. Hal itulah yang disadari Yungky D Pangestanu, lulusan strata dua di Shogang University Korea. Alhasil, sepulangnya dari menimba ilmu di negeri Ginseng, tepatnya pada 2015  lalu, dia mendirikan restoran Korea bernama Bing Go. Melihat animo kawula muda yang gemar dengan band K-POP, Yungky mengatakan bisnis ini sangat prospek di Indonesia. ia telah mengkombinasikan bumbu-bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. Awal mula ia merintis sejak 2 tahun  yang lalu. Saat ini sudah ada 3 cabang Bing Go yang tersebar di Gandaria City, Pondok Indah Mal, dan Neo Soho. Yungky menuturkan, awal mula konsep bisnisnya ini adalah menyajikan sajian dessert Cafe. Namun seiring berjalannya waktu banyak customer-nya memberi masukan untuk menambah menu camilan. “Banyak Customer kami yang bertanya kenapa tidak ditambah menu camilan korea, akhirnya kami bersama dengan tim untuk merevolusi bisnis ini ke ranah restoran khas Korea, dari awal kami berdiri memang untuk tampilan dan konsep kami layaknya restoran yang ada di sana,” kata dia. Adapun menu yang di tawarkan di Bing Go ini seperti Ddeopokki, Kimbab, Yachae, Twigim, Kim Jaban Jumokbab, Kimchi Bokkeumbab, Chicken Galbi Dupbab, Japchae Bab, Beef Bulgogi Depbab, Chicken Bulgogi DopBab, Raamyen, Rapokki. Selain itu juga ada menu minuman dessert, Coffee, dan lain lain. “Untuk harga kita mematok harga berkisar dari Rp 45 ribu hingga Rp 63 ribu, untuk sekelas restoran Korea ini sangat terjangkau terlebih lokasi gerai kita kebanyakan di area Mal,” ujar pria kelahiran Bandung 8 September 1990. Bagi calon investor yang tertarik dengan bisnis ini, Bing Go menawarkan peluang franchise. Besaran investasi nya sebesar Rp 1,6 Milyar dengan fasilitas yang didapat berupa merek, peralatan masak, bahan baku, biaya desain, sewa tempat. Namun Yungky menegaskan adanya biaya franchise fee Rp 300 juta. Keunggulan Bing Go Resto adalah menu yang lengkap, fast food, dan bahan baku yang di import langsung dari Korea. Bahkan ia mengkleim restonya ini menyajikan menu asli Korea yang di resto lain belum tentu ada. “Di resto kami ada 2 menu yang asli dari negeri sana yaitu menu Jjangmyeon dan Gangjeong itu mie khas korea bertekstur pedas dan ada yang berwarna hitam. Dari menu minuman kita juga ada Hallabong yang di resto korea belum ada,” paparnya. Target di 2018 Yungky berencana akan buka gerai sebanyak 5 di berbagai kota di Indonesia. Penentuan lokasi Yungky tak mempermasalahkan calon franchisee untuk buka di area Mal atau tidak. Bagi dia yang terpenting adalah bisa membangun bisnis ini secara bersama-sama itu sudah menjadi misi nya. “Cuma saya menyarankan untuk calon franchisee yang ingin bergabung dalam penetuan lokasi alangkah baiknya berada di Mal, mengingat lokasi ini traffic-nya sangat baik, dan lokasi parkir sudah tersedia, berbeda jika di stand alone harus melihat pangsa pasar di area tersebut, butuh waktu yang lama untuk survey lokasi,” tutupnya. Alvin Pratama
Read More
KinKara, Kuliner Khas Jepang Yang Mengusung Spesial Chicken Karaage
Kin No Torikara atau biasa disebut  Kinkara yang berada di bawah naungan Shimanaka Co, Ltd. (Osaka, Jepang) ini memulai kiprahnya di Kyoto, Jepang pada bulan April 2009. Restoran ini menawarkan sajian yang pernah memenangkan ajang Grand Prix Chicken Karaage di Jepang. Jepang tak hanya terkenal sebagai negara produsen kendaraan bermotor dan elektronik saja. Negeri matahari terbit ini juga populer dengan berbagai kuliner khasnya yang mendunia. Di negara kita, penyuka masakan Jepang semakin banyak. Tak heran, belakangan kian menjamur tempat makan yang menawarkan makanan Jepang terutama di kota-kota besar di Indonesia, mulai dari resto kelas bintang lima bahkan sampai gerobak ramen kaki lima. Salah satu adalah Kinkara. Kuliner asal Jepang ini yang sudah  memiliki 17 outlet yang tersebar di berbagai wilayah di Jepang, seperti Osaka, Kobe, Hiroshima, Tokyo, Niigata, Hokkaido, dan lainnya, serta outlet di Korea Selatan. Di Indonesia Kinkara hadir masuk pada 2015, franchise makanan Jepang ini sudah ada di beberapa Mall besar yang ada di Indonesia seperti Supermall Karawaci, AEON Mall BSD, FX Sudirman. “Kita juga akan berencana membuka outlet lagi di AEON Mall JGC dan ke Grand Indonesia,” kata Direktur Kinkara, Hari Indra Yaso Menurut Hari, Kinkara menawarkan sajian spesial yakni chicken karaage dimana sajian kuliner ini pernah dimenangkan dalam ajang Grand Prix Chicken Karaage di Jepang. “Di Jepangnya sendiri, Kinkara pernah memenangkan kompetisi Grand Prix ini. Sehingga, jika soal rasa maka tidak perlu dikhawatirkan lagi,” katanya. Kinkara sendiri mengusung konsep “Delicious, Simple, Happy!”. Restoran ini menyediakan chicken karaage yang berbentuk stik sehingga mudah disantap. Ada tiga ukuran yang tersedia, yaitu Single Size yang cocok untuk customer yang ingin sekedar ngemil sambil jalan-jalan. Sementara Double Size pas untuk customer yang merasa lapar dan ingin porsi yang lebih besar, atau dimakan bersama teman, sedangkan Mega Size sangat pas untuk yang sedang berkumpul bersama di rumah atau disantap bersama keluarga.  “Bagi anda yang ingin makan nasi, jangan khawatir Kinkara juga menyediakan menu Donburi (Rice Bowl) khas Jepang yang tidak kalah lezatnya,” kata Hari. “Ada berbagai macam pilihan topping yang tersedia. Seperti original spice Kinkara, mayonaise, sweet chilli, keju, teriyaki, spicy mayo, japanese chili hingga cokelat! Pilih, kombinasikan dan tuang sendiri spice yang tersedia sesuai selera,” tambah Hari. Bagi yang tertarik dengan bisnis ini, Hari mengatakan calon franchisee setidaknya harus mengucurkan nilai investasi sebesar Rp 150 juta. “Namun jika di kalkulasikan dengan semuanya, maka untuk membuka satu outlet Kinkara ini dibutuhkan Rp 400-500 juta. Sehingga totalnya sebesar Rp 650 juta,” jelasnya. Alvin Pratama  
Read More
Siomay Addict, Siomay Konsep Modern dengan Bahan Baku Asli Ikan
Konon, Siomay ikan tenggiri ini berasal dari Tiongkok, akan tetapi saat ini sudah mulai beradaptasi menjadi makanan tradisional khas Indonesia yang layak untuk dijadikan peluang usaha kuliner yang menjanjikan. Siomay ikan tenggiri mudah dijumpai, mulai dijajakan secara keliling ala gerobak, mangkal di pinggir jalan, hingga restoran besar karena rasanya yang benar-benar menggoyang lidah. Meskipun bisnis Siomay ikan tenggiri ini semakin hari sudah kian padat pemain. Namun usaha kuliner ini masih saja memiliki celah untuk tumbuh dan berkembang. Tidak ada salahnya jika Anda juga ikut meramaikan pasar dengan mengais untung dari usaha kuliner  Siomay ikan tenggiri. Salah satu pelaku bisnis franchise Siomay yang meramakan bisnis kuliner adalah Siomay Addict. Tommy, owner Siomay Addict menjelaskan, selama ini ada sejumlah investor yang tertarik terhadap Waralaba ini. Namun Siomay Addict memang menetapkan standar yang cukup tinggi. Alasannya segmentasi dagangan nya memang menyasar untuk konsumen kelas menengah ke atas. "Produk kami menggunakan bahan yang kualitasnya premium. Rasa dan ke-higienisan juga kami perhatikan betul-betul. Jadi kalau untuk bersaing dengan gerai kaki lima yang lokasi usahanya di pinggir jalan atau di depan gerai swalayan minimarket memang tidak bisa," terang Tommy. Usaha Siomay Addict Mulai berdiri sejak Tahun 2014, pertimbangan Tommy memulai usaha Siomay Addict dikarenakan Siomay merupakan makanan khas Indonesia yang peminatnya sepanjang masa, dari dulu sampai sekarang Siomay masih popular dan masih banyak peminatnya. “Gerai pertama kami berada di Grand Galaxy Park Mall Bekasi, Respon saat itu sangat baik. Kini cabang kami sudah ada memiliki 3 gerai  yakni di Grand Galaxy Park Mall, Kuningan City Mall dan Revo Town Mall, jika tidak ada kendala dalam waktu dekat kami akan membuka 1 outlet lagi di Jakarta,” paparnya. Konsep bisnis yang di terapkan di Siomay Addict adalah konsep dengan gerai modern dimana Siomay Addict mencoba menjual Siomay tradisional dengan konsep tempat yang lebih nyaman seperti di mal-mal. “Kenapa saya memilih konsep ini dikarenakan saat ini untuk orang dikota besar sudah mulai sulit untuk menikmati Siomay dengan kualitas baik dan juga ditempat yang nyaman,” kata pria hobi travelling ini. Pola kerjasama Siomay Addict adalah Waralaba dengan total investasi Rp 50 juta. Dari investasi tersebut terwaralaba akan mendapatkan booth, peralatan jualan, kulkas, cash register, kompor, panci, banner, signing, dan staterkit 100/Pcs Siomay dan peralatan take away.  Untuk bantuan support Start-Up awal terwaralaba akan dibantu untuk pelatihan karyawan, pengenalan produk, cara-cara penjualan, penyajian, sampai control penjualan. Selain itu dari pihak pusat juga turut membantu menjaga standar kualitas yang sudah ditetapkan. Untuk media promosi Siomay Addict juga selalu bantu promosi di media sosial seperti Instagram, Facebook, dll. “Dengan kontrak selama 5 tahun dan dapat diperpanjang. Dimana Franchisee hanya perlu membeli dari kami stock barang jadi, sehingga tidak merepotkan untuk produksinya,” bebernya. Keunikan Siomay ini menggunakan ikan tenggiri asli di mana komposisi ikan yang  digunakan lebih banyak dibandingkan dengan bahan lainnya. Range harga jual berkisar Rp7.000 – 10.000 / pcs dengan menu Siomay ikan tenggiri (Siomay, Tahu, Kentang, Kol, Pare, Telur, Siomay XXL.   Alvin Pratama
Read More
Shitako Takoyaki, Takoyaki Premium dengan Cita Rasa Asli Jepang
Seperti biasanya, bulan ini Redaksi bertandang ke Mal Grand Galaxy Park di kawasan Kota Bekasi. Kami menyusuri tiap sudut lantai mal ini. Tujuannnya tidak lain adalah berburu franchise. Di tengah penyusuran, tiba-tiba kami melihat booth yang ada di lantai 1 dengan ciri khas berlogo gurita dengan label Shitako Takoyaki. Booth tersebut mengundang rasa penasaran kami untuk melihat lebih dekat. Kami pun tak sungkan untuk menanyakan ke salah satu pegawai yang sedang bertugas di sana. Rupanya, bisnis takoyaki ini sudah di franchisekan 2 tahun yang lalu. Waralaba usaha takoyaki yang ditawarkan oleh Shitakoyaki Merek takoyaki ini didirikan Beverly di bilangan Boelevard Raya Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 6 tahun silam. Hingga saat ini Shitakoyaki Takoyaki sudah memiliki  13 cabang yang tersebar di berbagai mal. Diantaranya, Mal Kelapa Gading 1, Farmers Market Kelapa Gading, Mal Artha Gading, Pluit Village, Epiwalk, Kota Kasablanka, Gandaria City, Pejaten Village, Lippo Mal Karawaci, Sumarecon Mal Serpongs. Sedangkan outlet milik franchisee ada di Tangerang City Mal, Living World Alam Sutera, Grand Galaxy Park Bekasi, Sumarecon Mal Bekasi, Revo Town Mal Bekasi, Grand Mal Metropolitan Bekasi, dan Resinda Park Mal Karawang. Adapun keunggulan yang ditawarkan di Shitako sendiri yakni menggunakan bahan baku yang fresh, saus import, packaging yang elegan.di Shitako sendiri ada menu unggulan bernama  Kuro Tako. Menu ini terdiri dari Cako Powder dengan isian topping gurita.selain itu bahan sausnya sendiri juga diolah kembali seperti main source, mayonnaise, telor ikan dan lebih Japanese taste. “Kalau di negara asalnya menggunakan tinta octopus, namun karena memiliki bau amis, kami ganti dengan Cake Powder. Konsumen tidak perlu khawatir dengan bahan ini, selain aman tdak mengurangi rasa di takoyaki itu sendiri,” ujar wanita yang akrab disapa Bev ini.   Selain itu, kata Bev, Shitakoyaki juga menawarkan menu khas Jepang diantaranya Okonomiyaki, Takoyaki, Konnichiwa, Chessy Takoyaki. “Urusan harga Shitakoyaki sangat terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 36 ribu/porsi,” ungkapnya. Sistem kerja sama yang diterapkan oleh Bev tak mengenal adanya biaya royalti. Artinya, keuntungan 100% untuk franchisee. Hanya saja, franchisee wajib pasok bahan baku dan kemasan dari pusat. Investasi franchise yang ada di Shitakoyaki berkisar Rp 75 juta, franchisee akan mendapatkan peralatan masak, booth, dengan lokasi yang diwajibkan adalah di Mal besaran luas 2x2 m2. “Untuk lokasi kami sengaja menentukan karena kita tidak mau merek kita tidak tepat sasaran, kebanyakan gerai kami dan franchisee terletak di kawasan mal kelas A dan B,” ujar wanita lulusan S1 Desain Curtin University Western Australia ini. Alvin Pratama    
Read More
Popchop Chicken Kudapan Taiwan Street Lokal dengan 10 Varian Topping
Berbicara bisnis snack Taiwan memang tak akan ada habisnya. Selain sudah sangat populer di kalangan anak muda, bisnis snack ini ternyata kian bertebaran di seputaran mal. Salah satu pelakunya adalah Popchop Chicken yang memiliki gerai di 7 mal ternama di Indonesia. Berbagai camilan asal luar negeri seperti Taiwan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusaha food & beverages. Tak ayal jika bisnis asal naga kecil asia ini banyak dikembangkan di Indonesia. Salah satunya adalah Pop Chop Chicken. Berbekal pengalaman, merek ini meramaikan industri kuliner snack fillet. Popchop Chicken sendiri berdiri 2015 dan pertama kali buka gerai di bilangan Grand Indonesia. Popchop mulai menawarkan sistem franchise pada 2016. “Saat itu kami punya dua mitra, di Makassar dan Aeon BSD Tangerang,” ujar Alfons Yoshua, Managing Director Popchop. Ia menjelaskan, Popchop Chicken merupakan produk camilan yang diadaptasi dari cemilan Taiwan. Pop Chop merupakan produk ayam fillet tepung crispy yang dipotong berbentuk dadu. Potongan itu lalu ditusuk pada tusukan sate dan diberi aneka rasa bumbu. Popchop Chicken menawarkan banyak pilihan rasa hingga sausnya yang lezat seperti Cheddar Puffs, BBQ Grilled Sauce, Super Seaweed, Cheese & Beef Bacon, Taiwan Pepper, Garlic Cream Cheese, Smokey Beef, Garlic Onion, Roasted Chicken, Original Crispy Chicken membuat konsumen ketagihan. Merek ini memang tidak sembarangan dalam mengolah ayamnya menjadi snack khas Taiwan. Ia membuat produk snack ayam dengan teksturnya yang super renyah di bagian luar dan daging ayam yang juicy. Snack khas Taiwan ini cocok dimakan sebagai camilan atau sekedar menemani jalan-jalan di mal. Selain crispy chicken yang menjadi unggulan Popchop adalah side dish dan minuman segarnya. Side dish yang ditawarkan seperti fried mushroom dan sweet wisdom potato diminati konsumen. Kedua side dish ini makin melengkapi crispy chicken yang gurih dan lezat. Untuk pilihan minuman segarnya, bubble tea khas Taiwan juga masih menjadi pilihan spesial Popchop. Minumannya seperti Mango Yakult, Lychee Ice Tea, Lemon Plum, Jasmine/Black Tea with Pearl dan Red Velvet Milk Tea with Pearl. Popchop menggunakan 100% dada ayam premium non processed. Semua bahan utama dada ayam yang digunakan Popchop selalu segar, bukan frozen chicken sehingga menghasilkan crispy chicken yang super crunchy dan juicy. Di singgung mengenai investasi franchise, Alfons mengungkapkan untuk calon franchisee yang ingin join dengan bisnis ini ada 2 paket investasi. Pertama, kata dia, paket investasi senilai Rp 200 juta, paket ini meliputi franchise fee Rp 60 juta (Selama 5 tahun) kemudian design drawing Rp 500 ribu/m2, build booth Rp 50 juta, perala tan kitchen dan bahan baku Rp 500 juta dan deposit lokasi sewa tempat di mall Rp 5 juta sampai Rp 30 juta. Paket kedua, Rp 510 juta dengan rincian Franchise fee Rp 150 juta, design and drawing Rp 500 ribu/m2, peralatan kitchen dan bahan baku Rp 70 juta, deposit lokasi sewa tempat mal antara Rp 60 juta sampai Rp 130 juta. Alfons menegaskan, untuk target pasar investor adalah lokasi usaha di area mal B+, hal ini lantaran bisnisnya menyasar pada pekerja kantoran dan anak muda. “Saya sengaja menempatkan bisnis saya di area mal, faktor nya adalah mal lokasi yang sangat strategis untuk memasarkan produk taiwan street ini, “ paparnya. Saat ini gerai Popchop Chicken berada di Mal Grand Indonesia, Lotte Shopping Avenue Kuningan, Mal Plaza Indonesia, Mal Ciputra, Mal Ratu Indah Makassar, Aeon Mal BSD Tangerang, Sumarecon Mal Serpong.   Alvin Pratama  
Read More
Ishigamaya Restoran Spesial Hamburg Asal Negeri Sakura
Ishigamaya, restoran spesialisasi hamburg - salah satu makanan yang populer di Jepang baru saja membuka gerai internasional pertamanya di Jakarta, Indonesia – untuk dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Selalu ada antrian yang panjang untuk menikmati hamburg terbaik yang dipanggang menggunakan stone oven khusus di gerai-gerai Ishigamaya di Jepang. Hamburg, salah satu jenis masakan yang sanga
Read More
Ishigamaya Restoran Spesial Hamburg Asal Negeri Sakura
Ishigamaya, restoran spesialisasi hamburg - salah satu makanan yang populer di Jepang baru saja membuka gerai internasional pertamanya di Jakarta, Indonesia – untuk dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Selalu ada antrian yang panjang untuk menikmati hamburg terbaik yang dipanggang menggunakan stone oven khusus di gerai-gerai Ishigamaya di Jepang. Hamburg, salah satu jenis masakan yang sangat populer di Jepang, sudah dieksplor dengan berbagai metode. Dan Anda dapat menemukan berbagai macam restoran di Jepang yang menyajikan Hamburg. Hamburg merupakan salah satu simbol sajian daging dan salah satu sumber energi bagi orang Jepang. Hamburg Ishigamaya menggunakan daging yang dicincang segar di restoran, menjanjikan pilihan menikmati sajian daging yang berbeda dari menyantap steak. Perpaduan yang tepat dari daging premium dan sayuran menghasilkan cita rasa hamburg yang nikmat. Outlet pertama Ishigamaya dibuka pada tahun 2010. Dan sejak saat, sebagai salah satu restoran hamburg, Ishigamaya sangat disukai oleh para karnivora pecinta Hamburg Jepang. Ditandai dengan selalu terlihatnya antrian panjang di restoran. Hingga saat ini jumlah outlet Ishigamaya di Jepang terus bertambah dan bertambah. Kunci keistimewaan hamburg di Ishigamaya adalah menggunakan daging import berkualitas baik yang dicincang segar di restoran dan dipanggang menggunakan oven batu khusus dengan suhu yang tepat. Semua sausnya diracik secara khusus direstoran. Sajian manisnya juga patut untuk Anda coba. Bahkan Ishigamaya Jakarta juga memiliki rangkaian menu baru yang hanya ada di gerai internasional pertamanya di Jakarta. Ishigamaya menyajikan Hamburg menggunakan daging sapi import terbaik yang diternak dilingkungan yang mendukung dengan asupan pangan yang berkualitas. Bongkahan besar daging sapi segar dipotong secara tepat langsung oleh para koki di dapur restoran, lalu dicincang dengan ukuran yang paling tepat untuk menjadi Hamburg. Daging sapi pilihan dengan kandungan lemak yang pas dan rasa daging yang kuat, dikombinasikan secara seimbang dengan bahan dan bumbu lain, semakin lezat dan gurih bila diolah menjadi hamburg.   Alvin Pratama
Read More
The Saem Buka Gerai ke-18 di Gandaria City
Di awal tahun 2019 ini, The Saem Korean Cosmetic resmi membuka gerai di Gandaria City LG Floor #L-6, Jakarta- Selatan. Dengan mengusung konsep lebih minimalis gerai baru ini terlihat luas dengan tema interiornya yang white, clean, bright and comfortable. Keberadaan gerai The Saem yang ke-18 di Gandaria City ini merupakan usaha The Saem dalam menguatkan posisinya dalam persaingan bisnis kosmetik di Indonesia khususnya Jakarta. Gandaria City sebagai salah satu pusat perbelanjaan top chart di Jakarta, memperkuat alasan The Saem Indonesia untuk membuka gerainya di tempat ini. "Dengan target market lelaki dan perempuan dengan usia 15 tahun sampai 40 tahun, Gandaria City kami nilai mampu mengakomodir target pasar yang dituju The Saem. Dengan mengusung konsep lebih minimalis gerai baru ini terasa lebih luas dengan tema interiornya yang white, clean, bright and comfortable," ujar Iswandy, Direktur The Saem Indonesia. Ia menambahkan, meski dirinya memboyong produk make up dan skin care asal Korea, pihaknya menyeleksi secara ketat produk apa saja yang cocok dengan jenis kulit perempuan dan laki-laki di Indonesia. Umumnya, kata dia, masyarakat Indonesia cenderung tidak menyukai tekstur skin care yang lengket. Itu sebabnya kata dia, The Saem Indonesia memboyong produk make up dan skin care yang bisa diterima masyarakat Indonesia. "Make up Korea cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi karena di negara asalnya ada empat musim. Itu sebabnya formulanya cenderung lengket. Itu sebabnya kita bawa produk yang tidak terlalu lengket tapi tetap melembabkan," bebernya. Sejak hadir di Indonesia pada Mei 2015 lalu, The Saem, The Saem memiliki beberapa produk unggulan dan mendapat respon positif dari konsumen Indonesia. Salah satunya adalah Aloe Vera Soothing Gel yang memiliki kandungan aloe vera sebesar 99 persen. Di 2019 ini, produk Aloe Vera terdiri dari beragam varian mulai dari cleanser, toner, eseence dan face mist. The Saem juga telah memiliki gerai di kota lainnya seperti Bandung, Bali, Medan dan Surabaya. Rencananya  di tahun ini akan membuka empat gerai baru. (AP)
Read More
Rayakan Ulang Tahun ke 17, Electronic City Hadir dengan Logo Baru
Perjalanan bisnis PT Electronic City Indonesia Tbk.  (Electronic City, ECII) sebagai pionir toko ritel elektronik modern di Indonesia telah menginjak tahun ke-17 pada tanggal 11 November 2018 lalu. Bertempat di Four Points by Sheraton Thamrin, pada hari ini Electronic City mengadakan Social Gathering. Beberapa bulan yang lalu Electronic City mengadakan Social Gathering. Acara ini  dihadiri oleh Morgan Oey (Brand Ambassador) dan Andra Alodita (Blogger & Influencer) dalam sebuah talkshow bertajuk ‘Convenience Shopping in Hyperconnected Era’. Tema ini sengaja diangkat oleh Electronic City karena pada era serba terkoneksi atau yang sering disebut dengan Hyperconnected Era, terdapat banyak perubahan terhadap kebiasaan atau gaya hidup masyarakat sehari-hari termasuk kebiasaan berbelanja. “Masyarakat di era Hyperconnected ini sangat menyukai kepraktisan dalam hidup, termasuk ketika membeli elektronik dan Electronic City berkomitmen siap untuk menghadirkan kenyamanan dan kemudahan bagi customer baik yang berbelanja di toko offline maupun berbelanja di online (www.electronic-city.com) antara lain dengan menghadirkan produk elektronik asli dan bergaransi resmi nasional, suasana toko yang nyaman, staff handal yang informatif serta 12 added value seperti gratis kirim dan instalasi, ”bebernya. Selain menjadi ajang silaturahmi bersama rekan media dan influencer, Social Gathering yang merupakan salah satu rangkaian acara Ulang Tahun Electronic City ke-17 ini juga menjadi kesempatan Electronic City untuk memperkenalkan secara resmi logo baru Electronic City kepada rekan media dan influencer. Unveiling Logo sudah dilakukan pertama kali di Pondok Indah Mall tanggal 3 November 2018 lalu bertepatan dengan re-opening toko Electronic City di Pondok Indah Mall 1 yang sudah menggunakan konsep baru. Kemudian dilanjutkan di tanggal 11 November 2018 lalu dimana Electronic City menyelenggarakan Employee Gathering & Anniversary Celebration, berupa acara outing karyawan Electronic City agar dapat lebih saling mengenal, lebih kompak dan menumbuhkan sense of belonging terhadap perusahaan.   Bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-17 tahun, Electronic City melakukan rejuvenation (peremajaan) terhadap brand dan juga keseluruhan korporasi, dimana salah satunya yaitu dengan menghadikan logo baru yang lebih fresh, hangat dan modern. Adapun perubahan logo Electronic City adalah sebagai berikut:  Logo baru Electronic City terdiri dari dua warna, orange dan biru, dimana orange melambangkan Electronic City sebagai brand yang modern, dinamis dan praktis, dan biru melambangkan Electronic City sebagai brand yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan professional. Tiga Payung diatas kalimat melambangkan Electronic City sebagai brand yang Bersahabat dan Modern sehingga menghadirkan kenyamanan. Sedangkan warna orange sebagai simbol Dinamis dan Praktis. Penggunaan huruf yang menonjol yang mencerminkan Teknologi, Percaya diri, Berani. Salah satu elemen utama yang terpenting dalam logo baru Electronic City adalah angka 1 yang menjadi huruf I di dalam kata CITY. Angka 1 ini tidak hanya melambangkan status Electronic City sebagai pionir, tetapi juga membawa semangat Elecronic City untuk tetap menjadi nomor 1. “Kami juga berharap bahwa angka 1 ini dapat menjadikan Electronic City sebagai pilihan utama dan satu-satunya toko yang dapat memenuhi kebutuhan elektronik rumah tangga anda. Di dalam sebuah kompetisi, angka 1 melambangkan pemenang. Maka Electronic City akan terus membawa semangat nomor 1 tersebut, sesuai dengan tagline kita yaitu Juaranya Toko Elektronik. “Perubahan logo ini diharapkan dapat membawa atmosfer positif serta pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi customer, ” Tutup Wiradi. Alvin Pratama
Read More
GDI 2019 Mengusung Tema Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) berkomitmen terus mendorong kinerja ekspor melalui program peningkatan daya saing produk berbasis desain. Salah satunya, melalui ajang Good Design Indonesia (GDI) untuk ketiga kalinya sejak tahun 2017. Direktur Jenderal Pengembang Ekspor Nasional, Arlinda mengatakan bahwa GDI merupakan pengakuan yang diberikan kepada desainer atau pelaku usaha berorientasi ekspor atas keberhasilannya menciptakan desain produk yang tidak hanya bernilai seni tinggi tetapi juga harus memiliki sisi komersial untuk bisa masuk ke pasar ekspor. “Melalui prestasi di ajang GDI ini, kami ingin para pemenang dapat ‘naik kelas’ dan mendapat pengakuan internasional,” tegas Arlinda GDI 2019 kembali menggandeng Japan Institute of Design Promotion (JDP). Melalui kerja sama dengan JDP ini, diharapkan penganugerahan GDI juga berhasil membangun reputasi Indonesia di kancah global sebagai salah satu barometer perkembangan desain di dunia. JDP merupakan pihak penyelenggara G-Mark di Jepang sejak 1956, yang setiap tahunnya diikuti lebih dari 4.000 peserta dari sejumlah negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, China, Hong Kong, dan India. Pada penyelenggaraan ke-3 ini, terdapat perubahan kategorisasi produk. Pada penyelenggaraan dua tahun sebelumnya, pendaftaran dibuka untuk 6 kategori. Mulai tahun ini GDI menerima pendaftaran produk yang terdiri dari 16 kategori dengan masa pengumpulan mulai 24 Januari—24 Maret 2019. Penambahan kategori ini sebagai bentuk dukungan terhadap produk-produk Indonesia agar bisa diterima pasar mancanegara khususnya Jepang, sesuai kategori yang berlaku pada ajang G-Mark. Keenambelas kategori tersebut yaitu life products (household items); life products (for healthcare and hobby); life products (daily necessities); life products (kitchen tools and home appliances); information and communication technologies (ICT) equipment; furniture/housing fixtures; mobility; product for medical care and manufacturing; products for shop and public space; housing (personal residence, small sized appartement, construction method); housing (medium sized, large sized housing complex); construction/interior for industry, commercial facilities and public method); media, contents, package; application/system, service, activities; B to B software, system, service, activities; dan activities for the general public. “Hal yang membedakan GDI dengan ajang desain lain di Indonesia adalah fokus penjurian yang menekankan tidak hanya dari desain, tetapi juga segi komersial suatu produk yang memiliki peluang di pasar ekspor. Dengan kata lain, GDI ini ditujukan bagi produk-produk yang berorientasi ekspor,” tambah Arlinda. (AP)    
Read More
Pizza Maru, Pionir Franchise Pizza Asal Korea Yang Masuk di Indonesia
Berbeda dengan kuliner Korea pada umumnya, kali ini ada yang menarik yakni Pizza Maru yang menyajikan kuliner utama Pizza dan chicken khas Korea, pertama kali membuka di Indonesia tepatnya di bilangan Grand Indonesia East Mall Lantai 3, yuk simak seperti apa peluang bisnisnya? Pizza Maru, mungkin merek ini memang belum dikenal di Indonesia, Pizza yang berasal dari negeri Ginger ini baru-baru ini masuk ke Indonesia lewat sistim master franchise. Di Negara asalnya Pizza Maru memiliki 650 gerai sejak berdiri selama 5 tahun silam. Winnie Lestari, Master Franchise, Pizza Maru Indonesia mengatakan awalnya ia tertarik untuk bisnis retail, namun ia sempat berfikir ulang bisnis F&B saat ini sedang naik daun, awalnya ia tertarik dengan Pizza Maru ini lantaran pernah  menghadiri franchise expo di Jakarta. Tak cukup sampai disitu, wanita yang akrab disapa Winnie ini mensurvey langsung Pizza Maru di Singapore. Winnie mengaku sangat cocok dengan menu-menu makanannya terlebih menu masakan Korea di Indonesia juga digandrungi anak muda. “Dinegara asalnya Pizza Maru tergolong sukses, hal ini ditandai dengan jumlah gerainya yang mencapai 650 gerai,” katanya. Konsep Pizza Maru di Korea sendiri mengusung konsep Take Away, namun saat ini ada beberapa gerai yang sudah dimodifikasi dengan Dine In. untuk gerai yang sudah di modifikasi restoran seperti di Pizza Maru New York, Singapore, Hongkong, dan Indonesia. Kabarnya Pizza Maru juga akan ekspansi ke negeara Myanmar Keistimewaan Pizza Maru sendiri terletak pada adonan pizza kesehatan fungsional yang mengandung teh hijau, chlorella dan 12 jenis sereal seperti gandum hitam, beras hitam, sorgum dan gandum, metode memasak, dan pizza untuk pertama kalinya dalam industri pizza melalui pembuatan R & D secara terus-menerus di institut penelitian perusahaan. Selain itu pizza Premiumnya tersedia dalam tujuh pilihan dan dibuat dengan adonan pizza teh hijau yang dipatenkan dan telah difermentasi selama lebih dari 48 jam dengan chlorella bersama biji-bijian alami seperti biji rami dan barley. Untuk bahan baku sendiri  di datangkan dari Korea, sehingga tekstur dan rasanya sendiri berbeda dengan pizza pada umumnya, dimana pizza yang lain mengggunakan tepung biasa, sedangkan di pizza Maru ini menggunakan bahan khusus. Menu-menu yang ada di Pizza Maru terdiri dari Pizza, Fried Chicken dan Pasta seperti Korean Surf’ n Tuff, Chessy Maru Oppa, Corn Cheese Long Edge, Ranch Pormado Edge, Spicy Bulgogi Long Edge, Crab, Crab-Crab Long Edge, Gorgonzola Long Edge, Korean Fried Chicken, Original Fried Chicken, Flaming Gangjeong, Honey ButterChicken, Cheese Seasoning Chicken, Oppa Fried Chicken, Crearn Seafood Pasta, Hot Tomato Pasta. Soal harga Pizza Maru tergolong terjangkau mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu. Selain Pizza kita juga ada menu Fried Chicken, tentu saja sausnya dari sana sehingga rasa nya pun sangat otentik, dan produk chicken ini meskipun sudah dingin crispy nya tetap terjaga. Winnie membeberkan untuk besaran investasi Master Franchise Pizza Maru ini Rp 2 Milyar. Investasi tersebut diluar sewa tempat. Namun sayang Winnie tidak membeberkan apa saja yang didapat dari investasi tersebut. Ditanya mengapa memilih lokasi di mal, ia menjawab Pizza Maru ini sangat cocok untuk stay di mal, mengingat traffic pengunjung di mal ini tak pernah sepi. Oleh karena itu ia memutuskan untuk membuka di Grand Indonesia. “Tidak menutup kemungkinan kedepannya Pizza Maru akan buka stand alone, yang jelas kami sebelum membuka Pizza ini melakukan survey terlebih dahulu, untuk grand opening kami akan resmi tanggal 8 januari 2019,” ungkapnya. Alvin Pratama      
Read More
Snap Fitness, Pelopor Waralaba Fitnes yang Menawarkan Layanan 24 Jam
Bisnis waralaba di bidang kebugaran atau fitness di kota-kota besar Indonesia makin menarik minat. Alhasil bisnis ini menjadi solusi yang dipilih oleh para investor karena bisnis ini menjanjikan. Salah satunya adalah Snap Fitness asal Amerika. Snap Fitness berdiri tahun 2003 di negara asalnya Amerika, tepatnya Minnesota. Karena industri kebugaran terus berkembang pesat di seluruh dunia, Snap Fitness memiliki konsep bisnis terbaik yang teruji, hal inilah yang membuat bisnis fitnes ini masuk ke negara Indonesia. Dalam lima tahun terakhir Snap Fitness telah sudah memiliki master franchise sebanyak 26 negara di seluruh dunia. Rencana Snap Fitness kedepan yaitu ingin melebarkan gerai khususnya di Indonesia. Dengan 2.000+ lokasi terbuka atau dalam pengembangan dan lebih dari satu juta anggota di seluruh dunia.  “Sejak masuk di Indonesia Snap Fitness potensi pasarnya sangat bagus, meskipun dari pihak pusat Snap Fitness menargetkan customer sebanyak 200 member pada saat opening,  namun prediksi itu tidak terduga justru malah lebih dari target sebanyak 650 member,” ujar Herman Susanto, Master Franchisee Snap Fitness. Konsep yang ditawarkan di Snap Fitness ini mengusung standing alone. Dimana gerai ini berdiri di lokasi-lokasi strategis, misalnya di dekat area perumahan warga, perkantoran. Selain itu Snap Fitness jam buka operasionalnya 24 jam dalam 7 hari. “Fitnes kami lebih mendekatkan diri ke tempat tinggal, kantor, oleh karena itu ini bisa dikatakan hal pembeda dari kompetitor-kompetitor yang ada, “ tambahnya. Berbicara mengenai fasilitas di Snap Fitness seperti alat beban, cardio, dan alat class. Alat class disini mencakup class yoga, zumba,dll. Untuk harga jasa fitnes disini berkisar Rp 600 ribu. Herman menerangkan untuk besaran investasi franchise di Snap Fitness Rp 3 Milyar sampai Rp 5 milyar. Dari investasi tersebut franchsisee pihak pusat mensupport perlengkapan, dekorasi gerai. Untuk BEP sendiri Herman menjanjikan 18-24 bulan. Alasan Snap fitness masuk di Indonesia ini lantaran fitnes ini membuka 24 jam dalam seminggu. Hal ini menjadkan snap fitness optimis menjadi pelopor fitness pertama yang membuka layanan 24 jam. Sekedar  tambahan informasi untuk gerai Snap Fitness di seluruh dunia mencapai 2071 outlet. Ia menambahkan untuk kartu akses member akan bisa digunakan di seluruh jaringan Snap Fitness baik itu di Indonesia maupun di luar negeri.  “Misalnya ada member citra garden yang sedang bepergianke luar negeri dan kebetulan disana ada jaringan gerai kami, maka cukup membawa kartu akses Snap Fitness akan bisa digunakan, kami ingin member akan semakin mudah,” tambahnya. Alvin Pratama                   
Read More
Ashleigh Ivory, Perawatan Kaum Hawa Yang Berasal dari Negeri Merlion
Sudah hampir sebelas tahun menjadi solusi bagi kaum hawa di Singapura untuk perawatan wajah eksklusif, Ashleigh Ivory pun memutuskan untuk menjajal pasar Indonesia. Barangkali bukan merek yang asing lagi bagi kaum hawa di Singapura. Pasalnya, produsen perawatan dan kesehatan kulit ini telah menjajal pangsa pasar Singapura sejak 2007 silam. Direktur Manajer sekaligus Pendiri Ashleigh Ivory, Cassiopea Yap mengungkapkan bahwa mereka memiliki alasan di balik kehadiran mereka selama ini. Tidak lain karena produk yang mereka luncurkan merupakan asli buatan tim ahli kulit di Jepang yang berbahan dasar alami, tanpa bahan kimia, dan eksklusif karena menggunakan berlian hitam. “Jadi kenapa kami di sini (Indonesia)? Karena kami juga melihat banyak wajah di sini yang membutuhkan perawatan secara organik, alami, tanpa bahan kimia sampai 99,9 persen. Jadi karena itulah kami membuka pasar di Indonesia,” ujar Yap. Selama ini Ashleigh Ivory memang hanya memiliki dua produk andalan yang dipasarkannya, yakni Fuji Shiitake Age-Defying Serum dan Black Diamond Beauty Roller. Keduanya merupakan produk yang saling melengkapi untuk perawatan kulit wajah agar hasilnya lebih maksimal. Baik serum maupun roll yang terbuat dari berlian tersebut, Yap mengklaim benar-benar dibuat di Jepang. Namun, kendati demikian mereknya merupakan asal Singapura. “Karena pada dasarnya kami berkolaborasi dengan para ahli yang sudah berpengalaman di Jepang,” tambahnya. Selain itu, Yap juga menerangkan bahwa produk perawatan dan kesehatan kulitnya ini bukan hanya ditujukan kepada kaum hawa, tapi juga dapat digunakan oleh para pria. Fungsi dan kegunaannya pun sama, yakni membantu melawan tanda-tanda penuaan kulit. Karena keunikan dan besarnya potensi pada produknya itu, Yap pun berani sesumbar bila pasarnya di Singapura telah terbentuk. Bahkan hanya butuh waktu dua bulan sejak peluncuran produknya, Yap mengaku langsung digandeng oleh Singapore Airlines.   Sementara untuk penetrasi pasar di Indonesia, Yap akan menargetkan dua kota besar lebih dulu, yakni Jakarta dan Surbaya. Uniknya, ketika ditanya kenapa memilih Surabaya, Yap justru berkata karena ia belum pernah ke sana. “Because I’ve never been there,” ujarnya yang kemudian tertawa. Namun, Yap memilih Surabaya lantaran ia berkaca pada besarnya pasar di Jakarta. Sebab itu, ia pun merasa bila di Surabaya ada potensi pasar yang besar seperti Jakarta.“Jadi saya pikir sebagian besar orang kota sebenarnya memiliki potensi dan memang mengerti pentingnya merawat wajah, sangat penting,” tukasnya. Berekspansi ke Indonesia dilakukan oleh Ashleigh Ivory bukan hanya menawarkan konsep bisnis B2C, tapi juga B2B. Artinya, Cassiopea Yap membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin bermitra dengannya, baik sebagai distributor resmi maupun reseller. Sekedar informasi, untuk di Singapura sendiri dua produknya dibanderol dengan harga tergolong tinggi, yakni 188 dolar Singapura (Rp 1,9 juta) untuk Fuji Shiitake Age-Defying Serum dan 430 dolar Singapura (Rp 4,5 juta) untuk Black Diamond Beauty Roller. Namun keduanya dapat dibeli dengan harga lebih murah, yakni 499 dolar Singapura (Rp 5,2 juta) untuk satu paket. Alvin Pratama
Read More
Ayam Penyet AP, Sajian Ayam Penyet Asal Negeri Jiran dengan Cita Rasa Minang Cuisine
Tak mau ketinggalan dengan Indonesia, Malaysia pun ikut meramaikan bisnis ayam dengan olahan penyet. Kini bisnisnya pun siap difranchisekan dan membuka gerainya di tanah air. Kuliner khas ayam penyet sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Namun kini produk ayam penyet diwaralabakan oleh perusahaan asal Malaysia, bernama Ayam Penyet AP. Mengusung nama Ayam Penyet AP Indonesian and Minang Cuisine, usaha kuliner yang didirikan tanggal 2 Maret 2009 ini menawarkan menu andalan ayam penyet yang merupakan resep tradisional dari Surabaya, Indonesia. Selain ayam, ada juga ikan lele penyet, udang penyet, empal penyet, ikan bawal hitam penyet dan ikan kembung penyet. Setelah memiliki gerai internasional perdananya di Brunei Darusalam, saat ini pemilik usaha tengah menjajaki pasar internasional lainnya yaitu Indonesia dengan membuka peluang bisnis waralaba. Dengan konsep resto, usaha waralaba ini menawarkan paket investasi untuk memperoleh fasilitas meliputi hak penggunaan merek, sistem dasar operasi dan keuangan, pelatihan dan dukungan penuh, pendampingan berkelanjutan dari pemilik waralaba dan dukungan manajemen dan operasi dari mulai pemilihan lokasi, dekorasi ruangan dan sebagainya. Berkantor pusat di Jalan Switasik, Bandar Sri Paermaisuri Kuala Lumpur, Ayam Penyet AP ini telah memiliki 26 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Malaysia dan satu cabang di Brunei Darusalam. Untuk memulai bisnis, dibutuhkan biaya investasi awal antara RM 577.000 hingga RM 752.000 atau setara Rp 2,143 miliar hingga Rp 2,693 miliar (kurs RM 1 = Rp 3.715) yang akan diperlukan untuk sewa lokasi dan perlengkapan awal. Sementara itu, biaya waralaba untuk Ayam Penyet AP adalah RM 100.000. Dengan dana investasi tersebut peminat waralaba langsung memperoleh persediaan awal serta tenaga kerja untuk menjalankan outlet. Manajemen Ayam Penyet AP juga berharap, produk-produk waralaba asal negaranya seperti Ayam Penyet AP ini dapat diterima masyarakat Indonesia. Menurut manajemen, Ayam Penyet AP Indonesia dan Malaysia memang serumpun, selera masakan juga sama di lidah masyarakat. Apalagi Ayam Penyet AP mengkleim memiliki menu ayam penyet yang tak kalah dengan ayam penyet di Indonesia.   Alvin Pratama
Read More
Holdak, Fast Food Korea Yang Menyajikan Olahan Ayam dengan Saus Spesial
Dengan kualitas terbaik, Holdak juga menawarkan makanan Korea dengan konsep fast food restaurant harga terjangkau untuk anak muda. Sampai saat ini, Holdak tersebar di 9 mal terkemuka di Jabodetabek. Menjamurnya restoran cepat saji yang menyediakan olahan ayam goreng memang tidak ada matinya. Salah satunya adalah restoran khas Korea yang makin populer di Indonesia seperti Holdak. Berbeda dengan ayam goreng biasa, Holdak menawarkan ayam goreng yang diberi bumbu manis ataupun pedas dalam penyajiannya. Keunikan produk ini terletak pada saus Korea yang special , manis namun ada opsi pedas bagi penggemar makanan pedas. Salah satu menu andalan disini ialah Holdak Signature Spicy Chicken. Sajian ini merupakan olahan ayam goreng yang krenyes dibalur dengan gurihnya Mozarella Cheese. Untuk sausnya, Anda dapat memilih rasa yang pedas ataupun manis (honey) sesuai selera. Dengan tekstur lembut dan kenyal yang bercita rasa sedikit manis dan pedas, Holdak Deobokki dilapisi saus lada hitam BBQ dikombinasikan dengan ayam panggang yang dimasak hingga sempurna. Sedikit biji wijen ditabur diatasnya untuk menambah selera makan. Uniknya di restoran cepat saji ini, customer boleh menyesuaikan sendiri paket menu yang diinginkan. Mau ayam yang bertulang atau tanpa tulang. Saus manis, pedas, ataupun BBQ. Maupun topping yang diinginkan Mozarella Cheese atau Peanut. Adapun beberapa cabang Holdak yang kini sudah tersebar di Jabotabek seperti Pluit Village, Supermal Karawaci, dan Summarecon Mal Bekasi, Pondok Indah Mal 2, Central Park Mal, Ciputra Mal Jakarta, Botani Square Bogor, Cibinong City Mal, Transmart Dewi Sartika Depok. “Pangsa pasar konsumsi ayam di Indonesia yang sangat massif, sehingga bisnis ini kedepan masih sangat potensi mengingat tren bisnis kuliner saat ini sangat prospek,“ ujar Anita Saputra, Direktur Holdak Indonesia. Ditanya mengenai respon pasar Anita berkata, respon Holdak saat ini customer membludak , antri tidak berhenti dari opening sampai lewat jam closing. “Kami sangat bersyukur dengan customer yang setia dengan produk kami, dengan seperti ini berarti produk kami diterima oleh pasar,” jelasnya. “Adapun menu andalan di Holdak yakni Korean fried chicken adalah menu andalan kami. Kami juga menjual French fries, salad, sup, ice cream, pudding, dan bubble tea,” tambahnya. Soal harga, Holdak memberikan harga yang cukup relatif murah yakni berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000. Berbicara mengenai konsep bisnis, Holdak mengusung makanan fast-food (cepat saji), karna pelayanannya lebih mudah dan penyajian dalam waktu cepat akan mempercepat turnover pengunjung yang masuk. Anita mengungkapkan, keunggulan bisnis Holdak dibandingkan dengan kompetitor adalah kualitas makanan yang excellent dengan harga yang relatif terjangkau, serta sajian produk yang otentik. Strategi Holdak adalah selalu berfokus untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tim managemen selalu memperhatikan masukan dan saran dari customer yang adalah raja bagi Holdak. “Kepuasan pelanggan adalah kepuasan kami juga,” jelas Anita seraya menambahkan, “memperhatikan trend dan kemajuan zaman tanpa meninggalkan ciri khas Holdak juga menjadi keunggulan kami.” Alvin Pratama              
Read More
Khun Thai Tea, Thai Tea Ini Bersiap Akan Gebrak Pasar di Indonesia
Resep asli teh hitam es teh Khun Thai Tea pertama kali memulai kehidupan di gerobak sederhana di jalanan Bangkok. Kini Khun Thai Tea akan berfokus pada 2018 akan masuk di Indonesia dengan membuka 50 gerai. Selain Jepang dan Korea ikut menyerbu pasar kuliner di negeri Asia, kuliner asal Thailand belakangan ini juga ikut unjuk gigi. Beragam makanan asal negeri gajah putih Thailand kini tampaknya sedang digemari pecinta kuliner dalam negeri. Baik itu makanan utama, dessert, maupun beragam minuman. Salah satu yang belakangan ramai di buru adalah menu thai tea. Salah satunya adalah Khun Thai Tea dari negeri Gajah Putih. Usaha Thai Tea ini telah didirikan sejak 35 tahun yang lalu di sebuah jalan di Bangkok. Nama Khun adalah Kata Khun berasal dari kata Thailand yang berarti "penghormatan", dan karenanya penamaan merek oleh Nancy Padilla. Pada tahun 2017, Bronze Media LLP Singapore ditunjuk sebagai manajer Global Branding. Khun Thai Tea Shop Filipina juga sekaligus mengumumkan pembukaan peluang waralaba di Filipina. Alex Ho, Owner Khun Thai Tea mengungkapkan, Outlet Khun Thai tea yang pertama di buka di Manila pada tahun 2016, hingga saat ini Khun Thai Tea berkembang menjadi 3 outlet. “Kita dalam jangka dekat juga akan membuka outlet di Singapura mengingat jumlah populasi penduduk indonesia sebesar 250 juta orang dan banyaknya generasi muda, Khun Thai Tea akan memiliki prospek yang baik di negara ini, ” paparnya. Jika kita amati konsep bisnis yang di tonjolkan Khun Thai Tea adalah terletak pada resep yang sudah turun temurun sejak generasi pertama. Selain itu kemasan yang unik juga menjadi salah satu keunggulan di Khun Thai Tea. Dalam waktu dekat Khun Thai Tea akan hadir di Indonesia. Hal ini tentu saja menambah ramai persaingan di bisnis ini. Khun Thai Tea sendiri dikenal sebagai authentic Thai Tea. “Sekarang saya membawanya ke Indonesia sebagai pelopor, karna saya melihat potensi besar dalam bisnis ini,” jelas Alex. Alex yakin bisnis Thai Tea ini akan sukses karena teh adalah minuman yang biasa diminum sehari-hari. “Sekarang saya mengombinasikan resep tradisional ini dengan kemasan dan merk modern serta marketing yang modern dengan menggunakan media sosial,” ujarnya. “Saya yakin akan mendapat respons yang cukup baik ketika ada franchise event. Saya menargetkan minimal 50 outlet di indonesia pada tahun 2018,” kata Alex. Alvin Pratama
Read More
Uncle Tetsu, Master of Cheesecake dari Jepang
Khusus di tahun 2017 ini, Indonesia kembali kehadiran gerai kue asal Jepang Uncle Tetsu. Gerai pertama dihadirkan di Jakarta, yang lantas langsung mendapatkan animo dari masyarakat Indonesia yang begitu besar. Bahkan saat pertama kali pembukaannya, antreannya sampai mengular. Para pengunjung rela antre untuk mendapatkan hidangan ini. Sebelumnya Uncle Tetsu memang sudah sukses di beberapa negara Asia maupun Eropa seperti Hongkong, Malaysia, Korea, Australia, Kanada, hingga Amerika. Dan yang terakhir setelah membuka di Indonesia, gerai kue ini juga akan mencoba menjajaki pasar Singapura. "Uncle Tetsu adalah salah satu pelopor Japanese Cotton Chesse Cake, dan sekarang sudah buka 11 gerai yang tersebar di seluruh dunia. Terkenal dengan perpaduan cream chesse dan butter untuk menciptakan cake lembut, manis dan gurih," kata Operasional Manager Uncle Tetsu Indonesia, Richard Aditya Nugraha saat ditemui majalah Franchise. Sedikit menilik sejarahnya, Nama Uncle Tetsu sendiri diambil dari sang pendiri, Tetsushi Mizokami yang lahir di keluarga pemilik sebuah toko permen dan kue kering terkenal di Fukuoka, Hakata Sweetshop. Ia menciptakan kue tersebut pada tahun 1985 di Fukuoka, Jepang dan kemudian terkenal hingga seluruh dunia. Tetsu mulai belajar menjadi chef sejak berusia lima tahun dan menciptakan kue unggulan Japanese soft cheesecake yang diramu dari keju Australia, mentega Eropa, tepung Jepang yang disempurnakan dengan teknik memasak Negeri Sakura. Hidangan menarik yang ditawarkan Uncle Tetsu Shop meliputi berbagai cake dan dessert, mulai dari Japanese Cheesecake, Baked Cheesetart, Zuccotto Cake, Madelaine, Panna Cotta hingga Ice Cream. Di Indonesia Uncle Tetsu telah hadir di beberapa tempat dengan gerai pertamanya berada di Central Park Mal, kemudian dilanjut lagi ke Pondok Indoah Mal, Mal Kelapa Gading, dan Tunjungan Plaza Surabaya. “Dalam waktu dekat kita juga akan membuka gerai kita di Summarecon Mal Bekasi,” Imbuh Richard. Cheesecake buatan Uncle Tetsu teksturnya lembut dan ringan bagai cotton cake. Ia membuatnya dengan inspirasinya kue-kue Jepang yang punya tekstur sangat lembut. Saat dimakan, kue bikinannya ini seperti langsung lumer dan menghilang di mulut. Kuenya tidak terlalu manis dan jejak kejunya pun ringan.  Tekstur yang ringan membuat cheesecake ini menjadi camilan yang tetap bisa disantap meski perut sudah mulai kenyang. Sekitar 70% bahan baku mereka di impor dari luar Indonesia maupun langsung dari negara Jepang. Khusus untuk Indonesia, bahan baku telur berasal dari peternak lokal agar kesegarannya lebih terjamin. Uncle Tetsu dalam pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet. Dengan konsep gerai yang open kitchen, membuat pengunjung bisa sembari melihat proses pembuatan cake itu sendiri. Semuanya sangat fresh langsung keluar dari mesin oven. Setiap cheesecake yang baru matang langsung dicap dengan lambang toko Uncle Tetsu, versi kartun dari wajahnya yang sedang menjulurkan lidah seakan baru menyantap hidangan lezat.   Walaupun baru hadir sejak bulan April 2017 lalu, perkembangan gerai Uncle Tetsu terbilang sangat pesat. Richard menargetkan, setidaknya Uncle Tetsu Indonesia bisa memiliki 6-7 gerai hingga akhir tahun ini. Bahkan untuk tahun depan, dirinya yakin bisa membuka hingga 20 gerai lagi di Indonesia. Sementara itu, Uncle Tetsu Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk mereka bisa menjadi franchise. “Kita ada target juga untuk bisa franchise, ini guna menjangkau wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Saat ini kita sedang siapkan itu semua,” imbuhnya.   Ade Komala  
Read More
Johnny Rockets, Hadir di 32 Negara dan Sukses Berpenetrasi di Indonesia
Burger dengan cita rasa khas negeri Paman Sam berdiri sejak 1986 di Melrose Avenue, Los Angeles California. Saat ini Johnny Rockets mengoperasikan lebih dari 350 franchise domestik.  Seperti kita ketahui brand Hamburger ternama yaitu Johnny Rockets merupakan brand restoran waralaba international yang berasal dari Amerika. Dengan menawarkan menu berkelas premium melalui penggunaan bahan-bahan berkualitas meliputi menu utama berbagai jenis burger, fries, dan milkshake dengan penyajian fresh-made to order. Brand ini memiliki perpaduan style klasik yang unik dengan sentuhan style modern yang inovatif menghasilkan restoran yang nyaman, fun, friendly service, sangat cocok bagi anak muda dan keluarga. Tantra Oktavianes, Manager Marketing Johnny Rockets mengatakan, hingga saat ini Johnny Rockets telah hadir di 32 negara. Dalam lingkup international, perkembangan brand relatif cepat dan masih akan terus berkembang. Pengembangan sepanjang tahun 2017 sebanyak 60 store. Dengan demikian Johnny Rockets sendiri bisa bersaing dengan kompetitor yang serupa lantaran perusahaan ini memiliki komitmen dengan standard tinggi. Tak hanya itu Johnny Rockets sendiri juga konsisten dalam penyajian produk, pelayanan dan manajemen yang baik, modal brand yang kuat serta dukungan penuh dalam operasional dari principal membuat merek ini dapat meraih sukses di kancah global.  Johnny Rockets Group di negara Asia khususnya Indonesia  bermitra dengan PT Riyanti Investama International sebagai pemegang master franchise. Dimulai sejak tahun 2011-2012, ketertarikan Johnny Rockets Group pada potensi yang dimiliki oleh Indonesia dimana pertumbuhan ekonomi yang baik serta kaya akan daerah pariwisata international, dinilai cocok untuk dapat tumbuh sukses bersama. Dalam melakukan penetrasi pasar Johnny Rockets bisa dikatakan sukses. Hal ini terbukti Johnny Rockets mudah diterima dengan baik oleh pasar karena beberapa keunggulan. Produknya yang memberikan sensasi cita rasa original  dari menu burger, fries dan shake, dibuat dari bahan-bahan pilihan terbaik, “fresh-made to order” dan diproses dengan cara yang mengedepankan food hyigene. Pelayanannya yang memberikan pengalaman menyenangkan yang tidak terlupakan karena atmosphere yang fun dan konsep “dancing servers”. Tantra menambahkan, adanya aspek strategi marketing dan promosi yang inovatif serta efektif, tepat sasaran sesuai segmen menjadi salah satu kunci sukses lainnya dalam melakukan penetrasi pasar, termasuk penawaran menu unik LTO’s (limited-time-offers).  “Kalau kita melihat brand lain dengan menu sejenis seperti burger, saat ini sudah banyak dipasaran. Tetapi melihat dari perspektif kelas produk kami yang lebih premium, juga dengan dukungan konsep yang khas, bisnis ini sangat potensial karena belum memiliki saingan yang head-to-head,” ujarnya.  Sementara untuk sajian utamanya, terdapat hamburger dengan 100% daging asli yang tebal dan lembut. Menikmati hamburger di Johnny Rockets pastinya akan menggoyang lidah para customer. Apalagi, pilihan hamburger yang ditawarkan sangat variatif. Mulai dari hamburger smoked house double, hamburger american cheese, Swiss cheese, dan pepperjack cheese. Johnny Rockets juga memiliki kentang goreng berukuran jumbo. Ukuran kentang yang super besar ini hanya bisa ditemui di Johnny Rockets. Tak ketinggalan sebuah saus bernama “ketchup a smile” juga akan diletakkan di setiap meja tamu. Saus dengan berbentuk senyum tersebut menjadi ikon spesial Johnny Rockets di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pertamakali beroperasi di Indonesia, Johnny Rockets melakukan pengenalan brand dahulu. Saat ini kami percaya melalui peluang partnership yang strategis, brand ini akan dapat berkembang lebih pesat lagi,” ucap Tantra. Soal Investasi untuk join di Johnny Rockets Tantra membeberkan besarnya nilai investasi bervariasi dengan kisaran Rp 3 Milyar  – Rp 5 Milyar. Untuk setiap store tergantung dari luasan serta konsep yang akan dikembangkan (traditional-casual dine-in atau express). Alvin Pratama
Read More
Shihlin Taiwan Street 10 Tahun Masuk ke Indonesia Kini Masih Eksis
Chicken fillet kini masih memiliki pasar tersendiri di jagat kuliner Asia. Salah satu pendatang dari negeri Taiwan adalah Shihlin Taiwan Street yang hadir di Indonesia sejak 2007. Bisnisnya pun kini semakin eksis. Dalam beberapa tahun belakangan camilan khas dari beberapa negara Asia menjadi tren di dunia kuliner di dalam negeri. Salah satunya camilan dari Taiwan. Dari sejumlah brand asing yang gencar berekspansi di Indonesia, Shihlin Taiwan Street Snacks menjadi gerai camilan khas Taiwan yang sudah cukup lama eksis. Di bawah bendera PT Jaya Wira Jerindo, Shihlin Taiwan Street Snack menyuguhkan berbagai macam jenis jajanan ala street food Taiwan yang menggunakan bahan baku ayam krispi dan bumbu khas yang dibuat oleh mereka. Menu yang ditawarkan Shihlin antara lain, rice box disajikan dengan nasi tofu dan potongan chicken crispy dan saus Shihlin‎, olahan Mee Sua, sajian tempura, dan yang terakhir XXL Fried Chicken Crispy dengan tiga rasa yaitu original, barbeque, dan Seeweed yang merupakan menu paling banyak dipesan. Sebagai master franchise yang Beroperasi sejak tahun 2007 di Indonesia, pada saat yang bersamaan, Shihlin mulai menawarkan kemitraan di dalam negeri. Saat ini total gerai Shihlin ada 70 gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Batam, Depok, dan Balikpapan. Rinciannya, 20 gerai milik pusat dan sisanya milik mitra. Konsep Shihlin Taiwan Street Snacks ini adalah gerai cepat saji yang menyediakan menu utama ayam fillet crispy. Kemasan kertas bisa dibawa-bawa khas street snacks. Calon mitra harus merogoh kocek minimal Rp 700 juta. Nilai investasi tersebut sudah termasuk fasilitas desain interior, peralatan masak lengkap, booth, bahan baku awal saus dan ayam serta kemasan, dan alat penunjang promosi seperti neon box, brosur. Kerjasama berlangsung selama lima tahun. Setelah masa kontrak selesai, biaya perpanjangan kerjasama akan dinegosiasikan dengan manajemen. Biaya royalti 5% Menu yang ditawarkan antara lain XXL chicken, crispy floss egg crepe, sausage cheese egg crepe, mushroom cheese egg crepe, dan seafood tempura. Harga menu mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per porsi. Calon franchisee harus menyiapkan lahan minimal 20 m² dengan SDM tiga orang karyawan. Pusat menetapkan biaya royalti sebesar 5% dari omzet tiap bulan. Selain itu, mitra harus memasok bahan baku utama berupa fillet ayam yang tinggal digoreng, bumbu dan kertas kemasan. Ian mengklaim, kelebihan ayam fillet Shihlin adalah rasa bumbu yang meresap dan menu yang selalu dalam kondisi renyah.   Alvin Pratama
Read More